Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Dapur

Net House, Strategi Membangun Rumah di Lahan Sempit bagi Keluarga Milenial

Net House, Strategi Membangun Rumah di Lahan Sempit bagi Keluarga Milenial
Area taman belakang yang berhubungan dengan view dari dapur dan ruang makan
Suasana Ruang Komunal (Keterhubungan antara Ruang Keluarga, Ruang makan dan Dapu
Suasana Ruang Kerja yang terbuka namun tetap privat dan nyaman
Suasana kamar tidur yang memiliki jendela lebar
[block:views=similarterms-block_1]

Keputusan membeli tanah berukuran sempit menjadi salah satu pilihan bagi keluarga milenial saat ini dalam mencari alternatif lokasi hunian. Sulitnya memperoleh luas lahan yang ideal diperkotaan serta tingginya harga beli tanah menjadi kekhawatiran tersendiri. Meskipun demikian, fenomena ini tetap tidak dapat dihindari sehingga yang diperlukan adalah bagaimana mengatur strategi desain rumah agar tetap nyaman untuk ditempati walaupun berada di lahan yang sempit. Seperti halnya pada desain rancangan rumah dilahan sempit yakni Net House yang berlokasi di Jalan Nangka VII Kota Yogyakarta. Rumah tiga lantai dengan luas site 72 meter persegi ini dirancang dengan prissip liveable housing yang bertujuan membuat penghuni merasa nyaman menempati rumah di lahan sempit.

Desain Arsitektur Gedung Kantor Pusat PT. Bank Aceh Syariah

Desain Arsitektur Gedung Kantor Pusat PT. Bank Aceh Syariah#1
Desain Arsitektur Gedung Kantor Pusat PT. Bank Aceh Syariah#2
Desain Arsitektur Gedung Kantor Pusat PT. Bank Aceh Syariah#3
Desain Arsitektur Gedung Kantor Pusat PT. Bank Aceh Syariah#4
Desain Arsitektur Gedung Kantor Pusat PT. Bank Aceh Syariah#5
[block:views=similarterms-block_1]

PT. Bank Aceh Syariah sebagai Bank milik Pemerintah Daerah di Aceh, yang dalam perkembangannya sejak pertama kali digagas di tahun 1957 hingga lahir menjadi Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh di tahun 1973. Kondisi tapak Kantor Pusat PT. Bank Aceh Syariah berada dekat dengan bangunan perumahan, komersial maupun perkantoran lainnya, hal ini menuntut perlakuan terhadap suatu desain yang dapat terintegrasi dengan lingkungan sekitar dalam merespon budaya, lokalitas, religi maupun iklim, serta memiliki ekspresi karakter arsitektur yang kuat (well-designed), khas mengedepankan corporate identity, mengingat obyek tersebut diharapkan juga menjadi Land Mark baru untuk Provinsi Aceh tanpa berbenturan dengan nilai-nilai budaya masyarakat.

Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa

Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa
Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa#2
Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa#3
Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa#4
Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa#4
[block:views=similarterms-block_1]

Bhumi berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti tanah. Kata karta diambil dari bahasa Sanskerta kita dan artinya secara harafiah adalah "pekerjaan yang telah dicapai" dari akar kata yang juga menghasilkan kata "karya" dalam Bahasa Indonesia. Namun dalam bahasa Jawa Kuno ada pergeseran semantik dan artinya menjadi "makmur, maju, sedang berkembang, ulung, sempurna". Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan.

Penataan Wisma Bina Cinta Alam Toraut Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Penataan Wisma Bina Cinta Alam Toraut Taman Nasional Bogani Nani Wartabone#1
Penataan Wisma Bina Cinta Alam Toraut Taman Nasional Bogani Nani Wartabone#2
Penataan Wisma Bina Cinta Alam Toraut Taman Nasional Bogani Nani Wartabone#3
Penataan Wisma Bina Cinta Alam Toraut Taman Nasional Bogani Nani Wartabone#4
Penataan Wisma Bina Cinta Alam Toraut Taman Nasional Bogani Nani Wartabone#5
[block:views=similarterms-block_1]

Kompleks Wisma Bina Cinta Alam (BCA) Toraut terletak di kawasan Pusat Pendidikan Konservasi Alam Toraut (PPKAT) yang berada di zona pemanfaatan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Sulawesi Utara. Areal hutan PPKAT menjadi tujuan bagi wisatawan manca negara, wisatawan nusantara, termasuk juga para peneliti dan akademisi. Kawasan Kompleks wisma BCA merupakan peninggalan proyek Wallacea yang mempunyai potensi sumber daya dan sarana-prasarana yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Namun, beberapa diantara sarana prasarana tersebut kondisisnya kurang terawat dan rusak sehingga perlu penataan ulang. Kompleks wisma BCA sering dikunjungi oleh wisatawan nusantara, khususnya pada akhir pekan. Meningkatnya penggunaan sosial media, menyebabkan wisatawan yang berkunjung ke kawasan hutan PPKAT akan menyempatkan diri mengunjungi wisma BCA, maupun di areal sekitar wisma, serta di persemaian BPDAS atau di padang rumput yang terletak tidak jauh dari wisma BCA, yang menyajikan pemandangan yang cukup indah dengan latar kebun kelapa dan hutan pegunungan, untuk melakukan foto selfie, sebagai bukti bahwa mereka telah berwisata di kawasan hutan PPKAT.

INSTAGRAMABLE CAFÉ dengan Permainan Warna-warna Tropis

INSTAGRAMABLE CAFÉ dengan Permainan Warna-warna Tropis
Lobby bertema Modern Tropical
Pemilihan Furniture dengan tema Tropis
Penerapan Warna Tropis Hangat (Peach) & Penerapan Warna Tropis Dingin (Vintage G
Instagramable Spot Outdoor
[block:views=similarterms-block_1]

Tren usaha Café dan Restoran yang menjamur beberapa tahun belakangan membuat para pengusaha harus lebih kreatif memikirkan konsep Café dan Restoran sebagai tempat yang tidak hanya menyajikan makanan dan minuman yang enak melainkan juga memiliki pengalaman ruang berbeda. Mayoritas pengunjung yang merupakan para anak muda dan sadar budaya digital memiliki ketertarikan untuk berswafoto dan menguploadnya di media sosial sebagai wujud eksistensi mereka. Instagramable Interior menjadi syarat utama dalam membuat usaha Café dan Restoran, sebuah café harus memiliki interior yang menyenangkan untuk di foto lalu dibagikan kepada orang lain didunia maya.

Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo

Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#1
Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#2
Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#3
Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#4
Redesain Fasilitas Penunjang Kepariwisataan di Kawasan Taman Nasional Komodo#5
[block:views=similarterms-block_1]

Taman Nasional Komodo ditetapkan UNESCO pada 19 Desember 1991 sebagai warisan alam Dunia (Natural World Heritage) dan pada tahun 2012 ditetapkan menjadi “New Seven Wonders of Nature” oleh New7 Wonder Foundation. Program Pemerintah Pusat menetapkan Pulau Komodo sebagai 3 titik destinasi prioritas dari 10 Titik Bali baru, dengan status tersebut membuat meningkatnya arus wisatawan yang datang setiap tahun ke Kawasan Taman Nasional Komodo. Namun fakta ini belum diimbangi dengan fasilitas pendukung yang tersedia. Diharapkan Pengembangan Perancangan Fasilitas Penunjang Pariwisata ini dapat mewadahi kegiatan wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo khususnya Pulau Komodo, serta dapat memberikan dampak yang lebih bagus lagi terhadap ekonomi warga maupun industri pariwisata yang sedang berkembang.

Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo

Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo#1
Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo#2
Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo#3
Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo#4
[block:views=similarterms-block_1]

Anoa merupakan kerbau kerdil (satwa) endemik yang menghuni pulau Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya. Anoa memiliki posisi yang istimewa di wilayah Wallacea, misalnya di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahkan Provinsi Sulawesi Tenggara dikenal di seantero dunia dengan julukan “Bumi Anoa”. Namun tekanan terhadap populasi anoa tergolong sangat tinggi di Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu pembangunan Sanctuary Anoa merupakan hal yang perlu untuk dilakukan. Taman Wisata Alam (TWA) Mangolo merupakan lokasi yang dipilih bagi pembangunan sanctuary anoa. Salah satu faktor yang melatar belakangi pemilihan ini adalah TWA ini merupakan habitat alami Anoa. Sanctuary Anoa Mangolo mempunyai fungsi sebagai tempat rehabilitasi dan atau penyelamatan anoa, pelepasliaran anoa, program breeding atau pengembangbiakan, edukasi anoa, dan program penelitian.

Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi

Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#1
Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#2
Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#3
Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#4
Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#5
[block:views=similarterms-block_1]

Selasar Saujana merupakan Pusat Informasi Pariwisata Geopark Nasional Banyuwangi yang dilatar belakangi dengan ditetapkannya Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu dari kawasan Taman Bumi atau Geological Park (Geopark) Nasional 2018 oleh Komite Geopark Nasional. Penetapan tersebut menjadi pendorong Banyuwangi untuk mengoptimalkan sektor pariwisata berbasis alam beserta fasilitas pendukungnya. Tiga situs Geopark Nasional di Banyuwangi yaitu Blue Fire di Gunung Ijen, Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo.

Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan

Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
[block:views=similarterms-block_1]

Pendopo Lapangan Merdeka Medan adalah simbol nilai historis dan titik sumbu (pusat kota) Kota Medan dan seluruh bangunan yang mengelilinginya. Kondisi tapak Lapangan Merdeka saat ini cukup memprihatinkan, terjadi degradasi nilai sejarah dan kebermaknaan sebagai simbol patriotisme yang kemudian bergeser ke arah pengembangan fungsi komersial atau ekonomi. Secara fisik terjadi juga penurunan kualitas akibat pengalihgunaan fungsi lapangan sebagai fungsi komersial yang cukup berkepanjangan.

Inspirasi Design Floating Cafe (The Carpenter)

Inspirasi Design Floating Cafe (The Carpenter)#1
Inspirasi Design Floating Cafe (The Carpenter)#2
Inspirasi Design Floating Cafe (The Carpenter)#3
Inspirasi Design Floating Cafe (The Carpenter)#3
Inspirasi Design Floating Cafe (The Carpenter)#3
[block:views=similarterms-block_1]

Kondisi tapak berada di sebelah persis Sungai Bedog, memiliki kontur yang naik turun dengan permainan level yang setara dengan ketinggian bangunan 3 lantai. Kondisi saat ini lokasi masih digunakan oleh segowiwit untuk kegiatan kuliner, namun di bulan Juni 2019 besok setelah masa kontrak nya berakhir owner selaku pemilik site hendak melakukan perencanaan masterplan outdoor café. Kondisi site yang berada di daerah lereng ini dipenuhi dengan berbagai macam vegetasi lokal, suasananya sangat rindang dan klien berharap nantinya pengolahan landscape kawasan dapat menyatu dengan desain bangunan yang direncanakan.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain