Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Santap

Kebebasan Menikmati Wedangan & Panganan di Pendopo Nde' Luweh

Pendopo nde'Luweh
Area VVIP dan Irsyam Sigit Wibowo(owner)
Pendopo dan Limasan yang nyaman
Area Outdoor Pendopo Nde'Luweh
Aneka hidangan Pendopo Nde'Luweh
[block:views=similarterms-block_1]

Perkembangan rumah makan di Yogyakarta semakin banyak memberikan pilihan bagi para konsumen dalam memilih menu serta konsep resto yang akan dinikmati. Kreatifitas serta jatidiri sebuah rumah makan akan menjadi kekuatan dalam menjual konsep serta menu kuliner yang akan ditawarkan.

Pendopo Nde Luweh menawarkan sebuah konsep rumah makan dengan konsep bangunan tradisonal yang dipadukan dengan konsep alam untuk mendukung gerakan pro lingkungan (go green). Nde Luweh sendiri merupakan kata-kata yang dipilih oleh Sang Owner, Irsyam Sigit Wibowo, untuk menegaskan filosofi ”Luweh” yang berarti sak karepmu atau terserah. Resto tersebut memberikan kebebasan bagi para pengunjung untuk menemukan kenyamanannya meski hanya sekedar ngobrol berlama-lama tanpa larangan apapun. Terlepas dari kata Luweh, pelayanan yang diberikan bukan berarti asal-asalan tetapi tetap mengacu pada standar pelayanan resto yang mengutamakan kenyamanan pengunjung.

Nostalgia Sajian Tradisional De Kendhil Resto

De Kendhil Resto
Display foto-foto produksi gerabah memperkuat tema d’Kendhil Resto
Layout ruang makan utama hadir dengan nuansa klasik
Nuansa tropis kental terasa pada area outdoor
Aneka menu hidangan De Kendhil Resto
[block:views=similarterms-block_1]

Berwisata kuliner sekaligus menikmati suasana resto yang hommy adalah dambaan setiap orang. Selain tujuan bersantap adalah untuk mengenyangkan perut, kenyamanan tempat pun turut menjadi pertimbangan yang tidak boleh ditinggalkan. Salah satu destinasi tempat yang tepat untuk persoalan di atas adalah De Kendhil Resto yang telah hadir di kota Gudeg ini. De Kendhil Resto hadir dengan menyajikan makanan tradisional dari berbagai penjuru dengan mengusung tagline "Ahlinya Masakan Tradisional". Resto ini mengangkat kerajinan tradisional gerabah sebagai tema desain bangunan dan menjadikannya sebagai icon yang memberikan pengalaman bersantap berbeda dari resto lainnya. Restoran tersebut berada di Jalan Kaliurang No. 20 Km. 5 Yogyakarta ini hadir untuk Anda yang ingin bersantap sembari menikmati suasana yang nyaman dan membuat betah untuk berlama-lama di tempat ini.

“Mengenai penamaan De Kendhil sebenarnya memiliki doa dan makna tersendiri. Kendhil atau periuk yang pada jaman dahulu digunakan untuk menanak nasi dianggap sebagai wadah yang diharapkan bisa memberikan barokah bagi semua yang ada di dalamnya. Dalam logonya juga terdapat gambar dedaunan, maknanya bahwa kendil ini juga akan membawa kesejahteraan,” papar Agus Dina Istiqlal, Marketing De Kendhil Resto. Resto yang mulai beroperasi mulai akhir tahun 2015 tersebut hadir dengan konsep tradisional , namun dengan tetap membawa kesan modern pada desain interiornya. Pengunjung akan disambut dengan deretan kendil yang sangat banyak cocok untuk background selfie. Area parkir di De Kendhil Resto ini cukup luas, ketika masuk ke dalam resto pengunjung akan disambut dengan live cooking sehingga tempat ini sangat menarik dan nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama sambil menikmati menu-menu yang disediakan De Kendhil. Selain direkomendasikan untuk pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga sambil menikmati makan siang atau makan malam di kota Jogja, resto ini juga cocok untuk dijadikan tempat gathering, tempat merayakan ulang tahun bersama teman-teman, dan kolega, cocok juga untuk mengadakan acara meeting dan sangat cocok juga untuk dijadikan tempat makan malam romantis bersama pasangan.

Totalitas Resto Full Konsep Nestcology Land Of Gastronomy

Konsep Industrial Nestcology
Sudut ruangan Nestcology
Outdoor Area Nestcology
Aneka menu Nestcology
Chef Ernest
[block:views=similarterms-block_1]

Saat ini perkembangan sektor jasa semakin meningkat, kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi tidak kalah dibandingkan dengan sektor lainnya. Oleh karena itu tingkat kualitas sistem pelayanan industri jasa harus selalu ditingkatkan. Cara yang dapat ditempuh adalah dengan berusaha mengetahui dan memahami ekspektasi pelanggan terhadap sistem pelayanan yang diberikan. Dengan demikian, pihak penyedia jasa dapat memperbaiki dan mengembangkan sistem pelayanannya menjadi lebih baik. Salah satu industri jasa yang perkembangannya cukup pesat adalah industri restoran.

Nestcology Land Of Gastronomy. Begitulah tagline restoran ini. Dengan mengangkat konsep one stop dining experience, Nestcology Semarang menawarkan aneka menu makanan dan minuman yang menggoda selera mulai dari dari snack, appetizer, main course, dessert, mocktail & coffee. Demi memberikan sebuah pengalaman baru kepada masyarakat Semarang dalam menikmati sebuah hidangan dengan sentuhan molecular gastronomy adalah tujuan seorang Ernest Christoga mendirikan Nestcology. Nestcology berdiri dengan memadukan casual dining, coffee shop, bar, dan lounge dalam satu atap. Bahkan sampai saat ini putra dari perancang busana ternama Tanah Air, Anne Avantie itu masih berusaha mencari formula yang tepat dengan konsep Gastroversity yang diterapkan dalam setiap hidangan. Dijelaskan bahwa Gastroversity sendiri merupakan gabungan dari dua kata yaitu gastro dan diversity. Makna dua kata tersebut adalah kombinasi dari nilai kebudayaan, seni, fusion, dan dimensi rasa yang tergambar dalam setiap hidangan dari Nestcology.

Z Kitchen Coffee & Resto Sajikan Kuliner Bagi Seluruh Indera Anda

Z Kitchen
Tata ruang Zkithen Coffe & Resto
Suasana Smoking Area
Aneka Menu dari Z Kithcen
Karyawan Z Kitchen
[block:views=similarterms-block_1]

Bisnis kuliner di kawasan Jogjakarta semakin semarak dengan hadirnya berbagai macam resto maupun kafe yang menawarkan berbagai variasi konsep bangunan dan menu menarik. Persaingan di dunia kuliner menuntut inovasi para pelakunya untuk menghadirkan konsep yang berbeda, unik, serta segar untuk dapat diterima oleh berbagai kalangan khususnya segmen anak muda yang menjadi salah satu segmentasi pasar paling potensial. Tak hanya menu yang menarik, namun penataan interior yang nyaman untuk bersantap dan berinteraksi saat ini menjadi hal yang dicari oleh penikmat kuliner Jogja.

Salah satu resto yang menawarkan konsep dan inovasi terbaru adalah ZKitchen Coffee & Resto. Coffee & Resto yang beralamat di Jalan Waras, No. 94D, Palagan, Sariharjo, Sleman, Jogjakarta mencoba mengusung konsep industrial klasik yang merupakan gabungan antara konsep industrial furnitur dengan kuliner sehingga tercipta kombinasi untuk merangsang seluruh panca indera pengunjungnya. Resto yang mulai beroperasi pada tanggal 17 Oktober 2016 ini memiliki fasad depan menyerupai greenhouse dengan dominasi material berupa kaca. Dominasi unsur kaca juga terlihat pada beberapa hiasan pada bagian dalam yang berupa cermin berbagai model dan ukuran pada berbagai sisi dindingnya. Selain untuk estetika penggunaan material kaca seperti cermin juga berfungsi untuk menambah kesan lebih luas pada bagian dalam ruangan resto.

Nongkrong Asik Bareng Teman di Tap House

Taphouse
Suasana di taman
Main bar & Konsep bar table berbahan cor berpadu furnitur berbahan kayu Jati Bel
Sumur tua sebagai point of interest di area depan
Aneka Menu Taphouse
[block:views=similarterms-block_1]

Pada abad pertengahan di sebagian besar negara Eropa, bir menjadi minuman yang mutlak diperlukan sehari-hari pada saat haus. Sama dengan orang Indonesia abad lalu yang selalu menyediakan air putih di dalam kendi. Hal tersebut tidak lepas dari belum ditemukannya teknologi filtrasi untuk mengolah air tanah menjadi air tawar jernih dan higienis. Namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi untuk mengolah air tanah menjadi air minum, tradisi minum bir hanya menjadi selingan saja. Semakin lama kebiasaan minum bir terutama saat berkumpul bersama teman juga mulai masuk di masyarakat Indonesia, terlepas dari pro dan kontra keberadaan minuman satu ini.

Berawal dari hobi kedelapan owner Tap House minum bir saat mereka berkumpul, yang akhirnya mereka wujudkan dalam sebuah beer house yang diberi nama Tap House. “Dulu awalnya kami berdelapan yang memang sama-sama punya hobi ngebir bareng. Setelah ngobrol akhirnya kami sepakat untuk bikin sebuah tempat untuk berkumpul dan minum bir bareng, ya akhirnya jadilah Tap House ini”, ujar Pandes yang juga salah satu owner dari Tap House.

Nama Tap House sendiri diambil dari kata tap yang berarti keran yang ada pada drum beer jaman dahulu. Lalu lambang dari Tap House juga berbentuk seperti biji malt atau semacam biji gandum yang merupakan bahan dasar pembuatan beer. Kafe ini mulai beroperasi sekitar 7 bulan yang lalu dan telah memiliki konsumen setia. Banyak pengunjung dari wisatawan asing yang sedang berlibur di Jogja, namun tidak sedikit juga konsumen lokal yang datang untuk menghabiskan waktu di kafe ini.

Kuliner Sehat dari LECKER

Kuliner sehat dari Lecker
Sulcha Prihasti, S.E., M.M Owner Lecker
Area lantai 1 Lecker
Area lantai 2 Lecker
Aneka menu Lecker
[block:views=similarterms-block_1]

Berawal dari kebiasaan menikmati secangkir kopi dan mengkonsumsi makanan sehat yang kemudian menginspirasi pasangan suami istri Mohammad Aminuddin, S. H. Dan Sulcha Prihasti, S.E., M.M untuk membangun sebuah rumah kopi dan resto. Meski sempat lama tertunda, akhirnya pada tanggal 10 September 2009 pasangan suami istri ini dapat merealisasikan keinginan mereka tersebut dalam wujud Lecker Rumah Kopi dan Resto yang beralamat di Jalan HOS. Cokroaminoto 201 Yogyakarta. Namun berjalan 7 tahun, akhirnya Lecker berkembang dan menempati bangunan baru yang berlokasi tepat di sebelah selatan dari bangunan lama resto tersebut. Resmi beroperasi pada tanggal 16 September 2016, bangunan baru Lecker ini menempati lahan dengan luas ±500 m2 dan luas bangunan ±700 meter persegi.

Nampak pertama pada bangunan depan resto tersebut layaknya bangunan bergaya arsitektur Jerman, dengan lahan parkir pengunjung yang lebih luas sehingga menambah kenyamanan pengunjung yang ingin bersantap bersama rekan ataupun family. Pada fasad depan nampak batu bata ekspos mendominasi tampilan depan resto ini. Dipadu dengan beberapa pepohonan semakin manambah kesan asri bangunan tersebut. Masuk ke dalam ruangan resto, nuansa yang tersaji agak sedikit berbeda dengan desain fasad depan yang bergaya arsitektur Jerman. Pada ruangan di lantai bawah ini lebih bernuansa nyaman dengan sedikit sentuhan dekorasi ala Mediterania namun dengan tetap menampilkan sisi Indonesia juga. Hal tersebut nampak dari berbagai sudut tembok bangunan dengan batu bata ekspos, berpadu dengan lantai dari tegel kuno khas rumah Jawa.

EATERNITY, Padukan Pizza dengan Konsep Industrial

Eaternity
Eaternity Solo
Meja Unik berbentuk bekas rol kabel fiber optic
Eddi Siswoyo
Aneka Menu Eaternity
[block:views=similarterms-block_1]

Dalam memilih restoran untuk memenuhi kebutuhan makan, saat ini masyarakat bukan hanya mencari menu makanan saja, akan tetapi tempat yang unik serta cozy menjadi cukup diminati. Hal tersebut yang menjadi dasar Eddi Siswoyo dalam membangun sebuah restoran yang tidak hanya mengunggulkan menu makanan yang lezat, tapi juga tempatnya yang lain daripada yang lain. Dan akhirnya pada bulan Agustus 2014, Ia mulai membuka restoran yang diberi nama Eaternity.

“Kalau untuk namanya sendiri sebenarnya ini (red: Eaternity) adalah plesetan dari kata eat (makan) dan eternity (berkesinambungan). Jadi harapannya sih orang-orang yang makan ke sini bakal selalu berkesinambungan,” ungkap Eddi. Restoran yang terletak di Jalan Ir. Soekarno no. 27 ini memiliki konsep industrial dengan sentuhan unfinished yang nampak mendominasi sudut bangunannya.

Sultan Agung Cuisines Mengelilingi Kuliner Dunia dari Jantung Kota Jogja

Sultan Agung Cuisines
Arsitektur kolonial pada hall Sultan Agung Cuisines
Maria Hermawan
Hall bagian samping Sultan Agung Cuisines
Aneka menu makanan dan minuman Sultan Agung Cuisines
[block:views=similarterms-block_1]

No Pork, No MSG, itulah tagline yang diberikan oleh owner Sultan Agung Cuisines sebagai branding untuk mengkampanyekan makanan sehat pada resto yang berdiri tanggal 6 Maret 2016 ini.

Resto yang terletak di Jalan Sultan Agung No.24, Mergangsan, Kota Yogyakarta tersebut berdiri pada lahan seluas 1500 m2 dengan arsitektur depan berupa bangunan bergaya kolonial. Bagian depan bangunan yang berada persis disamping Museum Biolologi ini berupa bangunan kuno bergaya kolonial dengan ciri berupa 3 pintu besar berukuran 3,5 m x 1,5 m yang dapat menunjukkan kemegahan bangunan sekaligus berfungsi sebagai jendela yang memperlihatkan bagian hall utama resto.

Aura Positif Peridot Coffee & Tea Klaten

Peridot Coffee & Tea
Area outdoor Peridot Coffee & Tea
Area Indoor Peridot Coffee & Tea
Theresia Novita Candrasari dan para Barista
Aneka menu Peridot Coffee & Tea
[block:views=similarterms-block_1]

Berkunjung ke daerah Klaten, wajib bagi Anda para pecinta kopi dan teh untuk mampir ke Peridot Coffee & Tea. Sebagai salah satu pionir di dunia cafe dan resto wilayah Klaten, Peridot Coffee & Tea patut dijadikan referensi tempat nongkrong bagi Anda yang sedang berwisata ke daerah Klaten. Konsep cafe dan resto masa kini yang diusung pun cukup menarik buat kalangan muda maupun keluarga. Penggunaan material kaca pada fasad cafe dan resto, cukup menarik untuk mengundang rasa penasaran calon konsumen lokal maupun luar daerah. Ditambah dengan adanya running text bertuliskan 'PERIDOT COFFEE & TEA' yang juga mampu menarik perhatian orang-orang yang sedang melewatinya.

Udang Kipas Nusantara, Bilik Kayu Herritage Resto

Bilik Kayu Heritage Resto
Konsep Tropis area outdoor Bilik kayu Heritage Resto
Kemewahan Bilik Sono keling
Teras Depan Bilik Kayu Jati
Menu makanan dan minuman Bilik Kayu Heritage Resto
[block:views=similarterms-block_1]

Berwisata kuliner sekaligus menikmati suasana resto yang hommy adalah dambaan setiap orang. Selain tujuan bersantap adalah mengenyangkan perut, kenyamanan tempat pun turut menjadi pertimbangan yang tak boleh ketinggalan. Destinasi tempat yang tepat untuk persoalan di atas adalah Bilik Kayu Herritage Resto yang kini hadir di kota Gudeg, yakni kota Yogyakarta. Bilik Kayu Herritage Resto yang beralamat di Jl. IPDA Tut Harsono, no. 72 Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta tersebut, hadir untuk Anda yang ingin bersantap sembari menikmati suasana yang hommy dan nyaman.

Kenyamanan yang pertama ditunjukkan Bilik Kayu Herritage Resto terlihat sejak di area parkir yang terbilang luas. “Tempat parkir kami mampu menampung sekitar 6 bus pariwisata besar dan sekitar 40 mobil masuk,” kata Ria Noor selaku Marketing Manager Bilik Kayu Herritage Resto. Selain menyediakan area parkir yang luas, keseriusan pembangunan yang tak kalah menariknya terlihat dari bangunan-bangunan yang berdiri kokoh siap menyambut setiap tamu yang akan menikmati makanan di sana.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah