Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Fusion Vintage di Gila Pasta

    Fusion Vintage di Gila Pasta
    Fusion Vintage di Gila Pasta
    Fusion Vintage di Gila Pasta
    Fusion Vintage di Gila Pasta
    Fusion Vintage di Gila Pasta

    Hasrat untuk menjadi wirausahawan muda telah mantab di benak Bisma Adi Kuncoro dan Yudaning Mahandaru. Selepas dari bangku perguruan tinggi mereka berkeinginan untuk mempunyai usaha di bidang kuliner. Berawal dari hobby dua sejoli ini yang gemar menyatap beragam makanan, terciptalah ide membuat tempat kuliner bernama Gila Pasta. Tempat kuliner yang mengusung langgam fusion vintage terletak di Jalan Kaliurang Km. 8 Dayu, Yogyakarta memiliki luas tanah ± 600 m². Bangunan Gila Pasta sekilas tampak sederhana. Seperti rumah tinggal keluarga jika dilihat dari kejauhan. Dari sisi depan, Gila Pasta tampak seperti hunian yang memiliki taman asri dengan rumput teki mungil yang cantik dan sebuah rumah panggung di sisi utara. Sebelum melewati taman, pengunjung harus melewati sebuah pintu artifisial bergaya minimalis elegan tetapi tanpa daun pintu. Sebidang taman di depan bangunan utama yang dibatasi dengan pagar khas taman-taman eropa vintage akan memancing mata setiap orang yang akan memasuki bangunan utama resto bertema Italian Food Restaurant tersebut.

    Di luar pagar taman sengaja diletakkan berbagai pot dengan tanaman hias menambah sejuk susana. Taman berukuran 3 x 6 meter terlihat asri dengan penataan tanaman yang serasi. “Sebuah restoran yang bagus harus memiliki konsep go green, clean dan healthy”, terang Bisma Adi Kuncoro yang biasa dipanggil Bisma ini. Taman mungil tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu di sisi utara dan selatan. Dalam taman tersebut terdapat pohon pinus sebagai pohon perindang. Pada bagian ranting pohon pinus dipasang lampu gantung yang diletakkan di dalam sangkar burung. Sebagai batas antara taman utara dan selatan terdapat jalan setapak yang terbuat dari batu kerikil berbentuk persegi yang berfungsi sebagai akses masuk ke bangunan utama. Terdapat beberapa meja dan kursi kayu yang ditempatkan di sisi utara maupun selatan taman sebagai pilihan pengunjung yang ingin menikmati kuliner di area terbuka. Sebagai point of interest, dua patung gajah yang terbuat dari kumpulan pecahan-pecahan akar kayu cantik menghiasi taman.

    Melangkah meninggalkan taman, kita akan memasuki bangunan utama dari Gila Pasta. Bangunan utama tersebut memiliki luas ± 300 m². Sebelum memasuki bangunan utama dari gila pasta, terdapat dua ruangan berupa dapur dan service area. Nuansa fusion vintage sudah ditampilkan pada dapur dan service area. Dapur dari Gila Pasta berbentuk huruf L. Nuansa hangat kayu dihadirkan dalam sentuhan panggung live music di depan service area. Meja service area terbuat dari bekas perahu kayu menjadi pemanis tempat kuliner bernuansa jadul ini. Yang menarik dari bagian dapur dan service area Gila Pasta adalah penggunaan meja dengan material kayu bekas kapal pada meja, pintu, jendela, dan dinding yang didatangkan dari Madura. Nuansa vintage juga dijumpai di depan bangunan utama restoran Gila Pasta ini. Penggunaaan material kayu bekas pada tembok mempertegas kesan kuno namun tetap elegan. Lantai pada bagian depan bangunan utama menggunakan keramik dengan motif bulat telur berwarna merah bata menambah kuat kesan vintage tempat kuliner milik dua pasangan muda ini. Pada bagian atap, Gila Pasta menggunakan seng yang dicat dengan warna merah bata. Di langit-langit tergantung beragam payung warna-warna cerah yang berfungsi pula sebagai kap lampu. Di depan bangunan utama juga diletakkan beberapa meja dan kursi dari kayu Munggur dengan gaya minimalis. Meja berbentuk persegi panjang dan kursi diberi vernis untuk menampilkan tekstur kayu Munggur yang terlihat mewah.

    Berjalan masuk bangunan utama pengunjung akan disuguhi dengan arsitektur yang tidak biasa. Pemilik tidak mengubah bentuk bangunan utama yang bergaya Belanda ini. “Rumah ini saya biarkan seperti aslinya sama seperti saat sebelum dijadikan restoran. Kami hanya mengubah bagian interiornya saja”, papar Bisma yang merupakan alumnus jurusan ekonomi pada salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ini. Sisi eksterior bangunan utama terpasang beberapa jendela besar dan lubang ventilasi yang dapat dibuka tutup dengan gaya Belanda. Pada bagian dalam jendela terdapat teralis dengan motif kelopak bunga mawar besar yang menambah anggun bangunan berusia ratusan tahun tersebut. Bangunan utama Gila Pasta ini dahulu merupakan rumah milik seorang dokter terkenal pada rumah sakit swasta di Yogyakarta. Karena sudah lama tidak ditempati, rumah ini kemudian diambil alih oleh Bisma dan Daning untuk dijadikan sebuah restoran. Mengenai pemilihan furnitur interior, Bisma mengaku seluruhnya menyerahkan kepada orang tuanya yang berprofesi sebagai pengusaha furnitur di daerah Pleret Bantul. Di dalam rumah bergaya Belanda ini, terdapat beberapa meja dan kursi bergaya vintage. Bangunan utama Gila Pasta terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama merupakan smoking area. Ruangan ini paling luas dari ketiga ruangan yang terdapat pada bangunan utama. Lantai pada bangunan utama ini terbuat dari keramik warna putih serta tembok dengan cat kuning tosca yang menambah kesan nyaman pada ruangan ini. Meja dan kursi pada ruangan ini terbuat dari furnitur bekas yang didaur ulang. “Meja dan kursi memang saya buat dari furnitur bekas, cat pada meja dan kursi memang sengaja dibiarkan mengelupas sehingga kesan kuno dan antik tetap ada” kata Bisma yang juga penggemar musik jazz ini dengan mantap. Tembok bagian atap ditempel dengan papan kayu yang disusun secara berlapis sehingga nuansa fusion vintage menjadi dominan di tempat kuliner milik pasangan muda ini.

    Pada bagian plafon bangunan utama terpasang lukisan bergambar ikan dan malaikat kecil yang dibuat dengan teknik smoke painting oleh salah satu seniman seni rupa asal Yogyakarta. Pencahayaan terang yang berasal dari lampu gantung pada ruangan ini menyuguhkan atmosfer seperti di ruang keluarga. Cabinet set diletakkan di setiap sisi pada ruangan utama ini. Di atasnya diletakkan beberapa patung kayu dan buku-buku yang dapat menjadi bahan bacaan pengunjung sembari menunggu pesanan menu. Ada beberapa sudut tembok yang dijadikan sebagai media kreatifitas para seniman. Untuk mempercantik dinding terdapat lampu antik yang berbentuk kelopak bunga tulip dengan penyangga besi. “Selain sebagai tempat makan, restoran ini memang saya jadikan pula sebagai mini galeri seniman – seniman khususnya seniman indie Yogya yang mencari media untuk memamerkan karya-karyanya”, sanggah Bisma.

    Menjejakkan kaki menuju ruang tengah di sebelah utara, pengunjung akan menikmati suasana yang lebih privat. Terdapat lounge empuk dilengkapi dengan bantal-bantal kecil yang menjadikan ruangan ini terasa lebih hommy. Ruangan yang menurut Bisma kerap dijadikan small meeting ini juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk merayakan ulang tahun para pengunjung. Pada sudut barat ruangan ini, terdapat hiasan untuk mempercantik ruangan yang berwujud beberapa tumpukan buku yang diletakkan secara asimetris dan di atasnya terdapat beberapa patung burung dan orang dari kayu. Memasuki ruangan terakhir dari bangunan utama dari resto Gila Pasta terdapat ruangan kecil yang merupakan favorit pengunjung dari kalangan keluarga. Untuk dapat berada di ruangan ini pengunjung hanya tinggal menggeser pintu custom (tidak sesuai dengan aslinya -red) dari ruangan kedua. Interior ruangan ketiga ini nampak lebih sederhana menyesuaikan dengan luas ruangan. Meskipun memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan ruangan utama, space ini ditata dengan rapi. Selain lounge, di ruangan ini terdapat meja dan kursi bundar serta meja dan kursi kayu bergaya minimalis.

    Rumah panggung pada resto Gila Pasta terletak di sebelah Utara taman. Untuk dapat naik ke rumah panggung ini, pengunjung harus menaiki tangga kayu setinggi 4 meter. Di kanan kiri tangga pengunjung dapat menyaksikan beragam tanaman hias yang memanjakan mata. Pada rumah panggung ini terdapat enam meja dengan masing masing 2-4 buah kursi. Ruangan yang berukuran 4 x 6 meter ini merupakan spot favorit pengunjung dari kalangan muda yang datang secara bergerombol. Pada sela-sela lantai rumah pangung yang terbuat dari kayu Jati ini, terdapat sebuah pohon pinus yang memberikan aksen alami. Kaleng kerupuk bekas menjadi sumber penerangan dari ruangan bernuansa tropis ini. Rangka bangunan rumah panggung resto Gila Pasta terbuat dari Bambu Petung yang diikat dengan ijuk di setiap sudutnya. Atap dari rumah panggung terbuat dari daun pohon kelapa yang tidak dipotong dengan lurus dan rapi sehingga menimbulkan kesan layaknya rumah di tengah hutan. Di tepi rumah panggung tergantung beberapa lampu penerangan yang diletakkan di dalam sangkar burung dan sejumlah tanaman yang dipasang secara menggantung.

    Untuk menu, Gila Pasta menawarkan beragam jenis pilihan hidangan yang siap memanjakan lidah para pecinta kuliner terutama berbahan dasar pasta. “Semua makanan di sini tanpa MSG, jadi dijamin sehat. Selain itu kami sering mencoba menu-menu baru di setiap minggunya”, terang Daning. Resto yang berdiri sejak bulan Juli 2013 ini juga mengusung konsep back to nature dalam proses pembuatan makanannya. “Untuk memasak menu pizza kami menggunakan oven yang menggunakan kayu bakar sebagai pembakarnya”, tambah Daning. Resto yang buka setiap hari kecuali hari selasa mulai pukul 16.00-23.00 WIB memiliki menu vegetarian food. Untuk menu jenis pasta ada 15 jenis, sedangkan untuk pizza ada 12 macam. Menu andalan dari Gila Pasta antara lain Pizza Volcano, Gnocchi, dan Chicken Kari. Pizza Volcano merupakan pizza yang disajikan di atas piring kayu dan disajikan dengan dibakar terlebih dahulu. Pizza Volcano terbuat dari bahan dasar tepung pizza dengan topping jamur, telur daging cincang dan bawang bombay. Teksture yang kenyal tetapi empuk di dalamnya tentu akan menambah sensasi tersendiri bagi setiap orang yang mencicipinya. Gnocchi yang berwarna merah menyala menarik menggoda mata dan lidah untuk mencobanya. Terbuat dari pasta dan bolognese ditambah dengan adanya kacang mede dan daging ayam yang empuk menimbulkan rasa yang unik di lidah.

    Bagi Anda yang hobby dengan makanan pedas, cobalah menu Chicken kari. Chicken Kari ala Gila Pasta berbeda dengan resto lainnya. Dengan tambahan kombinasi unik dari ayam kari, spagetti dan irisan keju pada bagian atasnya menimbulkan perpaduan rasa yang unik. Untuk menu minuman, Gila Pasta menawarkan menu healthy drink diantaranya Melon Blend dan Strawberry Punch. Melon Blend berbahan dasar melon dipadukan dengan mint menimbulkan rasa yang tiada duanya. Strawberry Punch cocok dijadikan minuman untuk melepas lelah setelah seharian beraktifitas. Selain sebagai tempat kuliner, Gila Pasta juga dapat digunakan untuk keperluan lain. Seperti foto pre wedding, pameran seni dan line dance. Dalam waktu dekat, Gila Pasta juga akan membangun sebuah perpustakaan dan butik untuk melengkapi pengalaman Anda berkunjung ke resto ini. Dika-Red

    Gila Pasta
    Jl. Kaliurang Km. 8 Dayu, Sleman, Yogyakarta
    Tweeter : @gilapasta
    Facebook : Gila Pasta

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain