Kolaborasi Rasa Tiongkok – Jawa Adya Nalendra Boutique Hotel
Menginjakkan kaki di Adya Nalendra Boutique Hotel yang terletak di Jalan Tri Margo Kulon 9A, suasana “hotel” nyaris tak terasa. Dari cara resepsionis menyapa kami, meski tetap mempertahankan kesopanan, namun keramahtamahan yang diberikan jauh dari kesan formal. Sehingga tamu yang menginap seolah merasa sedang berada di rumah sendiri, atau setidaknya, sedang berada di rumah kerabat. Hanya menyediakan 15 kamar, sejak awal sang pemilik memang sengaja menyuguhkan konsep yang sederhana.
Ketika berdiri 3 tahun silam, Fransiska Joko Susanto, Sang Pemilik merombak rumah pribadinya dan menjadikannya kantor berkonsep paduan Jawa-Tiongkok. Belakangan, Fransiska justru berubah pikiran untuk menjadikannya Hotel. Berdiri di atas tanah seluas 759 meter persegi, suasana “perkantoran” masih sangat terasa pada bangunan bagian depan. Terlihat dari cara menyekat ruangan yang terkesan minimalis.
Ketika masuk dan menemui meja resepsionis, di sebelah kirinya langsung kita temui Executive Lounge berukuran sekitar kira-kira 6 x 7 meter. Ruangan tersebut langsung mengingatkan kami pada suasana tempat karaoke. Hal tersebut terlihat dari adanya sebuah TV Plasma 42 inchi serta bentuk dan susunan tempat duduk di dalamnya. Selain itu ada pula sebuah cermin besar serta beberapa keramik gaya Tiongkok yang dijadikan penghias ruangan.
Sebelah kanan meja resepsionis, kita langsung menemui mini bar yang bersebelahan langsung dengan restoran. Restoran sendiri di desain sangat sederhana, hanya terdapat beberapa meja kursi di sana. Adya Nalendra termasuk dalam kawasan perkampungan cagar budaya karena jalan itu di zaman Belanda merupakan lokasi pertempuran. Itu sebabnya, banyak rumah dan bangunan lama di Jl. Tri Margo tidak boleh dipugar seenaknya, termasuk Adya Nalendra. Fransiska “hanya” menambah bangunan di bagian belakang, yang kini berfungsi sebagai kamar-kamar hotel. Penataannya memperhitungkan feng shui. Posisi pintu, jendela dan, tata letak ruangan diperhitungkan untuk sebuah keharmonisan. Maka dari itu, saat memasuki ruang resepsionis, akan segera terasa nuansa alam. Awalnya, Adya Nalendra diperuntukkan sebagai kantor Suami Siska yang seorang akademisi dan konsultan perusahaan tekstil. Siska pun tak mau tanggung-tanggung dalam membangun suasana keharmonisan dalam hotel. Semua koleksi perabotan dan benda seni koleksinya, ia masukkan ke hotel ini. Idenya dari Fransiska, lalu temannya yang seorang desainer interior yang menterjemahkannya.
Hampir semua furnitur kuno baik yang bergaya Jawa maupun Tiongkok yang ada merupakan koleksi pribadi Fransiska yang diperoleh dari kakek neneknya. Selain itu, Fransiska juga gemar berburu furnitur antik di beberapa kota seperti Semarang, Jepara, dan Solo.
Ada yang menggelitik, disetiap kamar, disediakan alat pengering rambut (hair dryer), menurut Ahmad, hal tersebut sengaja dilakukan karena bagi sebagian tamu, khususnya kaum hawa, membawa alat pengering rambut saat bepergian merupakan hal yang merepotkan karena menyita cukup tempat dalam tas tempat barang bawaan. Dari pengalamannya menginap di sejumlah hotel di luar negeri, Fransiska menyimpulkan, kemewahan fasilitas bukanlah satu- satunya hal yang membuat tamu merasa betah tinggal di hotel. Faktor pelayanan prima, terutama keramahtamahan yang tulus akan membuat tamu merasa nyaman dan tidak merasa sedang berada di tempat yang asing. Selain itu, kebutuhan para tamu juga menjadi prioritas utama.
Untuk itulah, desain hotel secara keseluruhan dibuat se- fungsional mungkin.“ Di sini hanya ada 15 kamar, masing-masing memiliki konsep beda. Semua kamar di lantai bawah bernuansa Jawa, sedangkan lantai atas bernuansa Tiongkok” ujar Marketing Manager Adya Nalendra, Ahmad kepada Redaksi.
Pada lantai bawah, semua bangunan termasuk kamar dan gasebo yang terletak pada bagian selatan seluruhnya bergaya Jawa. Hanya sebuah kolam ikan yang memisahkan antara bangunan lama dengan bangunan baru begitu kental suasana Tiongkok. Terlihat dari model kolam dan pola penyusunan batu pijak (stone pad) yang begitu terasa suasana Tiongkok.
Yang menarik, meski memiliki nuansa Jawa yang kental, namun dalam proses pembangunannya perhitungan feng shui sangat diperhatikan. Terlihat dari beberapa cermin yang terpasang di berbagai sudut bangunan. Desain interior kamar yang menyangkut tata letak kamar mandi hingga pengaturan tempat tidur pun turut diperhitungkan. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang pemilik yang merupakan keturunan Tiongkok. “Kami berharap, desain bangunan yang disesuaikan dengan feng shui tersebut tak hanya memberi keberuntungan bagi kami. Tapi juga memberi pengaruh yang positif kepada tamu yang menginap,” imbuh Ahmad.
Ada tiga tipe kamar yang disediakan yaitu, superior, deluxe , dan executive. “Kami juga menyediakan satu kamar khusus bernuansa lega untuk berbulan madu. Selain servis kamar, bagi pasangan peserta bulan madu mendapatkan free candle light dinner ,” imbuh Ahmad berpromosi.
Pada kamar superior gaya Tiongkok klasik maupun Jawa begitu kental. Hal tersebut paling kentara pada bentuk tempat tidur yang dilengkapi tiang penyangga kelambu penuh dengan motif ukiran Tiongkok maupun Jawa. Mematok tarif mulai Rp 460 ribu hingga Rp 810 ribu per malam, kebanyakan tamu yang menginap berasal dari kalangan keluarga. Maklum saja, Adya Nalendra tidak menyediakan beberapa fasilitas yang biasanya umum terdapat di hotel seperti meeting room dan ballroom.
Beberapa jenis tamu seperti mahasiswa asing maupun peneliti dari luar negeri yang kebetulan sedang berada di Jogja bahkan menginap untuk waktu yang cukup lama, sampai berbulan- bulan. Untuk kategori tamu seperti itu, pihak hotel menawarkan harga khusus yang berbeda dengan tarif reguler. Dengan tarif yang relatif terjangkau, Adya Nalendra merupakan favorit bagi tamu dengan durasi menginap cukup lama. Bila dibandingkan dengan sejumlah rumah kost eksklusif yang banyak ditemui di seputaran Jogja, harga yang ditawarkan tidaklah terpaut banyak.
Selain itu, jaraknya yang hanya 10 menit dari pusat kota membuatnya memiliki keunggulan tersendiri. Bandingkan dengan hotel- hotel berbintang yang kebanyakan lokasinya berada di pinggiran kota. Timur-Red
Adya Nalendra Boutique Hotel
Jl. Tri Margo Kulon 9A Jogjakarta
Telp. (0274)554606, 6800505, 549302
www.adya-nalendra.com
email : reservation@adya-nalendra.com

















































































