Rimbono Homestay, Sensasi Menginap di Tengah Kebun Teh
Kulon Progo adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jogjakarta yang menyimpan potensi wisata alam cukup menarik. Beberapa tahun terakhir wilayah Kulon Progo menjadi pusat perhatian di dunia wisata Jogja, dimana spot-spot wisata alam baru mulai bermunculan. Seperti halnya di daerah Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Dengan banyaknya spot wisata di daerah tersebut tentu saja membuka peluang usaha di sektor penginapan. Salah satu yang tengah marak adalah dibangunnya beberapa homestay di desa wisata tersebut.
Salah satu destinasi penginapan berkonsep homestay yang ada adalah, Rimbono Homestay. Wakhit Romansyah atau yang lebih akrab di panggil Tombro, pengelola Rimbono Homestay, menuturkan alasan sang pemilik membangun penginapan adalah untuk memudahkan dan memfasilitasi para wisatawan dari berbagai daerah yang ingin menikmati sunrise dari puncak kebun teh atau spot lainnya.
“Pemilik homestay ini alasannya hanya sederhana yaitu melihat potensi wisatawan menikmati sunrise cukup tinggi, daripada wisatawan berangkat malam untuk menikmati sunrise, maka beliau membangun penginapan ini. Awalnya juga banyak yang meragukan tetapi kini sudah banyak yang mengikuti,” ucapnya sambil tersenyum.
Dijelaskannya dalam satu dusun Nglinggo tersebut, wisatawan dapat menikmati berbagai spot wisata alam yang masih segar. Beberapa spot di Nglinggo yang menawarkan keindahan sunrise adalah gunung Kukusan, Puncak Kebun Teh, Gunung Jaran, dan bukit Isis, sedangkan titik untuk menikmati keindahan sunset adalah bukit Watu Jonggol.
Lebih lanjut dikatakan Tombro, dalam pembangunan Rimbono Homestay tersebut sang pemilik tidak mengacu pada satu konsep tertentu. Namun, hasil yang dihadirkan cukup membuat decak kagum setiap wisatawan yang melawati homestay. “Tidak ada konsep secara khusus, mas Melkey (sang Pemilik-red) hanya ingin membuat sebuah penginapan bagi wisatawan yang tetap menyatu dengan alam sekitarnya, tetap sejuk, segar, dan banyak pepohonan. Tanaman yang ada di sekitar penginapan ini khas daerah sini saja,” katanya sembari menunjukan kawasan penginapan.
Tema yang diinginkan oleh si pemilik homestay terlihat nyata dari bangunan yang tersaji. Hampir semua bangunan Rimbono Homestay menggunakan material berbahan kayu dengan konsep panggung, dan beratapkan ijuk. Dengan material yang digunakan tersebut terlihat penginapan yang menyatu dengan alam sekitar yang masih asri.
“Material hampir semua menggunakan bahan alami, kayu yang digunakan kebanyakan adalah kayu bekas, bukan kayu baru, atap kamar panggung menggunakan ijuk, untuk menangkal ular dan memberikan kehangatan. Meskipun demikian tetap nyaman untuk menginap dan beristirahat,” terang Tombro semangat.
Dalam pembangunan homestay tersebut, diceritakan Tombro tidak sekali jadi, dibangun secara bertahap. Awal pembangunan hanya membangun dua kamar panggung, dalam perjalannnya, melihat potensi yang bagus maka pada lebaran 2016 kemarin kembali meluncurkan 8 kamar. “Totalnya ada 10 kamar. Yang model panggung ada 7 kamar, dan kamar biasa ada 3. Ada kamar yang bisa digunakan untuk berbarengan atau rombongan, ada juga yang cocok untuk keluarga,” terangnya.
Meskipun tidak menggunakan konsep secara khusus, diceritakan Wakhit lebih lanjut penamaan Rimbono memiliki arti yang cukup dalam. “Secara nama rimbo atau rimba yang berarti hutan yang hijau, sesuai letaknya yang berada menyatu dengan alam hijau, sedangkan Rimbono adalah nama dari almarhum kakek dari sang pemilik,” ceritanya singkat.
Untuk menikmati pengalaman menginap di Rimbono Homestay, wisatawan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Setiap kamar di homestay tersebut ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 150 hingga 200 ribu permalam. Kamar model panggung dapat menampung hingga 4 orang dengan extra bed, dan yang model kamar biasa dapat menampung hingga 10 orang.
Setiap kamar panggung yang disajikan memiliki fasilitas kamar mandi dalam, dengan air dingin / hangat dan TV. Desain kamar panggung menyuguhkan penataan ruang yang simple namun tetap terkesan luas. Dikatakan Tombro, model kamar panggung yang dihadirkan ketika wisatawan menginap akan mendapatkan ruang yang luas. Teknologi dinding miring yang digunakan oleh pemilik memberikan kesan ruang yang lebih luas, dan estetika bangunan yang apik.
Dipromosikan Tombro, lebih lanjut, ada konsep kamar panggung yang di desain untuk keluarga. Dua kamar tersebut didirikannya di atas kolam ikan dengan sebuah teras yang terhubung diantara keduanya. Fasilitas di dalamnya sama dengan kamar-kamar lainnya. “Wisatawan family lebih suka dengan konsep bangunan ini,” ujarnya.
Untuk menjangkau Rimbono Homestay tersebut tergolong cukup mudah. Jika wisatawan dari pusat kota Yogyakarta dan ingin berwisata ke Desa Wisata Nglinggo bisa melewati rute jalan Godean lurus ke barat melewati sungai Progo hingga sampai lampu merah Kenteng. Setelah itu belok kanan, ikuti jalan sampai menemukan tugu di tengah jalan, nama daerahnya adalah Dekso, belok kiri masuk ke jalan Samigaluh, lurus ikuti saja jalan sekitar 15-20 km, setelah melewati Kantor Kecamatan Samigaluh akan menemukan pertigaan bertuliskan Desa Wisata Nglinggo, kemudian belok kanan. Ikuti jalan lurus naik ke atas kira kira 2 kilometer akan sampai di dusun Nglinggo. Wisatawan akan melewati jalanan yang berkelok dan naik turun, sehingga harus berhati-hati dalam berkendara.
Setiap wisatawan yang menginap di Rimbono Homestay dapat menikmati paket wisata yang ditawarkan. Sebagai daerah yang terkenal dengan pengolahan hasil alam seperti teh, gula aren, dan kopi, maka dengan paket wisata dapat melihat langsung atau bahkan mencoba mebuat sendiri. Ketiga komoditi tersebut adalah produk andalan dusun Nglinggo.
Tidak hanya menyediakan tempat untuk menginap, dipaparkan Wakhit, Melkey sang owner juga menyediakan pemandu wisata yang akan membantu wisatawan menikmati keindahan alam di Nglinggo. "Kami juga menyediakan paket wisata menggunakan jeep. Ada beberapa paket wisata jeep yang kami tawarkan, dari kelas ringan hingga paling extreme, harganya juga berbeda," paparnya.
Pilihan paket wisata jeep yang bisa dipilih wisatawan adalah mengelilingi obyek wisata yang ada di Nglinggo menggunakan jeep dengan jumlah penumpang tiga orang, dengan biaya Rp. 350 ribu. Paket berpetualang menyusuri sejumlah tempat wisata yang ada di Kecamatan Samigaluh dengan biaya Rp.450 ribu. Dan pilihan terakhir adalah paket adventure, dimana wisatawan akan benar-benar diajak off road seharian penuh, tarifnya Rp. 750 ribu. Greg-red
Rimbono Homestay
Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh,
Kulon Progo, Yogyakarta,Indonesia
Telepon: +62 856-4858-1444

















































































