Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Santap

Sensasi ke Amerika Tahun 50-an di Double Decker Casual Dining Solo Baru

Double Decker Casual Dining Solo Baru
Area makan lantai dasar Double Decker
Meeting area dan karyawan Double Decker
Toilet unik
Menu unggulan Double Decker
[block:views=similarterms-block_1]

Wisata kuliner kota Solo ternyata tidak hanya menjunjung ragam panganan lokal yang nikmat dan murah meriah. Menikmati sajian lezat di atas bus tingkat di Double Decker Casual Dining dapat menjadi salah satu pengalaman wisata kuliner yang tak bisa dilupakan. Double Decker adalah salah satu tempat casual dining dengan konsep unik dan menarik yang menawarkan sejuta kenikmatan western food, sekaligus membawa kita ke suasana Amerika tahun 1950an yang terkesan vintage, terlihat dari segala ornamen-ornamen yang akan membawa para pengunjungnya masuk dalam dimensi tahun 50an. Seperti televisi dan radio kuno, mural-mural cantik ala jadul dan juga suasana kota New York di era 50an.

Berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, atau tepatnya berada di ground floor Fave Hotel dan diapit pusat perbelanjaan serta pertokoan, semua mata orang yang lewat akan tertuju pada bus merah yang menjadi icon resto satu ini. Apalagi ada gadis-gadis manis berpakaian maid yang cute dan selalu menyambut siapapun yang datang dengan senyum manis.

Nostalgia Atmosfer Kaki Gunung Travelmie Puncaknya Jogja

Travelmie Puncaknya Jogja
Fasad ruko dengan sentuhan etnik
Ruang makan lantai atas bernuansa laut
Ibrahim Nur Hidayat beserta Ricky Zaenal
Aneka menu Travelmie Puncaknya Jogja
[block:views=similarterms-block_1]

Setiap tempat makan memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Apalagi jika tempat makan itu adalah tempat baru, tentunya akan menampilkan sesuatu yang berbeda dari tempat makan lain yang sudah ada. Hal tersebut tentu akan membuat setiap tempat makan baru untuk berlomba-lomba menampilkan cirinya tersendiri yang menarik.

Salah satu tempat makan dengan konsep ala area perkemahan yang sangat menarik untuk dikunjungi yaitu Travelmie dengan brand location “Puncaknya Jogja 0223 MDPL”. Travelmie adalah salah satu tempat makan baru yang berdiri di beberapa kota di Indonesia, diantaranya berada di Tangerang, Jakarta, Surabaya, Malang, dan terakhir berada di kota Yogyakarta yang mulai beroperasi pada tanggal 19 September 2017 yang lalu. Resto keren dan yang pertama membawa tema petualangan ini sangatlah sayang untuk dilewatkan, karena desainnya dan konsep tempat ini yang cukup menarik. Maka tak heran Travelmie ini segera menjadi tempat makan pilihan dan banyak dikunjungi terutama anak muda dan keluarga.

Suguhan Langgam Budaya Lawasan Kopi Tubruk Den Jayeng

Kopi Tubruk DenJayeng
Kopi Tubruk DenJayeng
Kopi Tubruk DenJayeng
Kopi Tubruk DenJayeng
Kopi Tubruk DenJayeng
[block:views=similarterms-block_1]

Dalam memilih restoran untuk memenuhi kebutuhan makan, belakangan ini masyarakat bukan hanya mencari berdasarkan menu makanannya saja, akan tetapi tempat yang unik serta cozy menjadi cukup diminati. Hal tersebut yang menjadi dasar Aldo Inka Giffari dalam membangun sebuah tempat makan yang tidak hanya mengunggulkan menu masakan lezat, tapi juga tempatnya yang memiliki daya tarik tersendiri. Dan akhirnya pada bulan Juli 2017 atau beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri, Ia mulai membuka restoran yang diberi nama Kopi Tubruk Den Jayeng.

“Kalau untuk namanya sendiri sebenarnya ini (Den Jayeng –red) adalah nama dari kakek buyut saya yaitu Den Jayeng Sumardi. Nah tempat ini sendiri dulunya merupakan rumah tinggal beliau, namun setelah kakek buyut meninggal rumah ini sempat kurang lebih 27 tahun kosong tidak ditempati. Akhirnya saya dan keluarga mempunyai ide untuk memanfaatkan bangunan ini untuk dijadikan tempat makan. Memakan waktu setahun untuk mengkonsep dan merenovasi bangunan, ya alhamdulillah tahun ini sudah mulai beroperasi”, ungkap Aldo.

Mencicipi Kombinasi Budaya Lawasan Wedang Kopi Prambanan

Wedang Kopi Prambanan
Coffee Bar area
Entrace area
Bangunan Joglo
Aneka menu
[block:views=similarterms-block_1]

Obyek Wisata Candi Prambanan, siapa lagi yang tak mengenalnya? Candi indah yang berada di Jogja dan merupakan salah satu tujuan destinasi wisata saat di Jogja. Komplek Candi Prambanan ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta. Lokasi obyek wisata Candi Prambanan Yogyakarta ini persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan sendiri termasuk situs warisan dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Bagi wisatawan yang ingin berwisata kuliner di seputaran komplek Candi Prambanan, nampaknya Wedang Kopi Prambanan adalah destinasi yang wajib dicoba. Menawarkan kesederhanaan yang menyatu dalam nuansa persawahan, kesejukannya akan menghantarkan Anda bersama keluarga ataupun sahabat dalam obrolan yang mendamaikan sanubari. Menikmati suara daun padi yang tertiup semilir angin semakin menambah nikmatnya bersantap. Semua itu bisa Anda rasakan di Wedang Kopi yang terletak di Jalan Manisrenggo No. 16, Prambanan atau sekitar 1 kilometer sebelah Timur komplek Candi Prambanan.

Nostalgia Kuliner Ndeso Ngangeni Racikan Ingkung Kuali

Ingkung Kuali
Gasebo
Bamboo Hall
material bambu
Menu Unggulan Ingkung Kuali
[block:views=similarterms-block_1]

Bicara Daerah Istimewa Yogyakarta, selain adat dan budaya yang masih kental, wisatawan juga berburu kuliner khas. Biasanya, mereka mencari gudeg atau oleh-oleh khas Jogja seperti bakpia. Padahal, Jogjakarta memiliki banyak pilihan kuliner yang tidak kalah nikmat bila dibandingkan dengan gudeg. Berwisata kuliner di Yogyakarta memang lebih asyik kalau disertai dengan perburuan kuliner yang masih tradisional atau ndeso, apalagi yang sudah mulai jarang dijumpai. Meskipun kerap kali lokasinya agak jauh dari pusat kota Yogyakarta, namun ada kepuasan tersendiri saat berhasil menemukan kuliner langka yang enak dan belum diketahui banyak orang. Bagi yang ingin bernostalgia dengan menu kenduri zaman dulu, mungkin akan tertarik dengan masakan ingkung ayam yang belakangan kembali digemari. Di daerah Bantul ada beberapa tempat yang menawarkan kuliner klasik ini beserta suasana khas pedesaan yang bersahaja.

Lekker Je Café Eksotisme Kuliner Berbumbu Rock'n Roll

kuliner
kuliner
spot
khas
makanan
[block:views=similarterms-block_1]

Jogjakarta sebagai salah satu kota tujuan favorit para wisatawan baik lokal maupun internasional. Hal tersebut tentu saja merupakan peluang bagi penggiat bisnis kuliner yang tidak dapat dilewatkan untuk membuka kafe-kafe menarik di kota tersebut. Kota yang terkenal dengan kebudayaannya ini pun tidak pernah habisnya menyajikan beragam kuliner unik dan menarik. Dari satu sudut kota ke sudut lainnya, dari jenis makanan satu ke makanan lainnya, dan dari jenis minuman satu hingga jenis minuman lainnya. Namun, tentu tidak semua menu yang baru dan unik menjadi daya tarik. Selalu ada desain interior yang unik untuk menjadi daya tarik yang kuat agar para pengunjung ingin datang dan singgah.

Mencicip Olahan Ala Meneer di MP Pavilion Purwokerto

MP Pavilion Purwokerto
Konsep Kolonial MP Pavilion Purwokerto
Selasar MP Pavilion Purwokerto
Aneka Tematik MP Pavilion Purwokerto
Aneka hidangan MP Pavilion Purwokerto
[block:views=similarterms-block_1]

Hadir sejak 13 tahun yang lalu namun mengalami pergantian konsep pada tahun 2014, MP Pavilion ikut menyemarakkan jagad kuliner di Kota Purwokerto. Menyajikan ragam menu bercita rasa Nusantara, Chinese, dan Eropa. Berlokasi di Jalan MT. Haryono 140 atau masih berada di sekitar Pasar Wage, setiap tamu yang datang akan mendapatkan pengalaman makan yang baru. Mulai dari gaya bangunan, pelayanan, dan tentu saja soal cita rasa yang lezat. Mengenai nama resto ini sendiri, Gita Putri selaku staff admin menjelaskan bahwa MP ada singkatan dari kata 'Merah Putih'. “Resto ini memang sudah ada sejak 13 tahun yang lalu dengan konsep layaknya rumah tempo dulu. Makanan serta desain arsitekturnya juga sangat mencerminkan nuansa Indonesia yang sangat klasik, maka dari itu dulu dipilih nama merah putih,” ungkap Gita.

Membahas gaya bangunan yang diusungnya, MP Pavilion tampil dengan karakter yang kuat. Jika ditengok dari fasad bangunan saja maka restoran tersebut sudah menunjukkan kekhasan dari arsitektur yang diusungnya, yaitu gaya bangunan kolonial Belanda. Pilar kotak yang megah di area teras depan yang berdiri kokoh, serta pemilihan warna putih di lingkup depan bangunan juga menjadi ciri dari bangunan kolonial. Nuansa kolonial Negeri Kincir Angin di restoran ini tidak hanya ditampilkan melalui dekorasi ruangannya saja, akan tetapi dari bangunannya sendiri yang memang merupakan bangunan yang berusia cukup tua dan dulu pemiliknya merupakan seorang warga negara Belanda.

Kebebasan Menikmati Wedangan & Panganan di Pendopo Nde' Luweh

Pendopo nde'Luweh
Area VVIP dan Irsyam Sigit Wibowo(owner)
Pendopo dan Limasan yang nyaman
Area Outdoor Pendopo Nde'Luweh
Aneka hidangan Pendopo Nde'Luweh
[block:views=similarterms-block_1]

Perkembangan rumah makan di Yogyakarta semakin banyak memberikan pilihan bagi para konsumen dalam memilih menu serta konsep resto yang akan dinikmati. Kreatifitas serta jatidiri sebuah rumah makan akan menjadi kekuatan dalam menjual konsep serta menu kuliner yang akan ditawarkan.

Pendopo Nde Luweh menawarkan sebuah konsep rumah makan dengan konsep bangunan tradisonal yang dipadukan dengan konsep alam untuk mendukung gerakan pro lingkungan (go green). Nde Luweh sendiri merupakan kata-kata yang dipilih oleh Sang Owner, Irsyam Sigit Wibowo, untuk menegaskan filosofi ”Luweh” yang berarti sak karepmu atau terserah. Resto tersebut memberikan kebebasan bagi para pengunjung untuk menemukan kenyamanannya meski hanya sekedar ngobrol berlama-lama tanpa larangan apapun. Terlepas dari kata Luweh, pelayanan yang diberikan bukan berarti asal-asalan tetapi tetap mengacu pada standar pelayanan resto yang mengutamakan kenyamanan pengunjung.

Nostalgia Sajian Tradisional De Kendhil Resto

De Kendhil Resto
Display foto-foto produksi gerabah memperkuat tema d’Kendhil Resto
Layout ruang makan utama hadir dengan nuansa klasik
Nuansa tropis kental terasa pada area outdoor
Aneka menu hidangan De Kendhil Resto
[block:views=similarterms-block_1]

Berwisata kuliner sekaligus menikmati suasana resto yang hommy adalah dambaan setiap orang. Selain tujuan bersantap adalah untuk mengenyangkan perut, kenyamanan tempat pun turut menjadi pertimbangan yang tidak boleh ditinggalkan. Salah satu destinasi tempat yang tepat untuk persoalan di atas adalah De Kendhil Resto yang telah hadir di kota Gudeg ini. De Kendhil Resto hadir dengan menyajikan makanan tradisional dari berbagai penjuru dengan mengusung tagline "Ahlinya Masakan Tradisional". Resto ini mengangkat kerajinan tradisional gerabah sebagai tema desain bangunan dan menjadikannya sebagai icon yang memberikan pengalaman bersantap berbeda dari resto lainnya. Restoran tersebut berada di Jalan Kaliurang No. 20 Km. 5 Yogyakarta ini hadir untuk Anda yang ingin bersantap sembari menikmati suasana yang nyaman dan membuat betah untuk berlama-lama di tempat ini.

“Mengenai penamaan De Kendhil sebenarnya memiliki doa dan makna tersendiri. Kendhil atau periuk yang pada jaman dahulu digunakan untuk menanak nasi dianggap sebagai wadah yang diharapkan bisa memberikan barokah bagi semua yang ada di dalamnya. Dalam logonya juga terdapat gambar dedaunan, maknanya bahwa kendil ini juga akan membawa kesejahteraan,” papar Agus Dina Istiqlal, Marketing De Kendhil Resto. Resto yang mulai beroperasi mulai akhir tahun 2015 tersebut hadir dengan konsep tradisional , namun dengan tetap membawa kesan modern pada desain interiornya. Pengunjung akan disambut dengan deretan kendil yang sangat banyak cocok untuk background selfie. Area parkir di De Kendhil Resto ini cukup luas, ketika masuk ke dalam resto pengunjung akan disambut dengan live cooking sehingga tempat ini sangat menarik dan nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama sambil menikmati menu-menu yang disediakan De Kendhil. Selain direkomendasikan untuk pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga sambil menikmati makan siang atau makan malam di kota Jogja, resto ini juga cocok untuk dijadikan tempat gathering, tempat merayakan ulang tahun bersama teman-teman, dan kolega, cocok juga untuk mengadakan acara meeting dan sangat cocok juga untuk dijadikan tempat makan malam romantis bersama pasangan.

Totalitas Resto Full Konsep Nestcology Land Of Gastronomy

Konsep Industrial Nestcology
Sudut ruangan Nestcology
Outdoor Area Nestcology
Aneka menu Nestcology
Chef Ernest
[block:views=similarterms-block_1]

Saat ini perkembangan sektor jasa semakin meningkat, kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi tidak kalah dibandingkan dengan sektor lainnya. Oleh karena itu tingkat kualitas sistem pelayanan industri jasa harus selalu ditingkatkan. Cara yang dapat ditempuh adalah dengan berusaha mengetahui dan memahami ekspektasi pelanggan terhadap sistem pelayanan yang diberikan. Dengan demikian, pihak penyedia jasa dapat memperbaiki dan mengembangkan sistem pelayanannya menjadi lebih baik. Salah satu industri jasa yang perkembangannya cukup pesat adalah industri restoran.

Nestcology Land Of Gastronomy. Begitulah tagline restoran ini. Dengan mengangkat konsep one stop dining experience, Nestcology Semarang menawarkan aneka menu makanan dan minuman yang menggoda selera mulai dari dari snack, appetizer, main course, dessert, mocktail & coffee. Demi memberikan sebuah pengalaman baru kepada masyarakat Semarang dalam menikmati sebuah hidangan dengan sentuhan molecular gastronomy adalah tujuan seorang Ernest Christoga mendirikan Nestcology. Nestcology berdiri dengan memadukan casual dining, coffee shop, bar, dan lounge dalam satu atap. Bahkan sampai saat ini putra dari perancang busana ternama Tanah Air, Anne Avantie itu masih berusaha mencari formula yang tepat dengan konsep Gastroversity yang diterapkan dalam setiap hidangan. Dijelaskan bahwa Gastroversity sendiri merupakan gabungan dari dua kata yaitu gastro dan diversity. Makna dua kata tersebut adalah kombinasi dari nilai kebudayaan, seni, fusion, dan dimensi rasa yang tergambar dalam setiap hidangan dari Nestcology.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah