Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Volume III | Edisi 27 | Agustus 2014

Arah Pengembangan Bisnis Properti Jogjakarta-bagian 3

perumahan yogyakarta
perumahan yogyakarta
perumahan yogyakarta
perumahan yogyakarta
[block:views=similarterms-block_1]

GRAHA HINGGIL TAMANTIRTO
Kedekatan dengan berbagai sarana pemenuhan hidup sehari-hari dan berada daerah yang sedang berkembang adalah incaran bagi pelaku bisnis properti untuk mengembangkan sayapnya. Hal inilah yang tengah di lakukan oleh pengembang PT. Solusindo Jitu. Sukses dengan dua produk sebelumnya Pondok Hinggil Bangunjiwo dan Griya Hinggil Bangunjiwo, kini di pertengahan tahun 2014, pengembang ini meluncurkan produk terbarunya dengan nama Graha Hinggil Tamantirto. Jika dibandingkan dengan dua produk sebelumnya, lokasi terbaru ini tak kalah menarik, atau bisa dikatakan lebih prima, karena secara aksesibilitas lokasi ini relatif lebih dekat dengan kota. Jika diukur dengan waktu jarak tempuh, Graha Hinggil Tamantirto, memiliki jarak tempuh 2 menit dari kampus Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY), Bina Sarana Informatika (BSI), STIKES A. YANI, dan STIKES ALMA ATA yang terparkir di sepanjang Jalan Ringroad Barat. Hanya butuh sekitar 8 menit menuju pusat kota, seperti Malioboro, dan Keraton dan hanya sekitar 5 menit menuju pasar induk dan buah Gamping, dan PKU Muhammadiyah.

Arah Pengembangan Bisnis Properti Jogjakarta-bagian 2

perumahan yogyakarta
perumahan yogyakarta
perumahan yogyakarta
perumahan yogyakarta
[block:views=similarterms-block_1]

SEKAR BAKUNG RESIDENCE
Tingginya permintaan akan hunian dengan kualitas prima dan harga terjangkau sekarang ini menjadi sebuah tuntutan yang harus dipenuhi oleh pihak pengembang di Yogyakarta. Beragamnya segmen pasar perumahan di Yogyakarta secara langsung menjadi faktor pemicu bagi pengembang untuk menyediakan pilihan hunian yang beragam sesuai dengan budget yang disediakan pembeli. Permintaan hunian dengan segmen pasar middle up saat ini telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Arah Pengembangan Bisnis Properti Jogjakarta-bagian 1

apartement,condotel Yogyakarta
apartement,condotel Yogyakarta
apartement,condotel Yogyakarta
apartement,condotel Yogyakarta
[block:views=similarterms-block_1]

Ikon kota Jogja sebagai kota pelajar memang tak bisa begitu saja dilepaskan dari proses perkembangan properti di Jogja. Disadari atau tidak sektor pendidikan mengambil peranan cukup besar terhadap daya serap penyaluran rumah kepada konsumen. Tiap awal ajaran baru Jogja selalu ramai dikunjungi mereka yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Para pendatang baru inilah yang menjadi lahan basah bagi pengembang dalam menawarkan produknya.

Rumah Susun, Apakah Sudah Waktunya?

rumah susun
rumah susun
[block:views=similarterms-block_1]

Saat ini kota yang terkenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata ini tengah tumbuh pesat jenis hunian vertikal. Vertical House dapat dibagi menjadi jenis residence dan komersial. Jenis residence adalah apartemen atau rumah susun, sedangkan kategori komersial dapat berupa office, atau condotel. Hunian vertikal residence atau sering disebut rumah susun, atau apartemen kini tumbuh subur sebagai pilihan hunian baru. Banyak yang bertanya, apakah sudah saatnya hunian vertikal hadir di kota Jogja? Menurut Remigius Edy Waluyo, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melihat semakin terbatasnya lahan yang dapat digunakan sebagai hunian dengan aksesibilitas yang dekat dengan kota, dan untuk lebih menghemat waktu, kedepannya hunian jenis vertikal adalah salah satu alternatif pilihannya. “Melihat beberapa pertimbangan, seperti tanah yang semakin terbatas, dan kemacetan jalan yang sudah mulai terasa, saya rasa kedepannya, masyarakat Jogja juga harus mulai memilih rumah susun sebagai alternatif pilihannya”, paparnya.

Sambutan Hangat Rumah Unik di Sedayu

Sambutan Hangat Rumah Unik di Sedayu
Sambutan Hangat Rumah Unik di Sedayu
Sambutan Hangat Rumah Unik di Sedayu
Sambutan Hangat Rumah Unik di Sedayu
Sambutan Hangat Rumah Unik di Sedayu
[block:views=similarterms-block_1]

Setiap manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Begitupun dalam membangun sebuah rumah, rumah tidak hanya dijadikan sebuah tempat untuk berlindung, atau bencengkrama bersama keluarga, tetapi rumah hendaknya dirancang “terbuka” agar bisa menciptakan suasana yang harmonis dengan tetangga sekitar lingkungan sebuah rumah. Itulah gambaran singkat dari kediaman milik Tony Andriyansyah.

Kolaborasi Rasa Tiongkok – Jawa Adya Nalendra Boutique Hotel

Adya Nalendra Boutique Hotel
Adya Nalendra Boutique Hotel
Adya Nalendra Boutique Hotel
Adya Nalendra Boutique Hotel
Adya Nalendra Boutique Hotel
[block:views=similarterms-block_1]

Menginjakkan kaki di Adya Nalendra Boutique Hotel yang terletak di Jalan Tri Margo Kulon 9A, suasana “hotel” nyaris tak terasa. Dari cara resepsionis menyapa kami, meski tetap mempertahankan kesopanan, namun keramahtamahan yang diberikan jauh dari kesan formal. Sehingga tamu yang menginap seolah merasa sedang berada di rumah sendiri, atau setidaknya, sedang berada di rumah kerabat. Hanya menyediakan 15 kamar, sejak awal sang pemilik memang sengaja menyuguhkan konsep yang sederhana.

Pilihan Bijak Dikala Krisis Energi

pemanas air solahart
pemanas air solahart
pemanas air solahart
manajer pemasaran
[block:views=similarterms-block_1]

Krisis energi menjadi isu yang dibicarakan akhir- akhir ini. Keberadaan sumber daya alam yang semakin menipis berdampak pada meningkatnya harga energi, termasuk listrik. Maklum saja, sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia menggunakan solar dan batubara sebagai bahan bakar utama. Penggunaan pemanas air bertenaga listrik merupakan alat yang selama ini dihindari oleh kebanyakan rumah pribadi di Indonesia. Alasannya, tentu saja karena biaya operasionalnya yang dianggap kelewat mahal, ketakutan akan membengkaknya tagihan listrik setiap bulannya membuat sebagian besar rumah tangga enggan memasang alat ini.

Spirit Kuliner Nostalgia Di Rumah Belanda

indie cology cafe and boutique
indie cology cafe and boutique
indie cology cafe and boutique
indie cology cafe and boutique
kuliner indie cology cafe and boutique
[block:views=similarterms-block_1]

Berkunjung ke Indiecology Café di Jalan Candra Kirana 14, Sagan, suasana vintage langsung terasa. Maklum, tempat nongkrong yang menyasar segmen anak muda tersebut menempati bangunan lawas peninggalan masa kolonial. Menempati tanah seluas 1200 m2, dan bangunan 400 m2, cafe yang beroperasi sejak 13 November 2013 tersebut nyaris tidak mengubah bentuk bangunan aslinya, yakni berbentuk rumah tinggal. “Lokasi yang kami tempati termasuk dalam cagar budaya, untuk itu kami tidak berani melakukan banyak perubahan,” ujar Manajer Operasional Indiecology, Hastomo Aditya Nugroho.

Penataan Atap Rumah Sebagai GREEN ROOF

Rooftop Garden Model Klasik
Rooftop Garden Model Mediteran
Rooftop Garden Model Modern
Rooftop Garden Model Tropis
Waterprofing Membrane
[block:views=similarterms-block_1]

Kehadiran sebuah taman dapat merilekskan kepenatan pikiran setelah hampir seharian beraktivitas di luar rumah, selain dapat menyegarkan mata, tanaman juga dapat menghasilkan oksigen yang baik untuk pernafasan sehingga berdampak pada kesehatan tubuh. Warna-warni tanaman yang ditambah gemericik air dipercaya dapat membuat seseorang menjadi lebih tenang. Namun tidak semua dapat memiliki taman yang luas terutama di perkotaan yang lahannya hampir habis diisi oleh bangunan baru. Hal ini menjadikan keberadaan sebuah taman dirumah menjadi agak langka atau sulit ditemui dewasa ini. Meski demikian, tidak lantas membuat kita tidak dapat memiliki taman sama sekali, karena kita dapat membuat taman di atap hunian kita sebagai alternatif pilihan. Rooftop garden atau taman di atap menjadi pilihan menarik karena sifatnya private dan hanya orang-orang tertentu yang dapat mengaksesnya. Sehingga sangat tepat untuk bersantai maupun menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat.

Strategi KPR Permata Bank Tahun 2014

Strategi KPR Permata Bank Tahun 2014
Strategi KPR Permata Bank Tahun 2014
Strategi KPR Permata Bank Tahun 2014
[block:views=similarterms-block_1]

Dikeluarkannya Surat Edaran Bank Indonesia (SE-BI) no. 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013 perihal Penerapan Manajemen Resiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit atau Pembiayaan Pemilikan Properti, Kredit atau Pembiayaan Konsumsi Beragun Properti, dan Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor oleh Bank Indonesia pada bulan September 2013 lalu membawa dampak yang cukup signifikan terhadap bisnis properti di seluruh Indonesia termasuk di wilayah Yogyakarta. Dengan diterapkannya SE-BI tersebut, angka penjualan produk properti mengalami tren penurunan yang tidak hanya dirasakan oleh para pengembang properti saja namun juga oleh lembaga keuangan khususnya perbankan yang selama ini menjadi mitra strategis pengembang properti. “SE BI tersebut berdampak pada angka penjualan rumah, khususnya rumah indent (siap bangun) sehingga membuat pihak perbankan juga melakukan perubahan strategi terkait pemasaran KPR”, tutur L. Rudijanto Soedjono, Senior Manager, Regional Sales Management Support & Regional Customer Management Permata Bank Yogyakarta.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain