Rasa Kolonial Belanda Pecel Solo
Pecel bukanlah hal yang asing bagi pecinta kuliner tradisional. Kuliner bumbu kacang ini memang sangat favorit di kalangan pecinta sayuran segar. Sayuran segar dengan bumbu kacang yang khas ditambah nasi pulen dan gurihnya kerupuk menambah nikmatnya bersantap di Pecel Solo.
Bagi Anda pecinta Kuliner Nusantara, Pecel Solo adalah salah satu destinasi yang patut Anda coba. Kota yang sering dijuluki “The Spirit of Java” ini menyimpan pesona kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah dengan nuansa rasa tradisional tapi menawarkan konsep berkuliner di jaman Kolonial Belanda. Ya, Pecel Solo adalah Resto khas Solo dengan konsep Kolonial Belanda yang beralamat di jl. Dr. Supomo No. 55 Pasar Beling Mangkubumen, Solo. Resto ini menawarkan berbagai jenis makanan khas Solo dengan konsep “nguri-uri Jajanan Tradisional Khas Solo”.
Pecel Solo menyuguhkan gaya arsitektur nuansa jaman kolonial Belanda dan penuh dengan karya seni peninggalan budaya nenek moyang yang di warnai dengan interior barang-barang antik. “Barang-barang antik ini semua kami display, jika Masnya tertarik boleh dibeli” ujar Antonius Eri, General Manager, Pecel Solo. Resto ini memang sangat kental dengan interior barang antiknya seperti meja lurah, pintu cina, grobok, lesung, almari Jawa, gebyok, klontong. Semua ditata dengan posisi nan seimbang dan menyatu dengan ruang. “Menurut Masnya berapa usia bangunan resto ini?” saya pun sulit menerka, setelah berpikir saya menjawab ragu “seratusan tahun?”. Kembali mas Eri menjawab sambil tertawa “terlalu tua mas, bangunan ini didirikan tahun 2013 dan baru selesai 2015 ini”.
Resto ini opening tanggal 14 Juni 2015 lalu. Pecel Solo Resto dibangun atas dasar kecintaan sang Owner pada kuliner tradisional. Keprihatinan Hengky Herendra (owner) pada kuliner tradisional yang mulai langka, membuat sang pemilik tidak hanya tergerak untuk menyelamatkan saja tapi beliau ingin masyarakat menyukai kuliner khas Solo. Pemilik resto juga ingin masyarakat dapat menikmati masakan khas Solo dalam nuansa berkelas tidak menghilangkan ciri tradisionalnya.
Resto ini terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama terdiri dari dua bagian, bagian pertama adalah teras. Saat Anda menginjakkan kaki ke resto ini Anda melihat tegel kunci dengan motif kuno, Anda akan merasa seperti masuk ratusan tahun silam dengan pintu kayu lebar dan tinggi dihiasi kepala rusa dengan tanduk yang menawan. Bagian teras ini terdapat 2 set meja pada bagian kanan dengan masing-masing meja 12 kursi. Di sebelah kiri dan kanan terdapat pintu cina. Sambil dengan rasa penasaran saya bertanya “berapa harga pintu raksasa yang menghiasi dinding itu mas?”. “ Oh sebelah kanan ini harganya 450 jutaan mas”, Eri menjawab semangat. Beliau juga menerangkan harga almari Jawa sebelah kanan bagian depan kira-kira 150 jutaan, bisa dibayangkan betapa antik dan uniknya.
Memasuki bagian dalam ruangan kita akan melihat susunan klontong (lonceng sapi) yang berbaris rapi menghiasi sudut lantai dua. Pada bagian ini, juga terdapat hiasan pintu Cina yang pada sisi kiri dan kanan melekat hiasan kepala rusa. Sedikit masuk kedalam terdapat prasmanan yang disediakan pihak resto agar pengunjung dapat dengan mudah memilih sayuran atau makanan yang di inginkan. “Pihak resto tidak hanya menyediakan menu lalu mencatatnya, kami menyediakan alternatif lain yaitu prasmanan agar pengunjung bisa lebih mudah untuk memilih makanan yang ia inginkan sesuai seleranya”.
Menuju lantai dua melewati tangga kita akan melihat foto tokoh-tokoh ternama yang pernah berkunjung ke Pecel Solo, seperti Jokowi, SBY, bahkan artis-artis terkenal. Pada lantai dua tidak hanya dapat menampung 30 pengunjung. Lantai ini terdapat mushola dan juga terdapat bar untuk meracik beberapa minuman tradisional. Pada bagian ini juga terdapat TV 60 inch, dan hiasan kepala rusa. Selain itu terdapat fasilitas Komputer untuk mempermudah pengunjung saat memesan makanan.
Menuju lantai tiga terdiri dari 3 bagian yaitu bagian dalam terdapat ruang meeting AC yang dapat menampung 15 orang dengan fasilitas LCD Proyektor, juga sound system. Sedikit pada bagian tengah dengan menampung kira-kira 20 pengunjung ditambah interior barang-barang antik dan meja kursi antik pula membuat Anda ingin berlama lama mengobrol di ruangan ini. Tidak kalah menariknya pada balkon lantai tiga ini terdiri dari dua bagian yaitu balkon atas yang menampung kira kira 20 pengunjung dan balkon bagian bawah dapat menampung lebih dari 10 pengunjung. Semilir angin di balkon ditambah musik akustikan hari itu, menambah hangatnya bersantap sambil bercanda ria, membuat Anda ingin berlama-lama disana.
Menuju lantai teratas, melewati tangga, Anda akan melihat foto-foto artis ternama seperti Syahrini, Titik Puspa, Roma Irama, Andi F noya, dan lebih dari 20 foto artis yang pernah berkunjung ke Resto ini. Pemilik resto ini memang sengaja mengabadikan momen kunjungan tamu-tamu ternama sebagai bentuk rasa bahagianya. Kunjungan tersebut tentunya tidak hanya di Pecel Solo di kota Solo, tetapi di cabang Pecel Solo di kota lain seperti Jogja dan Jakarta. Di lantai 4 ini terdapat meeting room AC berkapasitas 30 orang dengan fasilitas LCD Proyektor, juga sound system.
Resto yang berkapasitas 250 orang ini, juga sering digunakan sebagian orang untuk mengabadikan momen bahagianya contohnya foto pre weeding. Eri menerangkan bahwa, pihak resto memberi fasilitas gratis menggunakan spot di resto kami jika pengunjung membeli makanan lebih dari harga 1 juta rupiah. Demikian juga ruang meeting bisa digunakan tanpa menambah biaya jika sudah makan disini lebih dari harga 1 juta rupiah.
Dapur dan bartender kami dilengkapi dengan peralatan yang higienis dan berkualitas guna menunjang kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman. Pecel Solo ini buka dari jam 08.00-16.00 dan buka kembali 18.00-22.00. “Kami memberi jeda pada pukul 16.00 -18.00 agar kami bisa menggantikan makanan yang kiranya sudah tidak layak dan bisa diganti dengan yang lebih segar. Jadi pengunjung di malam hari akan makan makanan yang lebih segar”, ujar Eri semangat.
Dengan pelayanan yang ramah santun dan cepat, Pecel Solo menyediakan berbagai menu kuliner dengan kisaran harga Rp 10.000 hingga Rp 50.000. Menu-menu yang menggugah selera seperti Pecel Solo dengan bumbu kacang dan sambal kacang ini merupakan resep turun temurun dari sang ibu pemilik. Ada juga Pecel Ndeso bumbu wijen, dengan sayuran lebih kurang dari 11 jenis seperti turi, cipir, tuntut, mlanding, ati pisang, kacang panjang, daun bayam, daun singkong dan sebagainya. Kemudian Garang Asem merupakan ayam kampung yang dikukus bersama cabe besar dan belimbing wulung sangat terasa nikmat menemani nasi Pecel Solo. Salat Solo dengan daging sapi, kentang, wortel, buncis juga telur yang disajikan dalam semangkuk salat berkuahkan terik dan kecap sedikit mayonais.
Berbagai menu tradisional yang mulai jarang ditemui seperti Mento, Gethuk Lindri, Klepon, Ongol-Ongol, Jenang Delima Merah, dan masih banyak lagi. Selain itu juga minuman langka dengan rempah alami seperti Wedang Ronde, Wedang Secang, Dawet Tlasih Pasar Gede dengan isian nangka, jenang sumsum, ditambah kuah santan yang membasahi dahaga. Selain itu yang tidak kalah menarik adalah minuman botol Temulawak dan Coffee Beer yang hanya akan Anda temui di Pecel Solo Resto saja.
Di akhir perbincangan Eri menginformasikan bahwa Pecel Solo menyediakan hotspot area selain itu juga setiap malam selalu ada live music dari pukul 19.00 hingga pukul 22.00. “Malam ini akustikan, malam lain akan ada keroncong dan juga musik tradisional Jawa cokek' an akan menambah suasana hangat dan bersahabat”, tutupnya. Tofan-red
PECEL SOLO RESTO
Jl. Dr. Supomo No. 55, Turisari,
Solo, Jawa Tengah
Telp. 0271 – 737379
www.pecelsoloresto.com
pecelsolo_kuliner@yahoo.co.id

















































































