Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo

    Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#1
    Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#2
    Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#3
    Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#4
    Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#5

    Taman Nasional Komodo ditetapkan UNESCO pada 19 Desember 1991 sebagai warisan alam Dunia (Natural World Heritage) dan pada tahun 2012 ditetapkan menjadi “New Seven Wonders of Nature” oleh New7 Wonder Foundation. Program Pemerintah Pusat menetapkan Pulau Komodo sebagai 3 titik destinasi prioritas dari 10 Titik Bali baru, dengan status tersebut membuat meningkatnya arus wisatawan yang datang setiap tahun ke Kawasan Taman Nasional Komodo. Namun fakta ini belum diimbangi dengan fasilitas pendukung yang tersedia. Diharapkan Pengembangan Perancangan Fasilitas Penunjang Pariwisata ini dapat mewadahi kegiatan wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo khususnya Pulau Komodo, serta dapat memberikan dampak yang lebih bagus lagi terhadap ekonomi warga maupun industri pariwisata yang sedang berkembang.

    Komodo dikenal sebagai hewan Reptil dengan sifat alamiah yang ganas, dari hal ini dalam konsep desain mempertimbangkan juga unsur keamanan bagi wisatawan yang menjadi point utama baik dari konsep zoning, sirkulasi, serta bentuk bangunan. Dalam Konsep Perancangan desain kawasan diterapkan keselarasan antara zonasi dari setiap aktivitas , massa bangunan, alur sirkulasi dan keadaan topografi dengan maksud aktivitas yang terjadi tidak mengganggu habitat alami komodo serta bangunan tidak merusak keadaan eksisting sekitar. Unsur lokal bangunan diaplikasikan pada material yang dipadukan dengan material alami, modern dan tipologi bentuk yang kontras. Struktur utama serta rangka atap pada setiap bangunan menggunakan rangka baja dipadukan dengan beton cetak sebagai pelingkup dari bangunan utama, sistem knock down diterapkan pada beberapa rangka bangunan yang terinspirasi dari kearifan lokal arsitektural rumah Suku Bajo.

    Pemanfaatan energi alami untuk pencahayaan pada ruang memanfaatkan intensitas cahaya yang baik di site sehingga terjadi penggunaan energi listrik yang cukup rendah pada siang hari. Dalam perencanaan konsep sebagian besar bangunan berorientasi menghadap ke arah orientasi matahari. Konsep sirkulasi linear diterapkan pada pola sirkulasi pengelola, bertujuan untuk efisiensi waktu dalam kegiatan pelayanan bagi para wisatawan.
    Curve linear diterapkan pada pola sirkulasi pengunjung bertujuan untuk merespon site dan juga potensi yang ada di sekitar site, seperti pantai dan pemandangan alam. Pola organik diterapkan dan dipertahankan pada Sirkulasi hiking bertujuan untuk memaksimalkan pencapaian terhadap objek dan juga titik berkumpulnya komodo di hutan.

    Area-area terbuka digunakan sebagai pendukung aktivitas kesenian dari warga sekitar kampung Pulau komodo serta menjadi titik kumpul bagi para wisatawan yang datang. Potensi site yang berada dalam area Pulau Komodo menjadi tantangan terhadap konsep desain. Potensi yang ada disekitar site dikemas menjadi atraksi baru bagi wisatawan yang datang, serta dapat menjadi media edukasi secara langsung bagi wisatawan tersebut. Pengembangbiakan, penetasan telur Komodo, dan area Perilisan Anakan komodo merupakan daya tarik dalam Plaza komodo yang didukung fasilitas berupa barak perilisan.

    Konsep pelestarian Flora dan Fauna dalam konteks konservasi area didukung pula dengan fasilitas-fasilitas dalam area Plaza Komodo. Pengunjung mendapat edukasi secara langsung dengan melihat dan merasakan objek yang mereka pelajari. Terdapat Mata air dan aliran kali sebagai objek eksisting dalam site yang dimanfaatkan dan ditata sebagai area terbuka dan sebagai area perilisan Komodo. Kekayaan Flora yang beragam dan unik menjadi suatu daya tarik dan hal yang potensial untuk dijadikan atraksi tambahan dalam kawasan Taman Nasional Komodo berupa arboretum. Arboretum ini bertujuan untuk mewadahi dan edukasi tentang keragaman flora dalam Kawasan Taman Nasional Komodo. (Karya Tugas Akhir Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana) oleh : Bobi Dwi Darmawan, S.Ars ; Pembimbing 1 : Ir. Winarna, M.A ; Pembimbing 2 : Tutun Seliari, M.Sc

    Laboratorium Lingkungan Kota dan Permukiman
    Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW

    Telp : (0274) 563929 ext 504
    Email : fad@staff.ukdw.ac.id / labkota.fad@gmail.com
    Website : www.ukdw.ac.id

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain