Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Gurihnya MaLon Cupuwatu Resto

    Cupuwatu Resto
    resto Jawa Modern
    konsep Jawa Modern
    Manuk Londo

    Cupuwatu Resto, hadir dengan karakternya yang khas sebagai salah satu tempat makan yang menarik. Hadir dengan nuansa Jawa Modern, Cupuwatu Resto menyajikan berbagai macam menu makanan nusantara khususnya tradisional Jawa. Sekilas jika dilihat dari luar bangunan Cupuwatu Resto nampak seperti bangunan pada umumnya. Namun, ada satu hal yang akan selalu menarik mata untuk sekedar melirik atau menepikan kendaraan Anda dan bersinggah. Sebuah Andong dengan replika kuda dari kayu terletak unik dan estetik di depan resto. Menurut Ngatijan Suryo Sutiarso, Direktur Cupuwatu resto, andong dan kuda tersebut memang dihadirkan untuk membangun dan menunjukkan keseriusan Cupuwatu Resto untuk menghadirkan nuansa Jawa Modern. “ Andong tersebut sebagai simbol resto yang eksklusif, namun harga masih cukup terjangkau bagi masyarakat”, terangnya singkat.

    Memasuki area Cupuwatu Resto Anda akan disambut dengan senyum ramah para pegawainya dan tata interior yang akan membuat decak kagum. Tata interior Cupuwatu Resto sengaja di desain dengan balutan gaya ukir-ukiran khas Jawa yang adiluhung. Tata interior ini dihadirkan untuk menemani saat menyantap hidangan dan membangun nuansa Jawa yang lebih kental. Memasuki lantai satu Anda akan disuguhi perpaduan antara tradisional Jawa dengan modern yang dikawinkan begitu selaras. Ukir-ukiran sebagai simbol bangunan Jawa di kombinasikan dengan baik pada pintu bergaya modern. Keindahan muncul pada pintu utama tersebut. Konsep ukiran juga dikombinasikan pada tiang-tiang penyangga bangunan dua lantai ini. Dipadukan dengan lampu pada bagian dalam, tiang-tiang penyangga tersebut terlihat lebih hidup.

    Tak hanya pada pintu dan tiang-tiang penyangga saja, lampu dan kipas angin di Cupuwatu Resto ini juga mengadopsi lampu-lampu jenis klasik. Lampu dan kipas angin pada resto yang berlokasi di Jalan Solo km11,8 Kalasan ini menyuguhkan sebuah konsep klasik Jawa yang selaras dengan interior lainnya. “Lampu Robyong dan kipas ini kami dapatkan cukup lama, karena kami harus memesan dahulu yang sesuai keinginan kami. Tentu saja yang mendukung konsep resto ini,” ungkap Ngatijan menerangkan. Warna bahan yang didominasi kuning perunggu dengan binar lampu kuning menghadirkan nuansa eksklusif bangunan Jawa Modern. Tata pencahayaan Cupuwatu Resto didesain begitu simple namun memperlihatkan fungsi yang maksimal. Jendela yang terletak di Cupuwatu Resto mengandung filosofi yang cukup mendalam. Jendela-jendela dengan kaca putih terletak pada dinding resto menghadirkan cahaya alami sinar matahari. Lebih lanjut Ngatijan menambahkan, yang lebih menarik adalah pada penggunaan kaca es perpaduan warna kuning dan hijau di bagian atas. Pemilihan warna hijau dan kuning pada kaca es ini bukan tanpa alasan. Menganut filosofi Kraton Jogja yang banyak menggunakan warna-warna hijau dan kuning akan memberikan kesan yang 'ayem'. “ Kuning sebagai simbol sumber ilmu atau bulan, hijau sebagai simbol orang baik dan putih sinar matahari sebagai simbol Sinar Ilahi yang akan selalu menerangi kita,” ungkapnya serius.

    Simbol-simbol khas bangunan tradisonal jawa berupa hiasan –hiasan dan furnitur tersebar di berbagai sudut bangunan. Sebuah gong terletak pada area pintu masuk. Untuk menambah dan menyelaraskan konsep Jawa Modern Cupuwatu Resto menghadirkan furnitur bernuansa coklat kayu yang hangat. “Furnitur ini kami desain sendiri, sengaja mengacu pada konsep yang agak modern namun tetap ada nuansa Jawanya. Kombinasi rotan pada sandaran kursi menghadirkan nuansa Jawa yang kuno,” papar Direktur Cupuwatu Resto sembari menunjukkan. Selain itu untuk memberikan sentuhan warna yang lebih modern, pada beberapa sudut ruangan di hadirkan konsep sofa dengan warna hijau. Masih di area lantai satu, nuansa tradisional Jawa juga terdapat pada penyajian aneka masakan dengan menu buffe. Perabot yang digunakan terbuat dari gerabah nampak selaras dan eksotisme yang menawan.

    Setelah berjelajah di ruang utama di lantai satu, konsep yang lebih menawan juga terdapat di lantai dua Cupuwatu Resto. Lantai dua dikonsep bernuansa lebih modern. Cocok bagi eksekutif muda yang lebih atraktif dan santai. Meski terasa lebih modern, sentuhan-sentuhan ornamen khas tradisional Jawa tetap di hadirkan pada beberapa sudut ruangan. Kesan santai, dan nyaman untuk nongkrong sangat terasa pada area balkon lantai dua. Di setting dengan furnitur bergaya taman lengkap dengan payungan di atasnya, sangat nyaman bagi kaum muda yang ingin nongkrong berlama-lama sambil menikmati ramainya jalan raya Jogja–Solo. Di area lantai dua terdapat fasilitas tiga ruang meeting room dengan kapasitas yang berbeda-beda. Room Bimo berkapasitas 52 orang, room Arjuna berkapasitas 38 orang dan room Kunthi berkapasitas 18 orang. Ruang Bimo dan ruang Arjuna dapat di setting lebih fleksibel, dimana dua ruangan ini dapat digabung, sehingga kapasitasnya akan lebih banyak. Selain itu Cupuwatu Resto juga memberikan fasilitas free WiFi, bahkan bagi Anda yang mengadakan meeting di Cupuwatu Resto dapat request untuk menyediakan fasilitas karaoke. Area lantai dua Cupuwatu Resto ini sangat cocok bagi Anda yang akan mengadakan pertemuan seperti meeting kantor, rapat, arisan, gathering, atau bahkan wedding.

    Untuk menemani Anda bersantai di lantai dua Cupuwatu Resto menghadirkan konsep wedangan cafe di lantai tersebut. Fasilitas wedangan cafe dihadirkan secara khusus bagi Anda yang ingin menikmati jamuan menu-menu wedangan (minuman). Berbagai menu wedangan dari yang tradisional sampai dengan yang modern dapat Anda temukan di cafe ini. Aneka pilihan jus, aneka es, seperti es Campur Cupuwatu, es Buah Potong, es Dawet, dan aneka wedangan seperti teh Poci, teh tubruk, teh jahe susu, wedang ronde, sampai dengan wedang uwuh dapat Anda pesan. “ Lantai dua Cupuwatu Resto ini sengaja di setting lebih santai, sehingga akan lebih nyaman untuk mengakrabkan atau membicarakan bisnis,” papar Ngatijan menambahkan.

    Resto yang berlokasi relatif tak jauh dari beberapa tempat tujuan wisata di Jogja seperti Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sambisari, dan Candi Ratu Boko ini menyediakan berbagai menu masakan khas nusantara. Cupuwatu Resto memiliki menu andalan berupa berbagai menu olahan berbahan dasar Malon (Manuk Londo) dalam bahasa Jawa. Burung Malon ini merupakan sejenis burung puyuh, namun ukurannya bisa lebih besar. Tekstur daging dan rasanya hampir mirip dengan burung puyuh. Seperti diungkapkan Ngatijan,kenapa disebut Malon, Manuk Londo, atau Burung Bule, ya karena memang burung ini dulu di impor dari luar negeri, dan kini telah coba dikembang biakan di sini. Menu Malon ini disajikan menjadi empat varian menu pilhan yang yang masing-masing memiliki ciri citarasa khas tersendiri. Malon Bumbu Kuning, citarasa masakan ini khas dengan gurihnya yang meresap kuat hingga terasa sampai ke tulang-tulangnya. Malon Bakar Klaten khas dengan citarasa khas tradisional. Malon ala Peking, memiliki citarasa dagingnya yang beraroma wangi dan empuk. Dan yang terakhir adalah Malon BBQ, citarasa manis madu yang kuat meresap sampai kedaging-dagingnya.

    Menu-menu lainnya seperti Gurameh Goreng Terbang, Sup Ayam Pecok, dan aneka kudapan tradisioanal seperti singkong goreng, pisang goreng, tahu kemul dan tempe mendoan juga disediakan di Cupuwatu Resto. Soal harga Anda tidak perlu khawatir, meski tempatnya yang terkesan eksklusif, namun harganya relatif terjangkau. Temukan suasana balutan Jawa modern sebagai penyanding kenyamanan Anda saat bersantap. Jadi bagi Anda pecinta kuliner, segeralah singgah ke Cupuwatu Resto, nikmati empuk dan gurihnya Malon dan aneka masakan tradisional nusantara lainnya. Selamat mencoba. Greg-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain