Ratusan Pilihan Hunian di Bawah 500 Jutaan-bagian 1
Rumah dengan harga yang terjangkau bagi konsumen lokal, hingga kini dirasa masih menjadi mimpi besar bagi para pelaku bisnis perumahan. Tak banyak pelaku bisnis perumahan yang berhasil menyediakan atau bahkan konsen dalam penyediaan rumah bagi segmentasi lokal. Tentu saja berbagai pertimbangan yang membuat mereka sulit untuk memenuhi pasar tersebut. Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan harga dasar tanah di kota Jogja yang relatif cepat dan mahal. Sehingga bagi para pelaku bisnis ini sedikit kesulitan untuk menjual dengan harga di bawah 500 jutaan. Pasar perumahan dengan harga mulai di bawah 500 jutaan hingga kini menjadi kue besar yang layak diperebutkan.
Di tengah pertumbuhan pasar properti Jogja yang lebih banyak di dominasi oleh pasar menengah atas, di beberapa wilayah ternyata masih ada rumah dengan harga mulai di bawah 500 jutaan. Secara lokasi memang terkadang sedikit jauh dari pusat kota, namun kenyamanan lokasi untuk sebuah tempat tinggal menjadi satu hal yang ditawarkan. Soal kualitas para pelaku bisnis yang menyuguhkan kelas tersebut tetap terjaga. Pada edisi kali ini kami akan coba berikan sekitar 190 unit rumah dari beberapa pengembang ternama di kota Jogja yang menawarkan harga mulai dari kisaran di bawah 500 jutaan.
KAMPOENG GAJAH CERIA
Developer PT. Godha Properti semakin mantab untuk mengembangkan produk propertinya di kota gudeg ini. Hadir dengan brand Kampoeng Gajah, PT. Godha Properti menambah lagi proyek hunian 1 lantai di Jogja Utara dengan nama Kampoeng Gajah Ceria yang merupakan proyek ke-10. Berlokasi di Jl. Kaliurang Km. 9 Dusun Terung, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Jogjakarta. “Didukung letak geografis di Jl. Kaliurang yang notabene adalah kawasan premium, dengan kondisi alam yang masih asri, udara yang masih segar, akses jalan yang baik, dekat dengan sarana pembangkit lingkungan, 7 menit ke Universitas Sanata Dharma kampus Paingan, 10 Menit Ke UII, 9 Menit ke Rumah Sakit Condong Catur dan jauh dari kebisingan kami yakini serapan pasar akan sangat positif”, terang Ir. Ari Wibowo, Direktur Utama PT. Godha Properti .
Berbeda dengan produk dengan brand Kampoeng Gajah sebelumnya yang menyasar pada segmentasi middle - high, kali ini produk Kampoeng Gajah Ceria menyasar pada segmentasi middle-low. Berdiri di atas lahan seluas 3195 m² dengan total sebanyak 16 unit rumah. Kampoeng Gajah Ceria yang mulai dipasarkan pada akhir September 2014 menawarkan hunian modern minimalis. Ada 2 tipe yang ditawarkan yaitu tipe 42 dan tipe 54 dengan luasan tanah mulai dari 120 m². Untuk kenyamanan penghuni dan menjaga udara tetap segar pada setiap unit rumah akan ditanami pohon perindang. “Dari luas tanah yang dibangun kami sisakan sedikitnya 40 % yang akan kami gunakan sebagai taman dan penghijauan baik di depan maupun di belakang rumah disetiap unitnya supaya udara lebih segar”, tandas Ari panggilan akrabnya.
Spesifikasi bangunan menggunakan struktur beton bertulang, pondasi batu belah, dinding bata merah plester aci finishing cat Mowilex. Konsep green building diterapkan dengan mengurangi material kayu alami, hal ini diaplikasikan pada kusen dengan menggunakan aluminium powder coating putih, sedangkan pintu menggunakan panel kayu finishing cat. Lantai keramik 40 x 40, sanitair closet duduk dan shower, rangka atap besi kanal C, penutup atap galvalum, sumur pompa. Selain lokasi yang strategis, pengembang mempunyai komitmen kualitas bangunan kepada konsumen. “Sudah menjadi komitmen kami untuk kualitas bangunan dan kepuasan pelanggan, dari kualitas bahan dan pengerjaan sangat kami perhatikan detail, selain itu kami ada tim quality control yang selalu mengecek ke proyek, jadi tidak perlu ragu akan kualitas bangunan kami”, ujar Ari.
Pihak pengembang memberikan fasilitas umum berupa mushola, taman bermain, kolam ikan, lebar jalan lingkungan 6 meter, security pos satpam. Progres pembangunan saat ini adalah infrastruktur, pos jaga, pagar keliling, dan jalan lingkungan. Meskipun terletak pada kawasan premium, harga yang ditawarkan relatif terjangkau mulai dari 400 jutaan. Pengembang juga memberikan kemudahan cara pembayaran yaitu cash, angsuran uang muka dan kredit. Promo diskon khusus sampai 10% berlaku untuk pembayaran cash keras bayar 100%. Untuk angsuran uang muka sebesar 20% dapat diangsur 10X. Sedangkan untuk KPR masa angsuran bisa sampai 15 tahun. Kampoeng Gajah Ceria diprediksi akan terjual habis dalam waktu 6 bulan. “Karena permintaan akan hunian masih tinggi dan lokasi proyek kami yang strategis, kami yakin dalam waktu 6 bulan kedepan Kampoeng Gajah Ceria akan habis terserap pasar, dan pengerjaan pembangunannya akan kami kebut sehingga dalam waktu 4 bulan sudah selesai”, pungkas Ari.
MAJESTIC RESIDENCE BANGUNTAPAN
Fleksibilitas fasilitas pembiayaan perumahan menjadi salah satu aspek yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mencari sebuah lokasi perumahan. Konsumen yang berasal dari latar belakang pegawai baik negeri maupun swasta merupakan segmen pembeli yang dapat memanfaatkan fleksibitas pembiayaan tersebut. Hal inilah yang diterapkan pada proyek perumahan Majestic Residence Banguntapan garapan PT. Majestic Land. “Pada Majestic Residence Banguntapan tersedia berbagai opsi pembiayaan. Kami menyediakan tujuh opsi pembiayaan mulai dari angsuran tanpa DP hingga uang muka ringan. Untuk kalangan PNS, kami menyediakan diskon khusus “, ungkap Maria Kurnia Sari, Property Consultant PT. Majestic Land. Untuk menyerap pasar dari kalangan PNS Bantul, pihak pengembang melakukan kerjasama dengan pihak KORPRI Kabupaten Bantul.
Meskipun pengembang sudah melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah namun konsumen Majestic Residence Banguntapan juga berasal dari kalangan non pegawai pemerintah. Ditambahkan Sari, rasio konsumen Majestic Residence Banguntapan cukup seimbang antara pegawai pemerintah dan non pegawai. Untuk semakin mengakomodasi kemudahan pembiayaan pihak pengembang juga melakukan kerjasama KPR dengan semua bank pemerintah maupun swasta nasional.
Perumahan Majestic Residence Banguntapan berlokasi di Jalan Raya Pleret KM. 4, Banguntapan, Bantul dan akses menuju lokasi yang mudah dijangkau. Berdiri di atas lahan seluas ± 5.000 m², Majestic Residence Banguntapan menawarkan 42 unit hunian 4 tipe rumah satu dan dua lantai serta ruko (tipe 100). Untuk tipe satu lantai ditawarkan tipe 36, 40, 45 dan 54 sedangkan hunian tipe dua lantai terdiri dari tipe 75 dan 90. “Untuk PNS kami menyediakan 11 unit rumah dan telah 50 % terjual. Total keseluruhan unit yang terjual telah mencapai angka 70 %”, ucap Sari. Pihak pengembang menargetkan bahwa pada 3 bulan ke depan seluruh unit dapat terjual habis. Prospek kawasan perumahan Majestic Residence Banguntapan cukup bagus. “Sejak launching pada bulan Juli 2014, Majestic Residence Banguntapan sudah mengalami kenaikan harga sebesar 30 %”, papar Sari. Selain itu, lokasinya yang berada di kawasan premium Kabupaten Bantul (Banguntapan-red) turut mendongkrak value kawasan Majestic Residence Banguntapan. Harga tanah di sekitar kawasan juga sudah mencapai angka 1 juta rupiah/m² untuk areal persawahan saja.
Mengusung konsep hunian modern tropis, Majestic Residence Banguntapan juga didukung dengan landscape yang bagus. “Untuk view ada sebuah bukit di belakang perumahan”, jelas Sari. Dengan desain artistik rumah tanpa pagar, pihak pengembang tetap menjaga kualitas bangunan per unit. Untuk pembangunan, pihak pengembang langsung menanganinya sendiri tanpa pihak lain. Saat ini progres pembangunan perumahan Majestic Residence Banguntapan sudah mencapai pembangunan ruko dan di blok E dan C sudah ada rumah yang sudah berdiri.
Harga yang ditawarkan untuk tipe 36 kisaran 230 jutaan, tipe 40 kisaran 260 jutaan. Tipe 45 dijual di kisaran 300 jutaan. Untuk hunian 2 lantai, tipe 75 pada kisaran 520 jutaan sedangkan tipe 90 dipasarkan pada angka 670 jutaan rupiah. Ruko dijual pada kisaran 600 jutaan. “Untuk pembeli dari kalangan PNS kami memberikan diskon khusus sebesar 10 % dari harga jual dan pengembang juga memberikan promo berupa gratis TV LCD 32” untuk rumah tipe satu lantai. Kawasan perumahan Majestic Residence Banguntapan dilengkapi dengan fasilitas berupa mushola, one gate system, jalan kawasan selebar 8 meter dan jalan lingkungan selebar 6 meter. Legalitas perumahan Majestic Residence Banguntapan saat ini sudah mencapai proses induk HGB.
GRAHATAMA PERMAI 4
Sukses dengan produk sebelumnya, kembali PT. Devcorena Cipta Grhatama meluncurkan produk terbarunya. Masih mengusung brand 'Grahatama' perumahan ini hadir dengan nama Tiara Grahatama 1. Tiara Grahatama 1 berlokasi di Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan Bantul. Lokasi tersebut tidaklah jauh dari produk sebelumnya Grahatama Permai 4 yang sudah habis terjual. Grahatama Permai 4 berhasil menjual 14 unit rumah dalam kurun waktu kurang lebih 8 bulan saja. Dikatakan Tony Andriansyah, Marketing PT. Devcorena Cipta Grahatama, permintaan pasar untuk daerah tersebut masih cukup tinggi. Konsumen yang mencari rumah dengan harga dibawah 500 jutaan masih potensial untuk digarap. “Animo pasar untuk rumah harga di bawah 500 jutaan masih sangat besar, pengalaman di produk sebelumnya yang masih bagus, Tiara Grahatama 1 untuk memenuhi pasar tersebut”, katanya.
Tiara Grahatama 1 memiliki kedekatan akses dengan kawasan Desa Wisata Kasongan, selain itu lokasi ini juga terletak tidak jauh dari kuliner Mbah Cemplung, yang sudah terkenal di Jogja. Dengan brand kawasan wisata Kasongan tersebut, Tiara Grahatama 1 akan mudah untuk ditemukan oleh para pencari perumahan dengan harga dibawah 500 jutaan. Tiara Grahatama 1 menawarkan 8 unit rumah kepada konsumen. “ 8 unit rumah ini kami tawarkan dengan tipe standar 36 dengan luas tanah yang bervariasi mulai dari luas 82 m² hingga 92 m²”, ucap Tony. Lebih lanjut beliau menerangkan, jika dalam pelaksanaannya tipe 36 tersebut dapat berubah sesuai keinginan konsumen. Sistem custom yang diterapkan pengembang diharapkan akan memberikan kepuasan kepada konsumen dalam membangun rumah. “Tipe standar 36 kami tawarkan, tapi jikalau konsumen mau menambah luasan juga bisa, tentu ada penambahan harga. Soal desain kami berikan kebebasan kepada konsumen untuk mengubah sesuai dengan keinginan mereka”, terangnya.
Soal harga yang ditawarkan perumahan ini tergolong sangat terjangkau bagi konsumen lokal, atau konsumen keluarga muda yang baru pertama memiliki rumah. Tipe 36 pada perumahan Tiara Grahatama 1 dipasarkan mulai darin kisaran harga 240 jutaan. Harga ini terbilang berbanding seimbang dengan lokasi yang ditawarkan. Menurut pengalaman Tony dalam menjual produk di daerah tersebut memang kebanyakan konsumen membeli akan ditempati sebagai hunian. Namun, meski banyak yang ditempati, menurutnya jika digunakan untuk sebuah investasi daerah Kasongan juga memiliki potensi yang cukup baik. “ Pengalaman di perumahan Grahatama Permai 4 tipe 36 dulu awal pemasaran harga masih pada kisaran 190 jutaan, selang waktu 8 bulan terakhir kami close di harga 250 jutaan”, ucapnya.
Respon pasar perumahan dengan harga di bawah 500 Jutaan terbukti sangat baik, Tiara Grahatama 1 kini sudah terjual 3 unit. Dikisahkan Tony, kebanyakan konsumen kami adalah konsumen setia kami yang merekomendasikan kepada teman atau saudaranya. Konsep marketing yang diterapkan dengan cara persaudaraan akan membuat transaksi jual beli lebih nyaman bagi konsumen. “Sistem member get member kami cukup terasa, konsumen yang membeli lebih dulu dan puas dengan sistem pelayanan dan kualitas yang kami tawarkan secara sendirinya telah merekomendasikan kepada teman atau saudaranya, dan ini sangat efektif”, kisahnya. Selain di daerah Kasongan, PT. Devcorena Cipta Grahatama kini juga akan segera membuka lokasi terbaru di daerah Sorogenen, Timbulharjo, Sewon Bantul. Perumahan terbaru ini akan tetap mengusung brand Tiara Grahatama 2. Tiara Grahatama 2 akan menawarkan jumlah unit sebanyak 15 rumah. konsep yang diusung dalam kawasan Tiara Grahatama 2 tidak akan jauh berbeda dengan perumahan Tiara Grahatama 1.
FASCO VILLAGE
Developer PT. Asa Persada menawarkan sebuah kawasan hunian pilihan bagi para konsumen yang sedang mencari hunian di daerah Bantul. Kawasan Perumahan ini diberi nama Fasco Village, Sunset View Bangunjiwo. Lokasi perumahan seluas ± 1,1 Ha dengan 67 kavling menawarkan tipe 45 dan 70. “Fasco Village terletak di pinggir jalan penghubung Bangunjiwo-Sedayu yang merupakan jalan alternatif dari Bantul menuju Wates”, terang Inong Putri, Marketing Manager PT. Asa Persada.
Aksesibilitas Fasco Village Sunset View Bangunjiwo sangat mudah dijangkau. “Lokasi Fasco Village berada di area rencana pengembangan kawasan Bantul Kota Mandiri sehingga menjamin kepastian dan keuntungan investasi”, ungkap Inong. Selain itu, lokasi perumahan juga dekat dengan pusat pendidikan seperti kampus STIE Hamfara, UMY, STIKES Aisyiah, ISI dan dekat dengan pusat industri dan gerabah Kasongan, desa wisata Krebet, desa wisata Tembi dan pasar seni Gabusan.
Konsep kawasan Fasco Village Sunset View Bangunjiwo adalah sebuah kawasan perumahan di perbukitan dengan desain hunian modern yang dipadukan dengan suasana kampung di daerah Pecatu, Bali. “Ide awal konsep Fasco Village berasal dari owner, Hartono. Keluarga owner yang sedang berlibur di Bali kagum dengan konsep kawasan Pecatu, Bali. Owner kemudian mencoba mengaplikasikannya ke dalam Fasco Village”, papar Inong. Kawasan perumahan Fasco Village Sunset View Bangunjiwo berada di daerah perbukitan dengan kontur tanah bervariasi dan dilengkapi dengan view yang menawan. Ditambahkan Inong, dengan udara yang masih sejuk dan alami pihak pengembang ingin menghadirkan sebuah konsep suasana kampung Bali di Bangunjiwo, Bantul.
Perumahan Fasco Village Sunset View Bangunjiwo terdiri dari dua tipe pilihan hunian satu lantai yaitu tipe Pecatu luas bangunan 45 m² dan tipe Jimbaran luas bangunan sebesar 70 m². Setiap hunian didesain dengan dengan konsep arsitektural gaya Bali yang eksklusif dengan tetap memperhatikan lingkungan. Konsep bangunan Bali terlihat dari fasad yang menggunakan batu bata Palimanan dan aksen orange bata pada bagian tengah fasad bangunan. Sentuhan aksen-aksen kecil warna orange bata khas Bali juga diaplikasikan ke dalam interior terutama dalam lantai. Setiap rumah menggunakan pagar kayu setinggi 50 cm dan sudah dilengkapi dengan carport. Tipe Pecatu (45) dipasarkan pada kisaran 270 jutaan hingga 370 jutaan tergantung dari luasan tanah yang tersedia. Tipe Jimbaran ditawarkan pada angka 450 jutaan rupiah. Harga tersebut sudah termasuk IMB, listrik 1300 W, Air dan sambungan internet Speedy. Selain sumber air PAM, juga tersedia sumber air berupa sumur artesis di kawasan perumahan. Pihak pengembang menggunakan sistem ready stock unit dalam penjualan. “Saat ini dari tinggal 10 unit yang tersisa dari 41 unit ready stock”, jelas Inong. Selain itu untuk mempermudah sistem pembayaran, pihak pengembang menawarkan DP sebesar 20 % untuk semua tipe.
Kawasan di Fasco Village Sunset View Bangunjiwo dilengkapi dengan beragam fasilitas pendukung. Untuk fasislitas umum jalan kawasan selebar 8 meter dan jalan lingkungan selebar 5,8 meter. Dari segi keamanan menggunakan one gate system dan pos satpam. Fasilitas lainnya yang terdapat pada Fasco Village Sunset View Bangunjiwo adalah adanya taman dan jacuzzy. Legalitas perumahan juga dijamin oleh pihak pengembang. “Untuk legal kami sudah mengantongi IPT, dan siteplan. Saat ini sedang dalam tahap penurunan ijin selanjutnya. Untuk legalitas adalah prioritas kami guna menjaga profesionalitas dan trust kepada calon user dan penghuni perumahan”, tutup Inong. Greg&Dika -Red

















































































