Rakerda DPD REI DIY 2012
Pertumbuhan properti di kota Jogja semakin menggairahkan, terbukti dari banyaknya pengembang-pengembang baru berskala nasional memparkirkan produknya di kota gudeg ini. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) sebagai organisasi asosiasi perusahaan atas dasar kesamaan usaha, kegiatan dan profesi di bidang realestat, memiliki tantangan yang cukup besar. Guna menjawab tantangan perkembangan properti di masa depan, DPD REI DIY pada tanggal 13 November 2012 menyelenggarakan Rakerda di Hotel Grand Aston, dengan mengusung tema “Kontribusi/Peran Industri Perumahan Sebagai Penggerak Ekonomi Daerah”.
Disadari atau tidak peran dunia properti sangatlah besar dalam pertumbuhan ekonomi lingkungan sekitarnya. “Peran industri perumahan dalam sektor ekonomi sangatlah besar. Perkembangan properti secara nasional telah menyumbang hampir 9% dari total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang secara otomatis akan menimbulkan multiplayer effect atau efek ganda hingga dua atau tiga kali lipat,” ungkap Remigius Edy Waluyo, Ketua DPD REI DIY. Lebih lanjut Remigius mengungkapkan dengan tumbuhnya sektor properti akan membangkitkan 135 sektor usaha lainnya dan meningkatkan perekonomian yang ada di sekitarnya.
Selain itu REI memiliki tantangan besar dalam usaha pemenuhan kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat. Tingginya pertumbuhan daerah akan berbanding seimbang dengan permintaan rumah tinggal. Di sini peran atau eksistensi REI sangat dibutuhkan. Secara nasional ketidak seimbangan antara supplay and demand telah membuat backlog sebesar 13,6 juta atau 800.000 pertahun. Di kota Jogja sendiri di tahun 2009 menurut data REI backlog sudah terjadi sebesar 91.000. “ Di tahun 2012 ini kebutuhan akan rumah di Jogja mungkin sudah di atas 100 ribu unit”, terang Remigius di kantornya. Dari tingginya permintaan akan rumah tersebut sampai saaat ini 80% dipenuhi oleh swadaya atau mereka membangun sendiri sedangkan 20% biasanya disediakan oleh sektor perumahan. Rangkaian acara Rakerda ini menjadi ajang REI DIY untuk menunjukkan eksistensinya dan perkembangan properti di kota Jogja.
Perkembangan properti Jogja memang sedang berada pada posisi yang cukup bagus. Banyak developer memiliki keyakinan di tahun mendatang potensi properti Jogja masih cukup prospektif untuk digarap. Terutama pemenuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “ Pada Rakerda kali ini kita memang membahas permasalahan-permasalahan, terutama yang berkaitan dengan Perda Keistimewaan Yogyakarta dalam hal tata ruang. Selain itu kita juga akan membahas beberapa kendala yang sering muncul di lapangan seperti, harga tanah yang cukup tinggi, mekanisme dan jangka waktu proses perijinan, sosialisasi di awal pembukaan lahan, serta masih adanya di Pemda tertentu yang detail aturan tata ruangnya belum lengkap, dan perihal peraturan Bank Indonesia yang mengharuskan uang muka sebesar 30% (untuk tipe 70 ke atas). Kendala-kendala tersebut yang sering menghambat developer dalam menyediakan perumahan dengan harga yang terjangkau,” terang Remi.
Bertepatan dengan penyelenggaraan Rakeda tersebut juga digelar berbagai rangkaian kegiatan seperti Pameran REI Expo tanggal 13 -18 November 2012 di Atrium Ambarukkmo Plaza, yang dibuka langsung oleh Ketua DPP REI Pusat Ir. Setyo Maharso diikuti oleh sekitar 50 anggota REI Jogja. “Agenda pameran REI Expo ini akan menjadi agenda tahunan kami, guna menunjukkan eksistensi REI dalam penyediaan rumah di Jogjakarta”, lanjut Remi. Dalam pameran bertema “Bersama Wujudkan Impian Hunian Yang Nyaman Di Djogja” ini, REI memberlakukan peraturan hanya perumahan - perumahan yang sudah berijin saja yang boleh mengikuti pameran tersebut. Selain itu, aksi Donor Darah juga dilakukan pada 14 November 2012 di Atrium Ambarukmo Plaza, aksi sosial tersebut ternyata disambut baik oleh staf REI, developer, dan masyarakat umum. Donor darah ini merupakan bukti bahwa REI tak hanya berbasis profit oriented. Sedangkan acara yang digunakan untuk meningkatkan profesionalisme anggota REI diadakan Diklat Marketing dengan tema “Total Marketing” pada tanggal 17 November di Hotel LPP Demangan. Dengan narasumber, yakni Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmesta, MBA. , Dr. Ir. D Agung Krisprimandoyo, MM. , dan Dr. Singgih Santosa, MM.
Rakerda DPD REI DIY, merupakan event rutin yang diselenggarakan tahunan untuk mengevaluasi program yang diamanatkan Musda dalam setahun dan meningkatkan profesionalisme pengurus dan anggota REI DIY di masa depan. Seperti diungkapkan Ketua DPD REI DIY, Remigius Edy Waluyo, di kantornya, REI akan selalu membina anggotanya untuk bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab. Anggota REI diharapkan bekerja sesuai dengan koridor atau aturan hukum yang telah ada. Jika anggota REI sudah bekerja sesuai koridor atau aturan yang berlaku tentu eksistensi REI akan semakin meningkat. Dari hasil Rakerda ini Remigius berharap akan banyak sumbangsih pemikiran dan karya dari seluruh pemangku kewajiban di sektor perumahan dan pemukiman, dalam mengatasi kendala-kendala yang ada. Hal ini penting untuk memberikan rasa aman kepada konsumen.
Berkaitan dengan rasa aman, Ketua DPD REI DIY juga memberikan beberapa tips yang harus dilakukan konsumen sebelum membeli produk perumahan. Selalu tanyakan legalitas produk perumahan tersebut. Apakah sudah lengkap dari sisi dokumen maupun perijinan. Puncak perijinan dari sebuah perumahan adalah sampai dengan terbitnya IMB, sedangkan dokumen adalah berkaitan dengan sertifikat tanah. Konsumen harus lebih aktif untuk menanyakannya ke dinas-dinas terkait. Sedangkan dari segi bangunan pilihlah bangunan yang memiliki kualitas bangunan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari spesifikasi teknis bangunan yang kadang dicantumkan pada brosur. Lebih lanjut Remi memberikan saran, tahun-tahun ke depan tantangan bisnis properti semakin berat dengan derasnya ekspansi para developer kelas nasional ke Jogja, karena itu Remi berharap semua anggota REI mampu memberikan produk yang berkualitas, legal, dan menunjukkan track record yang bersih, sehingga mampu bersaing dengan developer nasional. Greg-Red

















































































