Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Aroma Bugis – Jawa Di Pondok Tingal Magelang

    Pondok Tingal Magelang
    Pondok Tingal Magelang
    Pondok Tingal Magelang
    Pondok Tingal Magelang
    Pondok Tingal Magelang

    Candi Borobudur merupakan salah satu obyek wisata yang termasuk dalam kawasan world heritage site yang ditetapkan oleh sebuah badan dari organisasi PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) yaitu UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) dan pernah masuk pada jajaran tujuh keajaiban dunia. Kedua hal tersebut berdampak dengan munculnya beragam sarana pendukung kegiatan sektor pariwisata di daerah sekitar komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah tersebut. Salah satu dari sekian banyak tempat kuliner maupun akomodasi sekaligus yang terdapat di sekitar Borobudur adalah Pondok Tingal. Pondok Tingal terletak di lokasi strategis di sekitar kawasan Candi Borobudur, Candi Pawon dan Mendhut. Tepatnya sekitar 700 meter dari arah Candi Borobudur dan beralamat Jalan Balaputradewa 32, Brojonalan, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

    Pondok Tingal dibuka untuk umum pada tanggal 27 April 1991. “Komplek Pondok Tingal dibangun guna menyambut program Visit Indonesia Year tahun 1991”, ujar Ninik, pengelola Pondok Tingal. Nama Pondok Tingal sendiri diambil dari tempat kelahiran pendiri komplek Pondok Tingal yaitu H. Boediardjo yang berasal dari Dusun Tingal, Desa Wanurejo, Borobudur, Jawa Tengah. Beliau merupakan seorang pensiunan prajurit TNI Angkatan Udara dan mantan Menteri Penerangan pada masa orde baru. Pondok Tingal menempati lahan seluas ± 2 Hektar dengan luas bangunan sekitar 1.200 m².

    Restoran yang menyatu dengan penginapan ini memiliki keunikan dari sisi arsitektural. “Pondok Tingal merupakan gabungan dua gaya arsitektural sekaligus yaitu Jawa dengan Bugis (Sulawesi), banyak orang menyebut Pondok Tingal Ini sebagai rumah Bugis diblangkoni”, tutur Ninik. Pintu keluar masuk kompleks Pondok Tingal berwujud pergola gapura dengan gaya mirip desain Penas (Perangko Nasional) Pertasi Kencana. Penas Pertasi Kencana sendiri merupakan perangko khusus diterbitkan untuk menyambut Visit Indonesia Year 1991. Tampak depan Pondok Tingal merupakan bangunan Jawa dengan empat bangunan bermodel pendopo Joglo. Secara keseluruhan bangunan komplek Pondok Tingal terdiri dari empat pendopo sebagai area restoran, lobby, dan front office ditambah tiga bangunan bangsal Rumah panggung Bugis yang berfungsi untuk penginapan.

    Restoran di dalam komplek Pondok Tingal terletak di bagian depan. Suasana sejuk dan asri masih terasa. Beragam pohon tradisional seperti pohon buah Kepel (Stelechocarpus Burahol) dan Mundhu (Garcinia Dulcis) yang masih terawat dengan baik hingga sekarang. Secara tata letak, bangunan restoran pada kompleks Pondok Tingal terbagi menjadi tiga area yaitu di depan, samping barat dan belakang. Area depan menempati bangunan Joglo sedangkan bagian samping barat dan belakang terletak di dalam bangunan rumah Bugis. “Material bangunan kompleks Pondok Tingal dibangun dengan material alam yaitu kayu dan bambu. Kayu yang digunakan adalah kayu besi yang didatangkan langsung dari Bugis. Selain itu, tenaga kerja yang menanganinya juga berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan”, papar Ninik.

    Bangunan utama restoran Pondok Tingal berdekatan dengan lobby dan area resepsionis. Bangunan utama terletak di sebelah timur depan tepat di belakang pintu masuk komplek Pondok Tingal. Struktur bangunan berbentuk pendopo Joglo. Yang menarik adalah penggunaan material kayu yang dipilih sebagai tiang-tiang maupun soko guru dalam bangunan Joglo. Jika pada umumnya bangunan Joglo identik dengan kayu jati, maka pendopo Joglo restoran di kompleks Pondok Tingal ini menggunakan kayu hitam Sulawesi (Diospyros Celebica). “Pak Boed (H. Boediarjo –red) sengaja memilih memakai kayu hitam Sulawesi agar terjadi perpaduan budaya antara Jawa dengan Bugis. Selain itu Pak Boed memang suka dengan unsur alam dalam dunia arsitektur”, terang Ninik. Selain sebagai penopang konstruksi bangunan pendopo Joglo, kayu hitam sulawesi juga dapat dijumpai pada hampir sebagian besar kompleks bangunan Pondok Tingal.

    Furnitur di dalam bangunan utama restoran Pondok Tingal didominasi oleh kayu bernuansa klasik. Meja dan kursi kayu tertata rapi dengan balutan taplak meja motif kawung. Pada sisi utara, tersedia area lesehan dengan view taman yang berada di antara dua bangunan rumah panggung Bugis yang dapat menjadi pilihan bagi pengunjung. Unsur artistik dalam interior restoran juga dapat ditemukan dalam ornamen-ornamen penghias dinding diantaranya adalah sebuah lukisan wayang yang tertuang dalam kanvas berbahan kulit sapi. Selain itu, terdapat pula art work berbentuk tubuh Buto (tokoh raksasa dalam budaya pewayangan Jawa) yang terbuat dari potongan kaleng minuman soda.

    Keunikan lain yang dapat dilihat dari bangunan utama restoran Pondok Tingal adalah kap lampu gantung sebagai sumber penerangan. Setiap meja dan kursi pada bangunan utama restoran menggunakan kap lampu berbahan tembaga. “Untuk kap lampu langsung didatangkan dari daerah Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah”, ucap Ninik. Selain itu, pada interior restoran juga ditempatkan tanaman hias sebagai penambah unsur dekoratif ruangan. “Tanaman yang ada di dalam restoran semuanya asli tanaman hidup”, imbuh Ninik. Selain itu, yang menjadi point of view dalam bangunan restoran di kompleks Pondok Tingal adalah bagian plafon restoran. Plafon menggunakan material bambu. Pada bangunan utama restoran, Gedheg (lembaran anyaman bambu) digunakan untuk membungkus plafon. Bambu dengan bentuk potongan-potongan pipih disusun membentuk bidang belah ketupat. ”Penggunaan plafon bambu pada bangunan di kawasan Magelang mungkin hanya ditemukan di sini (Pondok Tingal- red) saja”, ungkap Ninik.

    Meninggalkan bangunan utama restoran Pondok Tingal, pengunjung akan diajak singgah ke sebuah bangunan yang disebut oleh pengelola Pondok Tingal sebagai sebuah warung. Bangunan warung restoran Pondok Tingal terletak di sebelah barat kompleks Pondok Tingal, tepatnya di depan area parkir kendaraan pengunjung. Bangunan warung terletak di lantai pertama rumah Panggung Bugis. “Area warung ini merupakan kawasan bagi pengunjung VIP”, kata Ninik. Area VIP ini dikonsep sebagai sebuah warung lengkap dengan sajian berbagai makanan tradisional Jawa yang ditempatkan ke dalam toples-toples kaca. Keunikan juga dijumpai di dalam area VIP ini. Pernak-pernik seperti miniatur kuda lumping, cetakan kue carabikang, bakul nasi serta berbagai benda unik lainnya sehingga area ini tampak penuh walaupun berukuran tidak lapang.

    Masuk ke dalam bangunan terakhir, pengunjung akan disuguhi dengan sebuah dinning hall area yang merupakan bangunan terluas diantara bangunan-bangunan restoran Pondok Tingal. Bangunan yang terletak di belakang dapur restoran. “Dinning hall ini dapat menampung hingga 100 orang, untuk total kapasitas restoran sekitar 300 sampai dengan 500 pengunjung”, tandas Ninik. Dinning hall terletak di bawah ruangan dormitory yang ditopang oleh kayu hitam Sulawesi.

    Restoran yang buka dari jam 10.00 WIB hingga 22.00 WIB ini menawarkan pilihan menu tradisional. Menu yang patut dicoba adalah Sambel Goreng Ndeso, Urap dan Ayam Goreng Penyet Cabai Hijau. Sambel Goreng Ndeso terbuat dari bahan-bahan tradisional seperti tempe dan petai. Kedua bahan tersebut dicampur dengan cabai kemudian direbus dengan kuah santan. Semua bahan tersebut kemudian dicampur dengan ati ampela sebagai pelengkap masakan. “Untuk menu kami tidak memakai tambahan MSG agar kualitas rasa tetap terjaga dan pengunjung pun dapat melihat langsung proses pembuatan menu di dapur”, jelas Ninik.

    Menu selanjutnya adalah Urap yang terbuat dari campuran sayur-sayuran seperti wortel, kacang panjang, kol, sawi putih, serta daun bayam. Semua sayuran tesebut dicampur dengan parutan buah kelapa yang sudah dibumbui gurih. Menu makanan terakhir adalah Ayam Goreng Penyet Cabai Hijau. Ayam yang telah digoreng dan dibumbui gurih terlebih dahulu dilumuri dengan sambel goreng cabai hijau. Perpaduan diantara keduanya menghasilkan sensasi rasa yang menggoda selera.

    Untuk menu minuman, restoran Pondok Tingal menghadirkan sajian berupa Teh Poci dan Wedhang Guje. Teh Poci merupakan sajian teh tawar hangat dan kental yang dimasukkan ke dalam poci (teko yang terbuat dari tanah liat). Untuk cara menghidangkannya ialah dengan cara dituangkan ke dalam gelas tanah liat. Sebagai pemanis rasa teh, disediakan gula batu yang dikemas dalam tempat terpisah. Bagi pengunjung yang menginginkan minuman lain, Wedang Guje dapat menjadi pilihan alternatif. Minuman yang terbuat dari bahan alami gula jawa dan jahe menyuguhkan kombinasi yang unik. Kedua minuman tersebut ditambah dengan snack berupa Bakwan Jagung cocok untuk dinikmati sembari melihat lingkungan Pondok Tingal yang berhawa sejuk. “Selain menu-menu tersebut, juga disediakan menu transit mulai dari menu breakfeast, lunch, dan dinner bagi pengunjung yang hendak singgah sebelum atau meninggalkan kawasan obyek wisata Candi Borobudur”, ucap Ninik.

    Selain sebagai restoran Pondok Tingal juga menyediakan sarana penginapan dengan beragam pilihan tipe kamar mulai dari dormitory, standart, family, dan VIP room. Kawasan Pondok tinggal dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti wifi, meeting room, outbond, air soft gun area, art stage, art shop, bicycle tour package, serta museum wayang dan perpustakaan Sasana Guna Rasa. Dika-red

    Pondok Tingal
    Jalan Balaputradewa 32, Bronjonalan, Borobudur
    Magelang – Jawa Tengah – Indonesia
    Telepon : (0293) 788 145 / 550 8845
    Fax : (0293) 788 166
    Email : hotelpondoktingal@gmail.com
    Website : www.pondoktingal.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah