Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Cita Rasa Alam Waroeng Pohon Omah Sawah

    Waroeng Pohon Omah Sawah
    Waroeng Pohon Omah Sawah
    Waroeng Pohon Omah Sawah
    Menu makanan Waroeng Pohon Omah Sawah
    Menu minuman Waroeng Pohon Omah Sawah

    Hadirnya pepohonan mampu membuat kesegaran dan kesejukan di dalam ruangan maupun di luar. Melalui pohon yang rindang kita mampu terbawa suasana yang nyaman dan tenang. Tempat ini beratmosferkan keindahan alami yang berasal dari banyaknya pohon yang tumbuh di sekitarnya. Selain dari segi pepohonan rindang yang mempengaruhi suasana penikmatnya, penataan ruang dan penataan material lainnya juga membawa dampak yang besar bagi penikmatnya. Membangun rumah makan yang menarik juga tidak terlepas dari konsep yang jelas dari sang pemilik. Sebab tanpa konsep yang menunjang serta material yang memadai, sebuah rumah makan yang baik tidak akan terwujud.

    Melalui konsep alam, sebuah bangunan atau properti akan menjadi lebih seimbang. Orang yang berada disekitarnya juga menjadi lebih segar, karena pohon-pohon yang berada disekitaran banyak mengandung oksigen. Tumbuhan juga berguna sebagai sarana relaksasi yang dapat membantu mengurangi kepenatan maupun stress. Warna hijau dari pepohonan juga dapat memberikan kesan suasana yang santai dan tenang. Untuk itu penghijauan dangan menanam pohon dalam sebuah kawasan hunian/material memang sangat diperlukan.

    Dalam menanam pohon kita juga dapat berkreasi. Memadupadankan berbagai ekosistem tanaman, serta bangunan maupun properti yang ada. Seperti karya seni yang agung, yang dapat menggugah panca indera orang yang melihatnya. Penataan konsep alam, juga dapat merepresentasikan sang pembuatnya, ada identitas yang tertera di dalamya. Waroeng Pohon Omah Sawah adalah sebuah resto yang menyatukan konsep resto dengan suasana luar ruangan yang bersifat alam (Omah Sawah).

    Konsep ini berawal dari tempat muasal resto ini yang dulunya merupakan sawah. Lalu dikembangkan dengan menanam berbagai pohon lokal kemudian dibangun rumah tinggal lalu dijadikan sebagai usaha display produk kerajinan. “Dulunya ini adalah sawah, lalu saya mencoba menanami pohon-pohon, kemudian saya bangun rumah tinggal di sini sekaligus membuka usaha display produk kerajinan seperti meja dan kursi teraso, batu-batu kapur, air mancur, dan patung-patung abstrak. Setelah itu muncul ide untuk membangun resto”, ungkap Danto Susanto, Owner Waroeng Pohon Omah Sawah.

    Waroeng Pohon yang terletak di Jl. Parangtritis km 6, Sewon, Bantul, Yogyakarta ini secara fasad dari luar tampaklah kecil, akan tetapi setelah memasukinya sebenarnya cukuplah besar. Area parkir Waroeng Pohon mengkondisikan agar lahan parkirnya dapat menampung volume kendaraan yang tidak sedikit. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya tamu yang datang baik dari luar kota Jogja maupun masyarakat Jogja sendiri terutama di musim liburan. “Kami menambahkan area parkir di tanah sebelah, jadi saat banyak tamu yang datang terutama di musim liburan kami dapat menampung semua kendaraan para konsumen”, tambahnya semangat.

    Masih di area parkir, terdapat pula pohon-pohon yang sengaja ditanam di bagian kiri dan kanannya agar suasana kesegaran sudah terasa sebelum memasuki area resto. Simbol dari Waroeng Pohon sendiri wujudnya adalah banyaknya tanaman pohon-pohon yang berada di dalam resto. “Untuk penamaan Waroeng Pohon sendiri memang lebih ke arah konsep dari awal, yakni banyaknya pohon-pohon yang saya tanam sejak dulu dan saya memutuskan untuk membuat restoran lalu saya ambil saja namanya dari pohon-pohon tersebut”, terang Danto panggilan sehari-harinya.

    Setelah memasuki area dalam Waroeng Pohon, tamu akan diberikan pilihan untuk menikmati makanan di area luar ruangan (outdoor) atau di dalam bangunan. Bangunan dalam resto yang cukup unik dimana material berasal dari batuan kapur dan batuan gamping sebagai dinding. Karena konsep yang diusung oleh Waroeng Pohon sendiri lebih ke alam maka untuk penggunaan furniture lebih ke konsep alam juga. Furniture yang digunakan lebih banyaknya dari alam misalnya kursi dan meja teraso (cor) lengkap dengan ukiran yang apik. Konsep bangunannya pun juga dibilang mengikuti konsep alam yang diusung, yakni bangunan dengan dinding batu kapur dengan meminimalkan penggunaan cat. “Kursi dan meja teraso yang ada sengaja saya tampilkan karena sesuai dengan konsep alam, untuk furniture kami buat sendiri, kecuali untuk meja dan kursi kayu yang ada di area dalam bangunan tersebut kami membelinya”, terang Danto semangat.

    Area outdoor tamu dapat menikmati makanan di bawah pepohonan lokal seperti pohon kamboja, pohon pandan laut, pohon kelapa dan pohon mojo. Area indoor disajikan dalam bentuk gubuk seperti rumah panggung, serta gubuk dengan atap daun kelapa. Selain bangunan tersebut, dalam Waroeng Pohon juga menyediakan bangunan Joglo yang difungsikan sebagai tempat meeting, arisan, ulang tahun atau acara pertemuan lainnya. “Kebanyakan tamu kami dari keluarga, instansi maupun perseorangan terkadang ada juga tamu yang menyewa tempat untuk acara-acara pertemuan seperti arisan, ulang tahun, dll”, tambah Siti Sulastriningsih, istri Danto yang turut mengelola resto tersebut.

    Resto yang telah berdiri selama kurang lebih 2 tahun tersebut menyediakan menu makanan yang menarik dan terbilang sudah langka. Menu Sego Sarang Ingkung merupakan menu andalan dari Waroeng Pohon Omah Sawah. Makanan yang terbilang cukup langka ini menjadi menu faforit sekaligus menu yang paling banyak dicari para tamu baik dari luar Jogja maupun masyarakat Jogja sendiri. Makanan tradisional Jawa sego sarang ingkung ini biasanya hanya disajikan dalam sebuah acara tertentu, seperti merti desa atau kendurian. “Menu makanan Sego Sarang Ingkung sendiri merupakan menu kreasi sendiri, pemilihan menu juga sebagai sarana untuk melestarikan masakan tradisional Jawa yang semakin hari semakin menghilang dari pasaran”, tutur Siti panggilan sehari-harinya.

    Untuk harga yang dipatok pun cukup reasonable, yakni tamu cukup membayar seharga 120 ribu. Harga tersebut tamu sudah dapat menikmati satu ekor ayam kampung Jawa lengkap dengan nasi gurih, sambal beserta lalapan. Dalam penyajiannya pun cukup menarik, yakni sego gurih ditaruh di tempat yang terbuat dari daun kelapa dengan bentuk menyerupai sarang kotak. Soal rasa tak perlu khawatir, karena untuk orang yang memasak ingkung sengaja memilih masyarakat asli Jawa yang benar-benar mengetahui proses memasak ingkung. “Bumbu yang kami pakai bumbu gurih, dan proses memasak ingkung pun terbilang cukup lama yakni sekitar 2 jam, jadi bumbu benar-benar meresap ke dalam ingkung,” tambah Siti menerangkan.

    Untuk tamu yang ingin memesan menu Sego Sarang Ingkung lebih dari 20 porsi harus melakukan proses reservasi terbelih dulu, karena untuk proses memasaknya yang terbilang agak lama. Waroeng Pohon buka setiap hari, kecuali hari Raya Muslim. “Kami buka sekitar pukul 10.00 – 22.00 WIB, untuk last order sekitar pukul 21.00 WIB”, tambah Siti. Selain menu di atas tamu juga dapat menikmati menu lainnya seperti pecel lele, nila bumbu rujak, dan menu terancam yang tak kalah maknyus. Untuk menu-menu makanan tersebut dihargai mulai dari 10 ribu saja. Menu pecel lele yang tak kalah enaknya mampu membuat kita lahap saat menyantapnya. Untuk menu nila bumbu rujak cukup menarik untuk dicicipi, dimana rasa pedas bumbu rujak dipadukan dengan ikan nila yang empuk membuat lidah kita tidak bisa berhenti untuk menyantapnya. Sedangkan untuk menu penyegar seperti terancam diolah dengan sayuran segar.

    Setelah menyatap menu-menu berat di atas untuk pencair suasana, menu minuman yang disediakan pun cukup menggiurkan. Menu-menu minuman tradisional yang ditawarkan seperti es gula asem kencur, es legen/badek, serta wedang uwuh mampu membayar dahaga. Minuman tradisional es legen yang diambil dari bagian pohon siwalan ini mampu menghilangkan dahaga. Selain legen tamu juga dapat menikmati es gula asem kencur yang dapat menyegarkan tenggorokan. Perpaduan kencur dengan asem beserta gula jawa ini dapat menghasilkan rasa yang segar dan tentunya lebih sehat. Wedang uwuh yang merupakan wedang tradisional Jawa ini juga dapat menghangatkan badan, dengan bahan rempah-rempah. Lokasinya yang berdekatan dengan salah satu Universitas ternama di Yogyakarta, maka menu-menu dengan harga pelajar pun turut di hadirkan.

    Di akhir perbincangan Danto menambahkan jika saat ini ia sedang dalam proses pembangunan restoran baru di daerah Bangunjiwo dengan view terasering yang menakjubkan, dan tetap dengan konsep yang sama, yakni konsep alam. Yanti – red

    Waroeng Pohon Omah Sawah
    Jl. Parangtritis Km. 6 ,
    Sewon, Bantul, Yogyakarta
    Telp. (0274)445 625
    www.waroengpohon.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain