Potret Properti Jogja Barat & Purworejo – bagian 2
QUARES VELLAS – JOGJAKARTA
Segmentasi pasar kelas menengah di sisi barat kota Jogja hingga kini masih menunjukan permintaan yang cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan salah satu pengembang perumahan Quares Group pada produknya Quares Vellas. Lasmi, marketing perumahan tersebut mengungkapkan banyak konsumen yang bertanya, atau melihat langsung ke lokasi, hanya saja kecepatan mereka mengambil keputusan untuk membeli masih lama.
"Pasar banyak yang mencari kelas menengah, hanya kecepatan mereka untuk membeli sampai saat ini masih cukup lesu," ucapnya. Ditambahkannya jika dari data yang dimilikinya hingga saat ini masih berada pada titik yang belum stabil. "Dari empat lokasi yang kami miliki penjualan belum seramai tahun-tahun sebelumnya, walaupun sudah ada pergerakan lebih baik," katanya. Lebih lanjut dikatakannya, kelesuan tersebut disebabkan salah satunya memang harga dasar tanah yang sudah cukup tinggi. Sehingga pihaknya harus mencari jalan lain agar perputaran dana terus berjalan.
"Pertengahan tahun 2016 ini menawarkan cara jualan baru. Melihat respon pasar yang cukup tinggi, kami berikan model jual kavling saja. Harga per meter kami jual di kisaran 1,8 jutaan per meter," ucapnya. Ditambahkannya, model penjualan tersebut ternyata banyak diminati konsumen. Baru 2 bulan dipasarkan model tersebut sudah berhasil menyerap pasar lebih dari 4 kavling.
Meskipun pihaknya menjual sistem kavling, tetapi konsumen yang ingin membeli beserta unit rumahnya juga dapat dilayani. "Yang mau sama bangunan juga dapat kami layani. Kami menyarankan modelnya sesuai yang kami tawarkan, tetapi kalau mau custom bangunan juga bisa," ucap Ami saat di temui di kantornya. Lebih lanjut, proses pembangunan berbagai fasilitas seperti jalan lingkungan selebar 8 meter akan segera di kerjakan pada bulan Oktober. Untuk pembelian beserta bangunan pihaknya menawarkan tipe 38, 45, dan 60 (hook). Luas tanah yang disajikan rata-rata mulai dari kisaran 126 m². Harga yang ditawarkan untuk unit-unit tipe tersebut sudah di tawarkan mulai dari kisaran harga 500 jutaan. Dari kavling terjual tersebut, dikatakan Ami, kebanyakan digunakan sebagai investasi. Nilai investasi yang terkandung menurutnya akan terus mengalami peningkatan karena lokasi perumahan tersebut relatif mudah untuk dijangkau atau menjangkau berbagai sarana kebutuhan di sekitarnya.
Lokasi Quares Vellas, dari Jalan Wates Km. 8 masuk 500 meter ke selatan. Tepatnya di Jatisawit, Balecatur, Gamping Sleman. Progres pembangunan kawasan tersebut saat ini sedang dalam tahap pematangan lahan dan pembangunan berbagai sarana kawasan. Lokasi yang berada di daerah tumbuh perumahan diprediksi akan terus mendongkrak iklim properti di daerah tersebut. Mengikuti isu pembangunan bandara di Kulon Progo, dan relatif dekat dengan sarana pendidikan sekolahan dan universitas yang berada di sekitaran Jalan Jogja – Wates. Rumah Sakit PKU Jalan Wates, Pasar tradisional dan buah induk Gamping, dan kampus-kampus disekitaran ringroad Barat, seperti UMY, BSI, dan lain sebagainya relatif dekat. Lokasi perumahan ini juga memiliki akses yang mudah untuk mencapai pusat kota, Kraton Jogjakarta dan Malioboro.
Bagi konsumen yang ingin memiliki unit- unit tipe atau kavling tanah di Quares Vellas, pihak pengembang tengah menawarkan cara bayar yang menarik. "Cara bayar termin kami berikan waktu sampai 6 kali pembayaran, dan bagi konsumen yang menggunakan cara bayar cash keras akan mendapatkan potongan harga hingga 25 juta," tegasnya berpromosi.
Soal legalitas yang diberikan pihak pengembang, Ami menuturkan konsumen yang hanya membeli kavling hanya akan mendapat sertipikat tanah saja. Jika beserta unit rumah tetap akan diberikan hingga IMB. "Legalitas kami tetap terjamin, kami berikan sesuai pembeluan konsumen," tutupnya.
GRIYA PENGASIH KULON PROGO - JOGJAKARTA
Kepastian pembangunan Bandara Internasional di kabupaten Kulon Progo, seolah membuka kran investasi di Kabupaten Kulon Progo tersebut. PT. Dwitata Pratama pun menghadirkan perumahan yang berlokasi di Karangasem, Kedungsari, Pengasih, Kulon Progo. Tersebut menawarkan hunian satu lantai bagi konsumen menengah kebawah. Hanya berjarak 300 meter dari jalan utama. Berbagai fasilitas umum seperti sarana pendidikan SD, SMP, SMU, hingga universitas terletak tak jauh dari lokasi perumahan. Lokasi yang ditawarkan Griya Pengasih Kulon Progo memiliki aksesibilitas yang baik menuju jalan utama, jalan Wates. Menurut Hesti, Marketing, Griya Pengasih Kulon Progo, keseluruhan akan 46 unit hunian ditawarkan dalam kawasan perumahan tersebut. Hunian-hunian tersebut menurutnya akan menjadi daerah penyangga bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dengan sarana Bandara Internasional Kulon Progo.
“Harga yang kami tawarkan untuk hunian tipe 36 tersebut masih dikisaran 180 jutaan. Kami menyediakan hunian bagi konsumen lokal, karena harganya relatif terjangkau. Dari pengalaman produk kami sebelumnya yang di Giripeni harga-harga segitu merupakan segmen yang banyak terserap”, terangnya semangat. Berdasar pengalaman di produk sebelumnya, yakni perumahan di Giripeni, untuk tipe 36 dengan luas tanah 72 m2 pada awal pemasaran dibuka dengan kisaran harga 90 jutaan dalam kurun waktu 3 tahun berikutnya sudah berada dikisaran harga 160 jutaan. Keyakinan tersebut dikatakannya sesuai komitmen PT. Dwitata Pratama untuk mengedepankan kualitas bangunan, legalitas yang lengkap (SHGB sudah pecah per kavling), serta berada pada daerah strategis yang pasti bertumbuh dan berkembang sebagai kawasan pemukiman.
Konsumen di daerah kabupaten Kulon Progo, banyak yang menggunakannya sebagai tempat tinggal. Dikatakannya lebih lanjut, dengan denah standar dan sisa lahan yang cukup luas, Griya Pengasih Kulon Progo juga mengakomodasi konsumen yang akan melakukan perluasan bangunan. “Denah standar kami siapkan, namun jika konsumen ingin menambah luasan. Biaya untuk perluasan dikisaran 2,75 juta per meter persegi. Perluasan boleh dilakukan dengan syarat mempertahankan tampilan dan estetika fasad rumah yang menganut gaya minimalis. Untuk kelebihan tanahnya, konsumen dikenakan penambahan biaya 650.000 /m2”, papar Hesti saat ditemui di kantornya Jalan Retno Dumilah No.72 Kotagede Yogyakarta.
Dikatakan Hesti, saat ini sudah terjual 5 unit rumah. Untuk memberikan keyakinan konsumen terhadap proyek ini, kawasan Griya Pengasih yang berdiri di atas lahan seluas 5000 m2 tersebut saat ini sedang dalam pematangan lahan, pembangunan jalan lingkungan, pembangunan tembok keliling dan pembangunan dua rumah contoh yang sudah terjual. Ditambahkan Hesti, untuk menambah kenyamanan bagi konsumen saat tinggal di kawasan Griya Pengasih, pengembang akan memberikan beberapa fasilitas seperti taman, Mushola, dan jalan lingkungan selebar 4,5 meter. Bahkan PDAM pun sudah ready di kawasan perumahan. Untuk menarik minat konsumen, pengembang memberikan Promo Khusus 10 Pembeli Pertama akan diberikan diskon sebesar 10%”, terang Hesti bersemangat.
THE MOUNTAIN – JOGJAKARTA
Pengembang PT. Meckatara Bersama Abadi melihat peluang potensi tumbuhnya properti di Kulon Progo dengan menghadirkan sebuah kawasan perumahan di timur kota Wates. Tepatnya di Kali Kepek, Desa Giripeni, Kecamatan Wates Kulon Progo. Developer ini menghadirkan 63 unit rumah tinggal tipe 36 di kawasan seluas 6649 m2 dan pengembang ini secara fokus menyediakan bagi konsumen yang tengah mencari rumah pertama. Lokasi perumahan ini berada di lereng bukit dengan view menawan berupa area hijau persawahan. Lokasi ini cukup strategis, tidak jauh dari Jalan Provinsi Jogja – Wates km. 20 (selatan Polres Kulon Progo).
Sejak dipasarkan awal 2016 ini, Perumahan The Mountain ini sudah terjual 23 unit rumah. Tipe standar yang dihadirkan adalah tipe 36 dengan luasan kavling mulai 69 m2 sampai 70 m2. “Konsumen kami didominasi oleh pasar lokal, dengan tujuan utama untuk tempat tinggal, khususnya bagi keluarga baru.”, terang Richel M.S, Komisaris PT. Meckantara Bersama Abadi.
Kualitas bangunan perumahan The Mountain dijamin oleh pihak pengembang. “Meskipun dengan harga yang terjangkau, kualitas bangunan tetap menjadi prioritas kami kepada konsumen”, kata Richel M.S. Seluruh tipe rumah terdiri dari 2 kamar tidur dengan spesifikasi bangunan menggunakan material berkualitas. Pondasi foot plate, batu kali, struktur beton bertulang, dinding batu bata finishing plester-aci-cat, lantai keramik, beratap genteng cor dengan plafon gypsum, kusen serta pintu menggunakan kayu lokal (Bengkirai atau Damar laut) / Alumunium, dan PVC untuk kamar mandi, sanitair kloset jongkok, dengan aliran listrik 1300 Watt serta air PDAM.
Fasilitas umum dan fasilitas sosial yang tergolong lengkap untuk perumahan di kelasnya akan dihadirkan. Mulai dari Satpam 24 jam, one gate system, Musholla, dan kolam renang untuk anak. Unit rumah The Mountain juga dilengkapi dengan fasilitas taman depan dan belakang pada setiap unitnya. Progress pembangunan The Mountain saat ini sudah mencapai pembangunan fasilitas perumahan. “Saat ini kami sudah membangun maingate artistik dengan lebar jalannya 9 meter beserta jalan lingkungan perumahan selebar 6 meter”, jelas Richel M.S.
Kawasan perumahan hingga kini telah menunjukan pergerakan investasi yang masih dapat berkembang. Perkembangan tersebut seiring dengan pembangunan kawasan yang terus dikerjakan dan pertumbuhan harga dasar tanah yang terus mengalami kenaikan. Faktor akan dibangunnya Bandara Internasional Kulon Progo sangat mempengaruhi serapan pasar properti di wilayah Barat Jogja ini. “Dulu diawal pembukaan kawasan, harga rumah masih dikisaran 175 jutaan, dengan luasan tanah yang sama harganya sekarang sudah dikisaran 215 jutaan”, papar Richel.
Kelengkapan legalitas di Perumahan The Mountain sudah terjamin, yaitu IMB sudah ready dan Sertifikat (SHGB) pecah per kavlingnya. “Menyebut nama Perumahan The Mountain, masyarakat Kulon Progo dan sekitarnya akan menjumpai sebuah harmonisasi kawasan hunian yang selaras dengan kesegaran alam pegunungan”, pungkas Richel berpromosi.
KAMPOENG GAJAH JANGKUNG – JOGJAKARTA
Salah satu pilihan kawasan hunian di Kabupaten kulon Progo dengan harga yang relatif terjangkau adalah perumahan Kampoeng Gajah Jangkung garapan PT. Sumber Baru Airlangga. “Perumahan kami ini memiliki luas area 3907 m² merupakan kawasan perumahan yang berada di pusat Kota Wates, sebagai ibukota Kabupaten Kulon Progo, tepatnya berada di Jalan Terbahsari (Jl. Mawar), berjarak 100 meter dari Alun-Alun Wates. Kampung Gajah Jangkung menawarkan tipe rumah standar yakni tipe 36. Selain itu lokasi tersebut relatif dekat untuk menjangkau berbagai sarana pembangkit lingkungan disekitarnya, seperti perbankan, SPBU, Polres Wates, kota Wates, sarana pendidikan, dan Bandara baru nantinya”, terang Teguh Irawan, marketing PT. Sumber Baru Airlangga.
“Sejak kami pasarkan pada awal 2015 lalu (Maret 2015-red), peminatnya cukup tinggi. Konsumen yang terserap lebih banyak dari masyarakat lokal Jogja dan Wates dengan berbagai background pekerjaannya, baik dari Pegawai Negeri Sipil, maupun pengusaha dan wiraswasta. Hingga memasuki akhir tahun ini sudah terpesan 10 unit dari total 31 kavlingnya dan hampir 6 unitnya sudah terbangun, bahkan sudah ada yang menghuni”, papar Teguh semangat.
Teguh mengungkapkan jika Kampoeng Gajah Jangkung memiliki potensi investasi yang tak kalah menarik. “Saat ini harga tipe 36 dengan luas tanah 71 m² sudah di kisaran 322 jutaan”, ujarnya. Ditambahkannya harga tersebut sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. “Dulu awal buka tipe 36 dengan luas tanah 71 m² diharga 315 jutaan, harga rumah tersebut, dikatakan Teguh cukup bervariatif, karena banyak dipengaruhi oleh luas tanah yang beragam. Luas tanah yang ditawarkan mulai dari luas 71 m² hingga paling luas 155 m².
“Dalam perumahan ini konsumen akan mendapatkan hunian tipe kecil namun memiliki kualitas yang baik”, tegas Teguh. Spesifikasi bangunan yang ditawarkan pengembang tergolong prima. Pondasi batu kali, struktur beton bertulang, dinding batu bata, rangka atap baja ringan, dan genteng beton flat serta penggunaan air bersih dari PDAM menjadi spesifikasi yang diunggulkan oleh Teguh. Selain itu proses bangun yang langsung dibawah pengembang menjadi jaminan tersendiri. “Satu unit kami bangun dalam waktu kurang lebih 4 bulan. Proses bangun kami langsung di bawah perusahaan sehingga kualitas bangunan tetap terjaga,” tandas Teguh.
Soal cara bayar, Teguh mengungkapkan hampir 80% konsumen yang sudah membeli menggunakan cara KPR. “Kami sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa perbankan untuk membantu pembiayaan konsumen. Diantaranya BTN konvensional dan BTN Syariah, BNI Syariah dan perbankan lainnya”. Teguh lebih lanjut menjelaskan pula status legalitas produknya, “Setiap kavlingnya IMB sudah siap dan Sertipikatnya pun sudah pecah, pembeli tinggal meneruskan balik nama atas nama sendiri,” pungkas Teguh. Greg&Pras-red

















































































