Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis

    Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis
    Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis
    Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis
    Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis

    Rumah merupakan tempat tujuan terakhir kita setelah seharian beraktifitas di luar untuk bekerja, sekolah ataupun melakukan beragam kegiatan lainnya. Di rumah segala capai dan penat sedikit terangkat ketika berkumpul, bercengkrama, dan bersenda gurau atau sekedar menceritakan peristiwa yang terjadi hari ini dengan anggota keluarga lainnya. Untuk itu arsitektur dan suasana rumah harus dibuat senyaman mungkin untuk mendukung hal tersebut. Hal itulah yang dilakukan oleh Herbayu Aji pada huniannya.

    Rumah dengan arsitektur minimalis dipilih Bayu karena sesuai dengan jiwa mudanya dan tidak terlalu susah dalam perawatannya. “Minimalis modern selain masih tren, tidak ketinggalan zaman, perawatannya juga cukup simple, mudah, dan tidak terlalu ribet,” ujar pria jebolan arsitektur UII. Nampak dari depan, hunian bergaya minimalis modern ini tampil layaknya dua bangunan yang berbeda tapi masih dalam satu pekarangan dengan pagar batuan alam untuk memisahkan dengan jalan lingkungan yang berada di depannya. Kesan hidup dan asri dipercantik dengan tanaman sulur yang menjulur ke area luar pagar dan semakin hijau dengan hadirnya rerumputan yang ditanam di grassblok. Rumah yang beralamat di Kp. Sagan GK V 1053, Yogya, ini proses pembangunannya cukup memakan waktu yang lama, yaitu kurang lebih 2 tahun seperti yang dipaparkan oleh Bayu, “ Proses pembangunannya agak lama, mulai dari tahun 2010 hingga akhir 2012. Saya memperhatikan hal-hal detail biar tidak kecewa di belakang.”

    Memasuki pekarangan rumah kita akan melewati jalan dengan perkerasan batu kali dengan beberapa anak tangga yang menjadikan teras rumah ini agak tinggi dari jalan lingkungan. Dua buah sofa panjang berwarna coklat muda yang diletakkan berhadap-hadapan mengisi interior ruang tamu. Beberapa jendela dengan bukaan besar terdapat di beberapa sudut. Jendela ini memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam ruangan sehingga ketika siang hari ruang tamu terasa begitu terang benderang. Dari jendela ini juga kita dapat melihat sebuah taman kecil beserta kolam yang terletak di samping ruang tamu. Taman ini menjadi penyegar mata sehingga tamu tak merasa jenuh hanya melihat tembok saja. Sebuah lemari pajangan yang ditanam dalam tembok menghiasi bagian atas jendela.

    Menyusuri lorong berbentuk letter L dengan dinding sekat kayu kita akan menjumpai sebuah ruang keluarga yang begitu lapang dan luas. Lantai di ruang keluarga ini lebih tinggi daripada lantai di ruang tamu. Hal ini disengaja oleh Bayu agar tidak terjadi kebosanan. “Saya berpikir bagaimana bikin rumah tapi ketika masuk ke rumah nggak merasa bosan maka saya mainkan pola ketinggian lantainya. Rumah ini mempunyai beberapa leveling lantai yang berbeda begitu pula dengan yang di atas (lantai 2),” ujar pria lulusan arsitektur UII ini. Sebuah sofa dalam balutan warna hitam dengan bantal bermotif belang-belang menghiasi bagian tengah ruang keluarga ini. Sebuah TV menempel di dinding bagian depan sofa tersebut. Meja panjang dengan peralatan elektronik terdapat di bagian bawahnya.

    Ruang tamu ini mempunyi atap yang tinggi karena tersambung dengan atap lantai dua. Seperti halnya ruang tamu, ruang keluarga ini juga begitu terang dengan banyaknya jendela dan bukaan. Misalnya saja pintu kaca lipat yang membatasi antara ruang keluarga dengan taman belakang. “Siang hari cahaya tetap optimal dan angin pun bisa masuk. Meminimalisir penggunaan lampu karena TDL (Tarif Dasar listrik) selalu naik, “ ujarnya terkekeh. “Penggunaan pintu kaca lipat agar ketika hujan datang tinggal tutup tapi cahaya tetap bisa masuk dan pandangan tetap luas ke taman belakang.

    Dengan penempatan taman di bagian belakang rumah, ruang keluarga ini seolah-olah berada di luar rumah. Anak-anak pun bermainnya juga di area ruang keluarga dan taman sehingga pengawasannya juga gampang,“ tambah bapak dua anak ini. Taman kecil ini nampak begitu luas dengan penataannya yang apik. Sebuah jalan setapak yang terbuat dari fiber semen menyerupai sebuah balok kayu tertata rapi menjadi penghubung dengan bangunan di sebelahnya. Fiber semen ini juga bahan yang digunakan Bayu pada fasad rumah sehingga tampil beda dengan rumah kebanyakan.

    Hunian berlantai dua ini memang dirancang untuk memiliki dua fungsi, yaitu sebagai tempat tinggal sekaligus usaha seperti yang dipaparkan oleh Bayu, “Bangunan ini dibangun untuk memiliki dua fungsi, yaitu untuk rumah tinggal dan usaha yang dibangun terpisah tapi ada connecting dari belakang. Saya sebagai penghuni ketika akan ke tempat usaha tidak perlu lewat depan, lewat belakang juga bisa sehingga tidak mengganggu aktifitas di bangunan induk,” beber Bayu. Bangunan tambahan yang dipergunakan untuk usaha di bagian bawah rencananya akan difungsikan sebagai bakery oleh sang istri sedangkan di lantai atas digunakan Bayu sebagai kantor yang bergerak di bidang jasa arsitektur. Taman belakang ini juga menjadi view bagi ruang makan yang tepat berada di sisi timur ruang keluarga. Ruang makan ini juga terhubung dengan area dapur di bagian belakang. Dari ruang makan menuju dapur kita akan melintasi sebuah kolam kecil dengan step holding sebagai pijakannya. Taman sederhana terdapat di kanan kirinya mempercantik kolam tersebut. “Kolam ikan tersebut selain berfungsi sebagai pendingin ruangan juga agar tidak bosan dan jenuh. Saya sengaja pilih kolam yang pendek dan dangkal agar perawatannya mudah,” terang Bayu.

    Rumah seluas 491 m² ini memiliki 5 kamar tidur yang terdiri dari 2 kamar di lantai satu, 2 kamar di lantai atas,dan 1 kamar di mezanin. Mezanin merupakan ruang yang diciptakan di antara dua lantai dalam sebuah ruangan. Area kamar tidur pun juga menggunakan banyak jendela sebagai sumber cahaya di siang hari. Penggunaan lemari tanam pada dinding juga dapat ditemukan di ruang tidur utama di lantai dua. Lemari tanam ini membuat area ruang terkesan luas karena mengurangi space timbul yang dihasilkan oleh lemari biasa. Di lantai dua pun terdapat jembatan penghubung antara bangunan induk dengan bangunan samping yang difungsikan sebagai usaha. Jembatan penghubung berlapis parket ini mempunyai bentuk mirip perosotan karena perbedaan level lantai. Di lantai dua bangunan usaha sendiri terdapat sebuah teras, tepatnya di depan kantor Bayu. Dari teras ini kita dapat menikmati pemandangan taman belakang dan juga lingkungan sekitar rumah. Ganang-Red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain