Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Hidup di Rumah Impian Ala Pak Amir

    inspirasi rumah
    inspirasi rumah
    inspirasi rumah
    inspirasi rumah
    inspirasi rumah

    Menjadi tua dan hidup dalam sebuah impian masa muda adalah dambaan setiap insan. Hal ini yang dialami oleh Pak Amir Syarifuddin yang merupakan pensiunan PU Samarinda Kalimantan Timur. Hunian minimalisnya sungguh mencerminkan kerja keras dimasa mudanya. Bapak lulusan STEMBAYO (STM Pembangunan Yogyakarta) atau sekarang akrab disebut SMKN 2 Depok Yogyakarta merasa bangga karena bisa menginspirasi anaknya untuk berkarya dibidang Arsitek.

    Idenya dalam mendesain rumah memang tidak perlu diragukan lagi karena pengalamanya. Dengan tidak melupakan ide sang anak, bapak berputra 3 ini mendesain rumah dan mewujudnyatakannya dalam hunian yang modern minimalis.

    40 tahun berkarya membuat beliau sungguh mengenal bagaimana tatanan rumah yang baik. Kondisi tanah yang tergolong rendah saat tinggal di Kalimantan, dan sering terkena banjir menjadi inspirasi pembuatan huniannya di Jogjakarta. “Saya sengaja membuat tinggi bagian depan rumah karena rumah saya di Kalimantan sering terkena banjir walaupun daerah ini tidak akan banjir,” ujar Amir sambil tertawa.

    Dari luar hunian yang berada di Nglaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman ini terlihat sangat megah dengan halaman yang luas dan terdapat kolam ikan. Kolam ikan tersebut kira-kira berukuran 3x2 meter semakin tampak manis ditambah hijaunya tanaman juga pepohonan. Keasrian ini sungguh mencerminkan kesejukan dan keramahan pemilik rumah. Halaman yang luas tidak disia-siakan olehnya, terlihat setiap lahan diisi oleh rimbunya tanaman buah seperti pohon rambutan, kelengkeng, juga pepaya.

    “Saya ingin ketika anak cucu saya ke rumah ini mereka bisa bermain sambil menikmati nikmatnya buah-buahan dan anak cucu saya betah tinggal di rumah ini,” katanya. Suasana halaman rumah memang sangat selaras dengan suasana lingkungan rumah ini, yaitu suasana desa beradu suasana persawahan yang hijau membuat rumah ini terkesan unik dan memikat hati setiap orang yang melewatinya.

    Memasuki ruang tamu, nuansa material alami sangat terasa. Kursi kayu terlihat menyatu dengan dinding bata ekspos pada sisi kanan ruang. Sedangkan di sisi depan saat masuk, kita akan melihat batu alam yang tersusun rapi menjadi dinding ruang. Pemilik rumah sengaja memilih bata ekspos dan batu alam sebagai dinding ruangan agar suasana yang muncul saat berbincang dengan tamu terkesan lebih santai dan asik seperti suasana luar rumah. Selain itu pemilik rumah juga menuturkan bahwa ide ini dibuat agar terlihat berbeda.

    Ide kreatif itu tidak hanya Amir terapkan pada ruang tamu. Sisi kiri terdapat tangga menuju lantai dua dan tangga kecil untuk turun menuju dapur. Tangganya terlihat sangat manis karena adanya penambahan kerikil putih yang menyatu pada kayu di setiap anak tangga. Kayu tersebut adalah kayu Ulin yang merupakan tanaman khas Kalimantan atau biasa disebut kayu Besi. Kayu ini terkenal sangat kuat dan awet karena tahan akan serangan rayap, perubahan suhu bahkan air. Tidak hanya pada bagian anak tangga, kayu Ulin juga menyatu pada railing tangga.

    Railing tangga terlihat sangat elegan karena sungguh menyatu dengan gelapnya warna kayu ulin. Memasuki tangga turun kita akan melihat ruang makan, kesan santai dan asik dimunculkan pada ruangan ini. Sebelah kiri terdapat lemari berukuran besar yang merupakan rancangan sendiri. Tidak jauh dari depan meja makan terdapat LED TV yang menyatu dengan dinding batu. Dinding dibuat dari serpihan batu alam yang rapi menjadi susunan pecahan batu nan romantis.

    Di sebelah kanan terdapat dapur yang dibuat memanjang untuk memaksimalkan lahan. Pada bagian kiri terdapat kamar dengan dua bed, kamar tersebut juga terdapat almari hasil rancangan pemiliknya. Pada bagian depan kamar terdapat toilet. Uniknya toilet dibuat senatural mungkin dan menghadirkan suasana 'pinggir kali'.

    Di Usia lanjutnya Amir sengaja merancang toilet seperti itu dengan tujuan mereka ingin ingat betapa menyenangkanya suasana mandi di 'pinggir kali'. Pada bak air tidak terdapat keran seperti toilet pada umumnya, melainkan air akan muncul seperti sumber mata air dari dasar tanah. Penggunaan shower terlihat sangat unik yaitu dengan konsep air mancur yang keluar dari bambu. Sisi kiri depan terdapat satu kamar tidur yang difungsikan untuk anaknya jika keluarga besar berkumpul.

    Suasana lebih menyenangkan bisa kita rasakan di lantai dua, ruang keluarga yang lebih private tapi menyenangkan juga bisa dimanfaatkan untuk bermain dengan anak cucu. Konsep ruangan yang dibuat melingkar seolah mengitari kolam, membuat semakin betah dan ingin berlama-lama bermain di sana. Menikmatati masa lanjut usia bermain dan melihat cucu berlari-lari sungguh membuat masa tua semakin sempurna. Selain ruangan keluarga lantai dua juga terdapat satu kamar tidur yang digunakan oleh anaknya. Menuju depan lantai dua terdapat balkon kecil untuk melihat indahnya halaman depan.

    Rumah yang berdiri di atas lahan seluas 215 m² ini mulai dihuni tahun 2012. Hunian ini memang sangat modern dan minimalis, tidak banyak ruangan tapi terkesan lapang dan luas. Selain itu Amir juga menceritakan pembuatan teralis pada jendela yang ia desain sendiri, dengan sistim penguncian pada bagian dalam jendela yang akan membuat teralis semakin kuat dan aman.

    Beliau juga membuat kusen pintu kayu langsung dari beton yang dibuat seolah seperti kayu dan sistem penempelan pintu kayunya langsung ke dalam beton dari engsel pintu. Dengan pintu kayu terbuat dari kayu ulin pula, dan sistim penanaman pintu ke beton membuat rumah semakin kuat dan aman. Akhir perbincangan dengan semangat Amir berkata “kalau masnya ingin didesain rumahnya oleh saya ataupun anak saya silakan menghubungi saya,” ucapnya sambil berpromosi. Tofan – red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain