Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kesejukan Homestay Ala Mr. Herman Buyle

    Villa Bougenville dan Pondok Ijo
    Villa Bougenville dan Pondok Ijo
    Villa Bougenville dan Pondok Ijo
    Villa Bougenville dan Pondok Ijo
    Villa Bougenville dan Pondok Ijo

    Apakah Anda mencari Homestay yang tenang, serta berada ditengah pemukiman penduduk yang ramah ? Tak perlu bingung. Datang saja ke Homestay di Jl. Ngadinegaran MJ 3, No.92, Mantrijeron, Jogjakarta, maka Anda akan disambut oleh rindangnya pepohonan, serta semilirnya angin yang menerpa wajah Anda. Belum lagi keramahan penduduk sekitar yang selalu menyapa Anda dengan senyuman. Di tempat ini Anda akan disuguhkan oleh dua pilihan Homestay, yakni, Pondok Ijo dan Villa Bougenville. Keduanya berada ditempat yang sama. Ditilik dari bentuk kedua Homestay ini, pemiliknya lebih menitiberatkan kepada taman yang memiliki banyak pepohonan.

    Pondok Ijo sendiri dulunya merupakan kos-kosan, lalu diubah oleh pemiliknya. “Dulu Pondok Ijo masih kos-kosan, lalu saya renovasi sedikit-sedikit, jadi di dalamnya terdapat kamar mandi sendiri-sendiri”, terang Mr. Herman. Lain halnya dengan Villa Bougenville yang dulu merupakan rumah Sang pemilik tanah dan lahan kosong, kini beralih rupa menjadi bangunan permanen yang apik. Kedua Homestay ini dibangun di atas lahan 1.241 m2. Homestay Pondok Ijo ini dibuka tahun 2013, dengan tetap mempertahankan gaya bangunan lama. “Kami memang tetap mempertahankan gaya bangunan lama, kami tidak merubahnya, kami hanya memperkuat bangunannya saja”, terang Mr. Herman.

    Penginapan yang tampilan fasadnya sederhana namun memikat ini, dilengkapi juga dengan lahan parkir yang mampu menampung sejumlah kendaraan roda dua dan mobil. Disamping lahan parkir Homestay ini, pemiliknya juga menambahkan bangunan Joglo untuk acara meeting dan pertemuan penting lainnya. Di sekitaran Pendopo juga terdapat beberapa koleksi burung yang turut mempercantik penginapan ini. Terlebih lagi suara kicauan burung yang merdu, seolah membawa kita ke alam pedesaan.

    Untuk bagian desain interior, Herman mempercayakannya kepada Mrs. Dorin Camps, seorang koleganya dari Amsterdam. “Saya memakai jasa teman saya, seorang desainer interior dari Amsterdam”, terangnya lagi. Melihat kamar-kamar yang ada di Pondok Ijo, mata Anda akan tertipu oleh wujudnya yang sederhana. Namun, jika kita melihat ke dalam ruangan itu, sebenarnya terdapat pembagian bilik-bilik di dalam kamar, satu ruangan besar (khusus untuk kamar tidur), satu ruangan kecil untuk kamar mandi dan satunya lagi untuk pakaian tamu. Untuk kamar di Pondok Ijo mempunyai lima buah kamar. Jenis kamar yang ditawarkan di Pondok Ijo adalah Standard single room dan Standard double room. Tipe kamar di Pondok Ijo sendiri, menurut Herman banyak diminati oleh wisatawan asing, sebab mereka rata-rata memiliki jadwal kunjungan ke berbagai tempat wisata dalam waktu yang berdekatan.

    Pondok Ijo dibuat karena pemiliknya menyukai tanaman, dia bercita-cita untuk membuat tempat tinggal yang kecil, tetapi hijau. “Mereka memilih tinggal di sini (Pondok Ijo-red), karena always on rush (jadwal waktu yang padat-red)”, ujarnya. Homestay Pondok Ijo memang praktis, Anda akan langsung melihat kamar-kamar yang disewakan begitu Anda melewati pintu masuk Homestay ini. Jadi Anda tidak perlu sibuk mencari-cari dimana penginapan yang akan dituju. Sedangkan Villa Bougenville terletak disebelah kanannya. Jika Anda suka berenang jangan khawatir, sebab penginapan Pondok Ijo menyediakan kolam renang untuk memuaskan keinginan Anda untuk berolahraga di dalam air. Kolamnya tidaklah terlalu besar, tetapi cukup menyegarkan, apalagi jika Anda berenang di siang hari yang terik. Untuk wisatawan yang gemar berjemur, Pondok Ijo juga menyediakan beberapa kursi rotan sintetis untuk berjemur.

    Kesan minimalis-fungsional terlihat pada jumlah barang yang ada di kamar Pondok Ijo. Furnitur yang dipakai di Pondok Ijo sebagian besar berasal dari kayu Jati. Perabotannya berupa, meja, kursi, almari dan tempat tidur. Perlengkapan yang ada di dalam Villa Emerald Bougenville tidaklah banyak, tetapi menunjang aktifitas dari para tamunya dengan baik. Meskipun Pondok Ijo memiliki ruangan kamar yang relatif mungil, tetapi Pondok Ijo tetap memikirkan sirkulasi udara yang sehat, dengan cara menyediakan dengan fasilitas berupa kipas angin / AC. Nilai lebih dari Homestay ini adalah posisi yang dekat dengan pusat kota, tetapi tetap tenang. “Kita memang berada di pusat kota, tetapi jauh dari berisik, bahkan kita memberikan jaminan kepada konsumen yang berasal dari luar kota”, tutur Herman. letaknya memang sedikit masuk di perkampungan, namun penginapan ini tetap bisa diakses dengan mobil juga. Sehingga konsumen tidak perlu khawatir, mereka akan mudah menemukan tempat ini. Upaya ini dilakukan untuk memberikan layanan yang maksimal kepada para konsumen.

    Untuk Villa Bougenville sendiri, Herman sengaja mengusung gaya kolonial (old style), sedangkan pada bagian kamar mandi villa ini dipadu dengan sedikit gaya tradisional Bali. Para tamu yang menginap akan mendapatkan dua gaya sekaligus, yakni gaya kolonial dan gaya Bali. Ini adalah langkah inovatif yang diambil oleh pihak manajemen Villa Bougenville. Ada dua jenis villa yang ditawarkan dalam kawasan ini yakni, Villa Bougenville dan Villa Emerald Bougenville. Villa Bougenville sendiri dilengkapi oleh dua kamar tidur, dua kamar mandi, dapur mini, tv satelit, wireless internet connection, AC, dan kolam renang, sedangkan untuk Villa Emerald Bougenville, pihak manajemen menyediakan villa dua lantai, dengan dua kamar tidur dan dua kamar mandi, AC, TV Satelit dan kolam renang.

    Villa Emerald Bougenville menawarkan sesuatu yang lebih menarik. Pada bagian kamar mandi dibuat dengan gaya agak terbuka, tapi tidak terlihat dari luar villa. Langit-langitnya sendiri untuk kedua Villa memakai anyaman dari bambu yang dipernis. Sehingga tamu tetap mendapatkan kesan pedesaan. Agar tamu tetap merasa dekat dengan alam, maka dibuatlah pintu dari kayu Jati dengan meniru model gebyok Jawa, tetapi tanpa ukiran. Untuk lantainya, Herman lebih memilih untuk memakai tegel, sehingga nuansa lawas dapat menonjol dengan cukup baik. Dengan fasilitas kolam renang pribadi. Di depan kolam ini ditambahi pula tempat tidur dari rotan sintetis, untuk tamu yang akan berjemur dibawah teriknya matahari. Villa Emerald dengan pagar keliling dan pintu masuk sendiri, membuat villa ini terasa lebih private. Bebatuan kecil yang ada disekitar kolam renang juga ikut membuat suasana tampak lebih menyatu dengan alam. Tak berbeda dengan villa sebelumnya, Emerald Bougenville juga menawarkan sebuah lanskap kawasan yang hijau. Rumput dan pepohonan menghiasi halaman villa tersebut.

    Tamu dari Homestay ini sendiri kebanyakan berasal dari mancanegara, “hampir 60 hingga 70 % tamu dari luar. Mereka antara lain berasal dari Eropa, Australia, Singapura dan Malaysia”, terang Herman. Pilihan interior untuk Villa, Herman memakai produk olahan dari kayu Jati, hasil produksi bisnis lainnya. Yang menyelaraskan antar kedua villa tersebut terdapat pada jendela kamar. Diungkapkan Herman lebih dalam, bahwa jendela dengan kaca-kaca besar tersebut sengaja dihadirkan untuk mendukung sirkulasi udara dan cahaya. “Mengenai sirkulasi udara, tiap kamar banyak jendela besar, hal ini bertujuan untuk mendapatkan udara segar yang maksimal dari luar”, ungkapnya. Layanan Homestay ini untuk para tamu Villa Bougenville berupa layanan antar jemput ke airport dan terminal bus. Sebagai seorang pengusaha yang kompetitif, Herman juga melatih karyawannya dengan belajar berbahasa inggris. Aji-red

    Villa Bougenville dan Pondok Ijo
    Ngadinegaran MJ III/No. 92,
    Mantrijeron, Jogjakarta
    Reservation: + 62 (0) 878 3858 5656

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain