Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Ketenangan Batin dalam Rumah Boedi

    Rumah Boedi Private Residence Villa Borobudur
    Fasilitas Sepeda Onthel Rumah Boedi
    Kamar tidur Villa Rumah Boedi tipe Studio
    Kamar tidur Villa Rumah Boedi tipe Junior
    Restaurant Rumah Boedi

    Nama besar candi Borobudur sudah diakui dunia sebagai salah satu warisan Budaya. Sebuah candi Buddha yang berbentuk Stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Terletak di Kabupaten Magelang, sekitar daerah wisata ini tumbuh berkembang untuk mendukung kebutuhan wisatawan. Tak terkecuali dari sektor penginapan. Di sekitar Candi Borobudur kini sudah banyak bermunculan berbagai macam penginapan dengan berbagai daya tarik yang ditawarkan. Salah satu penginapan yang cukup menarik di sekitar candi Borobudur adalah Rumah Boedi Residence Villa Borobudur.

    Nama besar candi Borobudur sudah diakui dunia sebagai salah satu warisan Budaya. Sebuah candi Buddha yang berbentuk Stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Terletak di Kabupaten Magelang, sekitar daerah wisata ini tumbuh berkembang untuk mendukung kebutuhan wisatawan. Tak terkecuali dari sektor penginapan. Di sekitar Candi Borobudur kini sudah banyak bermunculan berbagai macam penginapan dengan berbagai daya tarik yang ditawarkan. Salah satu penginapan yang cukup menarik di sekitar candi Borobudur adalah Rumah Boedi Residence Villa Borobudur.

    Rumah Boedi Residence Villa Borobudur hadir sebagai salah satu penginapan dengan konsep villa di seputaran candi Borobudur dengan cita rasa yang tinggi. Rumah Boedi menawarkan sebuah konsep penginapan yang menawarkan kenyamanan dan ketenangan saat Anda menginap. Terletak di desa Tingal Wetan, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Rumah Boedi berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1 Ha. Diungkapkan Achmad Muchlisin, Manajer Rumah Boedi Residence Villa Borobudur, penginapan ini menawarkan sebuah konsep penginapan yang menyatu dengan alam sekitarnya. “Kami hanya menggunakan kurang lebih sepertiga luas area kami untuk bangunan, selebihnya adalah landscape taman yang menyatu dengan alam sekitarnya”, ungkapnya. Lebih dalam Muchlis menjelaskan jika esensi dasar dari pembangunan Rumah Boedi ini adalah ingin memberikan pengalaman yang menarik bagi setiap tamu yang datang. “Dalam Rumah Boedi ini kami ingin memberikan pengalaman tentang budaya Jawa secara benar dengan merangkul alam sekitar, sehingga setiap tamu dapat menikmati dan merasakan keramahan yang tulus dari alam sekitar”, jelasnya semangat.

    Penamaan Rumah Boedi diceritakan Muchlis panggilan akrabnya, memiliki cerita yang cukup dalam. “Rumah Boedi dulu adalah rumah sang pemilik yang bernama Budi, namun seiring berjalannya waktu banyak yang mengartikan sebagai rumah kebaikan. Kami berharap tempat kita ke depan akan menjadi pusat studi seni dan budaya Jawa. Kami juga bertujuan untuk lebih memperkenalkan potensi-potensi lokal tentang keaneragaman hayati dan keanekaragaman budaya yang masih terjaga kepada turis-turis mancanegara”, cerita Muchlis.

    Secara lokasi Rumah Boedi memang tidak terletak di pinggir jalan utama. Rumah Boedi terletak di pusat hutan hujan kerajaan kuno, Wanurejo. Lokasi ini menjadi satu dengan lingkungan penduduk setempat yang sebagian besar masih hidup sebagai petani, pengrajin dan seniman. Selain itu lokasi ini terletak di atas pertemuan dua sungai besar, Progo dan Elo, yang juga memiliki sejarah besar.

    Memasuki area Rumah Boedi tersebut Anda tidak akan menyangka jika dibalik pagar depan yang menggunakan batu bata terdapat penataan villa-villa yang menarik. Begitu memasuki Rumah Boedi konsep natural sudah terasa, pohon-pohon perindang siap menyambut dan memberikan kesejukan alam yang asli. Sebuah bangunan bernuansa Jawa sebagai ruang resepsionis terletak di luar pagar. Dikatakan Muchlis jika resepsionis sengaja diletakkan di luar kawasan villa, hal ini untuk menjaga privasi di dalam area.

    Sejak melangkahkan kaki melewati pintu utama Rumah Boedi nuansa villa yang menyatu dengan alam semakin terasa. Setiap sudut villa ini menyimpan keindahan yang patut untuk dinikmati. Tatakan batu alam digunakan sebagai jalur pedestrian yang menghubungkan setiap bangunan. Sebuah kolam yang terletak di balik pintu utama tersebut menyuguhkan sebagian kecil keindahan Rumah Boedi. Tepat di depan kolam tersebut sebuah bangunan Joglo berdiri kokoh sebagai lobby. Dikatakan Manajer Rumah Boedi, jika bangunan Joglo ini mengacu pada arsitektur Mataram kuno, dimana pilar-pilar yang digunakan berukuran 16 cm. “ Joglo ini sebagai area terbuka atau lobby. Bergaya bangunan Mataram Kuno”. Beberapa set furnitur terdapat di area Joglo sebagai tempat untuk menikmati ketenangan. Beberapa pernik penghias hadir memberikan sentuhan keindahan. Menurut Muchlis pernik-pernik Rumah Boedi memang lebih banyak bernuansa Buddha, namun Ia menampik jika konsep villa ini berbasis religi. “Meski pernik-pernik kami lebih banyak bernuansa Buddha tetapi kami tetap terbuka untuk umum. Pernik tersebut kami hadirkan untuk menyelaraskan lokasi kami yang memiliki kedekatan dengan Candi Borobudur”, ungkapnya. Konsep ketenangan Rumah Boedi sudah terasa di dalam Joglo tersebut. Dari Joglo tersebut Anda dapat menikmati suara-suara alam seperti gemercik air dari kolam, gesek dedaunan yang tertiup angin dan alunan musik instrumental, akan membantu Anda menikmati kenyamanan.

    Segaris dengan pintu utama dan Joglo terdapat sebuah penataan taman yang hijau. Dipaparkannya jika taman ini merupakan area terbuka yang dapat digunakan para Tamu untuk menikmati suasana alam yang masih asli. Beberapa set furnitur berbahan rotan sintetis diletakkan dalam taman sebagai fasilitas bagi tamu. “Kalau dilihat taman ini lebih luas dari bangunan, Owner sengaja mendesain seperti itu, kembali ke alam. Banyak pepohonan di taman ini memang asli dari dahulu, yang ditambahkan adalah rumput”, paparnya sembari menunjukan area taman.

    Di seberang taman tersebut terdapat sebuah restaurant dengan gaya bangunan yang cukup menarik. Restaurant ini hampir mirip dengan Joglo, hanya lebih pendek. Tiang-tiang penyangga bangunan terbuat dari batu bata yang sengaja dibiarkan terbuka. Bangunan ini terasa lebih menyatu dengan alam sekitar. Dalam restaurant tersebut setiap pagi digunakan sebagai area breakfast bagi para tamu. Dikatakannya dikarenakan kebanyakan tamu yang datang adalah tamu dari luar maka makanan yang ditawarkan lebih banyak menu-menu tradisional, tetapi menu western juga disediakan.

    Yang tak kalah menarik selain dari konsep kawasan yang menyatu dengan alam adalah penataan kamar-kamar di Rumah Boedi. Rumah Boedi memiliki tiga jenis kamar yakni Studio, Junior, dan Royal. “Penataan jenis-jenis kamar ini langsung dari pemilik, tanpa melibatkan arsitek, Beliau hanya berpatok pada penataan pada konsep bangunan dalam sebuah kerajaan kuno, bangunan kamar Royal ini diandaikan sebagai kamar Raja, kamar Studio adalah kamar Keputren, dan kamar Junior adalah kamar untuk putra raja”, kisahnya dalam pembangunan kamar-kamar tersebut.

    Setiap jenis kamar tersebut akan memiliki karakteristik yang menarik untuk dinikmati. Namun jika dilihat secara garis besar bangunan kamar-kamar tersebut menyuguhkan sebuah bangunan bergaya Jawa. Setiap jenis kamar akan dibatasi dengan pagar keliling dari batu bata untuk menjaga privasi tiap kamar. Rumah Boedi menyajikan 12 kamar tipe Studio, 8 unit kamar tipe Junior, dan 1 unit tipe Royal. Yang membedakan dari setiap kamar adalah luasannya. Namun secara fasilitas tidaklah jauh berbeda, fasilitas dalam kamar berupa, setiap kamar akan memiliki view garden, queen king-size bed, dan kamar mandi dalam. “Tipe Royal dengan luas bangunan 40 m2 menjadi tipe paling besar, dalam kamar ini terdapat sebuah sofa yang dapat digunakan tamu untuk bersantai, kebanyakan tamu tipe ini adalah family”, ucapnya. Tipe Studio memiliki konsep bangunan yang menarik, sejumlah 12 kamar tersebut terbagi dalam 6 bangunan. Sebuah taman dengan kolam kecil air mancur di tengahnya menjadi center point dari kawasan kamar tipe Studio. Sedangkan di tipe Junior setiap kamar akan memiliki pagar tersendiri. Dari 8 unit kamar Junior saat ini baru dibuka 3 unit saja, dan bagi tamu yang menginginkan suasana yang lebih private dapat menggunakan kamar jenis Royal. Letak bangunan ini terasa lebih private, karena dalam satu kawasan ini hanya terdapat satu bangunan saja.

    Dikatakan Muchlis sembari menyusuri kawasan Rumah Boedi, bahwa kedepan masih ada pembangunan beberapa fasilitas seperti kolam renang dan panggung Sendratari. Letak fasilitas tersebut akan di bagian belakang kawasan. “Kami masih akan membangun beberapa fasilitas untuk mendukung suasana dan kenyamanan para tamu”, pungkasnya. Greg – red

    RUMAH BOEDI
    Tingal Wetan, Wanurejo, Borobudur
    Central Java – Indonesia 56553
    Phone : +62-293-551 6000
    Fax : +62-293-788 698
    Email : info@rumahboediborobudur.com
    Website : www.rumahboediborobudur.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah