Sederhana Namun Berisi Dalam Balutan Mediterania
Sejuta alasan banyak orang memilih untuk memiliki hunian yang strategis, aman, dan nyaman. Banyak tipe dan jenis rumah yang disajikan di Kota Yogyakarta sebagai tempat hunian strategis, aman, dan nyaman. Keluarga Anita Rakhmawati telah membuktikan bahwa masih ada tempat yang dapat digunakan sebagai tempat hunian sementara (rumah singgah) untuk keluarga besarnya saat berkunjung ke Kota Yogyakarta. Rumah hunian dengan konsep Mediterania, kecil, dan sederhana itu memberikan warna yang berbeda bagi keluarga besar Anita saat sedang berkumpul bersama. Tidak hanya itu, rumah singgah itu memiliki ruangan yang lengkap layaknya rumah yang dipakai sebagai tempat tinggal pada umumnya.
Mediterania. Apabila mendengar kata tersebut, hal pertama yang Anda pikirkan tentu tentang kemewahan. Lain halnya tentang konsep Mediterania yang terletak di Casa Grande, Cluster Barcelona No.348, Sleman, Yogyakarta ini. Tampak dari luar, model Mediterania yang telah dibangun sejak tahun 2007 ini, terlihat sangat sederhana. Keanggunan Mediterania masih tetap tampak dari luar karena bentuknya, mulai dari bentuk pintu sampai dengan lampu yang menghiasi bagian depan rumah, benar-benar Anda akan disuguhi dengan suasana Mediterania yang dimaksud. Hunian sederhana bergaya Mediterania ini ternyata hanya digunakan sebagai rumah singgah keluarga besar Anita Rakhmawati. Anda tidak akan menyangka bahwa rumah singgah ini ternyata awalnya merupakan salah satu rumah contoh di Perumahan Casa Grande. Seperti dikatakan oleh Anita Rakhmawati “Biasanya rumah contoh itu kan memang benernya”, menurutnya sebagai rumah contoh, maka rumah ini harus segera dibeli, karena rumah contoh biasanya bahan bangunan yang digunakan masih original, belum terkontaminasi oleh bentuk dan bahan dari bangunan-bangunan lain yang ada di sekitar perumahan tersebut.
Belum lengkap rasanya apabila Anda hanya lewat di depan rumahnya saja. Anda harus mengetuk pintu yang berbahan jati itu dan mencoba masuk ke dalamnya. Saat dibukakan pintu, jangan kaget ketika Anda dapat melihat diri Anda. Di ruang tamu Anda akan disambut oleh meja konsol dengan cermin menghiasi ruang tamu, sejajar dengan pintu. “Kalau ada tamu kita bisa melihat sudah cantik apa belum”, ujar Anita menjelaskan fungsi cermin yang berada di ruang tamu. Jadi, cermin yang berada di ruang tersebut fungsi utamanya adalah sebagai sarana untuk mempersiapkan diri saat menerima tamu yang datang. Karena dirasa menarik, maka cermin tersebut akhirnya dipasang, ide pemasangan cermin tersebut berasal dari kakak kedua Anita. Lebih dalam lagi, Anda juga akan melihat keindahan beberapa karya seni lukis menempel di setiap dinding ruangan.
Rumah singgah yang berdiri di atas tanah seluas ±400 m2 dengan luas bangunan ±280 m2 sebagai rumah contoh ini memiliki dua bagian, yaitu bagian bawah dan bagian atas. Bagian bawah, mulai dari pintu depan Anda akan dihadapkan dengan ruang tamu, kemudian ada ruang keluarga sebagai tempat bercengkerama bersama keluarga, kamar bermain untuk anak-anak, ruang makan, dan dapur. Kemudian untuk mencapai bagian ruangan atas, Anda akan menginjakkan kaki di anak tangga yang dilapisi kayu jati. Pada bagian atas, Anda akan menemukan tiga kamar tidur, dua kamar mandi dan satu ruang musik. Untuk bagian tambahannya, rumah singgah ini memiliki taman depan, taman belakang dan juga garasi. Walaupun memiliki banyak bagian ruangan di dalamnya, rumah singgah ini hanya diberi dua televisi saja, satu di ruang keluarga dan yang satunya di ruang bermain anak. Alasannya sederhana, “nanti bukan lagi rumah singgah, tapi jadi kamar singgah”, ujar Anita. Ide untuk tidak memberi televisi di setiap kamar ini muncul supaya apabila keluarga sedang berkumpul, acara yang dilakukan dapat benar-benar fokus di salah satu ruangan. Bertemu dengan keluarga besar, berarti tidak lagi asyik dengan dunia masing-masing, tetapi harus bergabung dan berkumpul bersama yang lainnya di satu ruangan.
Menelusuri setiap bagian ruangannya, sebagai rumah singgah untuk keluarga besar mempunyai ruangan yang sangat lengkap. Mulai dari ruangan keluarga, ruang bermain untuk anak-anak dan bahkan tempat bersantai, semuanya ada di dalam bangunan berukuran kecil ini. Sepertinya tiap bagian ruangan memang sudah dipersiapkan dengan semestinya supaya benar-benar menjadi rumah singgah yang berkualitas dan dapat mempererat tali persaudaraan yang ada saat sedang berkumpul bersama. Walaupun tidak setiap hari dihuni, rumah ini masih tetap berdiri kokoh, rapi dan bahkan bentuk bangunannya pun sampai saat ini sama sekali belum diubah sejak tahun 2007. Satu hal yang paling menarik ialah warna cat yang melapisi dinding bangunan, masih terlihat cerah dan bersih. Ada beberapa bagian yang ditambahkan dalam hunian sederhana yang digunakan sebagai rumah singgah ini. Setiap rumah dipilih tentu memiliki beberapa pertimbangan, “yang saya suka dari rumah ini, kedap suara” tutur Anita. Apabila Anda ingin merasakan kesunyian yang mendalam, Anda tinggal menutup semua pintu ruangan, karena memang rumah ini memiliki kelebihan yaitu kedap suara. Ia bersama keluarga merasakan suatu kenyamanan karena saat berada di dalam rumah tersebut tidak ada gangguan dari luar, misalnya saja suara hujan deras atau pembangunan yang berada di luar rumah.
Satu hal yang tetap dipertahankan dari rumah singgah keluarga besar Anita Rakhmawati ini adalah kesederhanaannya. Pada bagian pintu yang mengarah ke taman belakang, hanya terbuat dari kaca dan tidak ada tralis yang membatasi pintu tersebut karena apabila diberi tralis mungkin akan merusak nuansa mediterania yang diinginkan. Maka dari itu, rumah singgah yang dulunya adalah sebagai rumah contoh dari sekian banyak hunian di Casa Grande ini tidak ada penambahan-penambahan yang mencolok. Hanya dua bagian yang mengalami sedikit perubahan yaitu bagian taman belakang dan ruang garasi. Pada bagian taman belakang ditambahkan teras karena dirasa perlu apabila keluarga ingin menikmati suasana taman saat bercanda tawa bersama juga sebagai tempat bersantai bersama keluarga. Pada bagian taman kecil tersebut Anda akan melihat berbagai jenis tanaman seperti pohon kelapa, durian, mangga, dan jeruk. Pada bagian garasi, bagian luar garasi ditambahkan canopy yang artistik supaya dapat menampung lebih banyak kendaraan penghuninya. Bambang-Red

















































































