Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Magnet Pendidikan yang berkolerasi dalam bisnis Properti Jogja - bagian 2

    perumahan jogja mukti sewon residence
    perumahan jogja grahatama permai 4
    perumahan jogja fasco village
    perumahan jogja villa kelapa gading
    perumahan jogja villa taman anggrek

    MUKTI SEWON RESIDENCE
    Tak jauh dari lokasi Sekar Bakung Residence juga terdapat perumahan garapan PT. Mugi Mukti Mulia dengan nama Mukti Sewon Residence. Mukti Sewon Residence berlokasi di Desa Ngoto, Bangun Harjo Sewon Bantul. Berada pada kawasan yang memang sudah terbentuk sebagai perumahan, daerah tersebut menawarkan sebuah kawasan hunian dan kenaikan nilai investasi yang menjanjikan. Mukti Sewon Residence terletak di antara Jalan Imogiri Barat dan Jalan Parangtritis,

    sehingga secara aksesibilitas, perumahan ini memiliki akses yang sangat baik untuk menjangkau berbagai fasilitas pembangkit lingkungan di kedua jalan tersebut. Konsumen properti Jogja semakin beragam, mereka yang membeli rumah di Jogja memiliki berbagai alasan sendiri. Lokasi dan akseslah yang menjadi pertimbangan bagi pasar dalam menentukan pilihan. Lokasi yang strategis, dekat dengan pusat pendidikan, perbelanjaan, perkantoran, dan sarana pembangkit lingkungan lainnya akan laris di pasar. Jika para developer 'bermain' secara benar dan melihat potensi perkembangan pasar yang positif tak heran jika banyak developer yang memiliki keyakinan potensi properti akan semakin baik.

    Seperti halnya PT. Mugi Mukti Mulia, pengembang ini melihat dengan jeli pangsa pasar kelas menengah di daerah tersebut masih cukup tinggi untuk digarap. “Pasar kelas menengah di daerah tersebut masih cukup tinggi untuk digarap secara matang”, tutur Benny Sutedja, S.E, Marketing PT. Mugi Mukti Mulia. Konsumen Mukti Sewon Residence berbanding seimbang antara konsumen lokal maupun konsumen dari luar Jogja. Konsumen kami kebanyakan adalah dari kalangan pasangan muda yang baru pertama kali memiliki rumah. Mukti Sewon Residence menawarkan tipe rumah mulai dari tipe 42, tipe 52, dan tipe 60. Tipe 42/92 saat ini sudah habis terjual. Tipe 52/102 dipasarkan pada kisaran harga 355 jutaan, dan tipe 60/124 dipasarkan pada kisaran harga 440 jutaan. Seperti diungkapkan Benny Sutedja, S.E, Marketing PT. Mugi Mukti Mulia pada proyeknya perumahan Mukti Sewon Residence,” Dari beberapa tipe yang kami tawarkan rumah tipe 42 dan tipe 50 cukup menjadi primadona bagi konsumen kami,” ungkapnya.

    Mengusung konsep rumah tumbuh, Mukti Sewon Residence menawarkan hunian dengan sisa lahan yang masih ada, sehingga konsumen masih bisa mengembangkan sesuai kebutuhan ruangnya. Dengan konsep tersebut, perumahan tersebut dirasa lebih memenuhi keinginan pasar kelas menengah. Setidaknya itulah hal yang dirasakan perumahan Mukti Sewon Residence. Mengusung konsep rumah yang mewah dan nyaman untuk ditinggali. Konsep rumah Mukti Sewon Residence di dominasi warna-warna soft, coklat susu. Seperti diungkapkan Benny Sutedja Marketing PT. Mugi Mukti Mulia, bahwa pemilihan warna yang lebih soft didasarkan pada untuk menciptakan suasana yang nyaman, adem, dan tidak silau di mata, selain itu warna- warna tersebut dinilai tak akan mati, atau warna abadi.

    Pada perumahan Mukti Sewon Residence ini tipe 42 dan tipe 52 merupakan tipe paling banyak diminati konsumen. Konsumen di perumahan ini cukup bervariasi, konsumen lokal dan luar cukup berimbang. Tipe 52 memiliki desain ruang yang simpel namun terlihat cukup luas. Dua kamar tidur berukuran 300 x 300, dan 300 x 350, ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, carport, teras, dan ruang keluarga. Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan produknya PT. Mugi Mukti Mulia membuktikannya dengan legalitas perumahan tersebut yang sudah sampai tahap IMB sudah pecah per kavling. Konsumen yang membeli di perumahan ini dijamin legalitasnya sudah oke punya.

    GRAHATAMA PERMAI 4
    Perumahan lainnya yang juga berada pada kawasan yang sudah terbentuk sebagai kawasan hunian dan memiliki nama besar sebagai daerah wisata adalah Grahatama Permai 4. Perumahan garapan PT. Devcorena Cipta Grhatama ini berlokasi tepatnya di desa Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Lokasi Grahatama Permai 4 memiliki kedekatan akses dengan kawasan desa wisata Kasongan, selain itu lokasi ini juga terletak dak jauh dari kuliner Mbah Cemplung, yang sudah terkenal di Jogja. Dengan brand kawasan wisata Kasongan tersebut, Grahatama Permai 4 akan mudah untuk ditemukan oleh para pencari perumahan kelas menengah bawah. Perumahan yang berdiri di atas luas tanah kurang lebih 1700 m2 ini menawarkan 12 unit rumah kepada segmen pasar yang ingin diraihnya. Grahatama Permai 4 hanya menawarkan satu tipe rumah, tipe 36 dengan luas tanah sekitar 90 m2. “ Secara segmen pasar kita sengaja mencoba menyasar konsumen kelas lokal. Pasar kelas ini masih sangat besar potensinya untuk digarap. Selain itu, Grahatama Permai 4 ini merupakan salah satu usaha kita untuk memenuhi tinggi permintaan pasar kelas menengah bawah untuk memiliki rumah yang layak dan sehat”, ungkap Rony Asfint, Direktur PT. Devcorena Cipta Grhatama.
    Grahatama Permai 4 ditawarkan pada kisaran harga 190 jutaan. Harga yng cukup terjangkau bagi konsumen lokal Jogja yang ingin memiliki rumah pertama. Respon pasar perumahan ini bagi konsumen lokal ternyata mendapat tanggap sangat bagus. Meski belum resmi dilaunching sudah banyak konsumen yang sudah menanyakannya. Lebih lanjut Rony mengungkapkan, berdasar pengalaman sebelumnya segmen pasar dengan harga di bawah 200 jutaan pasti akan mendapat respon pasar lokal yang sangat bagus. Bisa dikatakan jika menawarkan harga segitu hampir 95% konsumennya adalah keluarga muda lokal Jogja yang baru memiliki rumah pertama. Maka, dengan jumlah unit terbatas tersebut pengembang ini berani mentargetkan sampai akhir tahun ini akan sudah habis terjual.

    Menyasar konsumen kelas keluarga muda yang masih memiliki idealisme tinggi tentang sebuah tempat tinggal. Grahatama Permai 4 memberikan kebebasan kepada konsumen untuk menentukan model rumah yang ingin di bangunnya. Asal luas bangunannya tetap 36. “Namun dalam perkembangannya biasanya kelas ini akan melakukan penambahan luas bangunan”, terang Rony singkat. Meski Grahatama Permai 4 memberikan kebebasan kepada konsumen, namun ada beberapa sentuhan yang harus sama. Hal ini untuk menjaga tetap ada kesamaan, meski tak sepenuhnya. Beberapa hal yang harus ada dari desain standar perumahan Grahatama Permai 4 adalah finishing warna rumah yang mengharuskan menggunakan warna merah dan aksen garis-garis pada dinding. Sistem PT. Devcorena Cipta Grahatama ini ingin memberikan kepuasan penuh kepada konsumen yang membeli untuk rumah pertama, sesuai dengan idealisme mereka tentang sebuah hunian yang nyaman bagi mereka sendiri.

    FASCO VILLAGE
    Pertumbuhan properti juga tumbuh cepat di desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan. Di sekitaran Bangunjiwo kini mulai nampak pembangunan sektor properti yang cukup pesat. Desa Bangunjiwo memiliki kedekatan dengan berbagai tempat wisata yang ada di kecamatan Pajangan. Secara geografis Kecamatan Pajangan memiliki beberapa desa yang menarik untuk dikunjungi, seperti di Desa Guwosari terdapat desa wisata Krebet dan penghasil kerajinan batik kayu, selain itu juga terdpat objek wisata gua Slarong, yang sering dilakukan acara Haul, Pangeran Diponegoro, untuk mengenang wafatnya. Selain itu di sekitar daerah tersebut akan di bangun kawasan kampus STIE Hamfara. Dengan berdirinya kampus di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan mengalami perkembangan di berbagai sektor. Salah satu perumahan yang berlokasi tak jauh dari lokasi tersebut adalah Fasco Village. Perumahan garapan PT. Asa Persada tersebut menawarkan sebuah konsep perumahan yang jarang ditemui di kota Jogja. Dengan kontur tanah layaknya diperbukitan Pecatu pulau Bali, Fasco Village menawarkan sebuah pemandangan alami yang luas. “Jika cuaca mendukung dari Fasco Village ini kita dapat menikmati pemandangan sunset”, terang Herman, Marketing Leader PT. Asa Persada. Lokasi ini juga memiliki akses yang mudah untuk dijangkau.

    Fasco Village mengusung konsep alami pada kawasan perumahannya. Konsep kawasan ini sengaja diselaraskan dengan lingkungan sekitarnya. Dengan dukungan alam yang sejuk, konsumen akan diajak Fasco Village untuk menikmati indahnya pemandangan pegunungan bernuansa pulau Dewata Bali. Untuk mendukung suasana layaknya di Pulau Dewata Bali, secara arsitektural bangunannya akan diberi sentuhan batu-batu alam bercorak bunga-bunga pada beberapa sudut di fasad rumah. Minimalis modern, menjadi langgam yang dihadirkan Fasco Village. Menurut Herman dengan langgam minimalis modern ini sangat cocok bagi konsumen keluarga yang energik dan dinamis. Sebuah konsep hunian yang senantiasa ingin memberikan rasa “kangen pulang” pada makna sesungguhnya sebuah “rumah”. Ditawarkan dengan cara rumah siap huni, Fasco Village sangat cocok bagi mereka yang ingin segera memiliki tempat tinggal. Untuk rumah yang siap huni perumahan ini baru memasarkan rumah tipe 45 dengan luas tanah beragam. Sebagai contoh misal tipe 45/92 dipasarkan pada kisaran harga 270 jutaan, sedangkan dengan luasan tanah 100-an lebih sudah dipasarkan pada kisaran harga 300 jutaan. Respon pasar dengan sistem penjualan seperti ini, ternyata cukup baik di pasar.

    Sejak resmi dipasarkan pada 21 April 2013 perumahan ini sudah terjual sekitar 16 unit rumah. Konsumen kelas tersebut masih didominasi oleh konsumen luar Jogja. “Hampir 60% konsumen yang sudah masuk adalah konsumen luar Jogja”, ungkap Herman singkat. Fasco Village dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti, taman, musholla, jalan lingkungan 8 m, jacuzzi bagi warga Fasco Village, one gate system, sistem keamanan satpam, jaringan telepon dan smart phone. Berdiri di atas luas tanah kurang lebih 1,2 Ha, perumahan ini menawarkan 49 unit rumah kepada konsumen dengan legalitas IMB sudah per kavling. Guna mendongkrak penjualan yang terus meningkat, sampai dengan bulan Juni 2013 ini Fasco Village mengadakan promo untuk pembelian rumah 10 unit pertama akan mendapatkan bonus 1 buah sepeda motor Yamaha Mio J.

    VILLA KELAPA GADING & VILLA TAMAN ANGGREK
    Daerah lain yang juga masih terus mengalami perkembangan di sektor properti adalah poros Jalan Magelang. Di sekitaran jalan tersebut kini masih dapat bisa membuka lahan untuk sebuah hunian perumahan. Poros Jalan Magelang yang menghubungkan dengan kota Magelang dan beberapa kota di Jawa Tengah menyuguhkan kemudahan akses. Selain itu di sepanjang jalan Magelang kini telah banyak berdiri sarana pembangkit lingkungan dalam bidang industri dan rumah makan. Rumah Makan Pring Sewu, ayam goreng Mbok Berek, dan jejamuran merupakan beberapa pusat kuliner yang cukup terkenal di sepanjang jalan Magelang. Developer Tunggal Putra Bahagia Sejahtera ikut meramaikan dunia properti Jogjakarta di poros Jalan Magelang, dengan meluncurkan beberapa produk perumahannya, baik untuk pasar konsumen high class maupun middle class.

    Dua produknya yang terparkir di daerah tersebut adalah Villa Taman Anggrek, dan yang terbaru ialah Villa Kelapa Gading. Dua produk perumahan tersebut merupakan usaha PT. Tunggal Putra Bahagia Sejahtera menangkap pasar properti wilayah Sleman yang masih cukup prospek. Taman Angrek dan Villa Kelapa Gading, adalah kawasan hunian yang terletak di area strategis Jogja utara, yakni diantara poros jalan Magelang dan jalan Palagan Tentara Pelajar, tepatnya di daerah Jongke Sendangadi Mlati Sleman atau belakang hotel Hyatt Regency. Di daerah tersebut sudah terbentuk sebagai area pemukiman. Nampak dari banyaknya perumahan-perumahan berskala kecil maupun besar terparkir di daerah tersebut. Antusiasme pasar properti di daerah tersebut masih cukup signifikan untuk diolah. Pengembang Tunggal Putra Bahagia Sejahtera secara jeli berhasil membaca permintaan pasar tersebut. Kejelian tersebut kini sudah tampak menghasilkan. Dengan dua produk unggulannya di daerah tersebut dengan dua segmentasi pasar yang berbeda, pengembang ini berhasil merangkul banyak konsumen untuk menikmati kenyamanan dan kenaikan nilai investasi.

    Villa Kelapa Gading hadir sebagai usaha pengembang ini untuk memenuhi keinginan segmen pasar kelas middle, namun dihadirkan dengan harga menarik dan kompetitif. Kawasan ini menyediakan 30 unit rumah, tersedia 2 tipe yakni tipe 58 dan tipe 65 dengan luasan tanah mulai 126 m2 sampai yang terluas 161 m2. Villa Kelapa Gading menawarkan rumah tipe 58/126 dengan kisaran harga 433 jutaan, tipe 65 dengan luas tanah lebih besar yakni berukuran 151 m2 dan berposisi di hook ditawarkan pada kisaran harga 479 jutaan. Melihat kawasan yang sudah terbentuk dan mulai tumbuh pembangunannya, secara sadar ataupun tidak kenaikan nilai investasinya juga akan mengikuti. Tipe 58 pada awal dipasarkannya Villa Kelapa Gading ditawarkan pada kisaran harga 300 jutaan, saat ini dengan tipe yang sama sudah dipasarkan dikisaran harga 433 jutaan. Mereka yang membeli di awal penjualan saat tentu sudah dapat merasakan kenaikan tersebut. Kemudahan akses yang ditawarkan dan harga yang relatif terjangkau untuk wilayah Jogja Utara, mendapat permintaan yang besar dari pasar. Villa Kelapa Gading disetting sebagai sebuah konsep hunian satu lantai dengan gaya minimalis tropis, lingkungan yang hijau, nyaman, natural, menjadi dasar pembangunan perumahan tersebut. Konsep ini diselaraskan dengan lingkungan sekitarnya yang masih banyak terdapat pohon-pohon besar sebagai perindang. Konsep minimalis tropis yang ditawarkan kepada konsumen ini ternyata mendapat respon yang cukup bagus oleh konsumen yang mendambakan sebuah hunian yang nyaman dan alami. Sejak resmi dipasarkan pada pertengahan bulan Agustus 2012 yang lalu perumahan ini sudah terjual hampir 50 %, dari total 30 unit rumah yang dipasarkan.

    “Respon pasar di daerah tersebut (utara Jogja-red) masih sangat bagus. Konsumennya pun beragam, di Villa Kelapa gading dan Villa Taman Anggrek mendapat respon yang sama. Villa Taman Anggrek, dengan satu pilihan tipe saja, yakni tipe bangunan 70, namun dengan harga yang cukup terjangkau, minat konsumen lokal pun cukup banyak”, papar Henderyadi, Civil Engineer, PT. Tunggal Putra Bahagia Sejahtera. Hal tersebut terdukung oleh perkembangan lingkungan yang sudah tumbuh pesat, dekat dan mudah untuk mencapai poros jalan Magelang, yang memiliki kedekatan dengan berbagai fasilitas umum seperti sekolahan, kampus, pasar tradisional, pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, dan terminal bus Jombor. Melihat lokasi dan harga yang ditawarkan Villa Taman Anggrek menjanjikan prospek penjualan yang cukup bagus. Villa Taman Anggrek menawarkan satu tipe pilihan rumah kepada konsumennya. Tipe 70 dengan luas tanah mulai dari 128 sampai dengan paling besar seluas 159 untuk yang hook. Harganya pun tergolong relatif terjangkau bagi segmentasi konsumen middle high.

    Dengan harga pada kisaran 400 jutaan, tentu saja konsumen lokal masih dapat menjangkaunya. Harga yang ditawarkan perumahan Villa Taman Anggrek bisa dibilang cukup terjangkau, tipe 70 dengan luas tanah 128 perumahan ini menawarkan dengan kisaran harga 460 jutaan, tipe yang sama dengan luas tanah 132 ditawarkan pada kisaran harga 466 jutaan, sedang pada luas tanah 159 (hook) sudah habis diburu konsumen. Harga rumah di Villa Taman Anggrek hingga saat ini sudah beberapa kali mengalami kenaikan. Sebagai contoh dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun, dahulu Villa Taman Anggrek ditawarkan pada kisaran harga 400 jutaan saat ini dengan tipe dan luas tanah yang sama sudah dipasarkan pada kisaran harga 460 jutaan.

    Tak jauh berbeda dengan konsep Villa Kelapa Gading, perumahan Villa Taman Anggrek juga mengusung konsep bangunan bergaya minimalis tropis. Secara fasad depan, pengembang ini mengharuskan harus sama, ini untuk menjaga keselarasan kawasan, dan membangun kawasan perumahan yang rapi, teratur dan nyaman dipandang.

    Dalam mengusung konsep tropis juga diterapkan pada denah ruang. Dengan tipe 70 satu lantai unit rumah di Villa Taman Anggrek memiliki denah ruang berupa, carport, teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, kamar mandi, tiga kamar tidur, kamar tidur utama di lengkapi dengan kamar mandi di dalam kamar, dapur di bagian belakang, dan taman penghijauan di belakang rumah. Konsep tata ruang ini lebih meminimalkan penggunaan pembatas mati antar ruang. Taman di bagian belakang rumah ini difungsikan untuk penghawaan cahaya dan udara agar lebih alami. Langgam arsitektur bergaya minimalis tropis dan dituangkan juga dalam denah ruang tersebut ternyata banyak disukai konsumen Villa Taman Anggrek. Konsumen PT.Tunggal Putra Bahagia Sejahtera di kedua perumahan ini cukup bervariatif. Keluarga muda yang baru pertama memiliki rumah, mereka yang ingin menikmati masa tua di kota Jogja dan orang tua yang membelikan anaknya yang menimba ilmu di kota pendidikan ini cukup berimbang. Sistem pembayaran di Villa Taman Anggrek maupun di Villa Kelapa gading hampir 70%-nya menggunakan sistem pembayaran KPR.

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain