Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Harmonisasi Alam & Manusia di Sumberwatu Heritage Resort

    Sumberwatu Heritage Resort
    Sumberwatu Heritage Resort
    Sumberwatu Heritage Resort
    Sumberwatu Heritage Resort
    Sumberwatu Heritage Resort

    Mengenang dan menghargai sejarah kemudian mengadopsinya ke dalam suatu bangunan dengan konsep arsitektural yang luar biasa membuat siapapun terkagum apabila mengunjungi sebuah resort yang terletak di Timur Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan menempati lahan seluas ± 7000 m² Sumberwatu Heritage Resort hadir sebagai salah satu venue bagi Anda yang mencari alternatif tempat untuk mendapat ketenangan batin dan menyegarkan pikiran.
    Selama proses pembangunannya, Sumberwatu Heritage Resort menemukan situs bangunan bersejarah yang berbentuk stupa yang kemudian diberi nama sesuai nama daerahnya yaitu Sumberwatu. Situs Sumberwatu pertama kali dibangun pada tahun 700 Masehi dan kini sedang dalam proses pemugaran kembali oleh pengelola Sumberwatu Heritage Resort bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. Sumberwatu Heritage Resort menawarkan tiga keunikan heritage seperti Candi Sumberwatu, Sendratari Jonggrang, dan kesenian Cokekan. Pemunculan kembali ketiga heritage tersebut dimaksudkan pengelola Sumberwatu Heritage Resort untuk mempromosikan kearifan lokal yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

    Candi Sumberwatu oleh penduduk lokal dinamai dengan nama Sumur Bandung. Menurut cerita penduduk setempat tepat di bawah situs candi Sumberwatu terdapat sebuah sumur. Sumur yang menurut mitos bernama Jalatunda tersebut dahulunya digunakan untuk menenggelamkan Bandung Bondowoso. Oleh Gupolo (Perdana Menteri Raja Boko) atas perintah Ratu Boko ( Roro Jonggrang). Bandung Bondowoso ditenggelamkan setelah gagal memenuhi syarat dari Roro Jonggrang. Sebagai syarat untuk mempersunting dirinya, Roro Jonggrang memerintahkan Bandung Bondowoso untuk membuat seribu buah candi dalam satu malam dengan batas waktu sebelum fajar tiba. Roro Jonggrang yang pada dasarnya tidak bersedia untuk dipersunting, membuat fajar datang lebih cepat agar Bandung Bondowoso tidak bisa melengkapi pembangunan seribu candi. Candi yang dibangun oleh Bandung Bondowoso telah mencapai 999 buah, tapi karena fajar sudah tiba Bandung Bondowoso kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca untuk melengkapi candi menjadi seribu buah. Situs Candi Sumberwatu di dalam komplek Sumberwatu Heritage Resort digunakan untuk ritual keagamaan umat Hindhu karena di situs Candi Sumberwatu ditemukan beberapa komponen seperti Yastistupa (stupa puncak) dan batu berbentuk bunga teratai.

    Sendratari Jonggrang adalah salah satu ciri khas dari kebudayaan masyarakat Jawa yang cukup terkenal. Sendratari yang mengkisahkan Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang disajikan dalam sebuah tarian oleh penari-penari profesional Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sendratari Roro Jonggrang ini menawarkan sebuah perspektif mengenai keindahan budaya Yogyakarta. Heritage ketiga adalah keseninan Cokekan yang personelnya terdiri dari dua orang penabuh instrumen musik dan seorang pesinden. Instrumen musiknya terdiri dari gendang, gong yang terbuat dari bambu dan satu unit kecapi. Lagu-lagu / gending yang dibawakan lebih sering yang sedang populer pada masa itu. Peralatan instrumennya masih sangat sederhana karena belum ada yang menggunakan sound system, namun demikian tidak mengurangi kenikmatan bagi para pendengarnya. Kesenian Cokekan di Sumberwatu Heritage ini dimainkan oleh penduduk Dusun Sumberwatu. Hal ini menurut Andhu Pakerti, owner Sumberwatu Heritage Resort merupakan bagian dari menghargai kearifan lokal Dusun Sumberwatu sendiri. “Resort ini dibangun tidak untuk tujuan komersial saja. Kita juga ingin melibatkan masyarakat sekitar untuk turut berperan serta mengangkat segala potensi yang ada di Sumberwatu”, jelas Andhu.

    Dari luar, komplek Sumberwatu Heritage dikelilingi oleh batuan candi yang berfungsi sebagai pagar. Panorama menawan dari atas bukit dengan ketinggian 196 meter di atas permukaan laut menjadi salah satu daya tarik dari Sumberwatu Heritage. Landscape menyajikan pemandangan Gunung Merapi, Candi Prambanan dan Candi Sojiwan. Letak bangunan-banguan Sumberwatu Heritage yang menghadap langsung ke utara menjadikannya sebagai the best view in Yogyakarta. Sumberwatu Heritage Resort dibangun pada tahun 2010. Kontur tanah yang tidak rata menjadikan Sumberwatu Heritage Resort semakin eksotis baik di siang maupun malam hari. Bangunan pertama yang berdiri adalah pendopo Joglo yang terletak di sebelah Selatan Abhayagiri Restaurant. Joglo ini menempati tanah seluas 5 x 6 m². Joglo bernuansa klasik ini memiliki suasana yang nyaman dan sejuk. Dengan pemandangan luas menghadap ke Utara, pengunjung dapat menyaksikan keindahan panorama Yogyakarta dari ketinggian. Joglo didatangkan dari Bojonegoro yang sudah berusia dua ratus tahun. Bangunan klasik ini tampak kokoh dengan soko guru di tengahnya dan didukung dengan belasan tiang penyangga kayu jati yang mengelilingi pinggir bangunan Joglo. Sumber penerangan di Joglo ini adalah dua buah lampu gantung klasik yang dipasang di tengah-tengah soko guru. Lampu-lampu tersebut merupakan peninggalan dari Presiden Soekarno. Di sebelah kanan dan kiri ‘soko guru’ terdapat sebuah meja marmer berbentuk lingkaran besar dan dilengkapi beberapa kursi gaya Jawa klasik. Untuk lantai pendopo Joglo adalah tegel yang memiliki warna coklat selaras dengan bangunan.

    Konsep bangunan Sumberwatu Heritage Resort menyuguhkan sebuah gambaran mengenai harmoni manusia dengan alam. “Elegan dengan view terbaik. Konsep Sumberwatu menyesuaikan dengan lingkungannya. Konstruksi utama bangunan Sumberwatu Heritage menggunakan baja”, tambah Andhu. Batuan candi mendominasi eksterior dari Sumberwatu Heritage Resort. Konten lokal diangkat Sumberwatu Heritage Resort untuk mengingatkan para pengunjung terhadap warisan budaya leluhur yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Pembangunan Sumberwatu Heritage Resort dirancang oleh seorang arsitek bernama Being Fadarudin. Nuansa alami kawasan Sumberwatu Heritage Resort diperindang dengan berbagai pepohonan seperti pohon Sengon dan Trembesi.

    Suasana tenang dan nyaman melingkupi seluruh kawasan Sumberwatu Heritage. Memasuki gerbang utama kita akan disambut dengan lobby room. Bangunan berukuran 8 x 8 m² ini merupakan replika dari Candi Ratu Boko. Menurut General Manager Sumberwatu Heritage, lobby memang didesain dengan bentuk berupa replika Candi Ratu Boko. “Kami ingin membawa pengunjung Sumberwatu mengenang dan menghargai peninggalan bersejarah dari leluhur”, ungkapnya. Lobby room terletak pada level tertinggi dari semua bangunan di Sumberwatu Heritage Resort. Bangunan lobby memiliki tiga jalan masuk. Pintu tengah merupakan pintu utama, pintu sebelah kiri menuju joglo, sedangkan pintu kanan ialah sirkulasi bagi para pegawai. Masuk ke lobby room melalui pintu tengah, kita akan disambut sebuah ruangan yang lapang. Terdapat beberapa kursi dengan bantalan berwarna merah dan meja kayu dengan desain minimalis elegan. Lantai terbuat dari batuan andesit yang berukuran besar. Sebuah lampu gantung bergaya klasik dan ornamen tradisonal Jawa menjadi pemanis ruang lobby. Melangkah dari lobby room kita akan menuju pada sebuah tempat lapang yang difungsikan sebagai panggung pertunjukan terbuka. Di tempat inilah kesenian berupa Sendratari Roro Jonggrang diselenggarakan. Menyusuri jalan menuju ke Abhayagiri Restaurant pengunjung melewati sebuah jalan yang terbuat dari kayu Merbau dengan pemandangan sebuah sawah yang menghijau di sebelah kanan dan kolam yang dipermukaannya diletakkan beberapa buah pot bunga pada sebelah kiri. Di depan Abhayagiri Restaurant terdapat sebuah batu gunung besar. Batu tersebut didatangkan dari dekat rumah almarhum Mbah Maridjan (mantan juru kunci gunung Merapi). Menurut Andhu, dalam batu ada plakat tanda tangan peresmian dari Sultan HB X.

    Setelah lobby room, bangunan kedua yang menjadi keunggulan dari Sumberwatu Heritage Resort adalah Abhayagiri Restaurant. Abhayagiri memiliki konsep elegan. Restoran yang menyajikan menu lokal dan internasional ini mengusung tema Batik Truntum. Tema motif Batik Truntum menurut sejarah diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwono III) memiliki makna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama terasa semakin subur berkembang (tumaruntum). ”Pemilihan motif Truntum dimaksudkan agar para pengunjung dapat datang kembali ke sini”, tutur Andhu yang merupakan alumnus jurusan komunikasi dari sebuah universitas di Bandung. Motif Truntum diaplikasikan dalam lantai dan beberapa furnitur seperti di service area dan partisi ruang. Abhayagiri sendiri berarti “bukit yang sunyi”. Pengambilan nama Abhayagiri berasal dari Prasasti Abhayagiri Wihara (792M) yang ditemukan di kompleks Situs Ratu Boko. Pemilihan furnitur pada Abhayagiri Restaurant juga tidak meninggalkan unsur local content. “Tegel dari Patuk, Lampu dari Cepogo dan kursi-kursi dari Klaten”, tutur Andhu.

    Bangunan Abhayagiri Restaurant terbagi menjadi dua area, yaitu area indoor dan outdoor. Area indoor terdiri dari sebuah meja makan besar di tengah dan beberapa meja kursi. Sebuah lampu gantung besar menjadi daya tarik Abhayagiri Restaurant. Plafon restaurant ini tampak megah. Rangka-rangka atap terbuat dari kayu yang didesain serasi dengan furnitur-furnitur di dalamnya. Pada area outdoor Abhayagiri Restaurant menawarkan pemandangan yang luar biasa. Ada dua level dalam area outdoor. Pertama pada balkon, meja dan kursi makan yang diletakkan sejajar dengan bangunan utama Abhayagiri Restaurant. Kedua, beberapa meja kursi yang diletakkan dalam level yang lebih rendah dari bangunan utama. Untuk menambah kesan asri, pada bagian balkon ini ditanam hamparan rumput hijau sebagai lantainya. Dari area outdoor pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang menakjubkan dengan latar belakang Gunung Merapi, Candi Prambanan serta Candi Sojiwan. View Abhayagiri Restaurant dipercantik dengan panorama menawan dari alam Yogyakarta. Pada malam hari pemandangan menjadi semakin mengagumkan dengan kerlipan cahaya-cahaya lampu. ”Bahan-bahan dasar diperoleh dari penduduk sekitar Sumberwatu. Hal itu sebagai wujud apresiasi kami kepada penduduk agar mereka memiliki rasa memiliki dengan adanya pendirian Sumberwatu Heritage Resort”, papar Andhu.

    Meninggalkan Abhayagiri Restaurant, kita akan masuk ke dalam bangunan villa. Villa di kompleks Sumberwatu Heritage bernama villa Parang. Sesuai dengan namanya, villa tersebut didominasi oleh ornamen motif Batik Parang. Motif Batik Parang mengandung makna filosofis agar tidak pantang menyerah dan tidak pernah putus untuk berusaha memperbaiki diri dan memperjuangkan kesejahteraan. Villa Parang menempati lahan seluas ± 400m². Tembok Villa Parang terbuat dari batu candi ekspose. Dengan desain yang elegan, bangunan Villa Parang ini dapat dibagi menjadi dua fungsi yaitu sebagai couple villa maupun family villa.Villa yang berkapasitas maksimal 6 orang ini terdiri dari 2 master bed room dan 1 kamar tidur.

    Di antara master bed room terdapat sebuah ruang tamu dengan nuansa klasik. Sebuah meja bulat dari bahan marmer menjadi daya tarik tersendiri dengan tiga buah kursi kayu jati. Tepat di atas meja marmer tersebut dipasang sebuah lampu berbentuk bulat yang terdiri dari lampu –lampu kecil yang memancarkan cahaya terang. Meja lain yang terdapat pada ruang tamu adalah meja persegi panjang dari kayu jati dengan ukiran-ukiran Jawa dipadukan dengan beberapa buah kursi menambah nyaman bagi siapapun yang berada di ruang tamu . Sebuah TV plasma lengkap dengan layanan TV kabel dan sebuah mini kitchen menjadikan villa Parang layaknya hunian pribadi. Untuk kamar mandi, Villa Parang mengusung konsep modern. Sebuah ruang luas dengan kamar mandi mewah lengkap dengan jaccuzi. Apabila pengunjung menginginkan suasana menyatu dengan alam, Villa Parang memiliki halaman belakang yang luas. Halaman rumput hijau dengan sebuah gasebo di pojok sebelah utara. Halaman yang dapat dimanfaatkan untuk menggelar private party maupun barbeque party.

    Selain menawarkan fasilitas berupa restoran dan villa, Sumberwatu Heritage Resort juga menyediakan fasilitas-fasilitas lain. Diantaranya adalah meeting room, spa dan sebuah hotel yang kini sedang dibangun dengan konsep private hotel akan melengkapi kemegahan dari resort yang dikelola oleh PT. Andhu Ada Perkasa tersebut. Beragam fasilitas kelas premium yang disediakan oleh Sumberwatu Heritage Resort menjadikan resort yang melakukan soft opening pada september 2012 lalu mendapatkan sebuah penghargaan kelas internasional. Sumberwatu Heritage Resort telah menerima penghargaan Internasional Quality Award, kategori hotel dan restoran dari Global Trade Leader's Club Spanyol, bersama dengan 30 hotel dan restoran lainnya dari berbagai negara. Jadi apabila Anda ingin menikmati liburan yang menakjubkan, Sumberwatu Heritage Resort layak masuk dalam agenda. Dika-Red

    Sumberwatu Heritage Resort
    Dusun Sumberwatu, Sambirejo, Prambanan, Yogyakarta, Indonesia
    Telp. 0274 - 446 9266
    www.sumberwatuheritage.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain