Menikmati Pesona Komplek Candi dari Candi View Hotel
Pesona keindahan Candi Prambanan yang menjadi salah satu ikon kebudayaan Hindu kuno tentunya tidak dapat dipungkiri lagi. Kemilau cahaya matahari terbit saat menerpa Candi Prambanan di pagi hari, berbalut embun putih merupakan pemandangan yang niscaya akan menyejukan mata hati ketika memandangnya.
Cara terbaik untuk menikmati pemandangan tersebut tentunya berada di dekat kawasan candi. Tempat yang dapat disinggahi untuk menikmati keindahan Candi Prambanan setiap saat satu diantaranya adalah Candi View Hotel. Letaknya hanya beberapa meter dari kawasan candi, yaitu di Jalan Candi Sewu, Tlogo, Klurak, Prambanan, Klaten.
Tidak hanya pemandangan Candi Prambanan yang dapat dinikmati dari teras lantai dua penginapan yang sudah beroperasi sejak Januari tahun 2007 tersebut. Sebut saja Candi Sewu, Candi Asu, Candi Plaosan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Candi View Hotel.
Selain keunggulan karena letaknya yang berdekatan dengan candi, Candi View Hotel yang dibangun di atas lahan seluas 1.250 m² tersebut mempunyai daya tarik tersendiri sebagai tempat menginap. Konsep bangunan serta ornamen-ornamen Hindu-Budha yang menghiasi sudut-sudut eksterior Candi View seolah ingin menyatu dengan komplek candi di sekitarnya.
Sisi luar Candi View dihiasi dengan deretan pohon palem yang mengesankan teduhnya areal tersebut. Di sisi Utara bangunan depan terdapat sepetak taman yang dilengkapi dengan meja bundar dan kursi kayu. "Banyak wisatawan manca negara yang menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di lokasi itu sambil menikmati hidangan hotel dan suasana malam hari," ujar Manager Hotel, Diki Wahyu Aditya beberapa waktu yang lalu. Cahaya lampu spot bersinar redup yang menghiasi taman tersebut menambah suasana romantis ketika berada di titik tersebut.
Ketika menginjakkan kaki ke arah selasar hotel yang berada di sisi Selatan gedung utama, kesan konsep Jawa-Bali sangat terasa. Hal tersebut menguat dengan adanya deretan rapi pohon kamboja di areal tersebut. Batang pohon yang menjuntai dengan warna warni bunga kamboja mempercantik suasana di areal tersebut. "Banyak tamu yang terkesan dengan pohon-pohon kamboja ini. Bahkan sering tamu yang meminta bibit kamboja kepada kami," ujar Diki.
Sebelum memasuki ruang lobi hotel, sebuah kusen serta daun pintu berbahan kayu akan menyambut tamu yang akan berkunjung. Kusen kayu tersebut diukir dengan gaya ukiran Jepara yang banyak digunakan masyarakat Jawa pada jaman dahulu. "Daun pintunya juga diukir. Namun konsep ukirannya merupakan lambang atau ikon dari Candi View,"ujar Diki. Bentuk ukiran tersebut berupa relief Candi Prambanan yang dikelilingi bunga-bunga kamboja. "Ukiran bunga-bunga tersebut mempunyai filosofi tersendiri. Sesuai ukuran bunga ada yang kecil dan ada yang besar mempunyai filosofi rejeki bagi seseorang kadang besar, namun terkadang kecil," lanjutnya.
Di lobi hotel milik Albertus Riyanto ini, suasana Hindu-Budha masih kental terasa dengan adanya hiasan-hiasan dinding berupa lukisan Budha serta pernak-pernik khas yang menghiasi tempat tersebut. Hadirnya kursi tunggu dengan desain Jawa kuno berbahan kayu menambah kesan tradisional lobi hotel. Tak lupa sapaan ramah serta senyum manis petugas resepsionis kepada setiap tamu yang yang datang, seolah menjadi hiasan cantik tersendiri di ruangan ini.
Satu yang sayang untuk dilewatkan ketika berada di lobi hotel, yaitu keberadaan hiasan berupa lampu berukuran sekitar tiga meter yang dipasang di langit-langit. Warna warni kaca bekas yang menyiratkan cahaya lampu dipadu dengan lukisan langit biru awan putih seakan ingin mengesankan lokasi tersebut tak beratap. "Lampu tersebut dirangkai dengan bahan-bahan bekas, seperti kaca yang berwarna warni tersebut merupakan pecahan kaca yang sudah tidak terpakai lagi," kata Diki.
Konsep interior yang ingin seirama dengan komplek candi-candi kuno di sekitar hotel terlihat pada pemanfaatan batu alam putih yang menghiasi dinding-dinding ruangan. Dinding batu alam putih tersebut tak semata kemudian dipasang polos apa adanya. Di beberapa bagian dinding dengan batu alam putih ini diukir dengan motif relief bunga-bunga kamboja.
Selain menggunakan batu alam putih berukiran untuk mempercantik bangunan hotel seluas 900 m² ini, beberapa dinding yang tidak memanfaatkan bahan tersebut dihiasi dengan berbagai macam lukisan. "Lukisan-lukisan tersebut merupakan karya Seno Satoto," jelas Diki. Untuk menghilangkan kesan kosong, beberapa dinding hotel pun dihiasi dengan sebuah papan kayu dengan ukiran motif.
Desain interior kamar hotel pun tak luput dengan hiasan-hiasan ornamen berbahan batu alam. Hadirnya batu alam yang diukir motif garis melengkung di setiap salah satu dinding kamar hotel menjadi ciri khas tersendiri desain interior ruangan. Dinding kamar di sisi lainnya pun tidak dibiarkan kosong dengan menempatkan lukisan-lukisan sebagai pemanis ruangan.
Lantai dua Candi View Hotel merupakan spot andalan dari penginapan yang sering dikunjungi wisatawan manca negara ini. Disinilah tamu-tamu hotel dapat menikmati pemandangan yang luar biasa. Salah satu sisi hotel yang menghadap ke selatan, meskipun di dalam ruangan namun tamu dapat menikmati pemandangan Bukit Boko dari tempat tersebut. "Dinding yang menghadap selatan tersebut didesain dengan menempatkan jendela kaca agar dapat terlihat pemandangan yang ada di luar hotel," ujar Diki.
Berlanjut ke teras hotel di lantai dua. Dari sinilah pemandangan hamparan luas komplek Candi Prambanan dan Candi Sewu terlihat. Bangunan candi yang dikelilingi pepohonan hijau dan disinari lampu spot saat malam hari, menjadi pemandangan yang ditunggu-tunggu untuk dinikmati dari lokasi tersebut.
Candi View Hotel menawarkan 15 kamar hotel yang terbagi dalam tiga kelas, yakni deluxe room, eksekutif room, dan twin room. Rate harga untuk menginap di hotel ini berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 450 ribu sesuai dengan kelasnya masing-masing. Selain fasilitas kamar hotel, pengunjung juga dapat menikmati beberapa fasilitas layanan hotel lainnya seperti, internet gratis, coffee shop, laundry, dan safety deposit box.
Menu sajian hotel yang dihidangkan pun tidak kalah menarik. Pengunjung hotel akan dimanjakan dengan makanan dan minuman dengan bahan yang dihasilkan dari kebun hotel seperti minuman markisa, rambutan, cabai, tomat dan paprika.
Salah satu fasilitas lain yang tidak kalah menarik adalah gratis menggunakan sepeda yang disediakan hotel. Dengan sepeda tersebut tamu hotel bebas berkeliling ke komplek candi selain Candi Prambanan dan Candi Sewu yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotel. "Kami sering mengarahkan tamu hotel untuk mengunjungi Candi Asu, Candi Sambisari, Candi Plaosan, dan Candi Ijo yang letaknya dapat ditempuh menggunakan sepeda," jelas Diki. Bilyarto-red
Candi View Hotel
Jl. Candi Sewu, Prambanan
Daerah Istimewa Yogyakarta
Indonesia
Telp (0274) 496305

















































































