Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Bias Sinar Kaca Patri

    kaca patri
    kaca grafir
    kaca inlay

    Baiti Jannati. Rumahku, Surgaku. Kurang lebih begitulah artinya untuk menggambarkan suasana yang nyaman dan menyenangkan suatu tempat tinggal bagi pemiliknya. Untuk mewujudkan surga yang nyaman dan menyenangkan tersebut banyak pemilik rumah yang melakukan beragam upaya agar huniannya tampil cantik dan menarik. Mulai dari konsep arsitektur, penataan eksterior dan interior dipikirkan dengan sangat matang. Tak jarang rumah menjadi ajang kreasi dan mencerminkan kepribadian dari pemiliknya. Penataan dan penghiasan rumah tak hanya meliputi pernak-pernik interior seperti furniture saja tapi juga ke bagian lain, misalnya pintu dan jendela. Pintu dan jendela merupakan bagian rumah yang sering kita jumpai. Pintu dan jendela yang mempunyai fungsi awal sebagai pembatas dapat juga dihias sehingga menjadi tampil cantik dan menarik. Biasanya, hiasan pada pintu dan jendela hanya sebatas ukiran pada daun pintu, jendela dan sedikit aksen pada kusen. Bagaimana bila Anda mencoba menerapkan sesuatu yang berbeda pada pintu dan jendela? Dengan memberi gambar atau corak misalnya?

    Kaca patri atau stained glass dalam bahasa Inggris atau glass in lood dalam bahasa Belanda merupakan perpaduan antara seni lukis dan seni patri yang menggunakan media kaca. Kaca yang pada umumnya berbentuk segi empat dirubah dan dibentuk sedemikian rupa sehingga tampil menarik mengikuti pola tertentu layaknya sebuah puzzle. Ditinjau dari sejarahnya, seni kaca patri merupakan ornamen arsitektur yang berasal dari Eropa. Penggunaan kaca warna pada jendela terutama untuk rumah ibadah (gereja) dimulai pada pertengahan abad ke-12.

    Di Indonesia sebenarnya kita mengenal pula ornamen kaca patri ini. Namun, tidak jelas siapa yang membawa seni kaca patri ini ke Indonesia. Menariknya, sampai paruh pertama abad ke-19 kaca termasuk jenis barang mewah dan sangat mahal. Dapat dikatakan pada 1900-an merupakan awal penggunaan kaca patri selain di tempat-tempat ibadah. Pada masa ini kaca patri mulai digunakan untuk bangunan kantor, hotel dan rumah tinggal, terutama bangunan yang bergaya arsitektur art deco. Berbeda dengan kaca patri di rumah-rumah ibadah, penggunaan kaca patri untuk rumah tinggal pada umumnya hanya menempati bidang kecil pada bagian bangunan yang disebut bovenlicht, yaitu jendela kecil yang bisa dibuka tutup. Modern ini, kaca patri juga diterapkan pada daun pintu dan jendela. Tak hanya itu, kaca patri juga dipasang di dinding rumah bagian atas sebagai penerangan alami ketika siang hari sehingga menghemat energi untuk pemakaian lampu.

    Mitra Cipta Glass memulai usahanya sejak tahun 1989. Mitra Cipta Glass adalah produsen dan eksportir dengan produk utama art glass. Usaha ini merupakan usaha warisan dan merupakan produsen art glass pertama kali di Jogja seperti yang dituturkan Asep Rahmat, pemilik Mitra Cipta Glass generasi kedua “ Usaha ini merupakan usaha turun temurun dari orang tua yang beliau rintis sejak tahun 1989 dan merupakan usaha kaca patri pertama di Jogja.” Kaca patri ini bila terkena cahaya sinar matahari langsung akan menghasilkan pendaran cahaya yang cantik. Untuk mendapatkan pendaran cahaya ini, tidak sembarang kaca yang dipakai. Pada umumnya, bahan kaca patri menggunakan kaca kualitas impor.

    Mitra Cipta Glass sendiri memiliki 3 kualitas kaca yang bisa pilih oleh konsumen, meliputi kualitas lokal, campur, dan full impor. “ Lokal di sini mengacu kepada negara-negara Asia bukan hasil industri dalam negeri karena Indonesia belum mampu membuat kaca dengan kualitas bagus. Lokal bukan produk Indonesia tapi impor Asia. Kualitas campur merupakan campuran 50% Asia dan 50% Eropa, sedangkan full impor, 100% kaca dari Eropa, terang Asep. Pembagian kategori ini selain memberikan kualitas yang berbeda juga berpengaruh ke harga jual. Semakin bagus kualitasnya maka akan semakin mahal. Selain penggunaan bahan kualitas impor, ketebalan kaca juga menjadi faktor utama, yakni harus memiliki ketebalan minimal 3 milimeter.

    Sebelum menjadi suatu karya seni yang apik penghias interior rumah Anda, kaca-kaca tersebut mengalami beberapa proses dalam pembuatannya. Pertama-tama digambar polanya terlebih dahulu dan kemudian lembaran-lembaran kaca tersebut dipotong kecil-kecil sesuai pola. Setelah mengalami proses pemotongan, kaca tersebut kemudian dihaluskan dengan grinda supaya lebih rapi hasil pemotongannya dan supaya tidak menggores tangan ketika proses pemasangan. Tahap selanjutnya adalah proses perangkaian. Kaca-kaca tersebut ditata sesuai pola yang ada digambar dan dirangkaikan dengan menggunakan timah atau kuningan. Pematrian kaca menggunakan solder agar semua potongan kaca dapat disatukan. Proses terakhir adalah finishing. Pada proses ini rangkaian kaca yang sudah jadi diberi cairan khusus untuk mencegah timah atau kuningan mengalami korosi atau karat sehingga tahan lama. Karena rumitnya dan membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi dalam proses pengerjaannya, 1 m² kaca patri membutuhkan waktu hingga 3 hari.

    Motif dan corak kaca patri pun beraneka ragam. Mulai dari motif hewan, tumbuhan, pemandangan, kaligrafi, bahkan hingga ke motif Batik atau Dayak. Layaknya memindah lukisan dengan media yang berbeda, yaitu kaca. Pemilihan motif dan corak harus disesuaikan dengan konsep arsitektur hunian agar menyambung dan tidak terkesan 'tabrak lari'. “Kalau dulu cenderung meriah dengan gambar hewan, tumbuhan, pemandangan dengan beraneka warna. Jika sekarang cenderung ke motif ornamen dan minimalis. Mengikuti tren rumah,” terang Asep. Kaca patri dapat bertahan puluhan tahun dan awet karena jika pecah cukup mengganti bagian yang pecah saja. Tidak perlu satu lembar seperti kaca pada umumnya.

    Penggunaan kaca patri selain mempercantik interior rumah juga dapat mengurangi intensitas cahaya sinar matahari berlebih dan membiaskannya sehingga memberikan efek pencahayaan yang indah dalam ruangan ketika siang hari. Dan sebaliknya, jika malam menjelang akan memberikan kesan mewah, elegan, dan terang dari luar karena cahaya dari dalam. Ketebalan yang dimilikinya dapat meredam kebisingan dan polusi suara di sekitar rumah. Keunggulan lainnya, Anda tidak memerlukan tirai atau gordyn untuk mempercantik jendela, dan dari segi keamanan, kaca patri dapat berfungsi sebagai teralis.

    Selain memproduksi kaca patri, Mitra Cipta Glass juga melayani pembuatan kaca grafir, kaca inlay, dan lukis kaca. Kaca grafir merupakan teknik ukir pada kaca. Kaca diukir atau dipahat dengan menggunakan alat khusus sehingga menghasilkan suatu pola atau gambar. Kaca grafir biasanya ditaruh di ruang tengah, ruang keluarga dan kamar mandi. Biasanya berfungsi sebagai penyekat ruangan. Kaca inlay adalah jenis kaca dekoratif yang hampir mirip dengan kaca patri. Bedanya, kaca inlay tidak memerlukan timah atau kuningan sebagai perangkainya, melainkan menggunakan lem khusus. “ Inlay merupakan kelanjutan dari kaca patri atau modernisasi dari kaca patri,” ujar Asep. Untuk harga kaca patri dengan kualitas local dibandrol Rp 750 ribu/m². Untuk kualitas campuran dihargai Rp 1,5 juta/m², dan kualitas full impor dihargai 2,2 juta/m². Sedangkan untuk kaca inlay dijual Rp 4,5 juta/m². Untuk proses perawatan cukup mudah. Cukup digosok dengan minyak tanah atau solar supaya kaca tidak buram dan tetap jernih.

    Mitra Cipta Glass juga melayani pemesanan pembuatan lampu, kubah dengan kaca patri. Perusahaan ini juga menerima konsultasi konsumen seputar art glass dan tidak menutup kemungkinan menerima usulan atau ajuan gambar dari konsumen. Tertarik untuk menghias hunian Anda dengan kaca patri? Atau mempercantik jendela dan pintu rumah Anda dengan ornament dan motif yang manis? Hubungi saja Mitra Cipta Glass. ganang-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain