Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Desain Hunian Modern Tropis

    Desain Rumah Kantor Modern Tropis
    Desain Rumah Tinggal 2 Lantai
    Desain Rumah Kantor 2 lantai
    Desain Rumah Kos 2 Lantai

    Hunian dengan konsep modern tropis beberapa tahun belakangan banyak berkembang di Indonesia. Konsep modern dan konsep tropis merupakan dua konsep yang berbeda namun memiliki keselarasan. Konsep modern berawal dari gaya hidup masyarakat kekinian yang menuntut setiap hal serba cepat dan praktis. Arsitektur modern menurut Uniek Praptiningrum W dalam bukunya yang berjudul 'Glosari Arsitektur' menjelaskan bahwa Arsitektur Modern merupakan gaya arsitektur yang lahir karena adanya ketidakpuasan akan adanya bentuk-bentuk dan penggunaan-penggunaan bahan yang terlalu berkesan statis sebagaimana gaya arsitektur klasik pada waktu itu. Arsitektur modern sudah banyak ditandai dengan adanya garis-garis vertikal dan horisontal yang cukup mencolok, tidak tampak adanya ornamen-ornamen, dan sudah mulai menggunakan teknologi baru yang mulai diperkenalkan pada zamannya.

    Di Amerika, arsitektur modern dikenal melalui karya Frank Llyod Wright, salah satunya seperti Falling Water, yang dinilai kontekstual dengan lingkungan dan mengedepankan simplisitas dan transparansi pada desain. Falling Water banyak menggunakan elemen geometri horisontal yang sederhana dan penggunaan material batu bata yang di ekspos. Sementara di Eropa, arsitektur modern dikenal melalui 3 tokoh arsitek saat itu, Ludwig Mies Van Der Rohe dan Walter Gropius di Jerman, dan Le Corbusier di Perancis. Le Corbusier melalui salah satu karyanya, Villa Savoye, mengenalkan 5 prinsip arsitektur modern, yaitu, Pilotis, bangunan dengan pilar atau kolom sebagai struktur utama, susunan ruang yang bebas, desain fasad yang bebas dari visual kolom struktur, jendela horisontal, dan Roof Gardens (taman atap).

    Berdasarkan perkembangan sejarahnya, maka prinsip arsitektur modern dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam. Pertama, fungsional, arsitektur modern mengedepankan pendekatan fungsi pada desain bangunan. Form Follow Function merupakan slogan yang dicetuskan oleh Louis Sullivan yang mengedepankan gagasan bahwa bentuk bangunan mengikuti fungsi. Hal ini yang banyak diterapkan pada arsitektur modern, meminimalisir ornamen-ornamen yang kurang memiliki fungsi, sehingga bentuk bangunan menjadi lebih simpel dan rapi. Kedua, simplisitas, seorang arsitek asal Austria pernah mencetuskan slogan Ornament is A Crime - ornamen adalah kriminalitas. Arsitektur modern bebas dari nilai sejarah yang terdapat pada bangunan, menghilangkan ornamen, seperti ukiran, patung, dan gambar yang identik dengan tradisi masyarakat lokal. Modernisme mengutamakan desain yang simpel dengan elemen bidang dan garis yang sederhana. Dalam konteks urban, desain yang simpel mendukung kehidupan modern yang cenderung mengalami peningkatan pada kesehatan dan kebersihan. Desain minim ornamen memudahkan penghuni menjaga kebersihan dalam rumah dari debu dan kotoran pada elemen bangunan, sehingga kualitas kesehatan pun dapat terjaga. Ketiga, transparansi, arsitektur modern bersifat jujur dan terbuka, menampilkan material bangunan apa adanya tanpa ditutupi. Desain arsitektur modern cederung mengekspos material bangunan baik secara arsitektural maupun struktural. Material yang dominan digunakan, yaitu beton tanpa di-finish, bata atau batu ekspos pada dinding, material baja, dan kaca. Kaca bersifat tembus pandang, hal inilah yang ingin dihadirkan pada genre arsitektur ini, keterbukaan tanpa batas, sehingga pandangan menjadi lebih luas. Prinsip transparansi mengutamakan penghuni untuk memiliki pengalaman secara langsung dengan ruang tanpa ditutupi, originalitas material tanpa manipulasi menjadi prinsip keindahan dalam modernisme.

    Prinsip arsitektur modern tersebut selaras dengan arsitektur tropis yang dimiliki bumi nusantara. Arsitektur tropis merupakan konsep desain bangunan yang beradaptasi terhadap iklim tropis. Iklim tropis membuat Indonesia memiliki tingkat kelembaban yang tinggi dan curah hujan tinggi, sehingga desain arsitektur tropis diharapkan mampu mengatasi kondisi iklim tersebut. Genre arsitektur ini banyak menggunakan material lokal yang dimiliki Indonesia, seperti penggunaan kayu, bambu, dan batuan. Contoh jelas dapat dilihat pada jenis rumah tradisional yang dimiliki Indonesia, penggunaan material alam seperti kayu dan bentuk atap segitiga menandakan karakter arsitektur tropis Indonesia. Dalam perkembangannya, arsitektur tropis mulai dipengaruhi prinsip modernisme yang lebih mudah diadaptasi oleh gaya hidup masyarakat urban saat ini. Prinsip arsitektur tropis pun mampu bersanding dengan arsitektur modern melalui 3 prinsip yang dimilikinya, sehingga tercipta konsep arsitektur modern tropis pada desain bangunan.

    Secara fungsional, arsitektur modern tropis memiliki bentuk bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan kondisi iklim. Bangunan mengutamakan atap segitiga atau runcing ke atas agar air hujan dapat langsung mengalir ke bawah dan meminimalisir kebocoran dalam rumah. Setiap bentuk ornamen yang dihadirkan dalam desain memiliki fungsi, seperti, overstek/shading dan sirip pada fasad untuk menghindari tempias air hujan dan mengurangi cahaya berlebih yang masuk ke dalam rumah. Secara simplisitas, arsitektur modern tropis mengedepankan permainan geometri bidang dan garis pada fasad dengan warna-warna yang berasal dari alam, sehingga dapat tetap menyatu dengan alam. Secara transparansi, arsitektur tropis memiliki banyak bukaan, seperti jendela dan lubang angin. Hal ini memaksimalkan cahaya yang masuk di siang hari dan penghawaan (sirkulasi udara) menjadi lebih lancar.

    HUNIAN BERGAYA MODERN TROPIS
    A. Rumah Tinggal 2 Lantai

    Konsep modern tropis diterapkan pada desain hunian 2 lantai ini. Ornamen yang digunakan didominasi oleh elemen geometri bidang dan garis, baik vertikal maupun horisontal. Shading berupa kanopi beton yang menonjol keluar di setiap bukaan berfungsi sebagai penghalang tempias air hujan. Sementara sirip vertikal yang terbuat dari kayu pada fasad berfungsi untuk mengurangi cahaya berlebih yang masuk ke dalam rumah, sehingga suhu dalam rumah tetap sejuk. Pemilihan warna didominasi oleh warna alam seperti warna batu, kayu, dan cat dinding putih. Sebagian material menggunakan finishing coating sehingga warna asli material tetap terjaga. Hal ini diterapkan pada material batu alam dan kayu yang diekspos pada fasad. Railing pada balkon di lantai 2 menggunakan material kaca agar pandangan dari dalam rumah menuju luar ruang lebih luas. Atap menggunakan atap miring jenis limasan pada bangunan utama dan pelana pada garasi, hal ini memudahkan air hujan langsung mengalir ke bawah.

    B. Rumah Kantor 2 Lantai
    Rumah yang sekaligus berfungsi sebagai kantor notaris menggunakan konsep desain modern tropis pada fasad. Beberapa poin utama yang menjadi prinsip arsitektur modern tropis yang diterapkan pada desain yaitu, pemilihan material, warna, dan bentuk fasad & atap. Material menggunakan bata yang di-finishing cat putih, batu alam unfinished, dan kaca. Lantai 1 berfungsi sebagai kantor, sehingga dominasi penggunaan kaca pada lantai 1 mampu menunjukan identitas fungsi lantai 1 kepada tamu secara transparan. Warna yang digunakan warna alam seperti coklat, abu-abu, dan putih. Bagian atap terdapat kanopi beton dan sirip dari kayu yang berfungsi mengurangi tempias air hujan dan cahaya berlebih yang masuk ke dalam rumah. Bentuk atap menggunakan atap miring sesuai dengan iklim tropis.

    C. Rumah Kos 2 Lantai
    Prinsip arsitektur modern tropis kembali diterapkan pada jenis hunian rumah dan kos 2 lantai ini. Elemen geometri bidang dan garis horisontal mendominasi tampilan fasad bangunan. Warna menggunakan warna alam seperti warna merah bata, abu-abu, putih, coklat, dan aksen hitam pada frame kaca dan pagar. Transparansi bangunan diterapkan pada pemilihan material kaca pada lantai 2, sehingga ruang berkesan luas, sedangkan pada lantai 2 diterapkan pada pemilihan bata ekspos. Bentuk bangunan yang simpel dan minim ornamen memperkuat konsep modern tropis pada bangunan. Atap hunian menggunakan atap limasan yang sesuai dikondisikan pada musim penghujan di Indonesia. Nindya Suwarto – ACHIRA Architecture Consultant

    ARCHIRA – Archsketch Cipta Inspira
    Jl. Garuda 185B, RT 05/RW 30, Gejayan,
    Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283
    Telp. 0274-882480
    email. archsketchstudio@gmail.com
    www.arsitekarchira.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain