Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Sosok

Safe House Impian Pasangan Dokter Muda

Dr.dr. Rizaldy Pinzon,MKes, Sp.S beserta keluarga
Safe house pasangan dokter muda
Family room
Dining set dengan material kayu
Kamar anak dengan furnitur bergaya vintage
[block:views=similarterms-block_1]

Nuansa alam menyelimuti suasana di rumah itu, alunan suara berbagai binatang saling bersahutan dari sekeliling rumah yang berada di kaki Gunung Merapi ini. Itulah rumah kediaman sepasang dokter muda Dr. dr. Rizaldy Pinzon, MKes, Sp.S dan dr. Marlyna Afifudin, Sp.M yang beralamat di Tebonan RT 01/ RW 05, Harjobinangun, Pakem, Sleman. Beberapa pohon berukuran cukup besar seperti mahoni dan nangka mengelilingi bangunan yang berada pada posisi hook tersebut. Hamparan sawah menjadi salah satu pemandangan ketika berada di depan rumah yang mulai dihuni pada bulan Mei 2015 tersebut.

Dilihat dari luar, rumah tersebut memiliki penampakan bangunan tembok yang masif dengan aksen jendela berukuran cukup besar, sepintas terkesan kaku, namun ketika mulai memasuki bagian dalam rumah, suasana begitu hangat dan lapang. Suasana tersebut sesuai dengan keinginan pemilik rumah untuk menghadirkan rumah dengan pusat aktifitas di bagian dalam rumah. Penggunaan kaca pada sekeliling rumah bagian dalam dengan view taman menjadikan semua sudut rumah terlihat dari manapun penghuni berada.

Memeluk Jogja dengan Karya Seni dalam Rumah

Broto Cahyono dan Istri
Fasad depan & Ruangan dengan kombinasi interior modern & klasik
Dapur yang terletak di area ruang terbuka tampil minimalis namun artistik
Nuansa galeri yang kental ditambah meja kursi model kuno
Kamar tidur utama konsep simple & kamar di lantai 2
[block:views=similarterms-block_1]

Daerah Istimewa Yogyakarta memang terkenal akan keramah tamahan masyarakatnya. Lingkungan yang asri dan budaya tegur sapa di kota ini begitu memikat orang untuk bisa tinggal di Jogja. Tidak terkecuali sosok Broto Cahyono yang sejak lama telah jatuh cinta dengan budaya masyarakat Yogyakarta yang begitu ramah bahkan terhadap pendatang yang baru dikenal. “Jadi dulu saya itu pernah tinggal di Jogja waktu masih kuliah. Semakin lama kok rasanya semakin cinta dengan kota ini dan pengennya bisa ngeloni Jogja”, cerita Broto. Pria asli dari kota Muntilan yang lahir pada tahun 1959 ini sejak umur 5 tahun sudah tinggal di Sumatera, sempat berpindah juga ke Lampung dan Palembang.

Dari kecintaannya terhadap kota Jogja itulah akhirnya pada November 2015 setelah pensiun, Broto mulai mewujudkan keinginannya untuk mempunyai rumah tinggal di Jogja. Rumah yang selesai dibangun pada pertengahan tahun 2016 dan mulai ditempati pada sekitar dua bulan yang lalu tersebut terletak di dusun Pete, Sidomulyo, Godean, Sleman dan berdiri di atas lahan seluas ± 115 m².

Bersatunya Rumah Tinggal & Alam sekitar Lies Maria

Lies Maria dan dapur favoritnya
Lanscape rumah induk, rumah jaga dan rumah baca gaya paiton
Penataan furnitur di kamar utama dan kamar mandi modern
Lanscape taman dan fasad rumah Limasan milik Lies maria
Kamar di rumah limasan dan kamar mandi
[block:views=similarterms-block_1]

Memiliki rumah sebagai penggambaran dari karakter sang pemilik mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang. Tak terkecuali dalam rumah yang terletak di Desa Tanjung, Wukirsari, Cangkringan Sleman. Rumah seorang wiraswasta di bidang advertising pembuatan iklan TV tersebut cukup menggambarkan bagaimana karakter si penghuninya.

Senyum hangat dan sapa renyah dari sang pemilik menggambarkan sikap terbuka dan ramah kepada setiap tamu yang datang. Diceritakan sang empunya rumah, Lies Maria, dirinya tidak memiliki tema khusus dalam membangun rumah tinggal tersebut. Namun sikap terbuka dan hangat dari sang pemilik rumah tergambar dalam penataan bangunan dan interior rumahnya. Setiap bangunan memaksimalkan keterbukaan dengan alam sekitarnya. Menyatu dan menghadirkan kehangatan suasana.

“Kalau ditanya temanya apa, saya selalu bingung untuk menjawab, karena memang tidak ada tema khusus, saya hanya ingin memiliki rumah yang menyatu dengan alam sekitar, memiliki view merapi dan terbuka supaya sirkulasi udara lebih maksimal. Disini udaranya masih segar, sayang kalau tidak dimaksimalkan. Awalnya saya hanya mengumpulkan kayu-kayu bekas yang masih bagus, lalu saya minta tolong kepada teman saya mas Cahyo untuk menggambarkan dan membangunkannya, jadinya seperti ini, nyaman bagi saya,” kisah Lies.

Pendopo Agung Kahuripan, Filosofi Rumah Tinggal Agung W. Utomo

Agung W. Utomo beserta keluarga
Pendopo utama sebagai simbol rumah Jawa
Pendopo dan koleksi benda antik keluarga Agung
Koleksi keris dan lukisan antik di ruang Utama omah mBuri
Mushola dan kamar mandi terbuka simbol Wilwatikta
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah tradisional Jawa, itulah kesan yang muncul pertama kali ketika memasuki gerbang rumah milik Agung Wahyu Utomo yang terletak di kawasan Karanganyar, Jawa Tengah. Konsep bangunan Jawa dengan bagian-bagian utamanya dapat ditemui di rumah PNS yang sehari-hari berdinas di Pemkab Karanganyar tersebut. Bangunan utama berupa Pendopo, Peringgitan dan Omah mBuri menjadi identitas utama rumah Jawa yang dilengkapi bangunan khas lainnya berupa “Kandang kebo” yang difungsikan sebagai garasi mobil.

Bapak dari Huzaefah Pedrag, Tallulah Rimang, dan Wilwatikta Radarpa tersebut menuturkan bahwa dirinya merupakan pengagum filosofi Jawa sehingga berusaha untuk menuangkan segala inspirasinya terkait budaya Jawa kepada rumah impiannya. Filosofi-filosofi Jawa yang dituangkan dalam konsep bangunan antara lain adalah konsep perundakan atau tingkatan struktur bangunan yang terdiri dari tiga tingkat. Tingkat pertama merupakan simbol kelahiran, dimana manusia memulai hidupnya di bumi, tingkat kedua merepresentasikan dunia dimana manusia mulai mencari dunianya dengan kegiatan mencari penghidupan seperti pekerjaan dan bersosialisasi. Sedangkan tingkat ketiga memiliki filosofi dimana manusia mencari “nirwana” sebagai persiapan manusia menuju alam selanjutnya.

Rumah Ekspos Impian Ari Wardana

Ari Wardana bersama keluarga
Rumah Bata Ekspos milik Ari Wardana
Dapur dan ruang hobi
Ruang tamu nuansa klasik dan ruang keluarga
Kamar tidur utama
[block:views=similarterms-block_1]

Dari keinginan untuk memiliki rumah dengan nuansa batu bata ekspos, akhirnya Ari Wardana berhasil mewujudkan hal tersebut pada tahun 2013. “Pokoknya dari dulu kalau punya rumah saya ingin sekali punya rumah dengan nuansa batu bata ekspos”, ujarnya. Pembangunan rumah yang terletak di dusun Bantulan, Margokaton, Seyegan, Sleman tersebut memakan waktu kurang lebih 2 tahun karena memang dilakukan secara bertahap.

Untuk urusan desain rumah Ari menyerahkan sepenuhnya kepada saudara sepupunya yang memang bekerja di bidang arsitek. “Saya hanya minta dibuatkan konsep rumah yang unik dengan menonjolkan nuansa batu bata ekspos, untuk desainnya saya serahkan semua sama dia (red: saudara sepupu)”, tambah ayah dari Raditya dan Arindra ini.

Dalem Kawiryanan Cinta Kasih Rumah Jawa Impian.

Drs. R. Wiryono dan RAy. Widjaya Prihatin
Ndalem Kawiryan
Landscape taman depan dan kamar utama Ndalem Kawiryan
Perpaduan apik antara furnitur dan material rumah induk Ndalem Kawiryan
Furnitur rumah induk Ndalem Kawiryan
[block:views=similarterms-block_1]

Bukan tanpa alasan ketika keluarga Drs. R. Wiryono memutuskan untuk tinggal di sebuah desa dan bukan di perkotaan yang sarat dengan pusat keramaian. Ingin kembali ke desa tempat ia dilahirkan dengan menghadirkan nuansa dan hunian khas Jawa lah yang menjadi pertimbangannya.

“Awal mula saya memutuskan untuk tinggal di desa memang bukan tanpa alasan. Sejak tahun 2006, setelah saya pensiun dan tidak diperbolehkan lagi tinggal di rumah dinas yang berlokasi di jalan Kaliurang, sejak saat itulah saya memikirkan ingin tinggal dimana. Saat saya mengalami kesulitan itu, anak-anak sayalah yang membantu mengatasi kesulitan yang saya alami waktu itu. Lalu pada tahun 2007 pembangunan rumah ini telah dilakukan dan tepat di tahun 2008 dengan berat hati kami meninggalkan rumah dinas dan pindah ke sini. Dengan cinta kasih dari anak-anak lah hunian ini bisa saya wujudkan,” cerita Wiryono.

Gaya Simpel Minimalis Modern Hunian Galih Wicaksono

Keluarga Galih Wicaksono
Bangunan minimalis modern dan ruang tamu simpel
Living room dan balkon
Ruang tidur utama
Dapur kitchen set dinding mozaik
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah bukan hanya sebagai tempat berteduh dikala hujan dan panas, tetapi juga sebagai tempat dimana sebuah keluarga bisa berinteraksi, tumbuh, dan berkembang dengan baik. Kenyamanan di dalam rumah tinggal sangat diutamakan guna mendapatkan ketenangan batin sang penghuni rumah. Nyaman tak harus mewah, tetapi lebih menuju pada kepuasan batin akan rumah yang segar, sehat, dan sejuk. Hal tersebut menjadi alasan pasangan muda Galih Wicaksono dan Indah Kusuma Winahyu dalam menentukan hunian untuk keluarga kecilnya.

Secara fasad, hunian ini tak jauh berbeda dengan deretan bangunan lainnya yang berada di kawasan perumahan Kuantan Regency Nogotirto garapan PT. Merapi Arsita Graha, Jl. Godean Km. 5, Demak Ijo, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Taman penghijauan depan rumah menghadirkan sentuhan tropis yang tetap mengedepankan kesejukan alam yang kuat. Hal tersebut senada dengan apa yang diusung oleh pihak pengembang perumahan. Namun, sesuatu yang menakjubkan akan dijumpai setelah memasuki area dalam rumah tersebut.

Hunian milik pasangan muda tersebut mengusung sebuah konsep design interior bergaya simpel minimalis modern yang kental. “Secara fasad kami tidak mengubahnya, karena peraturan developer memang tidak memperbolehkan adanya perubahan dari bangunan luar, kami hanya memperluas bangunan dan mengubah bagian interiornya saja. Tata interior ini saya sesuaikan dengan keinginan saya dengan bantuan desain interior. Saya suka desain simpel dengan sentuhan warna soft yang tetap menghadirkan fungsi maupun estetisnya sebuah desain,” tutur Galih panggilan akrabnya.

Simple namun Fungsional, Karya Donny Yudono

Donny Yudono beserta Keluarga
Rumah Donny Yudono
Living Room dan Ruang Tamu
Ruang Makan dan Garasi
Kamar Tamu tema otomotif dan kamar anak
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah sebagai cerminan sang pemilik tidak hanya sebagai gambaran jerih payah penghuninya namun juga bagaimana rumah tersebut akhirnya menjadi surga dan inspirasi bagi siapapun yang melihatnya. Robertus Donny Yudono dan Leonilla Vari Amrta merupakan salah satu pasangan suami istri yang berhasil menciptakan suasana tersebut. Donny yang memiliki usaha di bidang otomotif dan developer tersebut telah berhasil membangun sebuah hunian bergaya kontemporer dengan gagah dan berkelas. Kecintaannya pada motor gede Harley Davidson hanyalah bagian kecil dari hobi beliau yang ditorehkan dalam beberapa sudut hunian.

“Yesterday, Today, Tomorrow” dalam Rumah Utama Dionisius

Utama Dionisius beserta Istri dan kedua Putrinya
Teras area dan Living Room
Ruang Tamu dan Living Room lt 2
Kamar Tidur
Koleksi Harley Davidson dan view alam seperti Ubud
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah berkualitas adalah sebuah hunian yang mampu menampung keinginan dan mengekspresikan sang pemilik rumah dalam setiap tubuh rumah. Mereka yang peduli akan kenyamanan saat berada di dalam rumah akan begitu teliti membangun setiap detail sudut rumah. Rumah dianggapnya tak sekedar sebagai tempat berteduh dari hujan dan panas, lebih dari itu. Rumah yang berkualitas akan memiliki nyawa, sehingga mereka yang tinggal di dalamnya akan betah berlama-lama untuk berinteraksi di dalamnya. Hal tersebutlah yang berhasil disajikan oleh seorang Utama Dionisius dalam menterjemahkan hidupnya dalam sebuah landscape rumahnya.

Mengintip Kemegahan Hunian Bernuansa Kolonial

Rumah gaya kolonial Belanda
Furniture Kayu Jati
Kamar Anak
Kamar Utama dan Kolam Renang
Cosmas Lili Sudrajat
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah bergaya modern kolonial rupanya masih banyak diminati oleh sebagian orang. Rumah tinggal milik Cosmas Lili Sudrajat ini salah satunya. Gagasan desain rumah berawal dari keinginan pemilik untuk mempunyai rumah yang berkarakter dan bergaya kolonial. Ia terinspirasi oleh bangunan bergaya kolonial di salah satu hotel daerah Sumatera. Di lain pihak pemilik juga menginginkan bangunan lain dari pada yang lain. “Dulu rumah saya hanya rumah minimalis modern biasa, namun jika lama ditempati akan terkesan biasa saja. Jadi saya memutuskan untuk membangun rumah baru dengan konsep kolonial yang terkesan megah dan kokoh,” ucapnya.

Fasad bangunan segitiga menunjukkan ciri bangunan kolonial pada umumnya. Pilar kotak di area teras berdiri kokoh menyambut setiap tamu yang datang ke hunian tersebut. Pemilihan warna putih di lingkup depan rumah juga menjadi ciri dari bangunan kolonial. Dinding pagar depan dibuat agak tinggi dengan konsep terbuka agar menimbulkan kesan tidak tertutup dan sirkulasi udara yang lancar. Penghawaan asri juga dihadirkan lewat taman hijau yang cukup luas lengkap dengan pohon-pohon besar di sampingnya. “Dulunya dinding pagar depan dibuat tertutup, lalu saya ubah dengan melubanginya agar tidak terkesan tertutup sekali dari luar,” kata Cosmas panggilan akrabnya.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah