Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Taman Kering Dalam Rumah

    Desain taman kering
    Desain taman
    Desain Taman dalam rumah
    Taman

    Kehadiran sebuah taman pada area hunian atau rumah tinggal dapat menjadi hiburan tersendiri bagi penghuninya, baik sebagai relaksasi maupun untuk memanjakan mata setelah lelah beraktifitas di kantor maupun aktifitas lainnya. Namun, keterbatasan lahan membuat pemilik rumah cenderung memilih untuk memenuhi lahan hunian dengan bangunan (full building) tanpa menyisakan lahan untuk area terbuka hijau atau taman di lingkungan hunian. Meskipun demikian, keterbatasan lahan lantas tidak menjadi penghalang bagi terciptanya suasana hijau dalam rumah. Hal tersebut dapat disiasati dengan membuat taman di dalam rumah yang tentu saja ukurannya dapat menyesuaikan kondisi atau luasan lahan yang dimiliki dengan penanganan yang tepat.

    Membuat sebuah taman di dalam rumah dapat dijadikan sebagai bentuk ekspresi pemilik rumah dan juga sebagai hiburan bagi pemiliknya, sehingga diperlukan proporsi yang baik untuk dapat membuat setiap orang yang melihatnya menjadi lebih nyaman dan relax. Kehadiran taman menciptakan iklim mikro pada area dalam rumah, kualitas udara yang baik akan semakin meningkat dengan kesegaran dan kesejukan yang dihadirkan melalui taman.

    Secara harafiah terdapat dua jenis taman yang dapat dirancang di dalam rumah, yaitu taman basah dan taman kering. Taman basah merupakan taman yang menghadirkan unsur air, seperti kolam ikan, waterfall, dan komponen lain yang mengandung elemen air. Sedangkan taman kering yang disajikan dalam artikel kali ini merupakan taman yang tidak menghadirkan unsur air dalam perancangannya. Ada beberapa point penting yang perlu diperhatikan apabila ingin membuat taman di dalam rumah, yaitu menentukan posisi atau letak taman dalam rumah, menentukan konsep desain taman, menentukan komponen atau spesifikasi taman, dan perawatan taman.

    Letak taman dalam rumah memiliki keterkaitan dengan ukuran dan layout ruang serta masa bangunan rumah. Bentuk hunian memanjang, persegi, letak hunian pada lahan sudut (segitiga), serta lebar dan sempitnya hunian cukup mempengaruhi letak taman. Letak taman dan fungsi ruang dapat dipadukan, taman sebaiknya berada pada ruang yang bersifat publik, yang dominan digunakan oleh hampir semua penghuni. Misal pada ruang keluarga, ruang makan, dan ruang tamu, agar manfaat ruang dapat dirasakan bersama dan ruang yang bersifat publik biasanya memiliki dimensi yang cukup luas dari pada ruang yang bersifat privat.

    Taman sebaiknya terletak pada tempat yang memiliki sirkulasi udara dan cahaya yang baik. Hal ini sangat mempengaruhi kesehatan dan kebersihan hunian. Taman memiliki elemen hidup yang membutuhkan udara dan cahaya matahari agar dapat bertahan, seperti vegetasi yang terdapat pada taman, serta bebatuan agar tidak cepat ditumbuhi lumut dan sejenisnya yang dapat merusak keindahan taman. Cahaya matahari dapat mengurangi kelembaban pada area taman, karena jika terlalu lembab, maka udara dalam hunian pun menjadi tidak baik. Cahaya matahari dan udara membantu kehadiran taman dalam rumah berada pada porsi yang tepat.

    Konsep perancangan taman sebaiknya disesuaikan dengan konsep hunian itu sendiri. Hunian atau rumah tinggal bergaya mediteran akan lebih tepat dipadukan dengan taman dalam rumah dengan konsep mediteran, dapat diaplikasikan dengan menghadirkan elemen-elemen mediteran. Hunian klasik dengan taman yang memiliki ornamen klasik seperti patung yunani, pilar, dan sebagainya. Sedangkan konsep yang saat ini dominan digemari yaitu konsep hunian minimalis, dimana kehadiran taman pun akan disesuaikan dengan konsep hunian. Konsep taman minimalis ini memiliki aksen yang sederhana dengan batu alam dan tanaman-tanaman perdu. Dimensi atau ukuran taman yang akan dibuat disesuaikan dengan luas ruang atau bangunan, hal ini agar sebuah ruang tidak kehilangan fungsinya jika terlalu luas space yang digunakan untuk area taman.

    Komponen dan spesifikasi taman. Pemilihan material taman yang sesuai dengan karakter hunian. Material yang digunakan dalam pembuatan taman akan memunculkan karakter yang berbeda, misal hunian minimalis, penggunaan batu alam dengan motif alur/garis dan karakter kayu dapat membantu memperkuat konsep. Untuk itu dalam pembuatan taman sebaiknya memahami karakter hunian dan efek kehadiran taman yang ingin dihasilkan. Finishing atau sentuhan akhir terhadap material turut serta dalam pembentukan karakter taman. Batu alam dan bebatuan yang ada disekitar taman akan menciptakan karakter yang berbeda ketika dibuat dengan dan tanpa coating atau pelapis. Manfaat coating adalah agar material tidak terkena jamur atau lumut yang timbul karena kelembaban yang dihasilkan oleh udara di sekitar taman. Namun, beberapa penikmat taman yang ingin kesan natural pada tamannya cukup kuat, lebih menyukai keberadaan lumut pada bebatuan yang ada di taman, sehingga tidak diperlukan adanya coating pada komponen material taman. Selain material, pemilihan elemen/ornamen pengisi pada taman juga memiliki peran dalam menunjukkan karakter taman. Elemen pengisi lain untuk taman dapat berupa, vegetasi, bebatuan, dan sculpture. Elemen pengisi untuk konsep taman minimalis, jepang, klasik tentu akan berbeda. Taman minimalis cukup dengan pemilihan ornamen sederhana, sedangkan taman klasik akan menggunakan ornamen yang mewakili karakter klasik, seperti patung, pola floral pada bebatuan, dan pilihan warna yg cenderung monokrom, begitu pula dengan konsep taman jepang, mediterania, dan sebagainya.

    Selanjutnya, hal yang terpenting ketika memiliki taman dalam rumah adalah maintenance atau perawatan taman. Agar lingkungan taman dan rumah tetap sehat, maka kebersihan taman pun harus selalu dijaga. Pembersihan taman harus dilakukan secara berkala, untuk jenis taman minimalis pembersihan akan lebih mudah karena ornamen yang sederhana mengurangi kemungkinan kotoran terselip. Perlunya sirkulasi udara dan cahaya matahari yang cukup sangat membantu menjaga kebersihan taman dan kesehatan rumah, agar terhindar dari bakteri atau jamur yang dapat mengganggu ekosistem taman dan penghuni rumah. Agar mudah dalam perawatan taman, pilihlah material yang berpori kecil, karena daya serap air yang rendah akan mencegah lumut berkembang biak.

    DESAIN 1 | Taman sebagai Penghubung Massa Bangunan

    Taman yang berfungsi untuk menghadirkan kesejukan dan kesegaran dalam hunian juga dapat difungsikan sebagai penghubung antar ruang atau massa bangunan. Pada desain taman berikut, taman menghubungkan antara bangunan utama hunian 2 lantai dengan area servis seperti dapur dan ruang makan yang berada pada bangunan hunian 1 lantai. Taman dibuat langsung terhubung dengan area luar hunian, tanpa adanya atap di bagian atas taman. Area terbuka hijau yang asri yang diciptakan oleh taman merefleksikan kesegaran pada bagian dalam hunian, terutama area makan, dimana penghuni dapat menikmati keindahan taman sembari menyantap hidangan. Elemen yang dihadirkan cukup ringan, dengan pohon kamboja sebagai point of view dan tanaman vertikal seperti bambu air dan bunga lily menghiasi pinggiran taman. Perpaduan vegetasi vertikal dan repetisi tatanan kayu di sepanjang pinggiran taman menambah nuansa segar dan sejuk pada taman. Taman terkesan simple dan minimalis.

    DESAIN 2 | Taman di Tengah Ruang

    Hadirnya taman mini yang berada di tengah-tengah hunian selain dapat menghidupkan suasana di dalam rumah dengan visualisasi yang menyegarkan pandangan, juga dapat menghadirkan hawa yang sejuk dalam hunian. Desain rumah dengan atap kaca dan ventilasi pada bagian dinding taman dapat mempermudah cahaya masuk sehingga komponen taman dapat terus hidup. Gunakan vegetasi yang memiliki pertumbuhan lambat dan cenderung berukuran kecil, apabila memilih untuk menggunakan tanaman rambat, ada baiknya untuk mempersiapkan area perambatan yang tidak mengganggu keindahan interior rumah itu sendiri. Pada desain ini letak taman berada antara ruang tamu dan ruang keluarga. Fungsi taman di sini selain menghadirkan kesegaran dan kesejukan dalam rumah, juga sebagai pembatas imajiner antara ruang tamu yang bersifat publik dan ruang keluarga yang bersifat privat untuk penghuni rumah. Letak taman menjadi point of interest dari ruang tamu.

    DESAIN 3 | Taman di Sudut Ruang

    Space kecil pun memungkinkan sebuah taman dihadirkan ke dalam rumah. Seperti desain berikut, taman terletak di sudut ruang dekat dengan ruang keluarga yang memanfaatkan ruang di bawah tangga. Taman di bawah jendela memungkinkan udara dan cahaya matahari dapat langsung mengarah ke taman, sehingga taman berada dalam kondisi yang baik, berkecukupan udara luar dan cahaya matahari. Jika taman berada dekat dengan bukaan rumah seperti pintu dan jendela, maka kebutuhan akan skylight atau cahaya dari atap dapat diminimalisir. Untuk taman sudut, pemilihan tanaman tidak perlu yang terlalu besar, cukup yang sedikit cabang dan yang tumbuh meninggi atau vertikal ke atas, seperti tanaman bambu air, asoka, dan lily.

    DESAIN 4 | Taman di Ruang Sisa

    Pada hunian yang memiliki ruang sisa atau tak terpakai dapat dimanfaatkan untuk area taman dalam rumah. Biasanya ruang sisa ini memiliki ukuran kecil yang tidak memungkinkan untuk difungsikan sebagai area dengan aktivitas tinggi, seperti kamar tidur, ruang makan, dapur, dan sebagainya. Namun, ruang tersebut sangat mungkin jika dijadikan area hijau, taman mini yang berada dalam rumah. Taman dapat dibuat dengan tipikal taman kering sehingga tidak terlalu rumit dalam perawatannya. Pada taman dapat diletakan 1 jenis sculpture atau tanaman hias, seperti bonsai, yang memiliki daya tarik tersendiri, yang nantinya dapat menjadi view yang menarik dari taman yang kecil ini. Di sekitar sculpture dapat ditanami tanaman-tanaman kecil sebagai penghidup suasana taman. Material pada dinding dapat menggunakan bata ekspose, batu alam, maupun batu candi untuk memperkuat karakter asri pada taman. ACHIRA – Archsketch Cipta Inspira

    ACHIRA – Archsketch Cipta Inspira
    Jl. Garuda 185 B, RT 05/Rw 30, Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283
    Telp. 0274 – 882 480 / 0821 3453 5876
    www.arsitekarchira.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain