Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Jogja Selatan Menawan, Jogja Barat Menggeliat-bagian 1

    Pondok Permai Giwangan
    Pondok Permai Tamantirto 2
    Symphony Banguntapan
    Agatama Regency Banguntapan
    Agatama Regency Banguntapan

    Daerah-daerah yang dulunya tak pernah dilirik pengembang maupun konsumen sekarang mulai menunjukan taringnya. Daerah yang masih luas dan perekonomian yang masih dapat berkembang menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang menarik. Lahan yang luas dan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) suatu kota sebagai perumahan, memungkinkan para developer membangun perumahan dengan luasan yang cukup besar. Kabupaten Bantul misalnya, semakin marak hadirnya kawasan perumahan di kecamatan Banguntapan, kecamatan Sewon, kecamatan Kasihan, kecamatan Bangunjiwo, kecamatan Pajangan, dan kecamatan Sedayu.

    Hal ini cukup terlihat di daerah tersebut mulai bergeliat karena sudah terdukung dengan infrastruktur sosial lingkungan yang dihadirkan pihak pemerintah maupun swasta, misalnya kehadiran kampus terpadu dan keberadaan akses ringroad selatan sebagai urat nadi perekonomiannya. Pun di wilayah Jogja Barat kini juga mulai menunjukkan pertumbuhan pembangunan properti dan perekonomian yang sangat signifikan. Ditambah dengan isu akan dibangunnya bandara internasional dan pelabuhan di daerah Kulonprogo, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembang maupun konsumen. Daerah-daerah yang terletak tidak jauh dari Jalan Raya Jogja-Wates telah menunjukkan progres pembangunan yang bagus sehingga memeriahkan pasar properti baru di kota Gudeg.

    PONDOK PERMAI GIWANGAN & PONDOK PERMAI TAMANTIRTA 2
    Di tengah maraknya lokasi baru di sepanjang Jalan Raya Pleret, pengembang PT. Sumber Baru Land, kembali melebarkan sayap di produk Pondok Permai Giwangan. Setelah sukses di tahap pertama yang menawarkan 77 unit hunian, kini di akhir semester pertama tahun 2015 kembali membuka tahap 2. “Tahap pertama kami laku keras di pasar, dalam waktu penjualan kurang dari satu tahun kini tinggal menyisakan kurang lebih 15 unit saja”, ungkap Manajer Marketing PT. Sumber Baru Land, Maria,SE. Di tahap 2 tersebut, Pondok Permai Giwangan akan menawarkan sejumlah 54 unit kepada pasar.

    Tipe yang ditawarkan pada tahap 2 tak jauh berbeda dengan tahap pertama. “Tipe yang kami tawarkan di tahap 2 masih sama yakni mulai dari 42 hingga 65. Tipe-tipe tersebut merupakan tipe yang banyak di cari pasar menengah. Harga relatif terjangkau dan denah ruang cukup mengkover kebutuhan penghuninya”, ucap Maria. Selain itu, imbuhnya, aksesibilitas yang ditawarkan Pondok Permai Giwangan juga menjadi daya tarik tersendiri. Kemudahan akses juga ditawarkan pada perumahan Pondok Permai Giwangan. Jaraknya yang tak jauh dari Jalan Raya Pleret memudahkan konsumen untuk menjangkau berbagai sarana pembangkit lingkungan di seputaran jalan tersebut. dekat dengan sarana pendidikan ( SD, SMP, SMU), SPBU, wahana permainan Balong WaterPark, rumah sakit, dan berbagai pusat perbelanjaan (minimarket, dan pasar tradisional).

    Kesesuaian harga dan lokasi yang ditawarkan menjadi salah satu kunci sukses pengembang tersebut dalam memasarkan tahap pertama. Sesuai dengan pasar yang ingin diraihnya, perumahan tersebut berhasil meraih kelas menengah Jogja. Dikatakannya lebih lanjut, “Sejak awal kami ingin membidik pasar kelas menengah Jogja yang cukup banyak, dan itu terbukti terserap dengan baik. Dulu awal pemasaran kami membuka harga di kisaran 300 jutaan mulai dari tipe 42, saat ini di tahap pengembangan harga kami sudah naik mulai dari kisaran 400 jutaan”, katanya serius. Pertumbuhan harga ini menjadi salah satu bukti kawasan perumahan Pondok Permai Giwangan masih memiliki prospek kenaikan investasi yang baik. Menurut data yang dimiliki Maria, sejak awal pemasaran hingga kini, di tahap pertama harga sudah mengalami kurang lebih 5 X kenaikan harga.

    Kenaikan harga tersebut diimbangi oleh pengembang yang berkantor di Jalan Magelang ini dengan pembangunan kawasan perumahan secara nyata. “Di dalam kawasan perumahan saat ini berbagai infrastruktur sudah kami bangun, jalan lingkungan sudah siap, bahkan di tahap 2, fasilitas gasebo dan kolam renang sudah jadi, unit rumah yang sudah terjual sekitar 55 unit rumah saat ini sedang dalam proses bangun dan ditargetkan pada bulan Juni – Juli 2015 ini sekitar 30 unit rumah akan kami serah terimakan secara serentak”, imbuhnya. Seperti halnya di tahap pertama, di tahap 2 tersebut legalitas sudah ditawarkan sampai dengan IMB per kavling. “Soal legalitas kami tak perlu diragukan lagi di tahap 2 ini kami sudah menjualnya dengan legalitas sampai dengan IMB per kavling. Dengan legalitas yang komplit konsumen yang akan membeli dengan cara KPR akan semakin dimudahkan. Pengalaman di tahap pertama banyak konsumen yang melakukan pembayaran dengan cara KPR”, jelasnya.

    Di lokasi lain, pengembang yang sudah memiliki puluhan produk perumahan tersebut juga tengah berencana melakukan pengembangan. “Pada produk kami yang lain, Pondok Permai Tamantirta 2, di Lebaran nanti juga akan kami buka tahap 2. Ada sekitar 70 unit yang akan kami tawarkan, tipenya beragam satu dan dua lantai akan kami hadirkan di tahap 2”, terangnya. Menurut Maria, di tahap 2 pihaknya menawarkan rumah 1 dan 2 lantai. “Permintaan pasar masih cukup tinggi, hunian satu dan dua lantai cukup banyak yang mencari. Kalau di prosentase ya satu lantai lebih banyak. Belajar dari tahap 1, mengungkapkan rumah satu lantai paling banyak terserap dengan kisaran harga 500 – 700 jutaan.

    Konsumen kebanyakan adalah orang tua yang membelikan anaknya yang kuliah di sini, dan konsumen lokal Jogja yang baru pertama memiliki rumah", ungkapnya. Konsep hunian yang ditawarkan pada tahap 2 ini masih senada dengan tahap 1 yang sudah terserap pasar dengan baik. "Masih mengusung gaya yang sama, minimalis modern tropis, konsumen masih banyak yang suka", ucap Maria saat ditemui di kantornya. Di tahap 1, diungkapkan Maria, dari total 86 unit rumah hingga kini tinggal menyisakan kurang lebih 10 unit saja. "Hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun saja kini tinggal beberapa unit saja", kata Maria. Lebih lanjut, Maria menambahkan, jika saat ini sudah banyak rumah yang telah proses bangun.

    "Prosentasenya ya beragam, ada yang baru mulai, ada yang sudah masuk finishing, dan ada juga yang sudah diserah terimakan kepada konsumen, sekitar 40 unit sudah kami serah terimakan. Sistem pembayaran satu terakhir ini mulai bergeser ke cara pembayaran bertahap, dari sekitar 70 an unit rumah yang sudah terjual hanya sekitar 30% nya saja yang menggunakan jasa pembiayaan KPR", imbuhnya.Tingginya penjualan di Pondok Permai Tamantirta 2 berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas yang ditawarkan. "Fasilitas yang kami tawarkan sejak awal, seperti kolam renang, club house, jogging track, lapangan bulutangkis, gedung pertemuan, pertokoan, dan PAUD akan kami mulai pembangunannya di tahun ini. Jalan utama selebar 12 meter dan kolam renang, sudah kami bangun", pungkas Maria.

    SYMPHONY BANGUNTAPAN
    Satu lagi pilihan kawasan hunian hadir di sepanjang Jalan Raya Pleret. Jalan Raya Pleret dengan berbagai pertumbuhan ekonomi dan kawasan hunian menjadi daya tarik besar bagi para pelaku bisnis perumahan. Masih tersedianya lahan sebagai daerah pembangunan hunian dengan harga yang relatif terjangkau, menjadi alasan PT. Jogja Griya Sejahtera, untuk ikut serta meramaikan pasar properti daerah tersebut. Menurut Direktur Pelaksana, Agus Farhan, pertumbuhan perumahan di sekitar daerah tersebut memang tergolong cukup cepat, “Harga saya rasa masih relatif terjangkau, pertumbuhannya juga masih baik, untuk investasi maupun pemenuhan hidup sehari-hari”, ucapnya.

    Perumahan garapan PT. Jogja Griya Sejahtera hadir dengan nama Symphony Banguntapan. Lokasi perumahan ini memiliki kedekatan dengan terminal, Bandara Adi Sucipto, dan Ambarukkmo Plaza. Dituturkan Agus, sapaan sehari-harinya, nama Simphony Banguntapan memiliki harapan yang besar untuk menciptakan sebuah kawasan hunian yang memiliki keharmonisan. “Symphony itukan identik dengan keharmonisan, kami berharap dengan nama tersebut (Symphony-red) dapat menciptakan harmonisasi dari aspek fisik dan sosialnya”, tuturnya semangat.

    Lebih lanjut pihaknya, akan menghadirkan harmonisasi fisik tersebut pada konsep bangunan dan kawasan yang bersinergi. Kawasan perumahan akan di settingnya sebuah kawasan yang hijau dimana pohon-pohon perindang akan dihadirkan sebagai penghijauan. Sedangkan konsep bangunan, pihaknya mengusung gaya bangunan minimalis modern. Konsep ini dipilihnya dengan pertimbangan masih banyak diminati pasar. “Fasilitas untuk memenuhi kenyamanan penghuni perumahan kelak kami berikan sistem pintu One Gate system, kolam renang, playground & taman, tempat ibadah, dan pos keamanan 24 jam dengan kamera CCTV, selain itu kami juga akan membentuk tim estate management”, terang Agus.

    Keharmonisan sosial diungkapkannya, akan dihadirkan dengan menggandeng masyarakat sekitar sejak masa pembangunan hingga pasca. “Untuk estate management kami akan memberdayakan masyarakat sekitar, dan nantinya perumahan ini akan menyatu dengan lingkungan sekitar”, ungkapnya semangat. Menurutnya, Symphony Banguntapan yang di tahap awal ini menawarkan sekitar 60 unit memerlukan sebuah estate management sebagai pengelola lingkungan perumahan. Dengan adanya manajemen estate yang ada penghuni akan lebih nyaman.

    Symphony Banguntapan di tahap awal ini berdiri di atas lahan seluas ± 1 hektar dan menawarkan 4 pilihan tipe rumah. Dikatakan Agus, perumahan ini akan lebih banyak menjual tipe rumah satu lantai yang banyak dicari konsumen. “Konsumen menengah menjadi sasaran kami, tipe yang kami tawarkan saat ini mulai dari tipe 38, tipe 40, tipe 60, dan tipe 70. Tipe 60 kami sudah memiliki denah ruang 3 kamar tidur, dan tipe 70 sudah 2 lantai. Luas tanah kami juga beragam mulai dari 76 m2 hingga 110 m2”. Soal harga, pihaknya saat ini menawarkan masih dalam tahap soft launching.

    Tipe 38/76 saat ini dipasarkan mulai dari kisaran harga 290 jutaan, tipe 40/80 ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 300 jutaan, tipe 60/110 ditawarkan mulai dari kisaran harga 500 jutaan, dan untuk tipe 70 dua lantai ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 540 jutaan. “Kami yakin dengan harga yang kami tawarkan konsumen lokal yang kami sasar akan banyak terserap”, kata Agus yakin.

    AGATAMA REGENCY BANGUNTAPAN
    Kawasan Pleret Bantul menjadi bidikan para pengembang perumahan pada tahun 2014 ini. Banyak proyek perumahan baru mulai tumbuh dan berkembang di daerah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Pilihan tipe rumah pun cukup beragam. Mulai dari tipe rumah tapak, rumah kelas menengah hingga kelas high end pun tersaji. Menjamurnya perumahan di kawasan Pleret ini tentu berdampak kepada berkembangnya kawasan pendukung perumahan di sekitarnya. Saat ini di Pleret telah bertransformasi menjadi daerah ramai, jauh apabila dibandingkan dengan waktu yang terdahulu. Tanah di Pleret yang didominasi dengan tanah tandus yang kurang produktif sebagai lahan pertanian.

    Dari sekian banyak perusahaan pengembang perumahan yang ada di Pleret, PT. Agatama Putra ikut menawarkan alternatif pilihan proyek perumahan. Dengan brand Agatama Regency Banguntapan, PT. Agatama membidik segmen menengah. “Perkembangan perumahan daerah Pleret cukup pesat. Tapi persaingan antar developer sangat sehat”, ungkap Shandi Zamaludin, Direktur Utama PT. Agatama Putra.

    Sesuai dengan pasar yang ingin disasarnya sejak awal, perumahan Agatama Regency Banguntapan garapan PT. Agatama Putra berhasil terserap pasar dengan baik. Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun dari total 65 unit yang ditawarkan hingga kini sudah terjual lebih dari 70 % nya. Diungkapkan Shandi Zamaludin, penjualan perumahan tersebut masih sangat bagus. “Respon pasar masih cukup tinggi, konsumen lokal dan luar ternyata cukup berimbang. Mereka membeli sebagai rumah pertama, sehingga ini jaminan bahwa kawasan kami nanti akan hidup sebagai hunian. Bahkan sudah ada yang menempati. Sistem pembayaran di lokasi ini bahkan masih didominasi dengan cara KPR, hampir 75 %. Kami berharap di pertengahan tahun ini sudah sold out”, ungkapnya.

    Lebih lanjut imbuhnya, jika saat ini proses pembangunan dalam kawasan terus berjalan. Infrastruktur jalan sudah selesai dikerjakan, dan sekitar 40 % dari unit rumah yang sudah terjual saat ini sedang dalam proses pembangunan rumah. “Pembangunan setiap unit rumah butuh 6-8 bulan, saat ini sudah ada yang serah terima, dan ada yang ditempati. Jaringan listrik dan PDAM sudah siap”, imbuh Shandi.
    Komitmen yang kuat terus diberikan pengembang tersebut dalam memasarkan produknya, termasuk dalam hal legalitas produk. Agatama Regency Banguntapan saat ini sudah mengantongi legalitas hingga proses pecah sertifikat per unit. Dikatakan Shandi di kantornya, seiring pembangunan kawasan dan fasum fasos yang sudah jadi tentu saja harga akan terus mengalami kenaikan. Hingga kini Agatama Regency Banguntapan sudah mengalami kenaikan harga sebanyak 4 kali. “ Banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan, seperti permintaan pasar yang tinggi, pembangunan kawasan yang semakin nyata, harga material bangunan yang naik dan harga dasar tanah yang cukup cepat naiknya. Kenaikan ini sebagai salah satu bukti investasi dalam kawasan”, terangnya.

    Dibangun di atas lahan seluas 9.000m², Agatama Regency Banguntapan hadir dengan dua pilihan tipe rumah yaitu tipe Emerald dan Saphire. Jumlah unit yang ditawarkan sebanyak 60 unit rumah. Tipe Emerald merupakan rumah dua lantai dengan perbandingan luas bangunan dan tanah 73/120. Hunian dua lantai ini juga menawarkan pilihan tanah yang lebih luas yaitu 73/129 (hook). Untuk tipe Saphire (1 lantai) tersedia dalam beragam kategori. Mulai dari tipe 32/66, 40/79, 40/95 (hook), 45/90, hingga 45/121 (hook).

    Jika dilihat dari harga yang ditawarkan, Shandi menunjukkan pada saat awal pemasaran tipe 36 ditawarkannya mulai dari kisaran harga 270 jutaan, selang kurun waktu kurang lebih 1 tahun dengan tipe yang sama sudah dipasarkan pada kisaran harga 370 jutaan. “Satu tahun kita sudah mengalami kenaikan sekitar 100 juta”. Agatama Regency Banguntapan merupakan salah satu perumahan di sepanjang Jalan Raya Pleret yang mengusung gaya bangunan minimalis modern. “Garis-garis tegas pada fasad bangunan berhasil kita hadirkan untuk menambah kesan gagah pada bangunan. Jendela-jendela dengan kaca-kaca yang berukuran besar, serta ornamen-ornamen pada fasad kita hadirkan untuk menghadirkan modern pada bangunan” ungkap Shandi. Di sisi lain kehadiran kaca-kaca besar pada jendela juga berfungsi sebagai penghawaan ruangan. Dapat berfungsi untuk sirkulasi udara dan cahaya secara alami.

    Sepanjang Jalan Raya Pleret saat ini memperlihatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya yang semakin ramai. Terlihat dari banyaknya warung, toserba, pasar tradisional dan perekonomian lainnya berdiri menghiasi sepanjang jalan. Jalan Raya Pleret masih memiliki potensi besar untuk digarap secara matang. Berdirinya tempat wisata Balong Waterpark, rumah sakit Rajawali, SPBU, dan kantor kecamatan Banguntapan, yang berlokasi segaris di sepanjang Jalan Raya Pleret menjadi sarana pembangkit lingkungan yang cukup signifikan untuk sebuah perumahan. Melihat potensi yang masih ada di semester 2 tahun 2015 nanti PT. Agatama Putra akan kembali meluncurkan produk terbarunya di daerah Potorono. Hadir dengan luas lahan kurang lebih satu hektar, kawasan ini akan menawarkan ragam unit rumah satu lantai sebanyak kurang lebih 80 unit. Greg-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain