Alternatif Hunian Pilihan Timur-Tenggara-Selatan-bagian 3
GRIYA ARGATAMA
Griya Argatama hadir sebagai salah satu perumahan yang menyasar pasar konsumen yang ingin memiliki rumah dengan harga yang masih terjangkau untuk kelas lokal Jogjakarta. Perumahan Griya Argatama berlokasi di Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul saat ini telah memasuki pembangunan tahap 2 dengan jumlah unit yang disiapkan sebanyak 30 unit. PT. Devcorena Cipta Grhatama menjadi salah satu developer yang mau dan mampu menyediakan rumah murah bagi masyarakat lokal Jogjakarta. “Diperlukan alternatif solusi untuk mewujudkan kebutuhan masyarakat dengan penyediaan rumah tinggal yang terjangkau. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan kami berkomitmen untuk hal tersebut, “ terang Tony Andriyansah, Marketing Manager PT. Devcorena Cipta Grhatama.
Untuk mendapatkan rumah bersubsidi sebagai bagian dari program sejuta rumah murah yang dicanangkan pemerintah saat ini, masyarakat sebagai konsumen harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Di antaranya, penghasilan maksimal Rp 4,5 juta, harus ditempati sendiri, rumah pertama, dan tak akan diperjual belikan selama 5 tahun. Syarat ini sebagai langkah untuk memeratakan kepemilikan rumah sebagai pemenuhan kebutuhan tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan. "Disebut bersubsidi dalam artian bukan harganya yang disubsidi tapi selisih bunganya yang disubsidi oleh pemerintah. Diharapkan adanya pemenuhan syarat-syarat tersebut bisa tepat sasaran," terang Andri, panggilan akrabnya.
“Untuk 2017 ini dijual seharga Rp 123.500.000 dan akan naik lagi menjadi RP. 130.000.000 ditahun 2018 nanti”, imbuh Lukito, Marketing Griya Argatama. Dengan uang muka Rp. 10 juta , jika jangka waktu angsuran selama 15 tahun maka konsumen hanya akan membayar cicilan sebesar Rp. 800.000,-/ bulan. Syarat lain yang dipenuhi adalah persyaratan sesuai dengan pengajuan KPR yang secara umum. Ketentuan KPR Bersubsidi FLPP yaitu uang muka mulai 1%, suku bunga 5% tetap selama jangka waktu KPR, sudah termasuk premi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran, jangka waktu KPR sampai 20 tahun. “Kami sudah bekerja sama dengan Bank BTN untuk penyaluran kredit KPR Rumah Bersubsidi ini, jadi masyarakat tidak usah khawatir dan was was terhadap status legalitas perumahan kami,” terang Andri.
Meskipun rumah bersubsidi memiliki harga tergolong murah jika dibandingkan rumah yang dikembangkan oleh developer rumah reguler, namun pihaknya tetap mengedepankan kualitas bangunan sebagai syarat mutlak pembangunan rumah. "Untuk spesifikasi teknis bangunan kami pasti mengusahakan kualitas bahan bangunan tak asal-asalan," kata Lukito. Struktur beton bertulang dengan dinding bata merah, plafon, kusen kayu, aliran air dari PDAM serta aliran listrik PLN berdaya 900 W sampai 1300 W.
Bangunan perumahan Griya Argatama tahap 2 adalah terdiri dari 2 tipe bangunan yaitu tipe 30 dan tipe 36. Masing-masing tipe memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu sekaligus ruang keluarga dan dapur. Setiap rumah memiliki opsi pengembangan atau penambahan ruangan karena lahan dibagian belakang yang masih cukup luas. Selain itu, dari segi kawasan, Griya Argatama memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau dan dijangkau. “Lokasi kami berada di Jalan Imogiri Timur Km.12,5 dengan akses relatif dekat dengan pasar tradisional, Stadion Sultan Agung, wisata kuliner sate klatak Jejeran, hanya 10 menit dari Ringroad Selatan dan Terminal Giwangan.
“Saat ini kami juga sediakan rumah non subsidi dibeberapa unit kavling kami, kebanyakan di kavling hook (pojok), kami tawarkan rumah tipe 36 dengan luasan tanah yang lebih besar, mulai 80 m2 - 100 m2 di angka 135 juta sampai 150 jutaan, harga yang masih sangat bisa di jangkau masyarakat lokal” ungkapnya semangat.
FASCO VILLAGE
Fasco Village menjadi salah satu pilihan kawasan hunian di Jogja Selatan yang berkonsep go green dengan dukungan kawasan berkontur perbukitan yang menawarkan sebuah pemandangan dan suasana alami yang akan menghadirkan kenyamanan. Berlokasi di Jalan Raya Kasongan Sedayu, Bangunjiwo, Kasihan Bantul lokasi tersebut saat ini sudah banyak berdiri hunian-hunian di tahap awal. Semua unit-unit tahap pertama sudah banyak yang di serahterimakan kepada kosumen dan digunakan sebagai tempat tinggal. “Konsep kawasan ini sengaja diselaraskan dengan lingkungan sekitarnya layaknya atmosfer Pulau Bali. Untuk mendukung suasana layaknya di Pulau Dewata, secara arsitektural bangunannya akan diberi aksen dan sentuhan batu-batu alam bercorak bunga-bunga pada beberapa sudut di fasad rumah.
Berdiri diatas luas tanah kurang lebih 1,2 hektar, perumahan ini memiliki kedekatan dengan berbagai tempat wisata yang ada di kecamatan Pajangan. Secara geografis Kecamatan Pajangan memiliki beberapa desa yang menarik untuk dikunjungi, seperti di Desa Guwosari terdapat desa wisata Krebet dan penghasil kerajinan batik kayu, selain itu juga terdapat objek wisata Gua Selarong, selain itu di sekitar daerah tersebut sudah di bangun kawasan kampus STIE Hamfara dan ke depan akan hadir Kampus Terpadu UIN. Dengan berdirinya kampus di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan mengalami perkembangan di berbagai sektor.
“Secara khusus, memasuki pertengahan tahun 2017 ini, kami buat terobosan dengan membuka cluster eksklusif sebanyak 16 kavling yang lokasinya berada di pengembangan tahap dua. Kisaran harga rumahnya di angka 442 jutaan dengan tipe standar 42 dengan luas tanah 80 m². Semua unit rumahnya sudah selesai kami bangun, dan siap dipergunakan sebagai “House of Healthy Aging” atau Rumah Sehat Usia Lanjut,” terang Hartono. “Kami melihat potensi investasi di Fasco Village ini, seiring dengan perkembangan dalam kawasan dan lingkungan sekitarnya”, paparnya saat launching Clinic Healthy Aging. PT. Asa Persada selaku pengembang bekerjasama dengan Operator Sada Jiwa dari Bali, yang sudah berpengalaman untuk mengelola sebuah kawasan yang diperuntukkan untuk mendukung konsep “Rumah Sehat Usia Lanjut”. “Cluster ini sangat cocok untuk konsumen yang tertarik secara khusus berinvestasi. “Kami hadirkan sebuah cluster yang nantinya seluruh rumahnya akan dikelola dan konsumen akan menjadi semacam investor bagi Cluster House of Healthy Aging ini. Kawasan cluster khusus ini ke depan akan dilengkapi klinik kesehatan, jalan lingkungan akan disetting semacam pedestrian yang bebas dari gangguan lalu lintas kendaraan. Dari konsep bangunan, kami juga setting bangunan rumah yang ramah bagi lansia. Terdapat railing di teras rumah, tata ruang yang lega dan tanpa perbedaan level lantainya,” lanjut Hartono.
Sada Jiwa sendiri merupakan sebuah Management Operator yang membuka usaha dibidang kesehatan dengan mendirikan klinik pratama dengan tujuan memberi layanan kepada Orang Tua Usia Lanjut, untuk bisa menikmati hari tuanya dengan kehidupan yang sehat jiwa dan raga. Seperti diungkapkan Founder sekaligus CEO Sada Jiwa, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya M.Kes, bahwa kami memang akan memberikan sebuah kawasan yang ramah dan nyaman bagi mereka para orang tua usia lanjut. “Kami berikan beberapa kegiatan bersosialisasi serta terus memantau kesehatan jiwa dan raga mereka. Kami dilengkapi dengan fasilitas layaknya klinik kesehatan sekaligus pengobatan bagi para penghuninya. Kami gabungkan konsep wisata, therapy, dan pengobatan bagi mereka orang tua usia lanjut. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan para penghuni klinik kami dengan melaksanakan program hidup sehat untuk lansia, terapi psikologi bagi lansia, rehabilitasi stroke, fisiotheraphy, spa ovu, dan cancer support center,” terang dr. Gede yang juga CEO Bali Royal Hospital.
NDALEM SENDANGSARI
Ndalem Sendangsari merupakan salah satu kawasan perumahan garapan PT. Biva Karya Jaya hadir sebagai salah satu perumahan yang menyasar konsumen kelas menengah bawah atau lebih dikenal rumah subsidi (FLPP). Pertumbuhan penduduk secara alami pada pasar kelas menengah Jogja dibaca baik oleh pengembang ini. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar kelas tersebut, Ndalem Sendangsari menawarkan rumah-rumah tipe satu lantai dengan harga yang relatif sangat terjangkau bagi konsumen lokal. Seperti dikatakan Sutoro S.Kom, Operational Manager PT. Biva Karya Jaya, “Kami memang berkomitmen untuk terus menggarap pasar rumah murah di Jogjakarta, kami kemas dengan brand “Depo Rumah Subsidi. Kami menunjukkan kepedulian sekaligus komitmen untuk mensukseskan program sejuta rumah murah dari pemerintah pusat.”
Dengan pengalaman membuka kawasan hunian di daerah Guwosari sejumlah 233 rumah tinggal di lahan seluas 2,4 hektar, kami melihat pasarnya masih sangat besar, sehingga kami terus mencari titik lokasi lainnya di dekat Guwosari, yakni di Sendangsari. Kami juga hadir di lokasi lainnya di Jogja, yakni Ndalem Triwidadi di daerah Sedayu Bantul dengan jumlah 123 rumah tinggal dengan lahan seluas 1,3 hektar, serta di Kabupaten Kulon Progo yakni Ndalem Giripeni dengan menghadirkan 193 rumah tinggal dalam lahan seluas 2,1 hektar. Ndalem Sendangsari sendiri hadir dengan menawarkan sekitar 67 unit rumah di atas lahan 6500 m², yang dibagi dalam dua kali pemasaran kepada konsumen. Di tahap pertama perumahan tersebut sudah berhasil menjual unit-unit kepada pasar dalam tempo yang sangat singkat. Konsumennya pun beragam, keluarga muda yang baru pertama kali memiliki rumah dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, baik PNS maupun pegawai swasta serta wiraswasta.
Pada tahap dua ini diungkapkan Sutoro, Ndalem Sendangsari, menyuguhkan konsep hunian yang berbeda. “Secara gaya bangunan di tahap dua lebih pada gaya minimalis. Untuk tipe yang dijual semua tipe 36 sesuai aturan pemerintah dan tahun 2017 ini dijual di angka 123 juta,” ungkapnya. Menurut Sutoro perumahan Ndalem Sendangsari, dengan data yang dimiliki, konsumen lokal sangat mendominasi, hal merupakan prestasi tersendiri bagi mereka. Keinginan untuk memenuhi pasar rumah subsidi bagi masyarakat lokal Jogja dapat terwujud.
Ndalem Sendangsari bisa dikatakan hampir sold out, konsumen yang menginginkan membeli rumah di lokasi ini, bisa mendaftar dalam waiting list, hal ini disebabkan besarnya antusiasme masyarakat Jogja yang ingin memiliki rumah. “Walaupun rumah yang kami bangun merupakan rumah subsidi, namun dari segi kualitas bisa kami pertanggung jawabkan. Dengan spesifikasi teknis pondasi batu kali, beton bertulang, pasangan bata merah, rangka atap glugu sulawesi, genteng press holcim, lantai keramik, kusen kayu jawa, daun jendela kayu jati, listrik 1300 watt, dan air bersih PDAM,” papar Sutoro.
Secara lokasi, Ndalem Sendangsari berada di wilayah Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Berada di daerah perkembangan perumahan Bantul, dengan berbagai fasilitas umum serta infrastruktur yang sudah cukup komplit. “Ndalem Sendangsari ini berada tak jauh dari kawasan industri Pajangan, sentra Batik Gesikan, desa wisata Krebet, serta wisata alam Curug Pulosari, Kedung Pengilon, Curug Banyu Nibo serta wisata kuliner ingkung ayam. Kami yakin 1 tahun ke depan kawasan hunian di semua daerah perumahan akan berkembang seiring pembangunan infrastruktur”, terang Sutoro. Pras-red

















































































