Hunian Minimalis Elegan Interior Rumah Andi Kurniawan
Bagaimana rasanya mempunyai rumah dengan konsep glamor yang dipenuhi dengan perabot rumah tangga serba mewah. Tentunya sebagian orang akan merasakan kepuasan tersendiri karena untuk membangunnya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun bagaimana dengan perawatan bangunan serta barang-barang yang ada di dalamnya. Andi Kurniawan, seorang pengusaha sekaligus pendidik di bidang pramugari dan staf airline, punya pendapat khusus tentang hal tersebut. Udara panas musim kemarau menyergap kawasan timur Kota Yogyakarta, tepatnya ketika melintas di Jalan Laksda Adisucipto, siang itu. Padatnya lalu lalang kendaraan di sepanjang perjalanan menambah gerah suasana hati. Namun ketika memasuki kawasan perumahan CitraSun Garden Yogyakarta, yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto KM 7, kepenatan itu pun memudar.
Memasuki komplek perumahan dengan konsep 'Living in green & modern city' tersebut sejumlah petugas security menyambut dengan ramah dan menanyakan keperluan mengunjungi kawasan itu. "Salah satu alasan mengapa saya memilih membeli rumah di sini adalah keamanannya yang terjamin," ujar Andi, sapaan akrab pria berkacamata ini. "Alur keluar masuk ke komplek perumahan ini hanya satu pintu. Sehingga siapa yang masuk atau keluar dapat terus terpantau oleh petugas keamanan yang berjaga," tambah Andi. Memasuki areal perumahan kemudian menuju ke salah satu pojok timur, di situlah letak rumah ayah dari Zalfa dan Alya ini. Konsep bangunan tampak depan rumah tersebut sama seperti bentuk rumah lain di lingkungan tersebut, yaitu bergaya minimalis elegan. Namun Andi mencoba mengonsep interior istananya yang dibangun di lahan seluas 160 m2 tersebut sesuai dengan selera dan kebutuhan keluarganya.
"Rumah pertama saya di Medan berkonsep glamor. Konsep ini membutuhkan perawatan ekstra yang cenderung ribet," ucap suami dari Lisa Puspita Dewayani ini. Itulah alasan mengapa Andi kemudian memilih konsep rumah minimalis elegan untuk rumahnya yang kedua ini. Meskipun begitu sentuhan-sentuhan glamor masih terlihat dalam interior di rumah tersebut. Sebut saja pemilihan pernak-pernik yang menghiasi salah satu dinding di ruang utama. Beberapa keramik dengan warna-warna emas, putih, serta coklat dipadu dengan beberapa unsur kaca ditata rapi menjadi satu bagian. Dinding di ruangan tersebut juga dibalut dengan wallpaper berwarna coklat mengkilap dengan dihiasi guratan-guratan melingkar sehingga mengesankan keeleganan. Andi memilih satu set sofa berwarna orange untuk menghiasi ruangan yang diperuntukan untuk menyambut tamu tersebut. "Warna orange saya pilih karena saya dan istri suka dengan warna itu. Warna orange bagi saya juga membawa keberuntungan," ujar pria berumur 37 tahun ini.
Beberapa langkah dari ruang tamu, Andi mendekorasi titik tersebut sebagai ruang keluarga. Di areal tersebut perangkat mini home theater di-setting dalam sebuah perabot berbahan multiplex yang difinishing HPL berwarna coklat. Untuk memperindah sudut tersebut, Andi menghiasinya dengan pernak-pernik berbahan kaca serta foto-foto keluarga yang dibingkai cantik. "Di ruangan inilah kami berempat menghabiskan waktu menonton sinetron kesukaan kita," ujar Pemilik Jogja Flight Education Center ini. Salah satu sudut rumah yang seolah menyatukan bangunan ini dengan alam terletak di areal belakang. Di situlah taman dengan tanaman hijau-hijauan yang dihiasi rumput gajah dan batu kali berada. "Area ini merupakan ide dan konsep dari istri," ujar Andi. Di sudut-sudut taman dihiasi dengan tanaman yang tidak terlalu rimbun. Meski begitu kesan asri tetap terwujud dari hijaunya tumbuh-tumbuhan yang dipilih.
Di areal taman belakang, sebuah gasebo dengan model Joglo didirikan. Tujuannya tak lain untuk menghabiskan waktu menikmati keindahan taman yang beratapkan langit itu. "Banyak tamu yang berkunjung lebih memilih ngobrol di gasebo ini. Mungkin lebih nyaman karena bisa langsung menghirup udara serta suasana yang alami," sebut ayah dua putri ini. Menginjak ke lantai dua rumah Andi, ia dan istri mengonsepnya sebagai tempat istirahat. Terdapat dua kamar utama di lantai tersebut. Satu kamar merupakan kamar tidur Andi dan istri dan kamar lainnya merupakan kamar tidur sang buah hati.
Di dalam kamar tidur Andi dan istri, nuansa warna coklat sangat kental. Beberapa perabot seperti lemari pakaian, meja rias, serta tempat sandaran televisi terbuat dari multiplex yang difinishing HPL dengan cat warna coklat tua yang dihiasi warna kuning di beberapa bagian. Salah satu yang menarik dari ruangan ini adalah salah satu bagian dindingnya, terdapat foto keluarga yang ditempel memenuhi dinding itu. "Supaya saat bangun tidur kita langsung teringat dengan orang-orang yang kita cintai," jelas Andi. Untuk pemilihan bahan perabot lemari pakaian dan meja belajar di kamar anak, sama dengan yang digunakan di kamar utama, yaitu berbahan multiplex yang difinishing HPL. "Yang membedakan adalah pemilihan warnanya," terang Andi. Warna cat merah muda yang dipadukan dengan warna putih di beberapa bagiannya menjadi pilihan untuk memperindah suasana kamar tersebut. "Mungkin karena anak-anak perempuan semua jadi suka dengan warna merah muda," lanjut Andi.
Sebagai seorang pengusaha yang mempunyai jam kerja yang tinggi, rumah bagi Andi benar-benar merupakan tempat istirahat dan berkumpul menghabiskan waktu bersama keluarga. "Dalam satu bulan saya lebih banyak berkeliling Indonesia untuk mengurus usaha saya. Jadi saat di rumah benar-benar saya manfaatkan untuk beristirahat sekaligus berkumpul bersama anak dan istri," ujar Andi. Usaha Andi Kurniawan yang telah ditekuni sejak tahun 2006 adalah sekolah pramugari dan staff airline serta sekolah kapal pesiar. Ia pertama kali mendirikan sekolah ini di Jogja yang dinamai Jogja Flight Education Center. "Ada beberapa cabang lainnya di Indonesia seperti di Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Makasar dan Manado," sebutnya.
Selain sekolah pramugari, Andi bersama istrinya, Lisa Puspitadewayani juga mendirikan taman kanak-kanak di Jogja. Sudah ada tiga cabang taman kanak-kanak yang diberi nama TK Permata Hatiku yang telah didirikan olehnya. "Jadi saya dan istri ini banyak bergerak di bisnis bidang pendidikan," ungkapnya. Meskipun selalu berkeliling Indonesia yang merupakan tuntutan kerjanya, Andi memilih Jogja sebagai rumahnya. "Sangat beruntung dapat tinggal di Jogja," ujarnya. Alasan kenyamanan, keamanan, serta biaya hidup yang menurutnya relatif terjangkau menjadi acuan utama mengapa ia dan keluarganya memilih Jogja sebagai tempat untuk pulang. Bilyarto-red

















































































