Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Terbang Bersama The Captain

    The Captain Lounge
    The Captain Lounge
    The Captain Lounge
    The Captain Lounge
    The Captain Lounge

    Berawal dari kecintaannya pada pesawat, Ketzia Laurentyn kemudian membuat sebuah konsep restoran yang memasukkan berbagai unsur yang ada dalam pesawat sebagai dasar desain interior ruangannya. Bukan sekedar miniatur pesawat, namun Ia rela membelah pesawat utuh yang bagian-bagiannya diramu sedemikian rupa sehingga terciptalah sebuah restoran bernama The Captain Urban Lounge.

    Saat melintasi salah satu sudut Jalan Damai, tepatnya di dusun Sariharjo, Ngaglik, Sleman, sebuah pesawat jenis Fokker seakan terparkir di daerah tersebut. Di pinggir jalan kawasan yang terletak di utara Kota Yogyakarta tersebut terlihat sebuah moncong pesawat menjulang tinggi hingga akan menyita perhatian. Itulah yang menjadi ikon utama The Captain. Mengawali langkah memasuki kawasan The Captain akan disambut dengan sebuah neon box bertuliskan 'Departures Keberangkatan' dengan desain yang banyak ditemui di bandara. Selanjutnya sebuah lorong yang merupakan belahan salah satu badan pesawat akan mengantarkan pengunjung masuk ke dalam. Lorong ini terasa futuristik dengan bentuknya yang melengkung dengan dihiasi lampu berwarna biru di dindingnya. “Selamat sore Kapten,” salam yang akan langsung terdengar bagi para pengunjung setelah melewati lorong badan pesawat tersebut. Sebuah salam khas yang tidak akan terdengar di restoran mana pun.

    “Kita berdiri sejak awal dua ribu empat belas,” ucap General Manager The Captain Urban Lounge, Tri Widodo. “Tujuannya selain menyajikan menu makanan western, yang utama adalah kita ingin memberikan pengetahuan tentang bagian-bagian pesawat kepada pengunjung terutama anak-anak,” kata pria yang akrab disapa Dodo tersebut. “Di sini kita benar-benar bisa melihat dan menyentuh bagian-bagian yang ada dalam pesawat dari ujung ke ujung” lanjut Dodo. Di The Captain, Dodo menjelaskan, semua bagian dari pesawat diaplikasikan ke dalam interior restoran. Satu diantaranya yang menyita perhatian adalah kursi yang digunakan. Kursi-kursinya adalah kursi penumpang dalam pesawat. Sehingga pengunjung dapat menikmati pesanan makan dan minuman seolah-olah sedang duduk di dalam pesawat. Desain kursi yang berukuran besar dan empuk menambah sensasi tersendiri saat melahap menu makanan yang disediakan. Tak kalah uniknya, meja yang digunakan dalam satu dekorasi dengan kursi pesawat merupakan bagian dari badan pesawat yang dimodifikasi sehingga pengunjung tetap nyaman saat bersantap.

    Bagian lain dari pesawat yang digunakan menjadi salah satu furnitur yang eksentrik adalah sayap pesawat. “Kami mendesain sayap pesawat ini menjadi meja di konter bar,” ucap pria berkacamata ini. Bentuk meja sayap pesawat yang memanjang memungkinkan untuk beberapa pengunjung menikmati minuman yang disediakan bartender secara bersamaan. Selain itu di spot ini, ketika menengadahkan kepala ke atas akan terlihat pelampung yang dipasang di dinding untuk mempercantik suasana ruangan. Selanjutnya di salah satu sudut ruangan restoran yang dibangun di atas lahan seluas 800 m2 ini, akan ditemui mesin jet yang dialih fungsikan untuk tempat lampu spot yang menerangi satu area. “Mesin jet yang satu lagi kita gunakan untuk meja kasir,” ujar Dodo. Pengaplikasian mesin jet ini pasti akan membuat penasaran karena bentuknya yang besar dan karena terbuat dari besi sehingga dindingnya memantulkan cahaya warna-warni dari lampu ruangan.

    Satu spot yang pasti menarik bagi para pengunjung adalah kepala pesawat. Dari luar restoran, kepala pesawat yang ada di The Captain ini hanya terlihat moncongnya. Namun ketika kita masuk restoran, bagian ini diubah menjadi panggung bagi band-band akustik yang menghibur pengunjung ketika makan dan minum. “Di belakang panggung itu, ruang kokpit masih dipertahankan seperti aslinya,” ujar Dodo. Di sinilah pengunjung yang pernah naik pesawat ataupun belum akan bertambah wawasannya karena bagian ini jarang dapat diakses selain oleh pilot pesawat. Lokasi ini menjadi tempat favorit untuk berfoto seolah menjadi seorang pilot.
    Kekuatan konsep restoran yang menjadikan pesawat sebagai ikoniknya tercermin jelas di bagian toilet restoran ini. Tak tanggung-tanggung hanya membangun toilet yang menyerupai toilet yang ada dalam pesawat. Di restoran ini toiletnya benar-benar toilet pesawat yang hanya dipindahkan dari badan pesawat ke salah satu sudut ruangan restoran. Ukuran dan desainnya tetap dipertahankan sesuai dengan aslinya. Meskipun sempit namun kesungguhan berpegang pada konsep utama patut diacungi jempol.

    Secara keseluruhan, Dodo mengungkapkan, desain interior dari The Captain merupakan perpaduan antara bagian dalam dan luar pesawat, suasana Bandar Udara dan rangka Hanggar pesawat. Ia menjelaskan bagian dapur makanan pun didesain menyatu dengan keseluruhan ruang. Pemilihan warna cat bernuansa perak dan putih dikombinasikan dengan neon box bertuliskan ' N2 27-09' menyiratkan dapur ini seolah salah satu sudut ruangan di Bandar Udara. “Konsep kitchen juga dibuat terbuka sehingga konsumen dapat berinteraksi dengan koki. Dan kami menyajikan apa yang dilakukan Chef saat memasak merupakan sesuatu yang menarik untuk dilihat,” ujarnya. Konsep Hanggar pesawat yang diaplikasikan dalam ruang restoran terlihat dari lantainya yang dihiasi garis-garis berwarna putih dan kuning. Selain itu terdapat pula tulisan '27' sebagai center point lantai ruangan restoran yang memiliki makna tertentu. “Nomor itu merupakan nomor hoki dari restoran ini,” ujar Dodo.

    Menikmati keunikan interior The Captain dengan pesawatnya sepertinya kurang sempurna jika tidak dipadukan dengan kenikmatan menu makanan ala western yang disediakan. Puluhan pilihan menu makanan dan minuman disajikan dengan keunikan masing-masing disetiap porsi yang ada. Salah satu yang menjadi andalan makanan di restoran ini adalah Chiken Parmagiana. Bahan utama dari menu ini berupa dada daging ayam yang tidak bertulang. Gurihnya daging ayam yang digoreng matang dalam menu ini dipadu dengan saos tomat ala The Captain yang ditambah dengan melted mozzarella dan lelehan keju.

    Selain itu ada menu menarik lain yang layak dicoba, yaitu Beef Bruschetta. Menu ini menyajikan perpaduan antara france baguette yang ditoping dengan saos daging sapi. Taburan black papper menjadi tambahan dalam menu akan menambah rasa pedas yang nikmat saat menikmati sajian ini. Dalam menu satu porsi beef bruschetta disajikan dalam tiga potongan besar. Menu Cheese Ball menjadi pilihan jika tidak ingin menyantap makanan yang terlalu berat. Cheese Ball merupakan mozzarella yang dibalut dengan tepung roti kemudian digoreng matang. Hidangan ini lebih nikmat disantap saat hangat. Gurihnya roti goreng yang crispy bertambah nikmat dipadu dengan lelehan keju di dalamnya. Selain itu ada pula Pasta Carbonara bagi yang tidak ingin makan berat. Pasta dengan krim dan campuran smoke beef selayaknya dapat dinikmati dengan ringan.

    Begitu pun dengan menu minuman di The Captain yang sudah pasti menarik. Beberapa minuman dihidangkan dengan tampilan warna-warni yang menarik. Seperti Runaway 27 yang merupakan perpaduan antara jus buah naga dan jus leci. Warnanya yang merah dan putih mengingatkan pada warna bendera kebangsaan Indonesia. Minuman ini lebih nikmat disantap saat dingin. Selain itu ada pula Guava Sunset yang merupakan campuran dari sirup stroberi, jus buah jambu, dan blue pepsi. Atau pilihan lainnya yang tak kalah nikmat, yaitu Mango Sunrise yang berupa sirup karamel dengan campuran blue pepsi dan jus mangga. Bagi penyuka buah akan lebih puas jika memesan Tropical Fruit. Minuman ini mengkombinasikan jeruk sunkis, lemon, stroberi, apel, lidah buaya yang dipotong kecil-kecil kemudian disatukan dengan soda dan sirup stroberi. Bilyarto-red

    The Capatain Urban lounge
    Jl. Damai No. 41 Sleman Yogyakarta
    Telp : 0274-886 995
    thecaptainlounge@gmail.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain