Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rumah Kelas Menengah Jogja – Purwokerto bagian 2

    Grand Permata Residence tipe 47 (Pearl)
    Grand Permata Residence tipe 87 (Sapphire)
    Grand Intan Regency 2 tipe 40
    Griya Satria Mandalatama tipe 45 - Purwokerto
    Sapphire Village tipe 73 - Purwokerto

    GRAND PERMATA RESIDENCE – YOGYAKARTA
    Unit-unit terjual garapan PT. Dwi Mitra Intitama, Grand Permata Residence hingga pertengahan tahun ini terserap pasar dengan baik. Situasi saat ini yang masih ramai untuk bisnis perumahan dirasakan pengembang yang memiliki kantor pemasaran di Ruko Paris Square Kav. 15, Yogyakarta. “Sejak pemasaran pada bulan Juli 2015, dari total sekitar 80 unit, sudah laku 50% nya sendiri,” ungkap Nur Amalia, selaku Director PT. Dwi Mitra Intitama. Lokasi Jogja Selatan dirasa pengembang memiliki potensi yang baik sebagai komplek tempat tinggal.

    Progress pembangunan yang terus dikerjakan pihak developer menjadi bukti komitmen kepada konsumen yang telah membeli produk perumahannya. “Saat ini infrastruktur di lokasi sebagian sudah terbangun, seperti jalan utama konblok, taman dan bahkan untuk blok H sudah jadi semua,” tambah Lia panggilan akrabnya. Konsep bangunan dengan gaya Modern Kontemporer diusung sebagai konsep hunian saat ini yang banyak digemari masyarakat. Hunian-hunian megah dengan spesifikasi struktur bangunan berkualitas prima akan memanjakan setiap orang yang menghuninya. Hunian satu lantai dan dua lantai memiliki struktur beton bertulang yang menggunakan pondasi batu belah dengan dinding batu bata diplester dan diaci akan memunculkan kesan kokoh dan elegan. Atap rangka baja ringan dengan plafon gypsum rangka hollow. Lantai menggunakan bahan granit, pintu pabrikasi kaca polos masa kini. Listrik cukup memadai untuk rumah satu lantai maupun dua lantai yakni 1300 watt dan 2200 watt.

    Tipe-tipe rumah yang ditawarkan pihak developer pun cukup bervariatif, mulai dari tipe 47 dengan luas tanah 84 m², tipe 56 dengan luas tanah 104 m², tipe 87 dengan luas tanah 94,5 m², tipe 103 dengan luas tanah 108 m², dan tipe 130 dengan luas tanah 121 m². Dengan spesifikasi hunian yang terbilang mewah, harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dikisaran 490 jutaan.

    Perumahan yang memiliki luas lahan sekitar 3 Ha tersebut menawarkan fasilitas yang tak kalah menariknya. Fasilitas-fasilitas yang akan memberikan kenyamanan bagi penghuni perumahan tersebut, seperti swimming pool, playground, club house, exclusive main gate, PLN underground, one gate system, 24 hours security system, serta CCTV cluster. Lokasi perumahan sendiri tergolong ke dalam lingkup ramai dan dekat dengan fasum, yakni hanya 15 menit ke Malioboro, dekat dengan Terminal Bus Giwangan, 20 menit ke Bandara, dan 15 menit ke Ambarukmo Plaza melalui jalur Ringroad.

    Grand Permata Residence berlokasi di Jl. Raya Imogiri Barat, Km. 8, Desa Sudimoro, Bantul, Yogyakarta strategis cocok untuk hunian maupun untuk investasi. Berdasarkan data dari pihak pengembang, rata-rata konsumen yang membeli murni sebagai tempat tinggal, namun ada beberapa yang menjadikannya sebagai lahan investasi. Dengan harga yang dibandrol saat ini, Lia menuturkan bahwa pihaknya sudah mengalami kenaikan harga sebanyak 4 kali. “Harga di awal pemasaran dulu sekitar 390 jutaan, dan sudah mengalami 4 kali kenaikan,” tegasnya.

    Cara bayar yang cukup bervariatif ditawarkan, mulai dari cash keras dengan potongan harga, cash bertahap 8x angsuran, hingga KPR dengan DP mulai dari 10%. Strategi pemasaran dengan memberikan promo-promo pun menjadi salah satu kunci larisnya produk-produk di Grand Permata Residence. “Saat ini ( Mei-Red) hingga Juni kami menawarkan promo diskon 5%, free kanopi,” tutur Lia sembari promosi. Soal kelengkapan legalitas terjamin, sudah dikantongi pihak pengembang, yakni sertifikat pecah sampai IMB pecah. Target satu tahun mendatang produk perumahan Grand Permata Residence tersebut akan terjual habis.

    GRAND INTAN REGENCY 2 – YOGYAKARTA
    Keberhasilan PT. Goldenindo Lestari dalam memasarkan produk unggulannya, yakni Grand Intan Regency 2 telah membuktikan bahwa minat beli masyarakat dalam bidang properti berkembang baik. Perkembangan properti pertengahan tahun ini dinilai akan meningkat tajam seiring dengan kebijakan Pemerintah yang akan menurunkan pajak Pajak Penghasilan (PPH) menjadi 0,5 persen dan tarif Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi maksimal 1 persen.

    Sejak dipasarkan sejak April 2015, Grand Intan Regency 2 tinggal menyisakan 17 unit dari total 90 unit. “Sejak dua tahun dipasarkan, Grand Intan Regency 2 hanya menyisakan sedikit unit saja. Hingga pertengahan tahun ini pasar masih baik, April 2016 kemarin kita closing hingga 5-6 unit,” ungkap Andhy, Marketing PT. Goldenindo Lestari.

    Daya Tarik Jogja Selatan yang tidak terlalu jauh dengan pusat perkotaan membuat unit-unit perumahan tersebut laku keras dipasaran. Apalagi harga yang ditawarkan cukup terjangkau dengan kondisi sekarang ini. “Harga yang kami tawarkan mulai dikisaran 320 jutaan untuk tipe 40 dengan luas tanah 80 m²,” tambah Andhy. Konsumen yang terserap berdasarkan data yang dimiliki pengembang kebanyakan adalah masyarakat luar Jogja, yakni pasangan muda. Rata-rata yang membeli produk pengembang yang berkantor di Jl. Ringroad Barat Km 5.5, Dowangan Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta tersebut digunakan sebagai tempat tinggal. “Rata-rata konsumen kami dari luar Jogja dan kebanyakan pasangan muda dengan pembelian murni sebagai tempat tinggal. Untuk investasi beberapa saja. Dulu di awal harga kami pasarkan dikisaran 200 jutaan, dan kenaikan harga sebanyak 3 kali,” tutur Andhy saat ditemui di kantornya.

    Tipe yang ditawarkan pun cukup bervariatif, mulai dari tipe 40 dengan luas tanah 80 m², tipe 50 dengan luas tanah 100 m², hingga tipe 54 dengan luas tanah 108 m². Desain arsitektur yang ditawarkan pun cukup ekslusif dengan penggunaan material terbaik, serta keamanan maksimum.

    Lokasi perumahan yang tepatnya di Jl. Imogiri Timur, Km. 9, sebelah SMKN 1 Pleret tersebut berada di lokasi yang strategis, yakni hanya berjarak tempuh 10 menit ke Bandara Adisucipto Yogyakarta, Ambarukmo Plaza, dan hanya 3 menit saja menuju Terminal Induk Giwangan, serta pusat kampus-kampus ternama di Yogyakarta.

    Progress pembangunan yang terus dikebut pihak pengembang sebagai bukti komitmen kepada konsumen, saat ini di lokasi tengah dalam proses pembangunan. Bahkan sebagian hunian sudah jadi dan berdiri kokoh menyambut kehadiran para calon penghuninya. “Saat ini di lokasi masih pada tahap proses pembangunan, namun untuk jalan kavling dan sebagian rumah sudah jadi,” ungkapnya lagi.

    Jaminan legalitas yang aman sudah dikantongi PT. Goldenindo Lestari guna memberi keamanan produknya bagi konsumen. “Saat ini legalitas kami masih dalam proses pemecahan sertifikat dan IMB,” katanya semangat.Perumahan yang dibangun di atas lahan ±4 Ha, ini akan memberikan fasilitas yang cukup bagi para penghuninya kelak. Fasilitas seperti jalan lingkungan lebar 7 meter, CCTV 24 jam, tempat ibadah berupa Mushola dan tempat bermain anak akan ikut menyemarakan kegiatan penghuni di kompleks perumahan tersebut.

    Cara bayar yang mudah dan cukup bervariasi ditawarkan demi memberi kemudahan bagi konsumen, yakni mulai dari cash keras, cash bertahap hingga 10 bulan, dan sistem bayar KPR dengan DP (Down Payment) minimal 10%. Diakhir perbincangan Andhy menuturkan bahwa dengan sisa unit yang tersisa pihaknya akan mengejar target sebelum akhir tahun akan habis terjual. “Dengan sisa penjualan untuk produk Grand Intan Regency 2 tinggal 10%, dan prediksi pasar yang masih lumayan ramai target kami sebelum akhir tahun ini akan closing semua,” pungkasnya.

    PURWOKERTO

    GRIYA SATRIA MANDALATAMA - PURWOKERTO
    Lokasi perumahan yang sudah terbentuk dan terhuni sebagai kawasan hunian terlihat nyata dalam produk Griya Satria Mandalatama garapan PT. Bina Agung. Dipasarkan sejak tahun 2006, perumahan tersebut berdiri di atas lahan 18 ha, yang direncanakan akan dibangun sebanyak 1500 unit. Diungkapkan Taufik Hidayat, Area Manajer Griya Satria Mandalatama, pasar perumahan yang disasarnya masih memiliki potensi yang cukup besar. “Perumahan ini sudah berjalan lama, saat ini kami sedang menawarkan pilihan hunian yang lebih beragam. Jika dulu kami banyak menyasar rumah sederhana, kini kami berikan pilihan hunian yang lebih tinggi yakni tipe 36 dengan luas tanah 72 m2 dan 90 m2 serta tipe 45 dengan luas tanah 112 m2,” ungkapnya.

    Menurutnya tipe 45 yang ditawarkan merupakan usaha pihak pengembang dalam memenuhi kebutuhan pasar. “Permintaan konsumen akan rumah dan luas tanah yang lebih luas kami akomodasi dengan mengeluarkan tipe 45 ini. Dan benar, respon pasar sangat bagus. Sebanyak 37 unit terserap pasar dengan baik,” tuturnya. Gaya bangunan yang diusungnya dalam kawasan tipe 45, Taufik mengatakan menghadirkan arsitektur klasik modern. Hiasan batu alam dihadirkannya pada tiang teras rumah sehingga terlihat lebih indah dan elegan. Batu alam tersebut dikatakan Taufik semakin apik menyatu dengan taman dihalaman depan rumah. “Gaya bangunan klasik modern, kami pilih untuk memberikan kesan bangunan yang anggun dan elegan,” katanya yakin. Namun, dikatakan Taufik lebih lanjut bahwa pemasaran tipe 36 juga tak kalah menariknya. “Pasar tipe 36 juga tak pernah surut peminatnya. Konsumen keluarga muda yang baru pertama memiliki rumah banyak terserap disini. Dari data tahap 4 sebanyak 106 unit hunian sudah terserap dengan maksimal. 65 unit sedang dalam tahap pembangunan dan 40% sudah serah terima namun masih menunggu jaringan air dan listrik masuk ke tahap ini,” terang Taufik sambil menunjukan rumah-rumah yang sudah terbangun.

    Melihat respon pasar yang masih cukup bagus pihaknya berencana melakukan pengembangan di sekitarnya. “Rencana akan ada pengembangan. Kawasan kami yang nyaman dan hidup tentu menyimpan nilai investasi yang menarik,” katanya. Nilai investasi yang terkandung di dalam kawasan perumahan Griya Satria Mandalatama terlihat dari kenaikan harga yang terus bergulir. “Harga terus mengalami kenaikan, dalam satu tahun rata-rata naik 2 kali. Pada tahun 2007 kami mulai menawarkan tipe 36 luas tanah 72 m² dengan harga 64 juta, saat ini di tahun 2016 kami tawarkan harga 195 juta dengan luas bangunan dan tanah yang sama. Kalau dikontrakan pertahunnya bisa mencapai 5 sampai10 juta, tergantung luas bangunan,” ujarnya.

    Nilai investasi tersebut dipaparkan Taufik akan terus meningkat seiring dengan perkembangan kawasan perumahan Griya Satria Mandalatama. Perumahan yang beralamatkan di Jalan Veteran Karanglewas, Purwokerto Barat ini hanya berjarak 7 menit dari pusat kota. Selain itu, juga relatif dekat dengan berbagai roda pembangkit lingkungan penting seperti stasiun, pasar, SPBU, rumah sakit, sekolah serta minimarket. Selain itu dalam kawasan perumahan sendiri Taufik mengungkapkan juga dilengkapi dengan berbagai sarana yang dapat semakin menghangatkan komunikasi antar penghuni perumahan. Berbagai fasilitas umum sudah tersedia seperti jalan menuju lokasi sudah bagus, air bersih yang melimpah, saluran air, masjid, taman pendidikan Al-Quran, PAUD, gerbang, posko keamanan serta lampu penerangan jalan umum (LPJU). “Bahkan masjid kami bangun dua, karena jelas berguna bagi penghuni perumahan sebagai sarana ibadah dan berkegiatan sosial, ” ujar Area Manajer Griya Satria Mandalatama.

    SAPPHIRE VILLAGE – PURWOKERTO
    Nyaman dan berkelas, inilah konsep kawasan perumahan Sapphire Village garapan PT. Berkah Satria. Penyajian konsep tersebut sudah terlihat nyata pada pembangunan di tahap pertama. Tahap pertama yang telah terjual habis, berdiri diatas lahan 4,5 ha. “Ditahap pengembangan kami akan membuka luas lahan yang sama, dengan jumlah unit sekitar 170 unit dengan pilihan tipe lebih kecil,” terang Ari Kurniati, SE Area Manager Sapphire Village. Sukses dengan penjualan tahap pertama menjadi alasan pihak pengembang tersebut membuka perluasan. “Banyak konsumen yang masih mencari hunian di lokasi kami. Tahap dua nanti akan kami buka tipe 54 dan 69 supaya harganya lebih terjangkau. Rencana pada tahap awal akan kami buka pada kisaran harga 500 jutaan,” terang Ari saat di temui di lokasi perumahan.

    Sapphire Village terletak di lokasi yang sangat nyaman di dekat area wisata Baturraden. Udara sejuk dan pemandangan hijau terhampar di sekitar perumahan mewah ini. Berada di Jalan Raya Baturraden memudahkan konsumen pencari rumah untuk menemukan perumahan yang mengusung gaya bangunan kontemporer tersebut. Sapphire Village tergolong mudah ditempuh dari pusat kota Purwokerto. Dari segi kedekatan dengan sarana pendidikan, Sapphire ViIlage relatif dekat dengan kampus Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dan berbagai jenjang pendidikan lainnya yang berada disekitarnya. Dikatakan Bambang Roosmono, Supervisor Teknik Sapphire Village, di tahap dua nanti konsep bangunan tak jauh berbeda dengan tahap pertama. Minat pasar yang masih tinggi dan menyajikan tampilan rumah yang mewah dan berkelas menjadi alasannya. “Karena lokasi kami segar kami sajikan hunian bergaya villa, kami kombinasikan gaya bangunan klasik dan modern,” tuturnya sembari menunjukkan rumah yang sudah terbangun.

    “Kami rencana masih akan menghadirkan alur garis-garis pada fasad bangunan. Secara kawasan perumahan kami tetap mengusung tematik natural, sentuhan batu ekspos terakota juga akan tetap kami hadirkan, untuk memperkuat karakter bangunan. Warna fasad bangunan lebih soft, untuk kenyamanan penghuninya,” terang Bambang semangat. Lebih lanjut, dijelaskan dari total unit tahap satu yang sudah terjual hampir 139 unit sudah dibangun. Dan dari data yang dimiliki, rumah-rumah yang sudah terbangun hampir 85% digunakan sebagai tempat tinggal. “Banyak yang ditempati namun untuk investasi juga tak kalah menarik,”ucapnya singkat. Ditambahkan Ari pergerakan nilai investasi dalam perumahan Sapphire Village tergolong cukup menggairahkan. Dengan bangunan yang berkelas, ditopang lokasi yang strategis, Sapphire Village tak hanya menjadi hunian idaman, namun juga bisa jadi investasi yang menguntungkan. Tipe 73 pada awal pemasaran ditawarkan pada kisaran harga 350 jutaan selang dua tahun dengan tipe yang sama sudah ditawarkan dikisaran harga 500 jutaan.

    Konsumen yang terserap di Sapphire Village tercatat cukup bervariasi. Menurut Ari konsumen banyak berasal dari Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. “Alasan konsumen beragam ada yang membeli untuk hari tua, untuk istirahat, karena kenyamanan yang kami utamakan, namun memang juga ada yang membeli untuk investasi dan cara bayarnya pun cukup berimbang antara cash bertahap dan KPR,” tuturnya. Untuk menambah kenyamanan dalam kawasan perumahan, Sapphire Village, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti, sarana ibadah masjid, gedung serbaguna, taman, dan playground. “Fasilitas masjid sudah kami bangun dan dalam waktu dekat sudah dapat digunakan, sedangkan gedung olah raga sedang dalam pembangunan,” tutup Ari. Greg & Suyanti – red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain