[block:views=similarterms-block_1]
Magnet Jogjakarta sebagai destinasi wisata maupun pendidikan tidak dapat dipungkiri merupakan faktor yang menjadi alasan banyak pelaku bisnis properti lokal maupun yang berskala nasional, membidik Jogjakarta sebagai target untuk dijadikan obyek pembangunan maupun pengembangan bisnis properti komersial. Kecepatan laju pembangunan infrastruktur bangunan komersial yang cukup pesat, khususnya di wilayah kotamadya Jogjakarta harus dikendalikan, supaya tidak menimbulkan dampak yang negatif ke depannya. Dengan semakin terbatasnya lahan di area perkotaan, sangat logis apabila arah pembangunan beralih ke konsep vertical building.
Kepala Bidang Pelayanan Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Jogja, Setiono menjelaskan, keterbatasan lahan di perkotaan untuk pemenuhan tempat tinggal menjadi alasan hunian vertikal sebagai solusinya. “Kebutuhan pasar saat ini untuk wilayah Kota akan mengarah pada hunian vertikal, misalnya rumah susun. Hal tersebut dikarenakan semakin mahalnya harga tanah dan satu-satunya jalan adalah membangun hunian vertikal. Begitu pula dengan fenomena maraknya pembangunan rumah susun komersil atau lebih kenal dengan Apartemen mulai tumbuh di beberapa titik wilayah kotamadya Jogjakarta,” ucapnya.