Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Udang Kipas Nusantara, Bilik Kayu Herritage Resto

    Bilik Kayu Heritage Resto
    Konsep Tropis area outdoor Bilik kayu Heritage Resto
    Kemewahan Bilik Sono keling
    Teras Depan Bilik Kayu Jati
    Menu makanan dan minuman Bilik Kayu Heritage Resto

    Berwisata kuliner sekaligus menikmati suasana resto yang hommy adalah dambaan setiap orang. Selain tujuan bersantap adalah mengenyangkan perut, kenyamanan tempat pun turut menjadi pertimbangan yang tak boleh ketinggalan. Destinasi tempat yang tepat untuk persoalan di atas adalah Bilik Kayu Herritage Resto yang kini hadir di kota Gudeg, yakni kota Yogyakarta. Bilik Kayu Herritage Resto yang beralamat di Jl. IPDA Tut Harsono, no. 72 Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta tersebut, hadir untuk Anda yang ingin bersantap sembari menikmati suasana yang hommy dan nyaman.

    Kenyamanan yang pertama ditunjukkan Bilik Kayu Herritage Resto terlihat sejak di area parkir yang terbilang luas. “Tempat parkir kami mampu menampung sekitar 6 bus pariwisata besar dan sekitar 40 mobil masuk,” kata Ria Noor selaku Marketing Manager Bilik Kayu Herritage Resto. Selain menyediakan area parkir yang luas, keseriusan pembangunan yang tak kalah menariknya terlihat dari bangunan-bangunan yang berdiri kokoh siap menyambut setiap tamu yang akan menikmati makanan di sana.

    Masuk lebih dalam bangunan pertama yang akan dijumpai adalah Bilik Jati. Di bilik tersebut, pegawai resto siap menyambut dan mengantar setiap tamu yang datang. Bangunan Joglo yang dinamakan Bilik Jati tersebut memiliki sejarah nama yang menarik. “Nama Bilik Jati sendiri berasal dari bahan material Joglo yang didominasi oleh kayu jati. Joglo ini adalah koleksi owner kami yang kebetulan adalah seorang kolektor barang antik. Joglo diperoleh dari daerah Kudus yang berumur cukup lawas yakni sekitar 200 tahun,” terang Ria sembari menunjukkan area Bilik Jati.

    Sedangkan untuk penamaan Bilik Kayu Herritage Resto juga memiliki cerita tersendiri. “Kata 'bilik' yang berasal dari bahasa Melayu, didapat dari daerah asal owner kami yakni dari Manado dan dari Jogja, serta dominasi material keseluruhan resto terbuat dari kayu. Sedangkan kata 'herritage' berasal dari tema masakan nusantara yang bahan-bahannya menggunakan rempah-rempah serta resep yang kami gunakan khas nenek moyang. Masakan yang kami adopsi rata-rata adalah masakan rumahan dengan standart menu kami sendiri. Jadi soal cita rasa akan tetep terjaga kelezatannya,” cerita Ria.

    Masih di area Bilik Jati, pemilihan furnitur yang didominasi oleh kayu dengan lapisan alumunium warna hitam berpadu serasi dengan lantai tegel warna hijau. Hiasan sepeda motor Vespa warna putih di sudut teras berdampingan dengan furnitur meja yang terbuat dari bekas perahu tampil kreatif. “Untuk furnitur secara keseluruhan adalah design saya sendiri, dan hampir semua kursi dan meja di sini sama. Hanya ada beberapa kursi dan meja buatan suami saya yang agak berbeda dari yang lainnya, yakni berbahan dari bak truk bekas dan perahu kayu bekas,” kata Ernie Meike, owner Bilik Kayu Herritage Resto sembari menunjuk meja kursi berbentuk bulat.

    Di belakang Bilik Jati terdapat ruang yang memanjang, yakni area bar. Area bar tempat meracik minuman bersanding dengan area open kitchen yang terlihat bersih dan rapi. Sedangkan untuk meja kasir tepat diposisikan di depan dapur yang sesuai dengan fungsinya. Selain Bilik Jati, venue lainnya adalah Bilik Akasia dan Bilik Sono Keling. Bilik Akasia diadopsi dari tumbuhnya pohon akasia besar di depan bangunan. Konsep yang disajikan oleh Bilik Akasia lebih ke arah modern dengan penggunaan full kaca pada bangunannya dan merupakan ruang VIP. Ruangan tersebut juga sering digunakan untuk acara meeting karena sudah dilengkapi peralatan elektronik. Di depan Bilik Akasia juga terdapat hiasan motor Vespa warna biru yang trendy.

    Untuk konsep Bilik Sono Keling hampir berbeda dengan bangunan lainnya. Area yang terletak di paling ujung tersebut, merupakan salah satu tempat favorit para tamu. Penempatannya yang terbilang agak masuk ke dalam menyuguhkan suasana yang agak private. Maka tak heran jika para tamu banyak yang memilih Bilik Sono Keling menjadi tempat favorit. Selain ruang indoor Bilik Kayu Herritage Resto juga menawarkan suasana outdoor. Area terbuka dengan susunan meja dan kursi bekas bak truk dan perahu ditempatkan di sisi tengah area resto. Rumput hijau dan pohon-pohon disekitaran resto, membuat suasana outdoor semakin nyaman.

    Bilik Kayu Herritage Resto yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 m² tersebut mampu menampung sekitar 400 orang. Betapa luasnya resto tersebut. Resto yang terbilang belum lama beroperasi tersebut, membuktikan kesuksesan bisnis kuliner di tengah kota Yogyakarta. “Kami mulai beroperasi sekitar bulan 5 Maret 2016, hingga saat ini (Juli-red) sudah sekitar 1.000 pack kami layani,” ungkap Ria panggilan akrabnya.

    Ria menambahkan pihaknya tidak merasa bersaing dengan competitor lainnya meskipun kehadiran Bilik Kayu Herritage Resto terbilang masih baru. “Kami selalu optimis meskipun tempat ini termasuk di kawasan persaingan dan di tengah kota. Sejauh ini pun grafik kami semakin meningkat, untuk selanjutnya hanya tinggal menjaga eksistensinya saja. Selain sebagai tempat makan keluarga dan perorangan, Bilik Kayu Herritage Resto juga biasa dijadikan tempat untuk acara seperti event, meeting, reuni, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Konsumen yang terserap pun rata-rata adalah family dan company.”

    Bilik Kayu Herritage Resto menyediakan menu makanan yang tak kalah menarik dan terbilang langka. Menu ikan laut udang kipas dan ikan kaka tua merupakan menu andalan. ”Menu-menu di sini 80% nya adalah masakan khas Nusantara yang didominasi menu ikan laut segar seperti ikan Baronang, Kerapu, Kakap, Bawal Laut, ikan Kaka Tua serta Udang Kipas. Ikan-ikan laut tersebut merupakan hasil tangkapan langsung dari para nelayan daerah Situbondo yang terkenal akan laut dalamnya. Ikan laut kami selalu fresh,” tambah Ria.

    Menu khusus ikan Kaka Tua dan Udang Kipas yang cukup sulit untuk pasokan dalam jumlah banyak pihaknya tidak berani mengeluarkan untuk menu buffet. “Karena ikan-ikan laut kami berasal dari hasil tangkapan nelayan langsung, yang belum tentu mendapatkan ikan langka seperti ikan Kaka Tua dan Udang Kipas, maka untuk kedua menu tersebut tidak termasuk dalam menu buffet” jelas Ria.

    Menu Udang Kipas yang terkenal akan kandungan gizinya yang tinggi diolah oleh chef yang berpengalaman di bidangnya. Saat ini resto yang mengusung bangunan berbahan kayu tersebut memiliki sekitar 8 chef berpengalaman yang salah satunya berasal dari Makasar. Proses memasak Udang Kipas benar-benar diperhitungkan sesuai standar recipy Bilik Kayu Herritage Resto yang akan membuat olahan tetap memiliki rasa yang tidak berubah-ubah. Udang Kipas yang telah direndam di dalam air jeruk berpadu nikmat dengan saus padang yang gurih dan pedas.

    Menu lain yang tak kalah kelezatannya adalah ikan kerapu bakar saus dabu-dabu. Saus dabu-dabu sendiri terbuat dari bahan seperti cabai, tomat, dan air jeruk. Rasa asam sekaligus pedas akan siap menggoyang lidah tatkala menyantap menu tersebut. Menu utama lainnya adalah sate lilid daging yang terbuat dari blenderan daging sapi yang didalamnya terdapat kacang tanah berpadu dengan bahan rempah lainnya sehingga rasa yang diperolehnya adalah gurih. Untuk menu appetizers, resto tersebut memiliki menu andalan Tahu Eco dan Cumi Goreng Krenyes.

    Minuman yang disediakan dikatakan Ria cukup beragam dan siap melepas dahaga para pengunjung. Menu Wedang Uwuh dengan bahan rempah seperti akar kayu secang, daun jeruk, jahe, dan gula batu, serta sirup merah akan siap menghangatkan tubuh Anda. Ada lagi menu Blue Ocean perpaduan antara soda water, sirup strawberry serta biji selasih di dalamnya yang siap menyegarkan tenggorokan. Shirly Temple spesial menu baru juga siap menjadi menu penyegar.

    Untuk pecinta kopi, menu Coffee Latte hangat dapat menjadi menu yang tak boleh terlewati. Biji kopi pilihan serta proses pemecahan kopi sendiri dengan menggunakan mesin kopi manual. Di akhir perbincangan Ria menambahkan pihaknya akan melakukan perluasan untuk Bilik Coffee dan Bilik Ageng yang saat ini tengah dalam proses perijinan IMB. “Kami akan melakukan perluasan untuk Bilik Coffee yang akan launching sekitar 3 bulan lagi dan untuk Bilik Ageng atau bilik utamanya sekitar awal tahun 2017,” katanya diakhir perbincangan. Yanti-red

    Bilik Kayu Heritage Resto
    Jl. IPDA Tut Harsono, No. 72
    Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta
    Phone : (0274) 2923988
    Email : mktmanager@bilikkayuresto.com
    www.bilikkayuresto.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain