Rumah Kolaborasi Ekspresi Keluarga Rima Balestra
Memiliki rumah sebagai penggambaran karakter dari Sang pemilik mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang. Rumah tersebut sebagai cerminan dari penghuni rumah tidak hanya sebagai gambaran sebuah jerih payah namun juga bagaimana rumah tersebut akhirnya menjadi surga dan inspirasi bagi siapapun yang melihatnya. Kenyamanan di dalam rumah tinggal sangat diutamakan guna mendapatkan ketenangan batin. Nyaman tak harus mewah, tetapi lebih menuju pada kepuasan batin akan rumah yang segar, sejuk, dan sehat. Hal tersebut menjadi alasan pasangan Yves Balestra dan Rima Balestra dalam menentukan hunian untuk keluarganya.
Ditanya mengenai konsep bangunan, Rima menjelaskan bahwa konsep awal rumah tersebut yaitu berupa rumah klasik jawa dengan model joglo limasan. Setiap sudut rumah yang selesai dibangun 5 bulan sebelum bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010 tersebut memaksimalkan keterbukaan dengan alam di sekitarnya, menyatu dan menghadirkan kehangatan suasana. “Memang dari awal Suami saya suka koleksi kayu-kayu rumah tua dan kebetulan punya usaha juga di bidang mebel, jadi semua pengerjaan kayu dan furnitur di rumah ini dikerjakan sendiri dan dengan penataan konsep juga dari dia semua,” ungkapnya.
Nampak bahwa fasad bangunan rumah tersebut bernuansa klasik yang menampilkan sisi kehangatan berpadu dengan kesejukan alam sekitarnya yang masih asri. Dengan mengaplikasikan pintu dan jendela kaca berukuran lebar yang dapat dibuka menyeluruh, menjadikan sirkulasi udara dan cahaya di dalam rumah ini begitu maksimal. Rumah yang berdiri di atas lahan seluas 754 m² tersebut memiliki halaman yang cukup luas. Area halaman rumah ini penuh dengan nuansa hijau dengan rumput yang tumbuh subur dan terawat di sekelilingnya, serta beberapa tanaman hias yang menjadi pagar alami area rumah tersebut. Pada salah satu sisi halaman juga terdapat sebuah gazebo kecil sebagai tempat untuk bersantai ketika jenuh berada di dalam rumah. “Di pojok halaman depan yang sedang dibangun itu rencananya akan dibuat tempat makan dan area barbeque party dengan konsep outdoor karena dari dulu kalau punya rumah, saya ingin punya satu area outdoor yang bisa dipakai makan atau masak-masak bareng keluarga,” cerita ibu dari Leo dan Noah Balestra.
Masuk menuju ke dalam rumah, nuansa kehangatan klasik ala rumah Jawa langsung begitu terasa dengan aplikasi furnitur dalam rumah yang didominasi berbahan kayu. Area rumah yang nampak cukup luas dengan konsep tanpa sekat antara ruang tamu, ruang keluarga, serta area dapur menggambarkan pribadi yang terbuka dari penghuni rumah. Sebuah sofa kayu berada pada sudut ruangan yang biasanya menjadi tempat untuk menjamu tamu yang berkunjung ke rumah. Sedikit bergeser ke tengah terdapat sebuah meja kayu kuno berukuran kecil dan sebuah kursi santai berusia cukup tua yang merupakan salah satu barang koleksi sang suami. Pada salah satu sudut lain, terdapat sebuah meja kerja dan kursi kayu dengan komputer set yang tertata rapi di atasnya sebagai tempat untuk menyelesaikan pekerjaan pria asal Swiss yang telah 20 tahun tinggal di Indonesia tersebut.
Kemudian pada area tengah ruangan terdapat sebuah meja kayu memanjang berukuran cukup besar lengkap dengan beberapa kursi kayu berwarna coklat. Meja yang terbuat dari potongan pohon utuh yang berukuran cukup besar tersebut sengaja hanya diaplikasikan coating finish sehingga menampilkan guratan kayu alaminya. Area ini biasanya dijadikan tempat untuk makan bersama keluarga. Dihiasi dengan lampu gantung bergaya minimalis yang memancarkan cahaya kekuningan, sehingga menambah nuansa hangat di dalamnya.
Pada bagian tengah bangunan limasan digunakan sebagai ruang keluarga. Satu set sofa dengan desain minimalis berwarna dominan putih dan coklat nampak kontras dengan nuansa ruangan klasik. Hal tersebut dipilih Rima karena dari segi kenyamanan sofa memiliki nilai kenyamanan yang lebih untuk bersantai dibanding dengan kursi kayu. Sebagai media entertainment di ruang keluarga, terdapat sebuah televisi layar datar dengan ukuran yang cukup besar. Diletakkan pada sebuah cabinet kayu minimalis berkelir dominan coklat dan putih, bersanding dengan beberapa koleksi buku dan patung kecil semakin mempercantik dekorasi ruangan.
Pada ujung ruangan terdapat sebuah meja bar yang terbuat dari batu marmer berwarna hitam dan putih, sekaligus menjadi pembatas area dapur. Kitchen set bernuansa minimalis semakin menambah keunikan nuansa yang diciptakan oleh dekorasi interior bangunan ini. Pada sudut-sudut ruangan juga nampak beberapa cabinet kayu yang berisi pernak-pernik koleksi dan beberapa buku bacaan Sang pemilik rumah berjajar rapi mempercantik tampilan klasik ruangan tersebut.
Rumah dengan luas bangunan mencapai 225 m² itu memiliki 2 buah kamar tidur utama yaitu kamar tidur orang tua dan kamar tidur untuk anak. Masuk ke dalam kamar anak begitu terasa bahwa kamar itu adalah kamar cowok. Berbagai macam koleksi mainan cowok dapat ditemui di dalam kamar, berjajar rapi pada sebuah rak kayu minimalis. “Untuk kamar tidur sengaja dijadikan satu untuk berdua karena anak-anak masih belum berani untuk tidur sendiri. Tapi nantinya kalau mereka sudah berani tidur sendiri dan minta dipisah kamarnya, kami sudah menyiapkan space untuk itu,” ungkap wanita asli Jogja tersebut. Dua buah tempat tidur single dengan bed cover bermotif full colour berjajar di sudut kamar. Pada sisi tengah kamar terdapat sebuah meja belajar anak berbahan kayu, bersanding dengan sebuah rak kayu berisikan buku-buku materi pelajaran Sang anak. Sebuah lemari baju berbahan kayu berwarna coklat, dengan corak lingkaran berwarna putih pada pintunya memberikan kesan padat pada dekorasi kamarnya, namun tetap terlihat rapi. Kamar mandi pada kamar ini bergaya modern lengkap dengan shower, wc duduk, dan sebuah wastafel.
Masuk menuju kamar tidur utama, kesan kamar yang cukup luas langsung terasa begitu memasuki area ini. Pada sudut kamar tidur yang menghadap langsung ke halaman depan rumah dimanfaatkan sebagai ruang kerja. Dengan meja kayu memanjang dan memiliki view langsung keluar rumah, diharapkan dapat menyegarkan pikiran sehingga menciptakan inspirasi yang berguna dalam menyelesaikan perkerjaan. Pada tengah ruangan terdapat sebuah tempat tidur king size yang nampak begitu nyaman sebagai tempat beristirahat di malam hari. Pasangan suami istri yang hobi membaca buku-buku dari bermacam genre tersebut juga menyimpan beberapa koleksinya di ruang kamar ini. Nampak dari rak-rak kayu yang dipenuhi dengan buku-buku bacaan tertata rapi pada sudut ruangan. Kamar mandi di dalam ruangan tersebut memiliki nuansa yang tak berbeda jauh dengan kamar mandi di kamar tidur anak, namun dengan ukuran yang lebih luas.
Menutup perbincangan sore itu, Rima menceritakan kisah yang cukup unik tentang awal mula Ia dan sang suami memperoleh tanah di daerah Tabonan RT 01 RW 04, Harjobinangun, Pakem, Sleman tersebut. “Dari dulu memang saya dan suami kalau punya rumah ingin yang berada di daerah yang masih sejuk dan tidak begitu padat. Sempat sebelumnya ditawari tanah ini sama seorang makelar tapi suami belum begitu tertarik. Sampai pada suatu hari pemilik tanah ini datang ke workshop kami untuk order furnitur. Setelah ngobrol-ngobrol kok malah ditawari tanah dan ternyata setelah tahu lokasinya yaitu di sini. Ya akhirnya saya dan suami setuju untuk membelinya, karena mungkin memang sudah pulung kalau istilah Jawanya,” tutup Rima. Farhan-red

















































































