Pilihan Investasi Properti Jogjakarta 2014 -bagian 3
ASOKA CITRA
Permintaan pasar yang tinggi di awal tahun ini dirasakan juga oleh pengembang PT. Citra Kedaton, dengan produk terbarunya Asoka Citra. Sejak di launching pada bulan Agustus 2013 lalu, perumahan yang menyasar segmentasi pasar kelas menengah tersebut laris diburu konsumen. Asoka Citra menawarkan 49 unit rumah di tahap pertama. Berdiri diatas lahan seluas 1 Ha, hingga awal tahun ini sudah terjual lebih dari 25%nya. Asoka Citra menawarkan beberapa tipe pilihan seperti tipe 50, tipe 60, tipe 90, dan beberapa ruko. “ Sejak dipasarkan tipe 50 menjadi tipe paling banyak diminati oleh konsumen, konsep ruangan yang simpel, dirasa cukup mengakomodasi kebutuhan ruang mereka, harga yang kami tawarkan pun cukup berimbang dengan lokasi, dulu awal kita pasarkan harga masih dibawah 300 jutaan”, terang Rama Adyaksa Pradipta, Direktur PT. Citra Kedaton. Harga rumah tipe 50 dengan luas lahan 111 m² dijual pada kisaran harga 310 jutaan, tipe 60 dengan luas tanah 126 m² dijual pada kisaran harga 380 jutaan, dan tipe rumah paling besar, 90/135 dijual pada kisaran harga 590 jutaan. Asoka Citra dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung kenyamanan lainnya seperti sistem keamanan 24 jam, one gate sytem, taman-taman penghijauan, dan jalan lingkungan yang cukup lebar.
“Diakhir tahun kemarin sistem pembayaran kami mengalami pergeseran, lebih banyak yang menggunakan cara pembayaran cash bertahap, mungkin pengaruh dari Surat Edaran BI, untuk cara pembayaran cash bertahap kami menawarkan harga rumah dapat diangsur hingga 24 kali”, papar Rama saat dihubungi di kantornya yang berlokasi di Jalan Afandi, Gejayan 18, Jogjakarta. Lebih lanjut Rama panggilan akrabnya, menambahkan, sistem pembayaran secara cash bertahap dari konsumen yang sudah masuk mencapai kurang lebih 50%. Dengan kemudahan yang ditawarkannya Asoka Citra berhasil menyerap konsumen kelas menengah yang biasanya berprofesi sebagai pegawai, keluarga muda, atau orang jogja yang bekerja di luar tetapi anak atau istri tinggal di kota pendidikan ini. Melihat data konsumen yang sudah membeli, pengembang ini berkeyakinan bahwa kedepannya, kawasan perumahan ini akan hidup sebagai hunian. “ Hampir 50 % lebih konsumen kami membeli untuk sebuah tempat tinggal, jadi kami yakin kawasan ini akan hidup”, ucapnya.
Kawasan Asoka Citra yang hidup akan menjanjikan sebuah pertumbuhan nilai investasi yang terus berkembang. Nilai investasi ini akan semakin berkembang kedepannya dengan berbagai sarana pendukung kawasan tersebut yang sudah cukup memadahi. “ Dari awal launching, hingga awal tahun ini kita sudah mengalami kenaikan harga 3 kali, banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya harga dasar tanah di sekitar Asoka Citra yang memang sudah merangkak naik”, ungkapnya. Asoka Citra memiliki kemudahan akses untuk menjangkau sarana pembangkit lingkungan seperti, pasar tradisional, Ambarrukmo Plaza, Rumah Sakit Islam, dan berbagai kampus-kampus ternama di Jogja seperti UKRIM, INSTIPER, UII, Universitas Sanata Dharma, Univesitas Atma Jaya, UPN Veteran, dan berbagai sarana pendidikan lainnya.
Kenyamanan sebuah kawasan menjadi hal utama yang selalu di kedepankan oleh PT. Citra Kedaton pada setiap produknya. Tak ketinggalan pada produk Asoka Citra ini, untuk mendukung kenyamanan kawasan perumahan ini dikonsep dengan suasana yang green. Selaras dengan kondisi alam sekitar yang masih segar, Asoka Citra akan menghadirkan lebih banyak pepohonan di beberapa sudut kawasan perumahan. Sedangkan untuk denah ruang, Asoka Citra dikonsep menyelaraskan konsep kawasan yang lebih go green. Mulai dari spesifikasi bangunan di Asoka Citra sudah meminimalkan penggunaan kayu sebagai bahan utamanya. Kusen pintu, jendela, hingga rangka atap sudah menggunakan bahan pabrikan. Secara umum denah ruang di setiap rumah didesain secara terbuka. Dinding-dinding masif diminimalkan untuk memperoleh kesan ruang yang luas. Setiap ruang terintegrasi dengan baik untuk mendapatkan sirkulasi udara dan cahaya yang alami secara maksimal.
CITRAGRAND MUTIARA YOGYAKARTA
Progres penjualan dengan grafik yang terus meningkat dialami dalam penjualan perumahan CitraGrand Mutiara Yogyakarta. Perumhan yang menyasar pangsa pasar menengah dan menengah atas Jogja terbukti mendapat respon pasar yang sangat baik. CitraGrand Mutiara Yogyakarta dibagi menjadi beberapa Cluster, yakni Cluster Diamond Hill, Cluster Crown Hill, Cluster Emerald Hill, Cluster Garnett Hill, dan Cluster Fluorite Hill. Sukses di tahap pertama, dengan memasarkan Cluster Diamond dan Cluster Crown, tahap keduanya Cluster Emerald Hill, tahap ketiga Cluster Garnet Hill, saat ini CitraGrand Mutiara Yogyakarta juga telah membuka tahap keempat, yakni Cluster Fluorite Hill dan The Arcade Shophouse. Dari total sekitar 312 unit hunian yang ditawarkan CitraGrand Mutiara Yogyakarta, hingga awal tahun ini sudah terjual lebih dari 70%nya.
Nama besar pengembang yang tergabung dalam group Ciputra tidak diragukan lagi kualitasnya dalam hal membangun kawasan perumahan. Terhampar di atas masterplan seluas 10 hektar, CitraGrand Mutiara Yogyakarta merupakan sebuah kawasan yang terdiri atas area hunian, bisnis dan komersial, fasilitas Water Park di tengah landscape yang hijau dan teduh. Konsep Green Living dan Green Building di terapkan dalam kawasan pengembangan berupa Green Infrastructure yaitu Side Walk berupa tanaman peneduh sepanjang jalan. “ Semua tipe rumah yang kami tawarkan sebenarnya laris diburu konsumen,mulai dari yang kecil hingga tipe besar, terbukti dari dua tipe terbaru Alexandrite (343/315) sudah laku, namun memang sesuai dengan pangsa pasar menengah Jogja yang cukup luas, maka tipe-tipe rumah di bawah 70 kami laku keras di pasar”, terang Florentia Tisila, Marketing Manager CitraGrand Mutiara Yogyakarta.
Tipe Arthur dengan luas bangunan 66 m2 dan luas tanah 150 m2 menjadi tipe paling banyak diminati oleh konsumen kelas menengah Jogja. “ Dari data yang ada, tipe Arthur menjadi tipe yang banyak diminati konsumen menengah Jogja, sisa lahan yang masih luas akan memudahkan konsumen untuk menambah atau memperluas sesuai kebutuhan ruang, rencana di tahun 2014 ini kita akan buka lagi rumah tipe tersebut”, ucap Flo. Saat ini CitraGrand Mutiara Yogyakarta tengah meluncurkan kawasan komersial terbarunya, The Arcade Shophouse. Lokasi ini sangatlah strategis, di sepanjang boulevard utama dan hanya selangkah dari fasilitas waterpark. Kedekatan dengan fasilitas waterpark ini akan menguntungkan mereka yang telah membeli The Arcade Shophouse, krn kawasan ini diproyeksikan akan selalu ramai. Dari 27 unit ruko yang ditawarkan kini sudah terjual kurang lebih 5o%nya. The Arcade Shophouse ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 800 jutaan hingga 1,7 milyaran. Sedangkan untuk huniannya CitraGrand Mutiara Yogyakarta kini tinggal menyisakan beberapa tipe rumah pilihan dengan harga mulai dari kisaran 680 jutaan hingga 2,05 milyaran.
Harga di perumahan ini berbanding lurus dengan konsep kawasan serta kemudahan akses yang ditawarkan ke konsumen. Dan perlu diketahui, sistem fixed price yang diterapkan group Ciputra di penjualan perumahannya akan memudahkan konsumen untuk memperhitungkan cara yang akan mereka pilih, baik pembayaran tunai, cash bertahap/inhouse, atau KPR. Lebih lanjut, Flo, panggilan akrabnya menuturkan, di awal tahun ini penyerapan mungkin akan sedikit melambat, tetapi masih optimis masih dapat berkembang, hal ini dipengaruhi oleh ekonomi makro yang belum stabil dan suku bunga KPR yang cukup tinggi. Untuk memudahkan konsumen saat membeli rumah, dan menyiasati surat edaran Bank Indonesia terkait Loan To Value, CitraGrand Mutiara Yogyakarta menawarkan program sistem pembayaran inhouse selama 24X dengan DP 30% dan bunga 0%.
PASTIKA POGUNG RESIDENCE 4
Potensi pasar yang masih sangat bagus juga diteruskan pengembang PT. Aryaguna Putra. Sebagai pengembang tunggal di daerah Pogung, pengembang ini menyajikan hunian-hunian berkelas dalam kawasan elite. Dengan salah satu produknya, Pastika Pogung Residence, di awal tahun ini menawarkan beberapa unit pengembangan. “ Di lokasi Pastika Pogung Residence kita sudah mengembangkan hingga tahap 4, ditahap empat ini kita hanya menawarkan 7 unit”, terang Harri, Marketing/Asisten Manager, PT. Aryaguna Putra. Pengembangan tersebut sebagai bukti permintaan pasar di lokasi tersebut memang sangat baik untuk sebuah hunian dan investasi.
Lokasinya yang berada di tengah kota, kawasan pogung memiliki kedekatan dengan berbagai sarana pembangkit lingkungan. Pastika Pogung Residence tahap 4 memiliki kedekatan dengan pusat komersial seperti Malioboro, dan Bandara Adisucipto, area perbelanjaan (Mirota Kampus dan Plaza Ambarukmo), pusat sarana kesehatan (Rumah Sakit Sardjito, Rumah Sakit Panti Rapih, dan Rumah Sakit Jogja International Hospital), dan memiliki akses yang mudah untuk mencapai jalan utama, Jalan Monjali, Jalan Kaliurang, dan Ring Road Utara. Faktor kedekatan dengan sarana pendidikan, seperti kampus Universitas Gajah Mada cukup berpengaruh pada penjualan. Cap yang melekat di tubuh Kota Yogyakarta sebagai “Kota Pendidikan” menjadi magnet terbesar yang menarik warga dari luar kota, luar pulau dan bahkan luar negeri untuk tinggal, walaupun sementara, di kota Jogja. “ Konsumen kami kebanyakan dari luar kota Jogja, seperti Jakarta, Pontianak, Balikpapan, Pekan Baru, Riau, dan Bandung, biasanya mereka sudah punya ikatan emosional dengan kota ini”, ungkap Harri di kantornya yang beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar 67A, Sleman.
Dengan berbagai keunggulan terutama dari segi lokasi, Pastika Pogung Residence tentu memiliki perumbuhan nilai investasi yang menjanjikan. “ Pertumbuhan harga di daerah pogung tergolong sangat cepat, harga dasar tanah yang masih sawah saja di sekitar perumahan kami sudah melambung tinggi, sekarang per meternya sudah ada yang minta kisaran 4, 5 jutaan, sedangkan di Pastika Pogung Residence di tahap 3 dulu kita pasarkan mulai dari harga kisaran 1,1 milyaran, sedang di tahap 4 ini kita sudah tawarkan mulai dari kisaran harga 1,2 milyaran”, papar Harri semangat. Kenaikan harga biasa dilakukan per tiga bulan dengan tingkat kenaikan rata-rata 5%. Di tahap 4 ini Pastika Pogung Residence sudah ditawarkan mulai dari kisaran harga 1,2 milyaran, dengan tipe rumah 90 dan luas tanah mulai dari 125 m2.
Untuk memberikan servis yang prima kepada setiap konsumennya, pengembang ini memberikan kebebasan kepada konsumennya untuk mengubah bentuk bangunan. “ Kita memberi kebebasan kepada konsumen untuk mengubah bangunan, tetapi masih dalam langgam minimalis, dari fasad hingga denah ruang dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan konsumen”, ucapnya. Dengan kebebasan yang diberikan kepada konsumen untuk mengubah bentuk, jika terdapat perluasan, pengembang ini bersedia membantu sampai dengan pengurusan Ijinnya, tentunya ada tambahan biayanya.
Di tahun 2014 ini PT. Aryaguna Putra masih memiliki keyakinan yang tinggi untuk penyerapan properti. Seperti dituturkan Harri lebih lanjut, “Optimisme di tahun ini masih sangat tinggi, semakin terbatasnya lahan yang dekat kota, serta peraturan-peraturan baru berkaitan dengan perumahan, kami mulai menyediakan properti lain dalam bentuk kavling, meski tidak kawasan tetapi kami juga menawarkan kualitas bangunan yang sama”. Pastika Pogung Residence menawarkan kualitas bangunan yang prima kepada konsumen. Tak hanya kualitas bangunan, legalitas perumahan ini juga terjamin hingga keluarnya IMB. Hal ini terbukti dari tahap 1 sampai dengan 3 legalitas Pastika Pogung Residence sudah banyak yang keluar hingga IMB. Greg-Red

















































































