Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rumah Berbahan Material Lokal

    Rumah Berbahan Material Lokal
    Rumah Berbahan Material Lokal
    Rumah Berbahan Material Lokal
    Rumah Berbahan Material Lokal

    Tentang material lokal. Sejak dulu, masyarakat Indonesia menggunakan material yang ada disekitar untuk dijadikan sebagai bahan bangunan rumah, bahkan hingga saat ini. Material yang dimaksud adalah kayu, bambu, dan batu alam. Kemudian berkembang pada sistem pengolahan bahan alami seperti tanah liat menjadi batu bata dan pasir menjadi batako.

    Bambu dikenal dengan material yang ramah lingkungan. Pemanfaatan bambu sebagai konstruksi bangunan sudah menjadi kebiasaan masyarakat desa, hal ini menjadikan bambu dipersepsikan sebagai bahan bangunan kaum miskin yang murahan dan cepat rusak. Seiring dengan perkembangan teknologi, bambu kembali menjadi primadona arsitektur yang memiliki nilai seni tinggi dan kuat struktural.

    Kayu telah menjadi bagian penting dari masyarakat Indonesia dalam hal pembangunan. Sejak zaman dahulu, kayu telah digunakan sebagai elemen bangunan baik struktural maupun aksentual. Sekarang, kayu telah mangalami perkembangan, sehingga penggunaan kayu pada bangunan dapat didesain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Rumah-rumah kayu saat ini bermunculan kembali dengan model dan desain yang beragam. Bahkan tidak sedikit desain yang menggunakan kayu sebagai material utama untuk diekspos sehingga memiliki nilai seni tinggi dan dapat menimbulkan kesan unik dan eksotis.

    Batu bata dapat didaur ulang, artinya batu bata bersifat ramah lingkungan. Perkembangan teknologi dalam proses pembuatan batu bata mempermudah masyarakat untuk memperoleh jenis bata yang diinginkan. Salah satunya adalah konsep bata ekspos pada fasad bangunan, yang menggunakan bata hasil pabrikasi, sehingga dimensi dan permukaannya lebih presisi serta halus. Saat ini, bata memiliki nilai seni yang diminati masyarakat kota, karena memberikan kesan alami layaknya suasana di pedesaan.

    Dalam dunia arsitektur, batu alam merupakan material yang cukup penting dan sering digunakan. Jenis batu alam yang berfungsi struktural yaitu batu kali karena memiliki bentuk yang besar dan kuat sehingga sering digunakan untuk material pondasi. Untuk fungsi non struktural, sekarang banyak jenis batu alam digunakan. Batu alam jenis batu candi, palimanan, batu alur, dapat digunakan sebagai dinding. Ada juga jenis batu coral, batu lempeng, sebagai material lantai pengganti tegel dan keramik. Penggunaan material batu alam pada eksterior dan interior bangunan, dapat menimbulkan kesan kuat, sejuk, unik dan eksotis. Terlebih lagi jika dipadukan dengan tata lighting yang tepat, akan semakin memperkuat karakteristik batu alam.

    DESAIN 1 - RUMAH BAMBU
    Fasilitas ruang pada bangunan satu lantai ini cukup sederhana. Tersedia ruang tamu, 2 kamar tidur, dapur, ruang makan, ruang keluarga, 1 kamar mandi, dan terdapat garasi di bagian depan. Ruang keluarga dekat dengan ruang makan, tambahan sekat bambu di antaranya memberi nuansa alami yang lebih kental. Kamar mandi berada diujung ruangan, dekat dengan dapur dan kamar tidur. Pembagian ruang ini sesuai dengan fungsi rumah bagi keluarga kecil modern yang menyukai cita rasa seni dan kesederhanaan. Fasad depan bangunan yang penuh dengan 'atraksi' bambu memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap bangunan. Kesan pertama yang diperlihatkan adalah keunikannya. Variasi pengolahan bambu yang disusun vertikal dipadukan dengan susunan selongsong bambu dan kaca sebagai penetralisir menjadi pas. Jalusi bambu akan memberikan efek pembayangan yang menarik saat pagi dan sore hari.

    DESAIN 2 - RUMAH BATU ALAM
    Rumah yang berdiri di atas lahan 80 m2 dengan luas bangunan mencapai 90 m2 ini menggunakan batu alam sebagai material utama. Lantai satu merupakan area publik yang terdiri dari dapur sekaligus ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, serta area privat berupa kamar mandi. Terdapat dua akses penghubung dari ruang luar menuju ruang dalam, melalui dapur dan ruang tamu. Pembedaan kedua akses ini bertujuan untuk memilah antara penghuni dan tamu. Tamu dapat langsung menuju ruang tamu, sedangkan penghuni dapat masuk melalui pintu dapur tanpa menggangu aktivitas tamu yang tengah berkunjung. Ruang tamu didesain void hingga lantai 2, untuk menghindari ruangan berkesan sempit. Lantai 2 rumah ini terdiri dari area privat berupa 2 kamar tidur. Material batu alam digunakan hampir dikeseluruhan bangunan. Tanpa finishing cat sehingga keunikan tekstur batu alam yang sangat natural dapat terekspos.

    DESAIN 3 - RUMAH KAYU
    Hunian pada lahan berkontur ekstrim ini memiliki 1 kamar tidur utama, dua kamar tidur anak dan beberapa fasilitas pendukung seperti carport yang terletak di kontur bawah, teras, ruang tamu, ruang makan, dapur yang langsung berhadapan dengan taman indoor. Selain itu juga dilengkapi dengan mushola, ruang keluarga di lantai 2, dua kamar mandi dan balkon yang berada tepat di atas teras. Aplikasi material kayu juga terlihat pada penghawaan alami yang terletak di atap bangunan dan di atas jendela yang berfungsi sebagai boven. Perpaduan antara kayu dan kaca menjadi point of view pada pintu masuk yang sekaligus berfungsi sebagai pencahayaan alami. Untuk menambah aksen agar tidak terlalu monoton, hunian ini memanfaatkan karakter asli kayu dengan menggunakan kayu ekspos.

    DESAIN 4 - RUMAH BATU BATA
    Bangunan rumah yang berada di lahan bentuk L, memang kurang diminati oleh masyarakat. Akan tetapi hal tersebut banyak ditemui di lapangan. Lalu bagaimana cara mensiasati bentuk lahan L agar tetap sedap dipandang mata dan menunjukkan karakter empunya rumah? Bangunan ini memiliki dua denah yang berbeda dengan dua lantai disalah satu massanya. Ruang tamu berada terpisah dengan bangunan utama. Hal ini bertujuan untuk membedakan fungsi area publik dan privat di dalam rumah. Penghubung kedua massa menggunakan jembatan di atas kolam. Terdapat 1 kamar mandi, dapur dan ruang makan, serta ruang keluarga di lantai satu pada bangunan utama. Sedangkan di lantai dua terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, serta terdapat ruang baca kecil di sudut ruang. Luas total bangunan adalah 106 m², dengan luas tanah keseluruhan 90 m². Halaman depan rumah cukup luas, tersedia carport dan lahan hijau yang memberikan kesejukan.
    ARCHIRA – Archsketch Cipta Inspira

    ARCHIRA – Archsketch Cipta Inspira
    Jl. Garuda 185B, RT 05/RW 30, Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283
    Telp. 0274-882480
    email. archsketchstudio@gmail.com
    www.arsitekarchira.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain