Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Gerbang

Pasar Yakin Meningkat Kawasan Baru Mulai Digarap – tahap 3

Perspektif Maingate Orizya Village
Perspektif rumah tipe 85 Orizya Village
Perspektif kawasan The Grand Amartani Maguwo Residence
Perspektif rumah tipe 55 Amartani Palagan Residence
[block:views=similarterms-block_1]

ORIZYA VILLAGE
Komitmen yang kuat dalam menyajikan sebuah kawasan perumahan elite ditampilkan secara nyata oleh perumahan Orizya Village. Perumahan tersebut telah sukses menjual hampir separuh dari total semua unit yang tersedia dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan.

“Memang penjualan kami cukup baik. Dari 17 unit yang kami tawarkan, 8 unit sudah berhasil terjual dari awal dipasarkan pada bulan Agustus tahun lalu. Bahkan 4 unit yang tersedia untuk tipe 45 sudah sold out,” papar Fx. Kristanto Utomo selaku owner dari Orizya Village.

Berlokasi di jalan Kaliurang Km. 10 (timur pasar Gentan), Taraman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Orizya Village memiliki aksesibilitas yang cukup baik untuk menjangkau beberapa sarana pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Dari segi pendidikan, jalur tersebut memiliki akses yang dekat dengan beberapa Universitas ternama di Jogja seperti Universitas Islam Indonesia, dan tidak begitu jauh juga untuk mencapai Universitas Gadjah Mada. Lokasi Orizya Village juga relatif dekat dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit, kuliner, dan berada di jalur utama menuju kawasan wisata Kaliurang.

Pasar Yakin Meningkat Kawasan Baru Mulai Digarap – tahap 2

Perspektif boulevard Grand Orchid Residenceq
Perspektif rumah tipe 65 Grand Orchid Residence
Progres kawasan maigate Green Mutiara Java Regency
Green Mutiara Java Regency tipe 45-hook
[block:views=similarterms-block_1]

GRAND ORCHID RESIDENCE
Perkembangan perumahan disisi selatan (Bantul) kota Jogja pun tak kalah maraknya dibandingkan dengan sisi utara (Sleman). Salah satu pengembang yang baru saja menghadirkan produknya pada awal tahun 2017 ini adalah PT. Solusindo Jitu dengan produk bernama Grand Orchid Residence.

Sektor pendidikan masih menjadi magnet bagi para konsumen untuk membeli produk perumahan khususnya di wilayah Jogjakarta dan sekitarnya. Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi secara kasat mata dapat terlihat ketika di suatu wilayah telah berdiri beberapa kampus pendidikan.

Secara lokasi, kawasan Grand Orchid Residence terbilang strategis. Terhubung langsung dengan akses jalan Kasongan – Krebet – Pajangan, yang notabene menjadi alternatif wisata budaya baru di Jogjakarta. Kedekatan dengan kampus UMY Terpadu, STIEKES Alma ATA, STIEKES A. YANI, serta ke depan tak jauh pula dengan rencana pengembangan Kampus Terpadu UIN Yogyakarta (IAIN). Jarak tempuh untuk mencapai kota Jogja dapat dijangkau kurang dari 30 menit dan jarak ke kampus kurang lebih 10 menit.

Pasar Yakin Meningkat Kawasan Baru Mulai Digarap – tahap 1

Maingate Vasana Residence
Vasana Residence tahap 1, rumah tipe Marbella
Maingate Banteng Townhouse
Progres pembangunan unit rumah Banteng Town House
Perspektif Tjokroningrat Residence tipe 125
[block:views=similarterms-block_1]

Jika dilihat dari perkembangannya, prospek properti di provinsi DIY akan terus meningkat. Bisa dilihat secara kasat mata, 5 tahun terakhir terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam pertumbuhan perumahan dan sektor properti lainnya. Sisi Utara kota (Sleman) memang masih menjadi primadonanya dan daerah lainnya pun ikut terangkat pertumbuhan propertinya, seperti sisi Selatan (Bantul).

Secara bertahap dari tahun ke tahun, segmen pasarnya pun berubah. Sleman sudah mulai didominasi oleh perumahan kelas premium atau papan atas, sedangkan Bantul mulai tumbuh menjadi penyedia kelas perumahan middle. Walaupun secara umum tahun 2016 lalu mengalami fase stagnan pertumbuhannya, para penggerak bisnis properti di DIY masih optimis bisa kembali bergairah ditahun 2017 ini. Mereka mempunyai keyakinan dikarenakan DIY masih menjadi salah satu tujuan orang mencari rumah dengan segala aspek pertimbangannya, baik untuk tujuan investasi maupun untuk ditinggali.

Sebagai daerah yang masuk kategori kota yang sedang bertumbuh pesat pembangunan infrastrukturnya, kota Jogjakarta termasuk model kota yang mempunyai potensi properti dikarenakan dukungan status masih menjadi kota tujuan pendidikan dan sedang menuju menjadi kota industri wisata.
Awal tahun 2017 ini, gairah terus tumbuhnya sektor bisnis properti semakin menujukkan fakta yang menggembirakan. Parameternya bisa dilihat terus hadirnya kawasan baru maupun kawasan pengembangan baru. Kali ini kami sampaikan beberapa kawasan baru atau pengembangan baru sebuah project property di sisi Utara maupun Selatan Kota Jogja.

Properti 2017 Optimis Kembali Manis – bagian 3

Perspektif maingate kawasan hunian Grand Tosca Residence
Perspektif rumah-rumah tipe 47 di Grand Tosca Residence
Perspektif rumah-rumah tipe 36 di Bumi Sedayu
Progress pembangunan rumah-rumah tipe 36 bersubsidi Griya Argatama tahap 1
[block:views=similarterms-block_1]

GRAND TOSCA
Geliat bisnis properti pada tahun 2017 masih menghadirkan berbagai tantangan bagi para produsen atau pengembang perumahan khususnya di lingkup Jogjakarta. Keterbatasan lahan untuk dapat dikembangkan menjadi kawasan hunian khususnya di daerah Jogja Utara yaitu Sleman dan sekitarnya menjadi tantangan yang dihadapi oleh sebagian besar pengembang. Kondisi tersebut tidak menyurutkan PT. Nirmana Utama untuk me-launching produk terbaru mereka dengan label Grand Tosca Residence.

Berlokasi di Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman kawasan perumahan ini menawarkan berbagai tipe hunian dengan disain modern minimalis yang berbeda dengan produk Nirmana Utama sebelumnya. Lokasi pengembangan Grand Tosca Residence memiliki akses yang mudah, dekat dengan pusat pemerintahan Sleman dan memiliki akses ke jalan utama yaitu Ring Road Barat dan Ring Road Utara. Berdekatan dengan berbagai desa wisata yang berkembang di Sleman, salah satunya yaitu Desa Wisata Ketingan yang merupakan Desa Wisata untuk konservasi burung kuntul dapat menjadi nilai tambah lokasi perumahan ini. Suasana pedesaan yang alami dan asri dan dekat dengan berbagai fasilitas pendukung menjadikan perumahan ini memiliki prospek yang sangat baik untuk rumah tinggal maupun untuk berinvestasi.

Properti 2017 Optimis Kembali Manis – bagian 2

Progress pembangunan maingate kawasan Green Land Permata
Progress pembangunan kawasan hunian Green Land Permata
Perspektif rumah tipe 65 (2 lantai) Grand Jasmine
[block:views=similarterms-block_1]

GREEN LAND PERMATA
Wilayah kabupaten Sleman menjadi daerah primadona bagi lokasi properti di Daerah Istimewa Yogyakarta. Segala sudut wilayah Sleman menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengembang maupun konsumen properti di Yogyakarta. Hal tersebut juga tidak lepas dari pandangan PT. Dwi Mitra Intitama. Hunian di kawasan Sleman terutama pada sisi utara menjadi sangat diminati oleh para konsumen. Proyek dari PT. Dwi Mitra Intitama yang berlokasi di wilayah Sleman bagian utara adalah Green Land Permata.

Kawasan perumahan ini berada di wilayah Dusun Banjeng, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Green Land Permata menawarkan sebuah konsep kawasan hunian yang menarik dengan kawasan yang masih asri di sisi Utara Jogja. Konsep yang ditawarkan perumahan ini yaitu sebuah hunian dengan desain yang eksklusif dan berada di lokasi yang cukup strategis. Green Land Permata berdiri di atas lahan seluas 3000 m² dengan one gate system.

Properti 2017 Optimis Kembali Manis – bagian 1

Kawasan Pastika Palagan Residence 1
Perspektif kawasan hunian tipe 100 Pastika Palagan Residence 3
Perspektif maingate kawasan hunian Pondok Permai Tamantirta 3
Perspektif rumah tipe 65 (hook) Pondok Permai Tamantirta 3
[block:views=similarterms-block_1]

Tahun 2017 diyakini banyak pihak sebagai tolak awal bangkitnya bisnis properti baik secara nasional maupun secara daerah khusus Jogjakarta. Berbagai kebijakan yang digulirkan pemerintah pusat maupun pihak perbankan terkait pembiayaan menjadi stimulus baik bagi konsumen maupun produsen. Meskipun implementasinya belum berjalan maksimal namun diprediksi tahun 2017 akan lebih manis dibanding tahun kemarin.

Sektor perbankan misalnya, Bank BNI Syariah dengan produk-produk unggulannya memprediksi pertumbuhan properti Jogja akan membaik. Keyakinan akan serapan kredit yang baik tersebut berkaca dari data yang dimilikinya hingga akhir tahun 2016. “Sampai dengan November kami sudah berhasil menyalurkan hingga 70 miliar, kalau kondisi ekonomi semakin baik kami yakin hingga Desember bisa menyalurkan hingga 80-90 miliar (Desember-05-2016). Tahun ini serapan kami mengalami kenaikan hingga kurang lebih 150% jika dibandingkan tahun 2015,” papar Branch Manager, PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta, A. Pitra Ardiati.

Diharapkan ditahun 2017 mendatang urusan tax amnesty sudah selesai, sehingga memberikan efek signifikan terhadap tumbuhnya sektor bisnis properti. Orang-orang diharapkan kembali fokus ke properti sebagai salah satu produk investasi yang menjanjikan. Secara makro, diharapkan pertumbuhan Produk Domestik Brutto (PDB) kembali mengarah ke angka yang lebih baik yakni mencapai 7% - 8%.Tak heran jika pengembang saling berkreasi membangun peluang penjualan produknya. Strategi diskon, fasilitas bunga ringan via KPR, serta gimmick promosi lainnya menjadi salah satu caranya. Dalam edisi yang membuka tahun baru 2017 ini, kami memberikan ulasan developer yang membuka kawasan baru, maupun yang memakai model pengembangan. Dengan terbatasnya lahan di lokasi di Kota dan Sleman, membawa berkah daerah penyangga seperti Bantul.

Kalaidoskop Perumahan Jogja 2016 - bagian 3

Progres pembangunan hunian tipe 212  (Antoinette) cluster Horizon Hill CitraGran
Progres kawasan hunian tipe 130 Aruna Citra
Perspektif hunian tipe 75 The Residence
Progres pembangunan kawasan The Residence
Progres pembangunan hunian tipe 125 Pesona Residence
[block:views=similarterms-block_1]

CITRAGRAND MURIARA YOGYAKARTA
Dunia properti nasional menghadapi tantangan yang cukup berat dalam mengarungi tahun 2016. Tidak dipungkiri perlambatan ekonomi global yang berdampak pada ekonomi nasional memberikan ekses yang cukup terasa bagi pelaku usaha properti di wilayah Provinsi DIY, tidak terkecuali pemain yang sudah malang melintang di dunia usaha properti nasional sekelas Ciputra Group. Perlambatan ekonomi nasional yang dimulai pada akhir 2015 hingga 2016 sedikit banyak telah berpengaruh pada produk yang dipasarkan saat ini, yaitu CitraGrand Mutiara Yogyakarta, walaupun tidak terlalu signifikan karena beberapa transaksi penjualan masih dapat diraih di tahun 2016.

Pembangunan kawasan hunian yang terpadu dengan lokasi strategis serta menjamin kenyamanan serta jaminan investasi yang menguntungkan menjadi daya tarik bagi para konsumen. Kawasan hunian dengan segmentasi kelas premium yang berlokasi di Jalan Wates KM 9, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta ini hanya tinggal menyisakan 6 unit rumah dan 12 unit ruko dari total keseluruhan 337 unit yang disiapkan. Terletak di jalur menuju arah perkembangan kota Yogyakarta, CitraGrand Mutiara merupakan pilihan yang tepat untuk hunian maupun investasi. Dengan pengelolaan kawasan yang profesional dan berkesinambungan, nilai properti di kawasan CitraGrand Mutiara selalu meningkat. Kalau dirata-rata tiap tahun pertumbuhan harganya minimal mencapai 20 - 25%, cukup menarik jika dibandingan dengan bentuk investasi yang lain.

Kalaidoskop Perumahan Jogja 2016 - bagian 2

Progres pembangunan fasilitas clubhouse Royal Maguwo
Hunian 2 lantai tipe 110 (hook) Royal Maguwo
Hunian tipe 100 cluster Geneva The Paradise
Maingate cluster Geneva The Paradise
Progres pembangunan hunian tipe 102 Mukti Sendangadi Residence
[block:views=similarterms-block_1]

ROYAL MAGUWO
Kondisi ekonomi yang tidak begitu baik membuat penjualan perumahan Royal Maguwo, garapan PT. Saraswanti Hasil Makmur di tahun 2016 ini tidak pada target yang dicanangkan. Diungkapkan Syah Rena Oktaviani, staff Keuangan dan Marketing PT. Saraswanti Hasil Makmur, banyak faktor yang mempengaruhi, namun lebih banyak dari eksternal, karena secara internal pihaknya terus melakukan pembangunan unit-unit terjual.

“Sampai dengan akhir tahun ini target penjualan belum maksimal, namun kami tetap ada penjualan. Proses pembangunan unit-unit terjual saat ini terus kami bangun. Ada sekitar 17 unit yang sedang dalam tahap pembangunan,” ucapnya semangat.

Dari data yang dimilikinya sebanyak 22 unit ruko sudah terjual 3 unit, dan 89 unit rumah yang disajikan tinggal menyisakan sekitar 20 unit. Sisa unit yang ada tersebut ditargetkannya pada tahun depan sudah habis terjual. Keyakinan tersebut diungkapkan melihat pergerakan sisi konsumen yang sudah mulai berani untuk melakukan pembelian properti.

Kalaidoskop Perumahan Jogja 2016 - bagian 1

Rumah Contoh tipe New Jasmine Laguna Spring Resort
Kawasan hunian 1 lantai tipe 42 Pondok Permai Giwangan
Progres pembangunan maingate Grand Permata Residence
Progres kawasan hunian 2 lantai tipe 103 (Emerald) Grand Permata Residence
Hunian 2 lantai tipe 106 (hook) Puri Larasati Purwomartani
[block:views=similarterms-block_1]

Tahun 2016 bisa dikatakan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi semua lini bisnis di tanah air. Salah satunya bisnis properti yang merasakan sebuah adaptasi terhadap atmosfer perkembangan situasi politik, sosial, dan ekonomi secara makro. Banyak investor yang mengambil sikap untuk wait and see terhadap situasi stabilitas ekonomi di Indonesia. Paket kebijakan ekonomi dari pemerintah terus diluncurkan dalam rangka mewujudkan program nawa cita. Berbagai kebijakan digalakkan untuk menaikkan serapan modal nasional untuk APBN. Misalnya dari sektor perpajakan dan sektor non migas lainnya.

Bagi para pemain bisnis properti, mereka sepakat untuk bekerja lebih keras lagi, lebih kreatif lagi, lebih tertib lagi, dan lebih jeli dalam menangkap peluang serta terus membangun peluang di pasar mereka. Begitu pula yang dialami di area Jogjakarta, salah satu kota tujuan investasi yang bisa disejajarkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Dari data yang dikumpulkan dalam setahun ini, bisa diambil kesimpulan, bahwa pertumbuhan properti di Jogjakarta mengalami perlambatan. Banyak faktor yang mempengaruhi perlambatan serapan tersebut. Misalnya adaptasi terhadap kebijakan perpajakan di sektor properti, adaptasi terhadap aturan pembiayaan dari BI tentang perkreditan, dan terakhir cukup menyita energi ialah adaptasi terhadap anjuran tax amnesty. Selain faktor kebijakan ekonomi secara Nasional tadi, juga dipengaruhi faktor teknis secara regional. Misalnya harga tanah yang semakin tidak terkontrol, ketersediaan lahan yang semakin terbatas, regulasi yang masih membutuhkan energi dan biaya, serta kompetisi antar pengembang yang semakin sengit.

Optimisnya Jogja, Berkibarnya Solo Raya – bagian 3

Hunian tipe 55 Fajar Kencana Asry
Hunian tipe 70+ (hook) New Tritasani Residence
Maingate Vasana Residence
Progres pembangunan hunian Vasana Residence
Hunian tipe 54 Omah D' Santan 2
[block:views=similarterms-block_1]

FAJAR KENCANA ASRY – SOLO RAYA
Nama besar PT. Fajar Bangun Raharja di dunia properti Surakarta, tak perlu diragukan lagi. Berbagai tingkatan produk telah ditelurkan untuk menjangkau ragam segmentasi pasar yang ada. Marketing Manager pengembang tersebut, Ani Dyah Hertin mengungkapkan pihaknya tengah berhasil memasarkan kurang lebih 30 lokasi di seputaran Surakarta, dan yang masih aktif antara 18 - 20 produk. "Kami hadir untuk memenuhi berbagai segmentasi pasar, dari segmen low hingga high kami coba penuhi. Produk terbaru kami saat ini adalah Fajar Kencana Asry, yang berlokasi di Karanganyar," terangnya.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah