Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Serba Serbi Perumahan Semarang-Jogjakarta Akhir 2014 – bagian 2

    Perumahan Griya Utama Banjardowo Baru Semarang
    Perumahan Graha Sedayu Regency Semarang
    Perumahan Pancanaka Green Semesta Semarang
    Perumahan The Paradise Yogyakarta

    GRIYA UTAMA BANJARDOWO BARU SEMARANG
    Seiring dengan pertumbuhan pasar properti kota Semarang, dan harga dasar tanah yang juga merangkak naik, banyak pengembang lokal yang kini mulai menaikkan target yang ingin diraihnya. Hal serupa juga dilakukan oleh pengembang CV. Sinar Timur Utama. Dipaparkan Direktur Pelaksana , Griya Utama Banjardowo Baru, Supriyanto, target pembangunan unit rumah dalam perumahan tersebut adalah 1000 unit rumah dalam satu kawasan. Namun dalam perkembangannya harga dasar tanah yang terus merangkak naik membuat pengembang tersebut kesulitan untuk menyuplai rumah bersubsidi.

    “Dulu awalnya kita fokus pada penyediaan rumah-rumah bersubsidi, namun karena perkembangan harga dasar tanah, tidak memungkinkan kami untuk tetap menjual dengan harga rumah bersubsidi, sekitar tahun 2012 kami mulai beralih ke rumah komersial, namun harga juga tetap terjangkau bagi konsumen lokal, target kita bangun sekitar 1000 unit rumah, hingga kini sudah terbangun kurang lebih 700 unit”, papar Supri panggilan akrabnya.

    Griya Utama Banjardowo Baru yang berlokasi di Jalan Raya Kudu, Kelurahan Karang Roto, Kecamatan Genuk, Semarang saat ini memasarkan beberapa tipe rumah standar. Tipe tersebut mulai dari tipe 36, 38 dan 45. Konsumen dapat memilih tipe yang diinginkan. Harga yang ditawarkannya pun terbilang terjangkau bagi masyarakat lokal. Harga perumahan tersebut saat ini sudah dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 150 jutaan.

    Harga tersebut sudah mengalami kenaikan beberapa kali mengikuti perkembangan yang terjadi. Menurut Supriyanto, harga tersebut dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun telah mengalami kenaikan sekitar 50 % nya. Kenaikan ini bisa sebagai bukti nilai investasi di kawasan tersebut masih dapat mengalami kenaikan. “ Selain untuk tempat tinggal, lokasi ini juga memiliki nilai investasi yang menarik, tahun 2013 lalu tipe 36 masih ditawarkan pada kisaran harga 89 jutaan kini di akhir tahun 2014 sudah pada kisaran harga 150 jutaan”, terangnya. Pertumbuhan harga tersebut juga berkaitan dengan kawasan perumahan yang sudah banyak yang serah terima dan dihuni.

    Selain itu kedekatan dengan berbagai sarana pembangkit lingkungan seperti, sarana pendidikan, SD, SMP, SMK dan Univ. Sultan Agung, serta kawasan industri cukup memberi dampak baik pada penjualan dan harga. Saat ini dari catataan pengembang perumahan Griya Utama Banjardowo Baru lebih banyak didominasi pasar kelas menengah bawah. Sebagian besar konsumen membeli untuk tempat tinggal, atau sebagai rumah pertama mereka. Griya Utama Banjardowo Baru saat ini ditawarkan dengan kelengkapan legalitas yang sudah komplit. “Legal kami sudah siap per kavling, IMB dan sertipikat sudah ready, konsumen membeli tinggal nunggu proses bangun saja, karena legal sudah siap, kalau mau sistem KPR juga lebih cepat”, tutur Supriyanto. Diungkapkan Direktur Pelaksana tersebut, jika hingga saat ini sistem pembayaran secara KPR lebih banyak digunakan oleh konsumen. “Kira-kira 75 % konsumen menggunakan sistem pembayaran KPR, sisanya tunai bertahap ”, pungkasnya.

    Melihat respon pasar yang masih sangat baik pengembang yang juga pioneer untuk mendevelop daerah tersebut di tahun 2015 berencana membuka lahan terbarunya. Lokasi terbaru ini akan berada di daerah Kudu, berbatasan dengan Demak. “Ada lokasi baru di daerah Kudu, luas area sekitar 5 Ha, dekat dengan daerah industri, di tahap awal kita akan buka bagi konsumen FLPP”, menutup perbincangan.

    GRAHA SEDAYU REGENCY SEMARANG
    Graha Sedayu Regency, garapan PT. Agung Bhineka Semesta hadir sebagai salah satu pilihan kawasan hunian di Semarang Timur yang menyediakan rumah dengan segmentasi pasar kelas menengah ke bawah. Kawasan perumahan yang berdiri di atas luas tanah 1,5 Ha ini secara fokus menyediakan bagi konsumen yang tengah mencari rumah pertama. Dituturkan Inggar Pradewa. S, Pelaksana dan Perencana, perumahan Graha Sedayu Regency, dengan lokasi perumahan yang dimilikinya pengembang ingin menjual hunian yang masih terjangkau bagi segmentasi pasar lokal. “Pasar kita jelas lokal namun secara investasi tetap menarik, ”tuturnya.

    Kawasan perumahan yang berlokasi di Jalan Perbal, Genuk, Sembungharjo, Semarang ini ditawarkan untuk mendukung produktifitas penghuninya. Lokasi ini tergolong strategis untuk menjangkau berbagai fasilitas penumbuh lingkungan di sekitarnya. Graha Sedayu Regency memiliki kelebihan hanya 10 menit dari Pedurungan dan berada dekat dengan kawasan industri, rumah sakit, serta beberapa universitas swasta ternama di Semarang. “ Kedekatan dengan daerah industri tersebut yang menjadi sasaran kami, pegawai-pegawai pabrik yang ingin memiliki rumah terjangkau dan berkualitas ya bisa di sini”, ucap Inggar, saat ditemui di proyek.

    Graha Sedayu Regency, hadir dengan tiga pilihan tipe, yakni tipe 36, 40 dan 45, sebagai pilihan bagi konsumen. Dikatakan Inggar, konsumen untuk daerah tersebut lebih banyak menyerap hunian satu lantai dengan tipe-tipe tersebut. “ Tipe 36 paling banyak diminati di area tersebut”, katanya. Tipe 36 dengan luas tanah yang beragam, mulai dari 73 m2 hingga 89 m2 saat ini sudah dipasarkan pada kisaran harga 200 jutaan, tipe 40 dengan luas tanah 78 m2 ditawarkan pada kisaran harga 270 jutaan, dan tipe 45 dengan luas tanah mulai dari 90 m2 hingga 131 m2 dipasarkan mulai dari kisaran harga 300 jutaan. Harga yang ditawarkan menjadi berbanding seimbang dengan konsep kawasan yang disajikan. Dipaparkan bagian pelaksana dan perancangan, konsep kawasan Graha Sedayu Regency mengusung kawasan perumahan yang hijau. Hal tersebut diselaraskan dengan alam sekitarnya yang masih alami.

    Dengan gaya bangunan minimalis, Graha Sedayu Regency akan dilengkapi berbagai fasilitas berupa playground, tempat ibadah, social area, dan taman penghijauan. “Secara desain bangunan kita mengikuti pasar yang sedang banyak digemari konsumen, hanya saja yang lebih dari kita adalah ketinggian plafon di tiap rumah, ketinggiannya 5,5 meter sehingga di dalam rumah terlihat lebih luas, sirkulasi udaranya jadi lebih sejuk, selain itu kita juga beri sentuhan batu alam untuk mengusung konsep alaminya”, papar Inggar. Dikatakannya lebih lanjut, konsumen dapat mengubah denah ruang, asal tidak terjadi penambahan luasan, kalaupun harus ada penambahan luasan ada perhitungan tersendiri. “Denah bisa berubah, fasad harus sama”, katanya.

    Kawasan perumahan yang menawarkan sekitar 108 unit tersebut hingga kini telah menunjukan pergerakan investasi yang masih dapat berkembang. Perkembangan tersebut seiring dengan pembangunan kawasan yang terus dibangun dan pertumbuhan harga dasar tanah yang terus mengalami kenaikan. Di awal pemasarannya tahun 2013 lalu tipe 36 dipasarkan pada kisaran harga 190 jutaan, kini di akhir tahun 2014 dengan tipe yang sama sudah dipasarkan pada kisaran harga 250 jutaan. “Tipe 36 sudah mengalami kenaikan sekitar 60 jutaan”, kata inggar semangat. Nilai investasi tersebut juga didukung dengan legalitas produk yang sudah komplit. Sertipikat dan IMB per kavling sudah siap. Konsumen yang membeli tak perlu khawatir.

    PANCANAKA GREEN SEMESTA SEMARANG
    Pancanaka Green Semesta, sesuai dengan nama yang diusungnya, pengembang perumahan tersebut seolah ingin menonjolkan konsep kawasan yang hijau dan nyaman. Perumahan garapan Pancanaka Group tersebut kini telah menunjukan tajinya sebagai kawasan perumahan yang tertata rapi dengan beberapa taman penghijauan yang sudah dibangun. “Sesuai komitmen kami untuk membangun kawasan perumahan yang harmonis antara alam dan lingkungan maka fasilitas taman, sebagai penghijauan dalam kawasan sudah kami bangun”, terang Supervisor, Pancanaka Group, Antok Andriono.

    Bertempat di Ngaliyan, sebuah area di wilayah Semarang yang berada di dataran tinggi, menjadikan Pancanaka Green Semesta aman dari ancaman banjir. Letaknya yang juga strategis, karena merupakan penghubung antara Semarang dan Kendal, adalah keunggulan-keunggulan lain dari Pancanaka Green Semesta. Pancanaka Green Semesta berdiri di atas lahan seluas 5 Ha. Pemasaran perumahan tersebut dibagi menjadi 2 tahap. Tahap 1 Pancanaka Green Semesta memasarkan 120 unit rumah di atas lahan 3 Ha. 2 Ha sisanya rencana akan mulai dipasarkan pada tahun 2015. Dengan infrastruktur kawasan yang sudah banyak dibangun kawasan perumahan Pancanaka Green Semesta di tahap 1 telah banyak terjual. Diungkapkan Antok saat di temui di lokasi mengatakan jika dari 120 unit rumah yang sudah dipasarkan hingga kini sudah terjual kurang lebih separuhnya. “ Dari 120 unit rumah yang ditawarkan hingga kini sudah terjual lebih dari 56 unit”, ungkapnya.

    Sejak dipasarkan pada pertengahan tahun 2013 lalu Pancanaka Green Semesta memang mendapat respon pasar yang cukup baik. Penjualan tersebut dibarengi dengan pembangunan unit rumah yang sudah terjual. Dari sekitar 50 % unit terjual tersebut di targetkan di akhir tahun ini sudah ada yang serah terima kepada konsumen. “Saat ini di lokasi sedang proses bangun sekitar 30 unit rumah, targetnya akhir tahun ini akan ada sekitar separuhnya serah terima”, kata Antok. Dengan proses serah terima di akhir tahun ini, pengembang meyakini kawasan perumahan Pancanaka Green Semesta akan menjadi lebih hidup. Hal tersebut dilihat dari data pembeli yang sudah masuk adalah merupakan masyarakat lokal Semarang. “Prediksi kami hingga 95 % rumah akan ditempati, karena kebanyakan rumah pertama, dan sebagian besar adalah orang Semarang yang bekerja di luar, jadi kemungkinan tetap ditempati”, tutur Supervisor Pancanaka Green Semesta.

    Pancanaka Green Semesta menawarkan tiga pilihan tipe dengan luas tanah yang bervariasi. Tipe tersebut mulai dari tipe 48, 54 dan 64. Harga yang dipatok pada kawasan perumahan Pancanaka Green Semesta mulai dari kisaran harga 300 jutaan. Luas tanah yang dipasarkan untuk tipe 48 mulai dari 120, tipe 54 mulai dari 135, dan tipe 64 mulai dari 160. Harga tersebut terus mengalami perkembangan. Terang Antok saat menunjukan kawasan perumahan Pancanaka Green Semesta, harga perumahan tersebut sudah mengalami kenaikan sebanyak kurang lebih 4 kali. “Satu setengah tahun yang lalu tipe 48 kami tawarkan pada kisaran harga 250 jutaan kini sudah 300 jutaan lebih”, terangnya. Ke depan perumahan yang berlokasi di jalan Anyar Gondorio, Wates, Ngaliyan Semarang akan terus menunjukan tajinya sebagai daerah perumahan yang memiliki pertumbuhan harga yang baik. Diyakini Antok lebih lanjut, kedepan Jalan di depan perumahan tersebut akan diperlebar, sebagai jalan alternatif. Dengan perluasan jalan tersebut berarti pergerakan pembangkit lingkungan sekitarnya akan terus mengikuti. Dengan segmentasi pasar kelas menengah di daerah Ngaliyan, perumahan Pancanaka Green Semesta disesuaikan dengan harga dan kualitas bangunan yang sajikan. Berbicara kualitas bangunan Antok menuturkan jika, pembangunan setiap unit langsung dari pengembang, tidak melalui subkon. “Pembangunan langsung dari PT. jadi kualitas bisa dijaga”, tutupnya.

    THE PARADISE YOGYAKARTA
    Kawasan perumahan The Paradise garapan PT. Sarana Anugrah Pratama (SAP) menawarkan sebuah cluster baru bernama cluster Geneva pada akhir tahun 2014 ini. Cluster Geneva terdiri dari 16 unit hunian dua lantai tipe 132/128. Cluster terbaru di kompleks perumahan seluas ± 7 Ha ini berbeda dari cluster-cluster yang terdapat di kawasan hunian The Paradise. “Ketinggian bangunan cluster Geneva berada 1,2 meter dari as (poros) jalan”, ungkap Anto Pujiatmojo, Marketing PT. Sarana Anugrah Pratama. Pada tahun 2014 ini, pengembang The Paradise menawarkan sebanyak 25 unit hunian yang terbagi dalam beberapa tipe. Selain berbeda dalam hal ketinggian bangunan, perbedaan cluster Geneva dengan cluster-cluster lain adalah mengenai spesifikasi bangunannya. Spesifikasi bangunan Cluster Geneva sudah menggunakan lantai granit ukuran 60 x 60 cm”, jelas Anto.

    Ditambahkan Anto, Cluster Geneva memiliki jumlah kamar tidur 3 + 1. Tiga kamar tidur terdiri dari master bed room, 2 kamar tidur dan satu kamar tidur tambahan. Selain itu, nuansa privat pada cluster Geneva juga diaplikasikan ke dalam jumlah kamar mandi. “Untuk tiga kamar tidur tipe Geneva sudah dilengkapi dengan 3 mandi dalam”, tambah Anto. Secara keseluruhan konsep bangunan kawasan The Paradise menganut konsep bangunan minimalis tropis. “Hunian The Paradise terdiri dari total 240 unit rumah dua lantai dengan konsep minimalis tropis menyesuaikan lokasinya yang berada di kawasan yang dekat dengan suasana lereng gunung Merapi”, tandas Anto. Garis-garis tegas pada fasad bangunan dan penggunaan material batu alam pada tiang di depan pintu utama menawarkan sebuah kombinasi menawan dipadukan dengan material bahan yang berkualitas. “The Paradise menawarkan sebuah konsep perumahan nyaman dan asri yang didukung dengan beragam fasilitas modern sehingga menciptakan suasana kenyamanan dan ketentraman bagi para penghuninya”, imbuh Anto.

    The Paradise terdiri dari 5 tipe yaitu tipe Geneva (132/128), Venusta (130/144) ,Villya (105/128), Castilla (136/160) dan Magnolia (210/252). Dari kelima tipe hunian yang ditawarkan oleh The Paradise tersebut respon pasar sangat positif. “Dari total 240 unit yang kami tawarkan sudah terhuni sebanyak 200 unit dan untuk tipe Magnolia tinggal tersisa satu unit saja”, terang Anto. Ditambahkan oleh Anto, dengan lingkungan perumahan yang sudah hidup kawasan The Paradise menjadi pilihan yang patut diperhitungkan untuk daerah Palagan, Jogjakarta. Serapan pasar yang sangat bagus tersebut tidak terlepas dari komitmen pengembang dalam menghadirkan sebuah kawasan perumahan prestisius dan berkualitas di Sleman utara. Aksesibilitas perumahan The Paradise mudah dijangkau dari seluruh penjuru Jogjakarta. The Paradise berada di pinggir jalan Palagan Tentara Pelajar Km 7,8 Jogjakarta. Dari ringroad utara hanya membutuhkan 5 menit untuk menuju lokasi. Daerah di sekitar lokasi The Paradise berada pada kawasan premium di Sleman utara”, ucap Anto. Selain lokasi yang mudah diakses, daerah di sekitar The Paradise berada pada kawasan yang sudah marak dengan berbagai aktifitas ekonomi dan bisnis.

    Harga yang ditawarkan untuk setiap tipe perumahan The Paradise berkisar pada angka 1 milyaran rupiah hingga 2,5 milyaran rupiah. Tipe Geneva dipasarkan mulai dari 1, 1 milyaran rupiah hingga 1,7 milyaran rupiah (hook) tergantung dari luasan tanah yang tersedia dari 116 m² sampai dengan 190 m². Tipe Venusta dijual pada kisaran harga 1,1 milyaran rupiah hingga 1,9 milyaran rupiah (tipe hook). Untuk harga unit tipe Villya dibuka pada kisaran 1,5 milyaran rupiah sedangkan tipe Castilla pada kisaran 1,6 milyaran rupiah dan tipe Magnolia dijual di kisaran 2,5 milyaran rupiah. “Harga The Paradise lebih terjangkau dibandingkan tipe sejenis dari developer lain. Bagi pembeli kami juga menawarkan diskon yang istimewa”, tegas Anto.

    Nilai investasi pada The Paradise sangat bagus. Hal ini dibuktikan dengan harga perumahan dan tanah yang naik dalam tempo yang singkat. ”Untuk tahun 2014 ini kami sudah 2 kali naik harga. Rata-rata kenaikan berkisar 10 %. Sedangkan untuk harga tanah di sekitar lokasi sudah mencapai 5,6 jutaan rupiah/m²”, jelas Anto. Kawasan The Paradise juga dilengkapi dengan fasilitas berupa club house, lapangan basket, tennis court, children playground, swimming pool serta keamanan 24 jam. Greg & Dika – Red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain